E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
1160 research outputs found
Sort by
Pendayagunaan Pusat Sumber Belajar (PSB) DI IAIN Samarinda
Keberhasilan proses kegiatan belajar dan mengajar tidak hanya ditentukan oleh kualifikasi tenaga pengajar, melainkan semua komponen yang menjadi faktor pendidikan juga memiliki peranan penting. Selain kurikulum yang matang, tenaga pendidik yang kompeten, input peserta didik yang pilihan, dan sarana yang memadai, juga perlu adanya sumber belajar yang dapat dimanfaatkan demi tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.Bagi kalangan pendidikan tinggi (perguruan tinggi) upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan Pusat Sumber Belajar menjadi perhatian utama. Terlebih lagi adanya perpustakaan yang merupakan jantung lembaga pendidikan (perguruan tinggi), di samping sumber belajar lainnya. Demikian pula IAIN Samarinda yang menjadi icon Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga mencanangkan program pendayagunaan Pusat Sumber Belajar yang dimilikinya.Adapun Pusat Sumber Belajar (PSB) yang terdapat di IAIN Samarinda antara lain adalah perpustakaan, laboratorium komputer yang dikelola oleh Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), Pesantren Kampus (ma’had al-Jami’ah) dan Unit Pengembangan Bahasa. Upaya mendayagunakan Pusat Sumber Belajar (PSB) telah dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hal ini termasuk pola penganggaran (dana), pengembangan program akademik (software dan hardware), manajerial SDM maupun administratifnya. Pendayagunaan PSB tersebut diselaraskan dengan akselerasi dan peningkatan status akreditasi baik lembaga (institusi) maupun program studi, serta pengembangan kurikulum untuk matakuliah yang bercirikan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), bahkan untuk pembukaan Program Studi baru
Rasio Keuangan dan Return Saham Syariah
This study investigates the effect of financial ratios on stock returns at companies listed in Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) period 2012-2016. This study uses quantitative methods with secondary data collected from the company's financial statements. The population in this study were all companies listed on the Syariah Indonesia Stock Index (ISSI) during the period of 2012-2016 as many as 149 companies. Based on the sampling technique with purposive sampling method obtained a sample of 59 companies with data collected during the period 2012-2016 as many as 295 financial report data. In this study panel panel regression was used to see the effect of the independent variables consisting of ROCE, TATO, TIER, PER and CFR on the dependent variable namely Stock Return. Processing data in this study using Eviews 9. Software. Data analysis techniques in this study using statistical techniques with the help of Eviews 9 program. Based on 59 companies observed, fixed effect panel data regression models have been used to examine the relevance to the effect of financial ratios on stock returns. The result of the research, found that the Total Asset Turnover (TATO) and Time Interest Income Ratio (TIER) have a positive effect on stock returns. Total Asset Turnover (TATO) and Time Interest Earned Ratio (TIER) can be considered by investors to make decisions in choosing which companies have high stock returns. Return On Capital Employed (ROCE), Price To Earning Ratio (PER), and Cash Flow Ratio (CFR) are not related to stock returns
Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Kelas Inspirasi
Profesi atau cita-cita adalah hal yang ingin dicapai seseorang setelah mendapatkan pendidikan. Saat ini masih banyak anak yang tidak tahu kapan mereka bekerja sebesar cita-citanya itu. Indonesia Mengajar hadir dengan salah satu tujuannya untuk memperkenalkan jenis profesi yang ada. Gerakan ini mengundang para profesional yang sukses untuk turun tangan dalam berbagi cerita dan pengalaman kerja selama sehari di Hari Inspirasi. Begitu kutipan kalimat yang terdapat pada gerakan Indonesia mengajar.Kelas inspirasi adalah salah satu bagian dari program Indonesia Mengajar, mengundang para pemimpin profesional di bidangnya untuk berbagi pengalaman mereka tentang profesi mereka dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka di tingkat sekolah dasar selama satu hari. Kelas inspirasi adalah manifestasi dari partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan pendidikan di Indonesia. Pendidikan tidak hanya mendominasi dengan pencapaian nilai-nilai kognitif, tetapi juga perlu membekali anak-anak dengan berbagai nilai dan keterampilan untuk menjadi bekal kehidupan masa depan mereka. Partisipasi masyarakat berarti tindakan yang mengambil bagian atau berpartisipasi dalam proses pendidikan. Ini dapat dilakukan dengan melibatkan mental dan emosional untuk berkontribusi pada pendidikan. Sumbangsih tidak harus materi, tetapi segala sesuatu yang dapat mendukung kesuksesan pendidikan dapat diberikan. Dengan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan, ini menyiratkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya guru
