E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
1160 research outputs found
Sort by
Manajemen Pembelajaran Daring di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Samarinda di Masa Pandemi Covid-19
Pentingnya manajemen dalamm suatu lembaga pendidikan dapat menentukan arah pendidikan yang ingin dicapai, namun pandemi covid-19 berdampak pada manajemen pembelajaran di perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembelajaran yang dilakukan di FTIK (Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) IAIN Samarinda pada masa pandemic covid-19. Subyek penelitian ini adalah Dekan, Wakil Dekan 1, Kepala Jurusan, Kepala Program Studi, Kepala TIPD, Bagian Perencanaan dan Keuangan IAIN Samarinda, dosen, dan mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran online dari kebijakan Kemendikbud, Rektor, hingga Dekan FTIK terkait sistem perkuliahan, media pembelajaran online, dan pembagian kuota telkomsel. (2) Pelaksanaan pembelajaran online dimulai dari kebijakan, pembagian kuota, dan realisasi RPP yang dibuat dosen meliputi kegiatan awal, inti, dan kegiatan akhir. (3) Evaluasi pembelajaran online yang dilakukan oleh pengelola FTIK dan evaluasi proses pembelajaran online yang dilakukan oleh dosen selaku pengelola di dalam kelas.
Kata Kunci: pembelajaran, manajemen, covid-1
Pengaruh Penggunaan Media Power Point Terhadap Tingkat Pemahaman Pendidikan Agama Islam (Pai) Peserta Didik Kelas X di Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi (SMK TI) Labbaika Samarinda
Dalam proses komunikasi pembelajaran disekolah sering timbul pemahaman berbeda yang diserap oleh peserta didik. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan komunikasi verbalisme, ketidak siapan peserta didik sehingga tidak fokus terhadap materi pembelajaran yang disampaikan guru. Untuk itu dalam pembelajaran guru perlu menyampaikan materi dengan cara yang menarik yaitu menggunakan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media power point terhadap tingkat pemahaman peserta didik dan seberapa besar signifikansi penggunaan media power point dalam tingkat pemahaman. Dalam artikel ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif, dengan populasi seluruh siswa kelas X SMK TI Labbaika berjumlah 110 peserta didik, dan metode yang digunakan adalah random sampling. Teknik uji validitas data menggunakan rumus product moment dan uji reliabilitas data menggunakan rumus cronback alpha. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan hipotesis di uji menggunakan rumus uji “t”. Berdasarkan hasil korelasi product moment secara manual dengan bantuan MS Excel 2010 diperoleh angka sebesar 0,294 angka tersebut berada dalam interval antara nilai 0,20-0,399 berdasarkan skala interpretasi, angka tersebut berarti “rendah” sehingga peneliti menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan media power point terhadap tingkat pemahaman Pendidikan Agama Islam di SMK TI Labbaika Samarinda dengan pengaruh yang rendah yaitu sebesar 0,294
Pengembangan Pembelajaran Matematika Think Talk Write Berorientasi pada Kemampuan Matematis
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan pembelajaran matematika Think Talk Write (TTW) yang berorientasi pada kemampuan matematis siswa. Rancangan pembelajaran ini diwujudkan dalam bentuk perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan menggunakan model Plomp (2010) yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Dalam pelaksanaan pengembangan ini menggunakan tiga tahapan Plomp, yaitu Preliminary Research, Prototyping Phase, dan Assessment Phase. Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa rancangan pembelajaran matematika Think Talk Write telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif yang mampu menumbuhkan kemampuan matematis berupa kemampuan pemecahan masalah, komunikasi dan refresentasi
Pengaruh Faktor Fisik, Kimia, dan Biologi Medium Terhadap Laju Korosi Besi
Korosi adalah suatu fenomena kimia pada bahan-bahan logam yang dapat terjadi karena proses fisis, khemis maupun biologis. Proses fisis ditandai dengan rusaknya morfologi logam, proses khemis ditandai dengan proses kimiawi yang terjadi pada logam, dan proses biologis yang ditandai dengan adanya aktivitas bakteri perusak pada logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Sulphate Reducing Bacteria (SRB), medium bakteri, aquades, dan udara terhadap laju korosi besi, mengetahui volume gas H2S yang dihasilkan oleh Sulphate Reducing Bacteria (SRB) lumpur lapindo pada proses biokorosi dan pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar siswa SMA kelas X pada materi pembelajaran mikroorganisme. Penelitian ini mengunakan 4 perlakuan: Korosi yang ditimbulkan oleh Sulphate Reducing Bacteria (SRB) yang dibandingkan dengan penyebab korosi lainnya yaitu air, udara, dan air medium tumbuh Sulphate Reducing Bacteria (SRB). Perlakuan dilakukan dengan inkubasi selama 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam, dan 144 jam. Kemudian dihitung laju korosi masing-masing perlakuan dan volume gas H2S yang dihasilkan oleh Sulphate Reducing Bacteria (SRB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media inkubasi berpengaruh terhadap laju korosi. Laju korosi tertinggi adalah paku besi yang diinokulasi dengan Sulphate Reducing Bacteria (SRB) sebesar 3,1969-5,5144 mm/tahun, sedangkan laju korosi terendah adalah pada perlakuan dengan udara yang mempunyai laju korosi sebesar 0,1037-0,5231 mm/tahun. Semakin lama waktu inkubasi, semakin besar volume H2S yang dihasilkan. Volume gas H2S tertinggi terdapat pada waktu inkubasi 144 jam yaitu sebanyak 1,2 mg/l, sedangkan volume gas H2S terendah terdapat pada waktu inkubasi 48 jam yaitu sebanyak 0,73 mg/l. