E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    1160 research outputs found

    Implementasi Akad Pembiayaan Qard dan Wakalah bil Ujrah pada Platform Fintech Lending Syariah ditinjau Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Fatwa DSN-MUI

    Get PDF
    The purpose of this research is to analyze the implementation of Qard and Wakalah bil Ujrah financing contract for Sharia Lending Platform reviewed based on regulation of Otoritas Jasa Keuangan (OJK) and Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). The method of approach used in this research is a method of empirical approach that is legal research on the enforcement or implementation of normative provisions in action at any particular legal event occurring in the community. The results showed that the information system with Sharia invoice financing used by sharia Investree Platform is according to review based on regulation of OJK No. 77/POJK.01/2016 in chapter IV of article 19 of the financing agreement on lending services based on information technology with Lenders. Secondly, the implementation of Akad Al qordh used by Sharia Investree Platform has been reviewed according to the Fatwa DSN MUI No. 19/DSN-MUI/IV/2001 on Al-Qardh. Thirdly, the implementation of Akad Wakalah bil Ujrah used by Sharia Investree Platform has been reviewed according to Fatwa DSN-MUI No. 113/DSN-MUI/IX/2017 on Akad Wakalah Bi Al-Ujrah which is devoted to the Fatwa DSN-MUI No. 67/DSN-MUI/III/2008 on Islamic debt factoring. Fourth, the classification of QARDH and Wakalah bil Ujrah that used by the sharia Investree Platform is using a factoring financing model reviewed by the Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 on information technology-based financing services based on Islamic principles

    Index Subject & Author

    No full text

    Pembentukan Karakter Melalui Optimalisasi Tahfizul Qur’an di Sekolah Dasar Tahfizul Qur’an (SDTQ) Al-Azka Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembentukan karakter melalui optimalisasi tahfizul Qur’an di Sekolah Dasar Tahfizul Qur’an (SDTQ) Al Azka, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDTQ Al Azka merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dari pesantren tahfiz khusus anak Al Azka. Pesantren ini memiliki tiga sistem pendidikan yaitu : 1). Memadukan sistem pendidikan tahfiz Yanbu’ul Qur’an Kudus Jawa Tengah dengan sistem pendidikan nasional tingkat Sekolah Dasar yang telah diinovasi; 2). Sistem pendidikan bahasa yang diterapkan menggunakan sistem Bahasa Arab kurikulum Pesantren Gontor yaitu santri mampu berkomunikasi dengan lancar dan baik;  3). SDTQ Al-Azka yang berlangsung dari hari senin sampai jum’at, menggunakan Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), kurikulum yang diterapkan Diknas.Pesantren ini memiliki target lulusan SD hafal 30 juz al-Qur’an secara fasih, lancar, dan benar. Untuk mencapai target tersebut dilakukan pembiasaan: (1) Setelah sholat subuh untuk menambah hafalan, (2) Setelah sholat zhuhur untuk melancarkan hafalan, (3) Setelah sholat ashar untuk melancarkan hafalan, (4) Setelah sholat magrib untuk evaluasi hafalan dan melancarkan hafalan. Hasil pembiasaan optimalisasi tahfidzul Qur’an ini membentuk karakter anak yaitu : 1). Karakter terhadap Tuhan YME dalam bentuk iman dan taqwa, syukur, tawakal, ikhlas, sabar, mawas diri, disiplin, berpikir jauh ke depan, jujur, amanah, pengabdian, bersusila dan beradab; 2). Karakter terhadap diri sendiri, orang tua, keluarga lainnya, orang lain, masyarakat, bangsa dan alam yang meliputi sikap adil, jujur, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, hidup sederhana, sopan santun, beradab dan berjiwa sosial. Kata kunci : pembentukan karakter, optimalisasi, tahfizul Qur’a

    Upaya Guru Mengatasi Kejenuhan Belajar Fikih Pada Siswa Di Madrasah Tsanawiyyah Antasari Samarinda Tahun Ajaran 2019-2020

