E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
    1160 research outputs found

    Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Selama Pandemi COVID-19

    Full text link
    Pembelajaran daring dianggap sebagai paradigma baru dalam proses pembelajaran yang dapat dilakukan dengan mudah dengan mengandalkan sebuah aplikasi berbasis koneksi internet. Peralihan pembelajaran dari luring menuju daring telah menimbulkan pembelajaran, komunikasi, metode penilaian baru, serta beban kerja yang berbeda, sehingga dampak pembelajaran daring berpengaruh terhadap berbagai aspek. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan persepsi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (FKM Unmul) pada pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 dengan ketercapaian pembelajaran. Studi ini merupakan riset observasional dengan desain cross-sectional. Sampel sejumlah 192 mahasiswa FKM Unmul diambil dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuisioner online, analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 76% mahasiswa memiliki persepsi negatif mengenai proses belajar mengajar, 93,8% memiliki persepsi positif pada kapabilitas dosen, sarana prasarana (86,5%) dan (100%) ketercapaian pembelajaran. Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap proses belajar terhadap ketercapaian pembelajaran (p-value 0,09), sebaliknya terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap kapabilitas dosen dan sarana prasarana terhadap ketercapaian pembelajaran (p-value 0,001). Disimpulkan persepsi terhadap kapabilitas dosen dan sarana prasarana berhubungan dengan ketercapaian pembelajaran. Untuk itu dosen dapat memberikan pembelajaran yang kreatif agar materi yang disampaikan lebih mudah dimengerti

    DESAIN MODEL BAHAN AJAR BERBASIS ELEKTRONIK DAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) KELAS BAWAH DI INDONESIA

    No full text
    Abstract Religious learning in the era of information technology development, especially in formal education institutions, faces serious challenges, if the teaching materials used are the majority of printed teaching materials and teacher teaching strategies are more dominant in applying a teacher-centered approach. Thus, in this millennial era, teachers are required to be more creative and innovative in developing and designing teaching materials, media, and student-centered learning strategies to increase motivation and interest in learning. This study aims to design an electronic-based Islamic Religious Education (PAI) teaching material model to increase student interest in elementary school (SDN) in Indonesia. Theories related to this design are the characteristics of the content and teaching materials of Islamic Religious Education, constructivist learning theory, technological and humanistic curricula as well as the characteristics of lower grade Public Elementary School (SDN) students. The type of research used is research and development with data collection techniques, interviews, and observations. The research findings show that the results of limited trials and extensive trials of the design of the electronic-based teaching material model of the development results indicate a significant increase in the learning interest of low-grade Public Elementary School (SDN) students in the subject of Islamic Religious Education (PAI) after the treatment. (µ ≤ 0.05). Key-words: Teaching Materials, Learning Interest, Islamic Religious Education and Elementary School Students for Lower Grade AbstrakPembelajaran agama di era perkembangan teknologi informasi terutama di lembaga pendidikan formal mendapat tantangan serius, jika bahan ajar yang digunakan mayoritas bahan ajar cetak dan strategi mengajar guru lebih dominan menerapkan pendekatan yang terpusat pada guru. Dengan demikian, era milineal ini, guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan mendesain bahan ajar, media dan strategi pembelajaran yang terpusat pada siswa untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar. Penelitian ini bertujuan mendesain sebuah model bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis elektronik untuk meningkatkan minat belajar Siswa Sekolah Dasar (SDN) di Indoneia. Teori terkait dengan desain ini adalah karakteristk isi dan bahan ajar Pendidikan Agama Islam, teori belajar konstrukvistik, kurikulum teknologis dan humanistik serta karakteristik siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) kelas bawah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan teknik pengumpulan data wawancara, dan observasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa hasil uji coba terbatas dan uji coba luas atas desain model bahan ajar berbasis elektronik hasil pengembangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan minat belajar siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) kelas rendah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) setelah perlakuan. (µ ≤ 0,05). Key-words: Bahan Ajar, Minat Belajar, Pendidikan Agama Islam  dan Siswa Sekolah Dasar Kelas  Bawa

    Inovasi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi : Studi Kasus di Institut Agama Islam Negeri Jember