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi pada materi pembelajaran mikroorganisme yang diwujudkan dalam bentuk powerpoint
Islamic Spiritual Education in the Tradition of Bapalas Bidan In Banjar Tribe, Indonesia
The multidimensional crisis that encourages the importance of developing a spiritual education model based on ethnopedagogy is the background of this research. The goal is to find the content of Islamic spiritual education in the tradition of bapalas bidan or batapung tawar, which is a rite of passage for the early life stage of the Banjar tribe. This qualitative research used an ethnometodological design in the Banjar Hulu and Banjar Batang Banyu areas represented by Hulu Sungai Selatan and Tapin Districts, with criteria-based subjects, combined quouta types and comparisons between cases. Data were collected by engaging observation and in-depth interviews; analyzed by modification of Spradley's cyclic model, which checked its validity according to the degree of trust, transferability, dependence, and certainty. This study found that the tradition of bapalas bidan can be categorized as a form of spiritual education based on the religion of Islam. At a philosophical level, this tradition symbolizes the trilogical relationship: God-man-nature through a process of meaning in the form of tabarruk and tafâ'ul towards the ideal Banjar personality, namely baiman, bauntung, and batuah. Psychologically, this tradition is an expression of gratitude and moral responsibility to prepare an initial environment that is conducive to human spiritual development. As for theoretical education, this tradition describes the transfer of knowledge and spiritual transfer of values which is supported by the findings of neuroscience so that it can be reconstructed in ethnopedagogy-based learning models
Call for the Return to the Qualities of the Traditional Muslim Mind
The world we live today has undergone a dramatic change in values, science and technology. In a world so divided with contending ideologies and worldviews, humanity as a whole has derailed from its philosophy of co-existence, tolerance and mutual respect for one another’s faith and culture. The war that should have ended with the formation of the United Nations is still raging in many parts of the world. News and business are controlled by some powerful conglomerates. The gap between the haves and have not’s still persists. In the wake of the present global condition, Muslims and their religion are targeted and falsely labeled as a global threat. This apparent situation of the world calls for the new generation of Muslims to think and re-evaluate on how to respond to the challenges and criticisms that come from others. Moreover, they have to carve out new ways to co-exist with others and on how to preserve their religion and cultural heritage of the past. Through this paper, the researchers intend to investigate the style of thinking of the great Muslim scholars during the heydays of the Islamic civilization and propose the importance of reviving such an orientation of thinking in the contemporary Muslim world. As a qualitative study, the researchers intend to present some historical evidence on the remarkable achievement of the Muslim scholars of the bygone centuries. The textual and document analysis methods will be employed in interpreting the relevant data of the study. Pertinent data related to the research will be retrieved from print and electronic media
منهج تعليم اللغة العربية في المعهد باب السلام موجواجونج جومبانج
Abstract his study aims to determine the Arabic language learning curriculum, its implementation as well as its advantages and disadvantages in Pondok Pesantren Babussalam Mojoagung Jombang. By using descriptive qualitative research methods, from the two lodges the researcher found differences in terms of the orientation of Arabic learning and teaching materials for students in the field of Arabic. The results of the research are: 1) the Arabic language learning curriculum at the Islamic Boarding School functionally acts as a guide, instrument and benchmarks to determine the success of learning, by fulfilling the curriculum elements, namely objectives, content / teaching materials, learning activities and evaluation. The four elements are arranged according to the needs and levels of students. 