    Get PDF
    Pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Kenyataannya sering terjadi kejenuhan belajar yang dialami oleh siswa khususnya pada mata pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyyah Antasari Samarinda. Pentingnya upaya guru mengatasi kejenuhan belajar siswa diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru mengatasi kejenuhan belajar Fikih pada siswa di Madrasah Tsanawiyyah Antasari Samarinda baik berupa Fisik maupun Psikis. Jenis pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang menjadi subjek penelitian adalah kepala sekolah Madrasah Tsanawiyyah Antasari, Wakil Kepala Kurikulum Madrasah Tsanawiyyah Antasari dan guru mata pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyyah Antasari. . Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data memakai teknik penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa bahwa indikator siswa mengalami kejenuhan belajar pada mata pelajaran Fikih adalah mengantuk, tidak bersemangat mengikuti pembelajaran dan bahkan tertidur ketika proses belajar Fikih berlangsung. faktor penyebab terjadinya kejenuhan belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di MTs Antasari karena rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan kurangnya dorongan dan dukungan kedua orang tua baik fisik maupun psikis dan kurangnya fokus belajar siswa disebabkan lingkugan belajar dan lingkungan sekitar sekolah kurang mendukung. Upaya yang guru lakukan di MTs Antasari dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa yang bersifat psikis adalah dengan cara meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan humor disela pembelajaran dan memberikan nasihat-nasihat yang mengajak siswa untuk menjadi lebih baik, sedangkan upaya yang guru lakukan di MTs Antasari dalam mengatasi kejenuhan belajar Fikih yang bersifat fisik adalah dengan cara metode belajar sambil bermain, penggunaan media ketika proses belajar mengajar, dan pembelajaran Fikih yang mengajak siswa keluar kelas atau outdoor

    Inkuiri dalam Pengajaran dan Pembelajaran Sains

    Get PDF
    Science education is very importance for developing three elements, namely; science concept knowledge, science process skill and scientific attitude. These elements had been a challenge for the pre-service science teachers to study especially in the Indonesia curriculum context. Thus, Pre-service science teachers require implementing science teaching and learning by using inquiry. Inquiry is one of models of teaching which implemented by hands-on dan minds-on. In order to be able to teach science by using inquiry effectively and meaningfully to pre-service science teachers, the lecturer should possess a strong understanding and must exhibit competence in inquiry to be able to effectively teach in their classroom. By using inquiry leads to the suggestion of the enhancement of pre-service science teachers’ science concept knowledge, science process skill and scientific attitude by using inquiry based learning. 

    Nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan Hukuman Cambuk di Aceh Tengah

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang bagaimana tahapan-tahapan pelaksanaan hukum cambuk dan nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam pelaksanaan tersebut terhadap pelanggar Qanun Syari’at Aceh Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Mahkamah Syari’ah Aceh Tengah, Dinas Syariat Islam, Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara menguraikan, mengklasifikasikan, memisah-misahkan kemudian disajikan secara naratif dengan memberikan ulasan, kritikan, analisis dan penilaian. Hasil temuan penelitian di lapangan dapat diketahui bahwa tahapan hukuman cambuk adalah: 1) Jaksa menghadirkan terhukum yang ditahan ke tempat pemeriksaan kesehatan; 2) Jaksa melakukan pemanggilan untuk menjalani proses pelaksanaan uqubat cambuk; 3) Terhukum diperiksa kesehatannya oleh dokter  yang ditunjuk; 4) Jaksa membacakan identitas terhukum; 5) Uqubat cambuk dilaksanakan disuatu tempat terbuka dan dapat dilihat orang yang hadir. Hukuman cambuk bukan untuk menyakiti pelanggar syariat Islam.Tetapi untuk memberi efek jera dan rasa malu agar ia tidak mengulangi lagi perbuatannya. Nilai pendidikan yang terdapat dalam human cambuk ini adalah: nilai efek jera, nilai psikologis, nilai religius dan kesadaran

    Factors Influence Financial Sustainability Banking In Indonesia

    Get PDF
    This research aims to determine the factors that affect the financial sustainability of conventional banks and sharia banks in Indonesia. Data obtained from the financial statements of conventional commercial banks and Islamic commercial banks have been published by the Financial Services Authority (OJK) for the period 2014 to 2018. The total population used in this study are all conventional and Sharia banks that publish their financial statements on the OJK. The research variables used include Financial Self Sufficiency (FSS) as the dependent variable. Return on assets (ROA), Cash to deposits (CTD), Loans to assets (LTA), Deposits to assets (DTA) as independent variables. The analysis used is the tree classification. The tree classification method requires the dependent variable in the form of categorical data. Processing results show that three financial performance factors affect financial sustainability, namely ROA, LTA, and DTA. Error in the analysis process is 29%. So that the accuracy of using the tree classification method in predicting the factors that affect banking financial sustainability is 71%

