E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
1160 research outputs found
Sort by
Eksistensi Kurikulum Diniyah Santri Asrama Ali Bin Abi Thalib di SMP IT Madina Samarinda
Latar belakang penelitian ini adalah Asrama Ali bin Abi Thalib merupakan asrama yang dikhususkan untuk santri yang baru menempuh jenjang SMP, namun mampu menjadi asrama terbaik dua mengalahkan santri yang sudah lebih lama berada di pondok tersebut. Mengetahui eksistensi kurikulum Diniyah di Asrama Ali bin Abi Thalib di SMP IT Madina Samarinda merupakan inti dari tujuan penelitian ini. Penelitian ini berlangsung dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan kepala pondok madina dan wali asrama atau musyrif asrama Ali bin Abi Thalib sebagai subjek penelitian. Data pada penelitian ini didapatkan melalui pengamatan, Tanya jawab dengan pihak terkait, dan pengumpulan dokumen-dokumen. Analisa data pada penilitian ini menggunakan model Miles Huberman yaitu penyaringan data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Kurikulum asrama Ali bin Abi Thalib telah eksis sebagai sebuah program yang membimbing dan mengarahkan santri asrama Ali bin Abi Thalib serta menjadi pedoman kegiatan asrama yang telah mengantarkan mereka menjadi pribadi yang berkarakter dan mengantarkan mereka sebagai asrama terbaik
Implementasi Metode Pembiasaan Guna Meningkatkan Pencapaian Mahasiswa KKI 3 dalam Menghafal Al-Qur’an di IAIN Samarinda
Tahfidz al Qur’an adalah sebuah jalan yang ditempuh guna menghafal ayat suci Al-Qur'an agar terus masuk dan terjaga dalam hati maupun akal (Nopriadi 2016). Program Tahfidz adalah suatu kegiatan wajib dalam proses menghafal Al-Qur'an yang dikhususkan kepada seluruh mahasiswa KKI 3 yang harus diselesaikan dengan target tertentu dan dengan batasan waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, maka dibutuhkan suatu cara (metode) tertentu yang harus ditempuh agar mahasiswa mampu meningkatkan hafalan al-Qur’an. Oleh Karenanya, penulis melakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui kolerasi terhadap hasil dari pelaksanaan metode pembiasaan pada program Tahfidz yang dilaksanakan pada mahasiswa KKI 3 di IAIN Samarinda dengan mengangkat tema “Implementasi Metode Pembiasaan Guna Meningkatkan Pencapaian Mahasiswa KKI 3 Dalam Menghafal Al-Qur’an Di IAIN Samarinda”. Model penelitian yang diangkat adalah Kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Ustadz pengampuh program Tahfidz dan mahasiswa KKI 3 di IAIN Samarinda. Instrument penelitian yang dipakai pada penelitian ini iyalah wawancara dan pengumpulan angket. Dari hasil data yang didapat, diperoleh hasil bahwa metode pembiasaan guna meningkatkan pencapaian mahasiswa KKI 3 dalam menghafal al-Qur’an di IAIN Samarinda cukup baik dan terus mengalami peningkatan hafalan al-Qur’an pada setiap semesternya, hal ini dikarenakan metode pembiasaan yang dilakukan membudidayakan budaya menghafal terus-menerus (istiqomah) sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Hal ini cukup efektif dan berdampak positif kepada mahasiswa karena dapat membentuk budaya untuk selalu menghafal al-Qur’an dan sukar untuk meninggalkannya. Sedangkan minoritas mahasiswa masih mendapati kendala dalam menghafal, hal ini disebabkan oleh latar belakang kemampuan individu yang berbeda-beda
Peran Ustadz Dan Ustadzah Pelaksanaan Pendidikan Karakter Para Santri di TPA Baitussolihin Tenggarong
Peran adalah sebuah perangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Ustadz dan Ustadzah atau guru adalah seorang pendidik yang berada dalam linkungan pendidikan Islam. Ustadz dan Ustadzah yang memiliki tugas untuk menyalurkan pemahamannya baik dalam segi pemahaman Al-Qur’an dan Hadits serta tenta memiliki pkarakter yang baik sehingga dapat di contoh oleh para peserta didiknya. Pendidikan adalah sebuah proses denga pengubahan sikap dan sebuah tata sikap seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, seperti proses, cara dan perbuatan pendidik. Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat atau watak. Tujuan dengan adanya peran ustadz dan ustadzah adalah untuk memberikan contoh kepada peserta didik pentingnya memiliki karakter ayng baik. Sekarang banyak anak-anak yang memiliki karakter memprihatinkan tidak sesuai dengan pendidikan yang diinginkan. Banyak yang berpendapat bahwasannya pendidikan karakter dapat memperbaiki macam-macam karakter anak agar menjadi manusia yang baik. Maka dari itu, penulis mengambil sebuah penelitian di salah satu tempat pendidikan tentang pelaksanaan pendidikan karakter
Pengaruh Suasana Keagamaan dan Kegiatan Rohis Nurul Aulad Terhadap Perilaku Siswa SMA Negeri 2 Samarinda