2) In implementing the curriculum, there is a special curriculum in accordance with the Arabic language learning orientation at the Islamic boarding school. 3) The strengths of the Arabic language learning curriculum at the cottage are that the curriculum is both designed according to the needs and ability levels of students, namely middle-level students. The drawback of the Arabic learning curriculum at Pondok Pesantren Babussalam Mojoagung Jombang is that there is no learning plan in the form of developing an Arabic syllabus. Meanwhile, the Basussalam Islamic boarding school uses the modern Islamic boarding school model in Arabic language learning Keywords: curriculum, Arabic language learning. ملخصتهدف هذه الدراسة إلى معرفة المنهج الدراسي في تعليم اللغة العربية، وتطبيقه، ومزاياه ونقصانه في المعهد باب السلام موجوأجونج جومبانج. باستخدام منهج البحث الكيفي والوصفي فوجد الباحث من حيث الاتجاهات في تعليم اللغة العربية ذلك المعهد نتائج الدراسة كما يلي: 1) يساهم المنهج الدراسي لتعليم اللغة العربية في ذلك المعهد وظيفياً كالدليل والوسيلة والمعيار لمعرفة نجاح التعليم، متكامل العناصر من الأهداف والمحتويات والأنشطة التعليمية والتقويم. ويتم هذه العناصر الأربعة للمنهج الدراسي وفقاً لاحتياجات الطلاب ومستوياتهم، 2) هناك التطوير للمنهج الدراسي الخاص في تطبيق المنهج الدراسي لتعليم اللغة العربية يتلائم مع الاتجاهات في تعليم اللغة العربية في ذلك المعهد، 3) تتمثل المنهج الدراسي لتعليم اللغة العربية في ذلك المعهد من ناحية المزايا وهو المنهج الدراسي المصمم وفقاً لاحتياجات الطلاب ومستوى قدراتهم. والنقصان في المنهج الدراسي لتعليم اللغة العربية في المعهد باب السلام جومبانج هو عدم التخطيط التعليمي من القررات الدراسية في عملية التعليم تطويرياً ويستخدم بأسلوب المعهد في تعليم اللغة العربية. الكلمات الأساسية: المنهج ،تعليم اللغة العربية
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pbl Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS MAN 1 Padang Lawas yang dapat mendukung pembelajaran sehingga membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kemampuan peningkatan pemecahan masalah siswa dalam pemebelajaran ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Padang Lawas. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Hasil penelitian ini adalah modul pembelajaran ekonomi berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan memenuhi syarat kelayakan (valid) untuk digunakan sebagai modul pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS. Produk yang dikembangkan, berdasarkan penilaian dari aspek materi, desain pembelajaran dan aspek modul pembelajaran yang dilakukan oleh ahli dan juga respon ataupun tanggapan dari siswa diperoleh persentase rata-rata 89% masuk dalam kategori “sangat layak” dan kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan modul yang dikembangkan mengalami peningkatan.
Kata kunci: Modul, Problem Based Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Sisw
Kinerja Badan Pengawas Pemilu Pada Pemilihan Gubernur tahun 2018 (Studi komparatif Undang-Undang dan Siyasah Syariyyah)
Penelitian ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang belum mengetahui kinerja dari lembaga ini. Untuk mengukur tindakan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Berau sebagaimana Pasal 30 Undang-Undnag Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Hal itu dikarenakan masyarakat hanya dapat mengkritik pengawas karena berdasarkan sebuah kepentingan suatu elite politik yang sedang berkontestasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian Yuridis Empiris. Jenis data dilihat dari sudut sumbernya, dibedakan antara data yang diperoleh langsung dari pejabat berwenang dengan lokasi penelitian di Bawaslu Kabupaten Berau dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Panwaslu yang sekarang disebut dengan Bawaslu pada pemilihan Gubernur Tahun 2018 dilakukan dengan beberapa langkah sebagaimana tugas dan fungisnya dalam mensukseskan Pemilihan Gubernur Tahun 2018 di Kabupaten Berau. Akan tetapi, kepuasaan masyarakat serta stakholder terhadap kinerja Bawaslu Berau masih dianggap tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal. Terutama dalam hal sosialisasi terkait lembaga pengawas yang jarang dilakukan dan komunikasi antar pimpinan untuk menindak suatu pelanggaran pemilihan. Hal ini berlandaskan peraturan Pasal 30 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Kemudian dalam pandangan siyasah syariyyah yang diajarkan dalam Islam. Saran yang di tawarkan penulis adalah Bawaslu Kabuipaten Berau diharapkan dapat melakukan inovasi baru dalam hal sosialisasi partisipatif yang turun langsung kepada seluruh elemen masyarakat. Kemudian melakukan langkah pengawasan yang melibatkan masyarakat secara langsung dengan pendidikan politik. Bawaslu Kabupaten Berau juga perlu melakukan kerjasama dan komunikasi antar pimpinan. Kemudian pemahaman peraturan kepada seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Berau dan mempersiapkan sumber daya manusia agar pada saat perekrutan setiap tingkatan dapat berjalan maksimal