E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
1160 research outputs found
Sort by
The Development of Pre-Service Teachers’ Teaching Performance in the Teaching Practice Program at English Department of State Islamic University of Antasari Banjarmasin
Teacher’s professional development is a long journey and it should be started from the college. The present paper discusses the development of pre-service teachers’ teaching performance at English department of State Islamic University of Antasari Banjarmasin when they were participating in the teaching practice program. It elaborates what they had done in the program and how their performance improved week by week. There were ten pre-service teachers who became the subjects of this report. The writer recorded their teaching techniques, media, and some feedbacks in a field note. An interview was also conducted to better understand their personal self-reflection on what they have achieved and to figure out their problems in teaching. The result of the study shows that the teaching practice program helped the pre-service teacher to develop their teaching performance by getting the feedback from the supervisor. The students’ ability to plan a lesson was improved week by week. They knew how to structure the lesson and write good lesson plan. In explaining the lesson, some common problems located on their pronunciation and grammar skills. Some also needed to know the way to manage and engage the students, and to close the lesson. The Pre-service teachers were able to use various media but they need to have better preparation to use them. In term of method used, CA, GTM, and ALM were commons method used by the students to teach various topics/ skills
The Difference of a Child (Walad) Concept in Islamic Inheritance Law and its Implications on The Decisions of the Religious Courts in Indonesia
This article is based on the fact that there is still the disparity of decisions among the Religious Court Judges on heirs, especially a child (walad), when handling the inheritance disputes. This is because there is a general provision of the meaning of walad contained in the Indonesian Compilation of Islamic Law (KHI) in which it includes both a son and a daughter. In addition, there is no obligation for Religious Court Judges to use the KHI as the basis for legal considerations, allowing for some Religious Court Judges to use the classical Islamic Jurisprudence (fiqh) as the legal basis in deciding a case. This article aims to investigate the impact of the general concept of walad (a child) and measures should be taken the Government to accommodate the legal reference material for Religious Court Judges, especially the KHI and the classical Islamic Jurisprudence (fiqh). It employs normative legal research which primarily examines the decisions of the Religious Courts in East Kalimantan, specifically Samarinda, Tenggarong and Tanah Grogot. The findings reveal that since there is no obligation for the Judges to use the KHI, referring to the classical Islamic Jurisprudence when giving legal considerations and deciding cases of inheritance is not against the procedural law in Indonesia. Yet, this measure potentially creates the disparity of decisions in the Religious Courts since the fiqh differs in determining who the walad is: merely sons or include both sons and daughters. This has frustrated the objective of the KHI as the codification of Islamic Law in Indonesia which unites the differences of opinions in the fiqh and, thus, assures legal certainty in resolving the disputes. Hence, the government should enact the KHI as a Law in Indonesia in order to end the forum of choice for the Judges in basing their decisions so that the disparity of decisions in the Religious Court minimized and legal certainty assured for the justice seekers.Keywords: Islamic inheritance law, walad, fiqh, religious court's decision
Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Balikpapan Kalimantan Timur