Suasana keagamaan memiliki peran dalam meningkatkan perilaku baik siswa. Begitu pula dengan kegiatan Rohis yang diadakan di sekolah sebagai bentuk pembiasaan pada diri sendiri. Adanya suasana keagamaan tanpa kegiatan Rohis, maka perilaku siswa tidak akan menjadi budaya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu sebaliknya, adanya kegiatan Rohis tanpa suasana keagamaan, maka perilaku siswa hanya akan menjadi pembiasaan tanpa penghayatan dan transinternalisasi nilai-nilai agama atau moral dalam diri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh suasana keagamaan terhadap perilaku siswa, ada atau tidak adanya pengaruh kegiatan Rohis Nurul Aulad terhadap perilaku siswa, dan ada atau tidak adanya pengaruh suasana keagamaan dan kegiatan Rohis Nurul Aulad secara bersama-sama terhadap perilaku siswa di SMA Negeri 2 Samarinda. Adapun jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu regresi linear ganda. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa yang beragama Islam di SMA Negeri 2 Samarinda yang berjumlah 970 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah teknik probability sampling dengan fokus pengambilan sampel pada teknik proportionate stratified random sampling menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 91 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yaitu 0,623 dengan intensitas kuat dan nilai = 27,895 = 3,10 sehingga Ha yang menyatakan bahwa adanya pengaruh suasana keagamaan dan kegiatan Rohis Nurul Aulad secara bersama-sama terhadap perilaku siswa dapat diterima
Purpose And Concept Of Character Education In Islamic Perspective: A Comparative Study Of Imam Zarkasyi and Ahmad Dahlan Thoughts
The purpose of this article is to describe the purpose and concept of character education in Islamic perspective according to Imam Zarkasyi and Ahmad Dahlan’s thought and to found the similarities between their views about character education. The research that authors conducted in this paper is qualitative approach which included of library research. Authors used content analysis and comparative study as analysis data, which is an analysis of content that focuses on the interpretation of a work that tries to offer epistemological assumptions. The research findings showed that (1) Imam Zarkasyi’s concept on character education was explained in Five Principles of Modern Boarding School (Panca Jiwa Pondok Modern) as follows: sincerity; simplicity; independent; Islamic Brotherhood (ukhuwah islamiyah); and free spirit (2) And the basic concept of character education according to Ahmad Dahlan is based on Islamic perspective has consists of three things, faith, knowledge and charity (3) Imam Zarkasyi and Ahmad Dahlan had some similarities in character education as follows: prioritize personality and character education, emphasized the need for moral development that can be maximized in the education system in boarding school and schools, aspired to develop children physically and spiritually based on Islamic guidance (Qur’an and Sunnah), used exemplary / modeling method in character education implementation
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah di Kalimantan Timur Terhadap Fasilitas bagi Penyandang Disabilitas
The existence of facilities and infrastructure are important parts of achieving justice in the community. The issue of justice so far has talked a lot about issues of infrastructure for people with disabilities. This study aims to examine normatively how the responsibilities of the East Kalimantan regional government in providing facilities in public spaces for people with disabilities. This research basically begins with a normative legal study which examines a behavior from the perspective of the prevailing legal norms. The focus of this research is aimed at examining the existence of normative local government responsibilities. Furthermore, the researchers explored social facts related to the provision of facilities for people with disabilities in East Kalimantan, especially in Samarinda. This study found the responsibility of local governments regarding the provision of facilities for disabilities with the issuance of Peraturan Daerah Nomor.1 of 2018 concerning the Protection and Fulfillment of the Rights of Persons with Disabilities. The results of this study confirm that with the existence of Law Nomor 8 of 2016, local governments are the party responsible for fulfilling the rights of persons with disabilities. In addition, this study also indicates the existence of supporting and inhibiting factors in the implementation of the fulfillment of facilities for persons with disabilities
The Integration of Religious Moderation Values in Islamic Religious Education Learning at Public Universities (Efforts and Constraints in the Implementation of Anti-Radicalism Education)
The development of radical understandings and attitudes that also penetrate the campus world that needs to be addressed by including religious moderation and understanding of Islamic Religious Education (IRE) learning in Public Universities in the framework of implementing anti-radicalism education in IRE learning in Public Universities. This study aims to see the integration of moderation values in IRE learning in public universities in the application of anti-radicalism education, as well as what alarms are the obstacles. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach, with the analysis stages in the form of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that first, the values of religious moderation have been integrated in the learning of IRE in Public Universities through materials related to tolerance, brotherhood (ukhuwah), and the concept of Islamic teachings as a religion of rahmatan lil 'alamin. Second, the implementation of anti-radicalism education in IRE learning at public universities is seen from the content of the Semester Learning Plan (SLP) and Subject Learning Outcomes (SLO), most of the respondents have formulated it, only a small part is not specifically. There are several relationships that exist in the implementation of anti-radicalism education related to reference materials, time, and learning media