    تعليم النحو عند تمام حسان

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pendidikan sejak awal sampai sekarang terus mengalami perubahan dan perbaikan. Demikian juga pembelajaran bahasa Arab dan khususnya dalam pembelajaran nahwu yang mengarah pada kemodernan. Pembelajaran bahasa Arab dalam pelaksanaannya memiliki berbagai problem, baik problem linguistik dan problem metodologis. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian terhadap pemikiran  Tammam Hassan tentang pembelajaran nahwu. Tammam Hassan adalah seorang dosen di Universitas Umm al-Quro’ yang merupakan cabang dari Universitas al-Malik Su’ud di Makkah, dia adalah seorang ahli linguistik modern khususnya mengenai nahwu, pemikiran lingusistik Tammam Hassan mengenai nahwu merupakan hasil ijtihad linguistiknya yang memadukan antara warisan khazanah pemikiran klasik dan teori-teori lingustik modern. Penelitian ini merupakan kajian pustaka. Peneliti menggunakan dua sumber referensi dalam menulis skripsi ini, yaitu; 1) sumber primer, dari buku karangan tokoh yang berkaitan dengan titik kajian; 2) sumber sekunder, dari referensi yang dapat meluaskan data penelitian, dan mempertegas kajian dari sumber primer. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan Documentary Methode yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data-data penelitian dalam bentuk tulisan (dokumentasi) dari buku, jurnal, majalah dan karya ilmiah lainnya. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan metode deskripsif dan metode analisis untuk mendeskripsikan serta menganalisa pembelajaran nahwu menurut Tammam Hassan. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran nahwu merupakan pembelajaran kalimat dari segi mabni dan dari segi ma’na didapat melalui pendengaran keyakinan dan perbandingan serta pembelajaran nahwu harus memiliki prinsip tadribat al-musmairrah dan pembelajaran nahwu merupakan wasillah (media) untuk belajar bahasa Arab

    Prevention of Hypocritical Behavior and Its Perspective in Islamic Education

    Get PDF
    Hypocritical behavior needs to be watched out for because it is symptomatic in the community, especially now with access to global relationships without any boundaries of place and time where it is associated through social media, people who are infected with this disease are very difficult to guess, can only be known with certain signs namely: lying, treasonous, broken promises, riya, like to slander and spread lies. The purpose of this study is to explore broadly regarding with detail concept of hypocricy from several vital point of views i.e. from Al-Qur’an, Hadith, and Islamic interpreters. Furthermore, it is also highly urgent to avoid ourselves and teenagers from being a hypocrite. Hence, recognizing signs and characteristics of hypocrites is also crucial in order for us to be more alert toward this issue. Many studies about hypocricy have been conducted by many researchers in various condition including education, politics, and so fort. In this study, hypocracy is also discussed from Islamic education perspective

    The Dynamics of Students Religion in Lambung Mangkurat University

    Get PDF
    One of the visible forms of worship is reading, studying and practicing the contents of the Koran. The ability to read the Koran properly that is owned by a person will increase the enthusiasm to deepen it. Thus, fluency and accuracy in reciting the recitation of the Koran is very important for everyone, because it will lead to validity and failure of one's prayers, and also an encouragement to deepen the study of the Koran. This research was conducted at Lambung Mangkurat University in the Teaching and Education Faculty (FKIP), the Faculty of Economics and Business (FEB) and the Faculty of Medicine (FK). The focus of research on students' religious behavior is assessed by their ability to read the Koran by the behavior they display in their daily lives. The method used is a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data were collected using participant observation and dept interview techniques. The interview approach used was structured interviews and free interviews. The research was conducted for two months, (October-November, 2019). Data checking was carried out through focus group discussions. There are three categories that this research produces: first, students who have high quality; second, students who have medium quality; and third, have low quality in reading the Koran. The factors that become the difference in quality are caused by the influence of the family environment, the influence of the previous educational environment, and the influence of the community environment

    914

    full texts

    1,160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