    No full text
    Pendidikan tinggi masih sering mendapatkan kritikan karena menerapkan pembelajaran yang terfragmentasi dari masalah kehidupan nyata. Sehingga perlu adanya pendekatan pembelajaran yang mampu menjembatani kesenjangan antara pendidikan di perguruan tinggi dengan praktik di kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang praktik inovasi pembelajaran di perguruan tinggi dengan mengidentifikasi potensi dan kelemahan, serta melakukan refleksi lebih lanjut untuk meningkatkan praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles & Huberman, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode pembelajaran yang diterapkan yaitu blended learning, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif dan/atau kolaboratif, penggabungan teknologi baru dan riset. Pembelajaran aktif dan inovatif berkontribusi pada pengembangan kreativitas, analisis kritis dan kemandirian dalam mencari pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan terus mengalami perubahan

    APLIKASI PENGARSIPAN SURAT PADA DINAS KOMUNIKASI INFORMASI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur sangat berperan penting untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di pemerintahan. Tugas Dinas Komunikasi dan Informatika Bidang Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur berkaitan dengan mengelola arsip dinas dan dokumentasi lainnya. Maka diperlukan suatu aplikasi pengarsipan surat guna mempermudah dalam mengarsip dokumentasi. Permasalahan pada penelitian ini, bagaimana merancang serta mengimplementasikan aplikasi arsip surat berbasis web dengan obyek Dinas Komunikasi Informasi Provinsi Kalimantan Timur, Sedangkan tujuannya adalah untuk membangun aplikasi pengarsipan surat pada dinas komunikasi informasi provinsi kalimantan timur menggunakan metode waterfall model. Aplikasi pengarsipan surat yang sudah dirancangan dan dibuat mampu menyimpan data surat-menyurat dan untuk memudahkan pencarian surat arsip. Hasil rancangan dengan model Waterfall dapat dengan cepat mendesain aplikasi dan implementasi penggunaan Aplikasi Pengarsipan Surat Pada Dinas Komunikasi Informasi Provinsi Kalimantan Timur

    Cara Pemimpin Perempuan dalam Mengelola Konflik di Organisasi Kemahasiswaan

    No full text
    Abstrak Tujuan dari adanya organisasi kemahasiswaan adalah memperluas wawasan, ilmu dan pengetahuan, membentuk kepribadian, dan mengembangkan keterampilan (softskill) baik kepemimpinan (leadership), manajerial, dan komunikasi. Dalam dinamikanya, setiap organisasi pasti memiliki konflik, begitu pula dengan organisasi kemahasiswaan. Mengelola konflik merupakan tugas dari pemimpin. Karakteristik tipe pemimpin juga akan berpengaruh terhadap cara yang digunakan untuk mengelola konflik. Hal ini mungkin juga terjadi pada karakteristik pemimpin laki-laki dan peerempuan dalam mengelola konflik organisasi. Penelitian studi pustaka ini akan mendeskripsikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi cara pemimpin perempuan dalam mengelola konflik dan cara-cara pemimpin perempuan dalam mengelola konflik. Faktor pendukung meliputi: 1) kepribadian perempuan yang yang perhatian, baik, supel, berperasaan, dan demokratis. 2) sifat perempuan yang kritis, teliti, dan detail, 3) kemampuan komunikasi perempuan yang efektif, 4) sensitivitas perempuan, dan 5) motivasi belajar serta bekerja perempuan yang tinggi. Faktor penghambat meliputi: 1) kuatnya budaya patriarki dan ajaran agama, 2) peran ganda yang dimiliki perempuan, 3) pendidikan perempuan yang cenderung masih lebih rendah 4) kurangnya dukungan keluarga atau kerabat dekat, 5) kurangnya pengalaman organisasi, 6) sikap perempuan yang kurang tegas. kecenderungan gaya kepemimpinan perempuan adalah transformatif, demokratis, dan partisipatif. Sehingga dengan gaya kepemimpinan tersebut perempuan cenderung menggunakan gaya kolaboratif, kerjasama, dan kompromi dalam pengelolaan konflik. Selain itu perempuan cenderung lebih reaktif dalam menyikapi peran gandanya. Kata Kunci: Pemimpin Perempuan, Pengelolaan Konflik, Organisasi Mahasiswa   Abstract The purpose of the student organization is to broaden insight, shape personality, develop soft skills, leadership, managerial, and communication. In its dynamics, every organization must have conflicts, as well as student organizations. Managing conflict is a leader’s job. Characteristics of the leader will also affect the way used to manage conflict. This may also occur in the characteristics of male and female leaders in managing organizational conflict. This study will describe the factors that influence the ways women leaders manage conflict. Supporting factors include: 1) the personality of women who are considetae, kind, sociable, emotional, and democratic. 2) women’s critical, thorough, and detailed nature, 3) women’s effective communication skills, 4) women’s sensitivity, and 5) women’s high motivation to study and work. Inhibiting factors include: 1) strong of patriarchal cultur and religious, 2) women’s dual roles, 3) women’s education which tends to be lower, 4) lack of support from family or close relatives, 5) lack of organizational experiences, 6) attitude of women’s who lack of firm. The trend of womens’s leadership style is transformative, democratic, and participatory. So with this leadership style, women tend to use a collaborative, cooperative, and compromise style in conflict management. In addition, women tend to be more reactive in responding to their dual roles. Keywords: Women Leaders, Conflict Management, Student Organizations

    PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SMP SAMARINDA.

    Full text link
    Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk membentuk karakter peserta didik, salah satunya adalah  pedidikan yang didalamnya terdapat penanaman nilai kedisiplinan sehingga ada penerapan reward dan puishment. Penanaman nilai kedisiplinan merupakan salah satu upaya Sekolah Menengah Pertama Samarinda untuk mencegah perilaku negatif atau menyimpang pada peserta didik. Peserta didik nantinya dapat diarahkan, dilatih, dan di didik seperti yang diharapkan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Samarinda.Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Peneliti menjadikan Kepala sekolah, guru bimbingan konseling,waka kesiswaan serta siswa sebagai informan. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai penerapan reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Samarinda. Analisis data menggunakan reduksi data, penugjian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan pengecekan keabsahan data di antaranya, ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan review informan.Hasil penelitian penerapan reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Samarinda yaitu untuk reward  di  SMP Samarinda pertama kali diperkenalkan pada saat siswa awal masuk ke sekolah SMP Samarinda melalui siswa-siswa yang berprestasi dan penghargaan. Bentuk reward yang di berikan kepada siswa beragam berbentuk verbal seperti pujian pada saat mereka datang dibawah jam setengah 7, Kasih sayang atau perhatian yang baik di berikan secara langsung jika mereka melakukan hal-hal baik dan mempunyai akhlak yang terpuji, non verbal seperti buku jika mereka dapat melampaui target hafalan yang ditetapkan, kopiah untuk mereka yang rajin melakukan sholat duha setiap harinya , novel jika mereka rajin berkunjung serta membaca di perpusatakaan, polpen, di traktir makan oleh guru yang bersangkutan jika siswa dapat membantu guru yang lagi memerlukan bantuan. Untuk punishment  di  SMP Samarinda di perkenalakan pertama kali pada siswa ataupun siswi dari awal masuk SMP Samarinda,  mereka di perkenalkan dengan yang namanya tata tertib sekolah yang harus di taati serta dijalani, sistem point yang harus di jadikan pedoman mereka, punishment yang di berikan beragam tergantung kesalahan yang mereka perbuat atau tata tertib yang di langgar, setiap pelanggaran terhadap Tata Tertib siswa, akan diadakan pembinaan sesuai dengan jumlah point

    Developing the School Safety Perception Scale: The Validity and Reliability of Study

    Full text link
    The purpose of this research is to develop a scale to determine the perceptions of teachers working in secondary schools related to school safety. Alongside the social actors, the elements involved in achieving the goals of educational activities are important actors in the solution and implementation of the school security problems. Therefore, the actors performed in this way and were want teachers' perception of safety education activities in schools is critical. The research includes a scale development study.   Certain steps in the scale of development for secondary teacher’s perceptions of school safety were monitored. Reliability and Validity Scale with work related to the development of exploratory and confirmatory factor analyzes were performed. Exploratory factor analysis of the obtained 40-item scale 54.233 discloses % of the total variance. Analyzes showed that reliability coefficients of scale factors ranged from .769 to .893. These values are enough to pass to the confirmatory factor analysis. Confirmatory factor analysis results showed that SSS is a valid tool to measure teachers’ perceptions about school safety. Structures of this study, data collected through school safety scale set Cronbach's alpha was calculated in order to determine the internal consistency. Application in terms of behavior and School Safety "Although low compared to other dimensions of size with .61, scale and reliability coefficients ranged between .80 and .93 for the dimensions have been determined to be highly reliable. İmplications for Research and Practice: With the help of the developed scale, relations between school safety perceptions and personal variables, organizational stress, school climate, use of security technologies, occupational burnout and organizational commitment can be examined. Effects of student perceptions of school safety on their academic success can be researched. Similar scales can be developed for parents, administrators, preschool, elementary school teachers, lecturers, and university students

    Exploring Muslim Pre-Service Teachers’ Honesty on Cheating and Plagiarism: A Survey in Indonesian Islamic University

    Full text link
    Cheating and plagiarism have been crucial issues among students studying either at high school or undergraduate levels. This present study aims to reveal the cheating and plagiarism practices among pre-service teachers in their undergraduate program at one Islamic university in Indonesia. As Muslim teacher candidates, the respondents are urged to uphold academic integrity and honesty. Thus, this study seeks to provide data on how serious the academic ethics immersed in Muslim pre-service teachers. The method implemented for this study was a cross-sectional survey. The respondents were students enrolled in the Faculty of Education, which comprises several departments in the education fields. Results indicate that respondents were recorded as having morally ethical on one aspect of academic integrities, 95% never paid someone else for the exam, 75% never changed answers after the marking process, and 50% declared rarely copy an answer. Yet, there was also a display of less ethical attitude on some other academic behaviors driven by cultural factors. Thus, some teaching implications are highlighted for teachers and students to combat cheating and plagiarism practices among pre-service teachers in Indonesian Islamic universities

    Islamic Rationality on the Influence of Global Consumerism Culture

    No full text
    The culture of consumerism has expanded globally. Basically, this ideology is a derivative of investment capitalism which gives rise to a spirit of consumption to form "self-identity". As a result, consumerism causes new problems in the order of life, namely psychological and manipulative damage, the formation of new social constructs, as well as economic inequality and ecological damage. This study aims to examine the assumptions in Islamic rationality on the influence of consumerism. This research is a descriptive qualitative with systematic literature review (SLR) analysis tool to carry out studies, interpretations, extractions, and synthetic retrieval of previous studies. The results showed that the Islamic rationality described in the Al-Quran is able to answer the problems caused by consumerism that occur. The assumptions in Islamic consumption that are interpreted in the Qur'an are: Consuming halal and thayyib and avoiding haram consumption; consumption is balanced simply and in moderation; consuming by prioritizing priority needs and social consumption; conduct sustainable and responsible consumption

    PRAKTIK PERNIKAHAN ADAT JAWA KEMBAR MAYANG DAN PECAH TELOR (Studi Kasus Desa Kayulompa Kecamatan Basidondo)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya temuan di desa Kayulompa Kecamatan Basidondo yaitu adanya praktik pernikahan yang memakai adat kembar mayang dan pecah telor. Tujuan menggunakan adat kembar  mayang dan pecah telor tersebut sebagai bentuk ketaatan suami terhadap istri. Praktik adat Jawa kembar mayang dan pecah telor ialah salah satu adat istiadat jawa yang mana setiap pengantin harus melaksanakannya, agar menghindari hal-hal yang tidak terduga seperti merusak harga diri. Termasuk dalam melaksanakan praktik pernikahan adat Jawa, keyakinan yang diturunankan dari nenek moyang tanpa mereka sadari telah menjadi suatu keyakinan, yang mana mereka juga mewarisi dan mempertahankan adat mereka. Peneliti mengkategorikan kembar mayang dan pecah telor termasuk ‘urf  fasidah karena para ulama sepakat, bahwa ‘urf fasidah tidak menjadi landasan hukum, dan kebiasaan tersebut batal demi hukum. Praktik kembar mayang juga adalah adat Jawa yang di dalamnya termasuk ‘urf fasidah (tidak benar), yaitu suatu adat kebiasaan yang sampai menghalalkan yang diharamkan Allah kebalikan dari ‘urf shahihah

    914

    full texts

    1,160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