Belajar bahasa Arab masih dianggap sulit oleh mahasiswa terutama mahasiswa baru yang lulus dari sekolah umum. Mereka harus menghadapi mata kuliah yang cukup sulit menggunakan buku-buku klasik. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah dosen yang kurang kreatif dalam memilih bahan ajar yang sesuai dengan kemampuan siswa lulus dari sekolah umum. Perbedaan antara bahan pengajaran yang lama dan yang baru dalam hal minat dan permintaan untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing siswa STIT Balikpapan mengakibatkan perlunya mengembangkan Bahan Ajar Bahasa Arab. Bahan ajar yang bervariasi mengenai sudut pandang dianggap mampu mengurangi kesenjangan pengajaran bahasa Arab. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar untuk meningkatkan minat dan meningkatkan kompetensi Bahasa Arab siswa Sekolah Tinggi Pendidikan Balikpapan. Untuk mengetahui masalah tersebut, penulis menganalisis masalah dengan melakukan USG dan Fishbone terhadap siswa STIT Balikpapan. Berdasarkan hasil, ada kesulitan di antara siswa dalam memahami buku-buku Arab lama; sebaliknya, mereka bisa lebih mudah memahami buku-buku berbahasa Arab baru. Siswa STIT Balikpapan lebih tertarik pada bahan ajar yang baru daripada yang lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar baru mendapat skor 9,2 yang dikategorikan sangat baik dan bahan ajar lama mendapat nilai 7,4 yang dikategorikan cukup baik
The Study of Ma‘Ani Al-Hadis Towards Predictive Hadiths of Authoritarianism and the Moral Crisis
Prophet Prediction is a tanabuāt which is related to his prophetic task for the events that have not yet occurred, but the occurrence can be sooner or later, and the event is certainly inseparable from the sociological conditions of the dinamical and developing society. To understand the hadith of the Prophet which is predictive, it needs to focus on various aspects, it starts from the semantic context and the linguistic structure of the hadith text, the appearance of the hadith, the position of the Prophet when delivering the hadith, the context of the mukhathab that followed the Prophet and how to connect the hadith text of the past to the present context. Therefore, it can capture meaning precisely, without forgetting its relevance to the contemporary dynamic context. The hadith of Sahih Muslim from Abu Hirairah which mentions two grups including the inhabitants of hell, predicts the occurrence of arbitrariness, injustice, and the moral crisis of political rulers who have impartial policies for the welfare of the people, and the existence of women who are increasingly brave to stimulate lust, and people who turn away from the big problems that are being faced
Konsep Institusi Keluarga dalam Islam
Penyimpangan institusi keluarga yang terjadi di Barat masih terus terjadi. Penyimpangan tersebut ditandai dengan lahirnya sebuah gerakan perempuan yang berusaha meruntuhkan tatanan keluarga masyarakat, gerakan tersebut dinamakan feminisme. Kaum feminis menganggap jika institusi keluarga ialah musuh terbesar dan utama yang harus dimusnahkan perannya. Menurut gerakan tersebut, tidak ada aturan dalam pembagian peran yang ketat antara suami dan istri dalam keluarga karena dianggap terjadi pendiskriminasian. Pendiskriminasian mereka tandai dengan adanya paham patriarki di dalam keluarga, yaitu pendominasian peran laki-laki di dalam sebuah keluarga. Pendominasian tersebut dimaksudkan dengan adanya ketimpangan hak dan kewajiban antara suami-istri. Maka, hal ini yang menyebabkan kaum feminis mengusung tidak adanya pembagian peran yang ketat antara suami dan istri. Sehingga pembagian peran suami-istri tidak lagi bergantung pada jenis kelaminnya yaitu perempuan dan laki-laki. Sebagai pembanding dan penyelesaian dari permasalahan tersebut, tulisan ini akan menjelaskan bagaimana konsep institusi keluarga dalam Islam. Dari artikel ini dapat dipahami bahwa pemikiran Barat, khususnya kaum feminis telah melahirkan ketidakhormanisan di dalam keluarga. Dapat kita lihat melalui bukti nyata yang sedang terjadi di Barat, seperti banyaknya para istri yang kini tidak lagi berkenan melakukan kewajiban seorang istri yakni melakukan pekerjaan rumah seperti memasak, merawat anak dan lain hal sebagainya. Berlawanan dengan hal tersebut, Islam hadir dengan mengarahkan keadilan dan kesesuaian posisi antara suami-istri. Dalam Islam, keharmonisan dalam keluarga dijunjung tinggi dengan cara ketika seorang suami mempunyai kewajiban atas istrinya, maka seorang istri dituntut untuk melaksnakan kewajibannya sebagai seorang istri atas suami. Sehingga tidak akan ada ketimpangan yang terjadi di dalam keluarga.Kata Kunci: Barat, Feminisme, Institusi Keluarga, Isla
Inovasi Manajemen Pendidikan di Madrasah Tsanawiyan Negeri Model Samarinda