Proses Pembuatan Tempe Home Industry Berbahan Dasar Kedelai (Glycine max (L.) Merr) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Candiwesi, Salatiga
Di Indonesia, Tempe merupakan salah satu makanan yang disukai oleh masyarakat. Bahan baku pembuatan tempe berasal dari kedelai maupun non kedelai. Usaha pembuatan tempe di Indonesia banyak dilakukan di industri rumahan atau home industry, salah satunya adalah di Industri Pembuatan Tempe di Candiwesi, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata cara pembuatan tempe kedelai (Glycine max (L.) Merr) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berdasarkan contoh prosedur dari home industry pembuatan tempe di Candiwesi, Salatiga, serta memberikan pembahasan mengenai fungsi dari tiap perlakuan pada proses pembuatan tempe. Artikel ini juga merupakan luaran penelitian dalam rangka KKL (Kuliah Kerja Lapangan) mahasiswa Biologi UIN Walisongo Semarang di Candiwesi, Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan tempe berbahan dasar kedelai di Home Industry Candiwesi, Salatiga memiliki prosedur yang dapat diterapkan pada bahan baku kacang merah sebagai alternatif kedelai. Hasil produk tempe berbahan dasar kedelai dan kacang merah dibandingkan secara morfologi dan terdapat persamaan serta perbedaan kualitas tempe dengan kedua bahan baku tersebut. Berdasarkan durasi fermentasi, diketahui bahwa lamanya fermentasi tempe kedelai lebih cepat dibanding dengan tempe kacang merah. Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa tempe kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) memiliki potensi sebagai alternatif untuk tempe berbahan dasar kedelai (Glycine max (L.) Merr)
Student Motivation in Thematic Learning at Elementary Schools
The purpose this article is to describe learning motivation in the application of integrative thematic learning, relationship between the implementation of thematic learning and student motivation, and thematic learning in fostering learning motivation. As a reflection of the development of increasingly advanced educational technology, changes in learning from conventional learning approach to thematic learning implementation is an innovation process in learning as an improvement effort in improving education. Therefore, the implementation of thematic learning is an important aspect in the success of student learning, especially in improving students' learning arousal or student learning motivation. The method used is library research and the result is discussed descriptively. The application of thematic learning can foster student motivation. Students will pay more attention to the lesson. With the advantages of thematic learning, it is very suitable if thematic learning is a beacon in motivational growth, as thematic learning becomes the guidance in fostering student learning motivation
Ma’arif Literacy Movement Program in Improving Literacy Skills in Teachers and Students in Central Java
The purpose of this study is to describe the Ma’arif Literacy Movement (GLM) program of the Educational Institution Ma’arif Nahdlatul Ulama of Central Java for the period 2018-2023. In addition, this study also revealed the character content, form and implementation of the Ma’arif Literacy Movement (GLM), the literacy of the teacher and the student abilities and obstacles in opportunities are the application of the Ma’arif Literacy Movement (GLM) program in Central Java. This research method is qualitative descriptive with interview, observation, and documentation techniques. As a result of the research, the Ma’arif Literacy Movement (GLM) program became the flagship program the Educational Institution Ma’arif Nahdlatul Ulama of Central Java which focuses on journalistic papers, scientific papers, literary works, technology works with independent practice and synergy practices. In this movement there is a character content from Strengthening Character Education (PPK) and the character of Aswaja Annahdliyah. The Ma’arif Literacy Movement (GLM) is a program that can improve the literacy skills of teachers and students in Central Java. That ability can be seen from the number of their works from the publication in the media of the Educational Institution Ma’arif Nahdlatul Ulama of Central Java totaling 1,139 works. While the number of products of journalistic papers, scientific papers, and literary works from the results of education and training / competitions until May 2020 is 364 works. There are four obstacles and seven opportunities to succeed the Ma’arif Literacy Movement (GLM) program in improving the literacy skills of Ma’arif’s teachers and students in Central Java