The Challenge of Islamic Education Teaching in Inclusive Schools in Samarinda City
Education is an individual right of citizen, including children with special needs. They study with regular students in inclusive school, including in Islamic Education subject which has an important role. In the process of teaching implementation, they need a special treatment. Objective of the research are: firstly, to describe the implementation of Islamic education teaching. Secondly, to describe supporting factors and the third is to describe barriers in inclusive schools in Samarinda City. Finding of this research reveals: firstly, the implementation of Islamic education (PAI) teaching in inclusive schools in Samarinda City requires several adjustments in teaching planning, implementation process and learning evaluation. Referring to National Examination, the system vary based on requirement from Department of Education. Secondly, the supporting factors found in this study are the application of humanistic education. Thirdly, the barriers in this study are found in school management and education system
The Effectiveness of Teacher Leadership and Students Involvement in Co-Curricular Activities in Malaysia Secondary School
This paper aimed to identify the effectiveness of teacher leadership and student’s commitment with their involvement towards co-curricular activities in developing the soft skills among the Malaysian secondary school students. This study uses a quantitative approach in cross-sectional survey. The population of this study are the secondary school students from two states in Malaysia. The stratified random sampling is used to select 500 samples from the research population. The instruments used in this research are Organizational Commitment Qustionaire (OCQ) Mowday, Steers & Porter (1979), Leadership Practices Inventory (LPI) (Kouzes & Posner, 1995), and Soft Skills adopted by Razzaly Wahid et al. (2006). This result of this study shows that there is a significant and positive relationship between teacher’s leadership, student’s commitment and involvement with co-curricular activities, and student’s soft skills. Thus, the school leadership should play an important role in enhancing the invovement of the school co-curriculum activities to enhance the student’s soft skills. In addition, the school leadership should also look into the two important indicators which is the effectiveness of the leadership practice and the commitment of the students’s involvement as the outcome enshrined in the National Education Philosophy
Pemanfaatan Sudut Baca dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda
Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Sudut Baca Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda”. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan sudut baca dalam meningkatkan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan sudut baca dalam meningkatkan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriftif kualitatif yang berdasarkan tempat penelitian termasuk penelitian lapangan (field reseach). Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber data adalah Kepala Madrasah, koordinator kurikulum, guru, dan beberapa siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengikuti model langkah-langkah yang digunakan Miles dan Huberman yaitu dalam menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dat
Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMA Negeri 6 Samarinda