The spirit of innovation in Education management in the MTs Negeri Model Samarinda that has been built bringing the school having advantages among other schools in Samarinda. One of the efforts made is to make innovations on managerial aspects. The efforts to prepare short and medium term plans in the context of a strategic plan involving internal human resources that represent the needs of the education community in Samarinda and consider the strengths and opportunities they have resulted in making the school obtain an A accreditation that reflects the quality of well education. This study aims to determine management innovation in MTs Negeri Model Samarinda. This research is a field work research that aims to find the innovations in management education in MTs Negeri Model Samarinda including the aspects of planning, implementation and evaluation. Sources of data in this study are the school’s headmaster, curriculum filed, facilities and infrastructure filed and several teachers. In conducting the data collection, the writer uses three kinds of techniques, namely observation, interviews and documentation. Furthermore, the author analyzes using the Milles and Huberman interactive analysis model, with data reduction flow, data preparation and conclusion drawing. Based on the findings of the study, the writer concluded as follows: Education management innovation in MTs Negeri Model Samarinda is carried out with reference to three stages: First, Innovation at the planning stage which includes the process of goals, problem identification, support and inhibitors, alternative solutions to problems, alternatives decision making, and evaluation. Second, innovation at the implementation stage which includes the process of socialization, polling, and dissemination. Third, innovation at the evaluation stage which includes the process of identifying problems, scaling priorities, problem analysis, alternative solutions, and following-up plans
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Sentra dalam Mengembangkan Kecerdasan Jamak di Taman Kanak-Kanak Kota Samarinda
Model pembelajaran yang tepat penentu keberhasilan dalam pembelajaran. Kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan anak, tentu lebih mengedepankan rasa senang dan nyaman. Belajar yang menyenangkan dapat mengembangkan kemampuan atau kecerdasan jamak seoptimal mungkin sesuai dengan standar yang ada dalam kurikulum. Model pembelajaran sentra salah satu model pembelajaran yang mampu menstimulus seluruh aspek perkembangan anak melalui bermain yang terarah. Model pembelajaran berbasis sentra salah satu model pembelajaran yang lebih efektif karena berorientasi dalam bermain sambil belajar. Model pembelajara ini telah diterapkan pada Taman Kanak-kanak (TK) Islamic Center, Taman Kanak-kanak Islam Silmi dan Taman Kanak-kanak Fastabiqul Khairat. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan model pembelajaran sentra dalam mengembangkan kecerdasan jamak anak di Taman Kanak-kanak Kota Samarinda.Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitan adalah Taman Kanak-kanak (TK) Islamic Center, Taman Kanak-kanak (TK) Islam Silmi dan Taman Kanak-kanak (TK) Fastabiqul Khairat. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian ini diperoleh setelah dilakukan analisis bahwa model pembelajaran berbasis sentra mengembangkan kemampuan kecerdasan jamak anak usia dini. Setiap sentra memiliki fokus pengembangan aspek kecerdasan dan bila disatukan, semua sentra yang didesain dengan berbagai strategi dalam proses kegiatan pembelajaran dimana anak-anak belajar secara nyata mendorong untuk terlibat langsung dalam pengamatan, berbuat langsung menggunakan media yang ada dengan senang karena tidak terlepas dari konsep bermain anak, semua sentra mengasah kemampuan kecerdasan berpikir logis, intrapersonal, interpersonal, kinestetik, linguistik, naturalis, musikal, visual-spasial dan eksistensial. Dalam mengembangkan kecerdasan jamak pada anak usia dini didukung dengan sarana dan prasarana yang sesuai konsep pembelajaran yakni bermain sambil belajar
Penerapan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar IPS Siswa Kelas VI di SD Inpres Fakfak
Studi pendahuluan menunjukkan aktivitas belajar IPS siswa kelas VI SD Inpres Fakfak masih rendah, aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan salah satunya melalui penerapan pendekatan saintifik dengan multimedia interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa pada materi gejala atau peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Bachman dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi, yang dilaksanakan melalui tindakan 2 siklus. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dilihat dari enam indikator. Sejalan dengan karakteristik Pendekatan Saintifik yang diungkapkan Hosnan, setelah dipadukan dengan multimedia interaktif. Lowther dan Russel menambahkan manfaat dan fungsinya dapat membantu meningkatkan aktivitas siswa, dengan persentase pada setiap indikator setiap indikator yang terdiri dari Visual Activity sebesar 74% naik menjadi 80% di siklus II, Oral Activity terjadi sebesar 78% naik menjadi 80%, Listening Activity sebesar 77% naik menjadi 84% di siklus II, untuk kegiatan Writing Activity sebesar 83% naik menjadi 85% di siklus II, pada kegiatan Mental Activity sebesar 83% naik menjadi 85% di siklus II dan untuk kegiatan Emotional Activity memperoleh 81% dan naik menjadi 84% di siklus II. Dikaitkan dengan tujuan penelitian disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan multimedia interaktif dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VI di SD Inpres Fakfak