Latar belakang dalam penelitian ini adalah kepala sekolah merupakan faktor utama kunci keberhasilan yang akan mengarahkan kepada kemajuan sekolah. Dalam melakukan kegiatan ini sangat bergantung pada kemampuan kepala sekolah dalam menguasai strategi-strategi yang akan dilakukan dalam upaya meningkatkan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah diharapkan sesuai dengan standar nasional yang telah ditentukan agar dapat menunjang berhasil nya tujuan pendidikan. Untuk menjamin tercapainya tujuan sekolah, kepala sekolah wajib memahami tahapan-tahapan dalam pelaksanaan strategi yang akan dilakukan dalam meningkatkan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan standar pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 6 Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan standar pendidik dan tenaga kependidikan ini melalui beberapa tahapan, untuk menjaga konsistensi tenaga pendidik kepala sekolah memberikan pengarahan kepada guru untuk melakukan pelatihan-pelatihan diklat dan MGMP, strategi tersebut menyesuaikan situasi dan kondisi dari setiap bidangnya. Sehingga strategi yang dilakukan oleh lembaga pendidikan SMA Negeri 6 Samarinda yang dilakukan oleh Kepala sekolah dapat terlaksana dengan baik dan terstruktur
Konsep Kepemimpinan Kepala Sekolah
Sekolah merupakan suatu lembaga yang mempunyai berbagai komponen pendidikan yang harus dikelola oleh seorang manajer sekaligus leader dalam lembaga pendidikan. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin mempunyai peran aktif dan senantiasa berpengaruh dalam segala masalah yang berkaitan denngan kebutuhan staff, guru dan siswa di sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab terhadap keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi sekolah denngan seluruh substansinya, disamping itu kepala sekolah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya yang ada agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas sesuai dengan tugas dan fingsi masing-masing. Begitu beratnya tugas seorang kepala sekolah yang ditugaskan untuk mengkoordinir seluruh kegiatan di sekolah ditambah dengan kewajiban mengajarnya, namun dengan adanya PP No 19 tahun 2017 kepala sekolah dapat bernapas lega karena mereka tidak diwajibkan mengajar lagi. Namun demikian, kompetensi dan standar untuk menjadi kepala sekolah harus tetap diperhatikan dan menjadi syarat ketentuan yang berlaku untuk menjadi kepala sekolah
Politics, Local Governments, and Sharia By-Laws in Indonesia: Revisiting A Common Assumption
After the fall of Suharto regime, some local governments in Indonesia have adopted Shari’a by-laws. Several studies suggest that this adoption of Shari’a by-laws was influenced mostly by the political motives of the local elites. They used such by-laws as a strategy to gain political supports from Muslim voters. They also used the by-laws to facilitate bribery and electoral corruption using social and religious instruments and to distract people’s attention from ongoing corruption. Although it confirms the political motives behind the adoption of the Shari’a by-laws, this paper suggests that such political motives may not the only factors leading to the introduction of Shari’a by-laws. Based on the study of the political and religious backgrounds of the district heads, who were elected in the local elections between 2008 and 2013, in the six major provinces, this paper indicates that political motives do not play alone. The district heads’ religious backgrounds can be the other important factors contributing to the adoption of Shari’a by-laws by some local governments in Indonesia.Keywords: Shari’a by-laws, politics, local governments, Indonesia
The Dynamics of the Development of Islamic Education in Southeast Asia
This study illustrates the dynamics of the development of Islamic education in Southeast Asia which includes several states such as Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, and Southern Thailand which have different and unique features of Islamic education as a characteristic of each country. This research also not only explains the differences in the style of Islamic education but analyzes the various dynamics of development that occur behind the formation of a pattern of Islamic education as the grand design of Islamic education in Southeast Asia. The research methodology used is descriptive qualitative data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results found a variety of features or models that became the grand design of Islamic education in each country, namely: (1) Indonesia has a grand design of Islamic education with patterns (2-6-3-3-4); RA 2 years, MI 6 years, MTs 3 years and MA 3 years, and PT 4 years; (2) Malaysia has a grand design with patterns: (4 / 6-7 / 12-3-2-1 / 2); PPD 4-6 years, PD 7-12 years, PMP 3 years, PMA 3 years, PP-PMA 1-2 years, PT 3-4 years; (3) Brunei Darussalam has a grand design with patterns: (A 7-3-2-2); 7-year elementary school, 3-year middle school, 2-year high school, 2-year pre-university; and (4) Southern Thailand (Patani) has a grand design with patterns: 6- (3-3); MI 6 years, MM 3 years, and MTs 3 years