Eksistensi dan Peran Koperasi Jasa Keuangan Syariah di Kalimantan Timur
Dinamika KJKS di Indonesia telah menyebar ke pelbagi pelosok negeri tanpa terkecuali di Wilayah Kalimantan Timur. Sebagai salah satu motor penggerak ekonomi syari’ah bagi kaum muslimin, tentunya eksistensi dan peran dari KJKS ini sangat dibutuhkan. Kebutuhan masyarakat akan hadirnya lembaga keuangan syariah dalam bentuk koperasi, diharapkan dapat pula dirasakan hingga kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kegelisahan masyarakat muslim tentang keberkahan financial mereka baik financial untuk menopang modal ataupun sebagai investasi telah menjadi mindset dalam mengelola ekonomi/finasial mereka. Terlebih lagi, masyarakat Kalimantan Timur yang mayoritas muslim dan memiliki peluang ekonomi yang lebih baik, tentunya akan menjadi obyek garapan menarik bagi KJKS. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih mendalam tentang eksistensi dan peran KJKS di Kaltim, memotret contoh-contoh inovasi dan strategi marketing yang dikembangkan oleh KJKS Kaltim serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung serta yang menjadi tantangan dan pengembangan KJKS di Kaltim. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field work research) yang akan menggali tentang KJKS di Kalimantan Timur dengan studi implementasi terhadap eksistensi dan kiprah KJKS. Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menggunakan tiga macam teknik, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif Milles adn Hubberman. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: Eksistensi KJKS di Kalimantan Timur terus melahirkan lembaga-lembaga baru, baik yang bersifat ekspansi secara nasional melalui koperasi induk dengan pembukaan cabang-cabang di beberapa daerah maupun yang bersifat lokal. Kemunculan berbagai KJKS ini merupakan perwujudan dari usaha sadar untuk melegalisasi seluruh usaha di bidang koperasi dengan berdasarkan syari’at Islam. Hal ini juga sebagai sebagai jawaban terhadap tanggung jawab muslim yang seyogianya menyadari bahwa dalam Islampun terdapat ajaran dan nilai-nilai yang berkaitan dengan koperasi. Berkaitan dengan peran dari KJKS yang penulis teliti secara sederhana dibagi dua, yakni peran internal; dan peran eksternal. Peran internal bahwa para nasabah mendapatkan pelayanan optimal dengan sistem syari’ah yang menghilangkan rasa keragu-raguan, artinya kaum muslim yang uingin secara istiqamah menjalankan syari’ah Islam khususnya pada bidang koperasi telah memiliki wadah tersendiri. Sedangkan secara eksternal peran KJKS yang penulis teliti juga telah membuka jaringan sosial untuk saling berbagi terhadap lingkungan sosialnya, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan dan juga di bidang agama
Implementasi Pembelajaran Fikih Berbasis Multimedia Interaktif Macro-Enabled untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa
Di beberapa sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Demak, terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam diantaranya adalah pengajaran yang masih dominan klasikal (ceramah), di beberapa madrasah dan sekolah rata-rata didominasi oleh guru yang usianya sudah tidak tergolong muda, siswa sering merasa bosan dan bahkan mengantuk ketika pembelajaran PAI, keaktifan siswa serta hasil belajar yang cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan: mendeskripsikan bagaimana implementasi pembelajaran fikih kelas X materi zakat berbasis multimedia pembelajaran interaktif – power point (macro-enabled) untuk meningkatkan keaktifan siswa MAS Miftahussalam Wonosalam Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa, teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini adalah ketika pembelajaran fikih pada materi zakat dilaksanakan di laboratorium komputer dengan menggunakan multimedia pembelajaran interaktif – power point (macro-enabled), terlihat semua siswa kelas X IPA tampak semangat sekali dan juga sangat antusias untuk mengikuti proses pembelajaran. Namun karena jumlah komputer yang ada di laboratorium komputer hanya 23 buah sedangkan jumlah siswa kelas X IPA sebanyak 40 orang, maka siswa dibagi menjadi 20 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 2 orang siswa untuk menggunakan1 komputer. Setelah melihat indikator keaktifan belajar siswa, multimedia pembelajaran interaktif ini terbukti mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa