Online Journal Systems UNPAM (Universitas Pamulang)
Not a member yet
22766 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kinerja Pegawai Melalui Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Pada Kantor Kecamatan Cinere
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja pegawai melalui motivasi kerja dan lingkungan kerja fisik pada kantor Kecamatan Cinere Kota Depok baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan teknik sampling jenuh dengan sampel sebanyak 52 responden. Analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji realibilitas, uji instrument klasik, analisis regresi, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: motivasi kerja terdapat peranan yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Cinere dengan hasil uji parsial diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (3.231 > 2.009) dengan nilai determinasi sebesar 78,1%. Lingkungan kerja fisik terdapat peranan yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Cinere dengan determinasi sebesar 77,3% dan nilai t hitung > t tabel atau (2.859 > 2.009). motivasi kerja dan lingkungan kerja fisik secara simultan berperan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Cinere hal tersebut dibuktikan dari persamaan regresi Y= 0.852 + 0.525 X1 + 0.434 X2. Nilai koefisien korelasi sebesar 0.901. Nilai koefisien determinasi sebesar 81,2%. Hasil uji simultan diperoleh nilai F hitung > F tabel atau (105.887 > 3,19)
Pengembatan Web Try Out untuk Kemampuan Bahasa Inggris untuk Siswa di Indonesia
English proficiency plays a crucial role in enhancing students' academic performance, cultural awareness, and career opportunities. However, many Indonesian students still face difficulties in mastering English due to traditional teaching methods that offer limited exposure to real-world communication. This study aims to design and develop an English qualification try-out website to support students' learning using the Feature-Driven Development (FDD) method. The system's usability and user experience were evaluated through the System Usability Scale (SUS) and the Short User Experience Questionnaire (UEQ-S). The SUS evaluation produced a score of 72.46, classified as Good and above the industry average, indicating practical usability. The UEQ-S results showed a Pragmatic Quality score of 1.810, a Hedonic Quality score of 0.988, and an overall average of 1.399, indicating a positive user experience. These findings demonstrate that the proposed system effectively supports English learning activities while maintaining a user-friendly interface. Future development should focus on enhancing interactivity and engagement to further improve the overall learning experience.Kemampuan berbahasa Inggris sangat penting untuk pengembangan pribadi dan profesional, memengaruhi kepercayaan diri, kesadaran budaya, keberhasilan akademik, dan peluang karier. Meskipun penting, siswa Indonesia menghadapi tantangan dalam menguasai bahasa Inggris karena metode pengajaran tradisional yang kurang mempersiapkan mereka untuk komunikasi di dunia nyata. Penelitian ini menangani masalah tersebut dengan mengembangkan situs web simulasi tes kualifikasi bahasa Inggris, menggunakan pendekatan Feature-Driven Development (FDD) untuk memprioritaskan pembelajaran siswa. Pengujian penerimaan pengguna dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) dan Short User Experience Questionnaire (UEQ-S). Hasil SUS menunjukkan skor 72,46, yang dikategorikan sebagai "Baik" dan melampaui rata-rata industri, menunjukkan kegunaan yang kuat. Peserta memuji kejelasan dan kemudahan penggunaan sistem, meskipun beberapa mencatat area yang perlu ditingkatkan terkait kompleksitas dan kemudahan belajar bagi pengguna baru. Hasil UEQ-S lebih lanjut menunjukkan pengalaman pengguna yang positif, dengan skor Kualitas Pragmatis sebesar 1,810 dan Kualitas Hedonis sebesar 0,988, menghasilkan skor keseluruhan 1,399. Skor ini menyoroti efektivitas sistem dalam mendukung tujuan fungsional sambil menunjukkan peluang untuk meningkatkan keterlibatan kreatif dan emosional. Temuan ini menunjukkan potensi platform digital yang terfokus untuk menjembatani kesenjangan pembelajaran bahasa Inggris, membekali siswa dengan keterampilan bahasa yang esensial untuk kesuksesan akademik dan profesional
ESG Performance, Outside Directors, dan Firm Performance: Sebuah Analisis Empiris
The concept of Environmental, Social, and Governance (ESG) has gained significant momentum in the global business landscape, including in Indonesia. However, the effectiveness of ESG implementation on firm performance has rarely been examined from the perspective of internal governance mechanisms, particularly the role of outside directors. This study analyzes the effect of ESG performance on firm performance, considering outside directors as a mediating variable. A quantitative approach was applied using purposive sampling on 84 companies that have adopted ESG principles. Secondary data were analyzed using Stata software. The regression results indicate that ESG performance has a positive and significant effect on return on assets (ROA) but no significant effect on return on equity (ROE). Outside directors have a negative effect on ROA and do not significantly mediate the relationship between ESG performance and ROE. The mediation effect is competitive, meaning that outside directors reduce the positive influence of ESG performance on ROA. These findings underscore the need to re-evaluate the structure and capacity of outside directors in supporting corporate sustainability strategies
Pentingnya Membangun Kesadaran Hukum Bagi Generasi Muda
Legal awareness is a fundamental aspect in shaping an orderly and just society, especially among the younger generation as the future leaders of the nation. In the current era of globalization, various external cultural influences and technological developments have caused a shift in values that has the potential to weaken compliance with the law. This phenomenon can be seen in the large number of students who violate rules, such as riding a motorcycle without wearing a helmet or not having a driver's license. Based on these conditions, as part of the implementation of the three pillars of higher education, lecturers and students of the Pancasila and Citizenship Education Study Program at Pamulang University organized a Community Service (PKM) activity at SMAN 3 South Tangerang City with the theme “Education to Increase Legal Awareness for the Younger Generation.” In its implementation, this activity applied a socialization and counseling approach based on interaction as a medium for legal learning aimed at increasing participants' understanding of the meaning and urgency of legal awareness in social life. The results of the activity showed that most students did not fully understand legal regulations and had not implemented them in their daily lives. Through this activity, students gained a new understanding of the importance of law and were encouraged to apply the values of discipline and responsibility in social life. Thus, legal education in schools is a strategic step in building a culture of legal awareness among Indonesia's younger generation
Analisis Komparatif Algoritma Decision Tree dan Random Forest untuk Klasifikasi Penjualan Produk pada Dataset Superstore
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua algoritma klasifikasi machine learning, yaitu Decision Tree dan Random Forest, dalam mengklasifikasikan produk berdasarkan data penjualan pada dataset Sample Superstore. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan produk ke dalam dua kategori, yaitu “laris” dan “tidak laris”, berdasarkan perbandingan antara nilai Quantity dengan nilai rata-rata dataset. Penelitian diawali dengan tahapan pra-pemrosesan seperti penghapusan data duplikat, pengolahan variabel kategorikal dengan label encoding, standardisasi fitur numerik, dan pembentukan variabel target biner. Model klasifikasi dilatih dan dievaluasi menggunakan confusion matrix serta metrik performa seperti akurasi, precision, recall, dan F1-score. Tuning parameter dilakukan pada kedua model menggunakan GridSearchCV dengan validasi silang lima lipat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma Decision Tree memperoleh akurasi tertinggi sebesar 73,1%, sedikit lebih baik dibandingkan Random Forest yang mencapai akurasi 72,7% setelah dilakukan tuning. Meskipun Random Forest dikenal sebagai algoritma ensemble yang lebih stabil, pada kasus ini performanya tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Temuan ini memperkuat pentingnya pemilihan algoritma yang disesuaikan dengan karakteristik dan struktur data
Pengembangan Media MACO (Math Comics) Berbasis Realistic Mathematics Education Pada Materi Program Linier
The research was conducted to design and develop MaCo (Math Comics) learning media based on Realistic Mathematics Education (RME) which is expected to have the characteristics of validity, practicality, and effectiveness in improving learning outcomes and motivating students at the Senior High School (SMA) level. This research applies the ADDIE development model which consists of five main stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results of material validation by material experts showed a percentage of 94% and 92%, while validation by media experts showed a percentage of 92% and 98% which were all included in the very valid category. After going through a revision process based on input from experts, the learning media developed was then tested on grade XI students at SMA Muhammadiyah 3 Jember to evaluate its effectiveness and practicality in supporting the learning process. Based on the results of the students' response questionnaire, a percentage of 86% was obtained which indicated that the learning media was included in the practical criteria. Furthermore, based on the comparison of pretest and posttest scores, an N-Gain value of 0.75 was obtained which was included in the criteria for high improvement in mathematics learning outcomes. While the N-Gain value for learning interest reached 0.55 which is included in the criteria for moderate improvement. Thus, it can be concluded that MaCo (Math Comics) media based on Realistic Mathematics Education (RME) is proven to meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness, so it is feasible to be applied in the learning process to improve the quality and learning outcomes of students
Modeling Spatial Dependece of Poverty Based on Human Development Index and Unemployment Rate in South Sulawesi Province 2024
Poverty is one of the main problems in regional economic development that requires in depth statistical analysis to understand the factors that influence it. This study aims to model the spatial dependence of the percentage of poor people in South Sulawesi Province in 2024 by considering the influence of the Human Development Index (HDI) and the Open Unemployment Rate (OUR). The analysis was conducted using three spatial regression model approaches, namely the Spatial Autoregressive Model (SAR), Spatial Error Model (SEM), and Spatial Autoregressive Moving Average Model (SARMA). The selection of the best model was based on the Akaike Information Criterion (AIC) and Bayesian Information Criterion (BIC) values. The results of the analysis show that the SARMA model has the smallest AIC and BIC values (AIC = 102.6484 and BIC = 109.7167), so it was selected as the best model to explain the variation in poverty between regions in South Sulawesi. Parameter estimates in the SARMA model show that HDI has a significant negative effect on the percentage of poor people ( ; ), while OUR has no significant effect ( ; ). In addition, there is spatial dependence in both the dependent variable ( ) and the error component ( ), indicating the existence of interrelated poverty between regions. Thus, the results of this study confirm that an increase in HDI plays an important role in reducing poverty levels in South Sulawesi, and indicate the need for a development policy approach that considers spatial interrelationships between regions
Peramalan Beban Emisi Karbon Dioksida (CO2) Sektor Transportasi Provinsi Gorontalo Berbasis Analisis Deret Waktu
Sektor transportasi darat telah teridentifikasi sebagai salah satu kontributor antropogenik terbesar terhadap emisi gas rumah kaca di Indonesia, yang pertumbuhannya sangat berkorelasi dengan laju pembangunan ekonomi dan urbanisasi. Provinsi Gorontalo, sebagai wilayah yang sedang berkembang pesat di Sulawesi, menghadapi fenomena peningkatan kepemilikan kendaraan pribadi yang signifikan seiring dengan kenaikan PDRB. Situasi ini menghadirkan dilema strategis bagi pemerintah daerah dalam menyeimbangkan ambisi pertumbuhan ekonomi dengan komitmen nasional untuk menurunkan emisi karbon sesuai target NDC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren historis pertumbuhan kendaraan bermotor di Provinsi Gorontalo, memvalidasi keandalan model peramalan statistik menggunakan Uji Asumsi Klasik, serta memproyeksikan jumlah kendaraan dan beban emisi CO2 hingga tahun 2030 sebagai landasan perumusan kebijakan mitigasi yang berbasis data. Artikel ini menerapkan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder deret waktu periode 2017-2024 yang bersumber dari BPS. Analisis dilakukan menggunakan model Regresi Linier Sederhana (Model Tren) untuk estimasi pertumbuhan, yang divalidasi secara ketat melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan uji autokorelasi (Durbin-Watson) untuk memastikan parameter yang tidak bias. Konversi data aktivitas kendaraan menjadi beban emisi dilakukan menggunakan metode Tier 1 dari IPCC. Analisis statistik menunjukkan bahwa tren waktu berpengaruh sangat signifikan terhadap pertumbuhan kendaraan (value = 0,002; R2 = 0,813), dengan model yang terbukti valid dan bebas dari autokorelasi (DW = 1,915) serta memiliki residual yang berdistribusi normal. Berdasarkan model ini, armada kendaraan di Gorontalo diproyeksikan tumbuh rata-rata 50.578 unit per tahun, mencapai total 886.137 unit pada tahun 2030. Sebagai konsekuensinya, beban emisi CO2 diprediksi melonjak dari 395.082 ton pada tahun 2024 menjadi 560.649 ton pada tahun 2030, mencerminkan kenaikan tajam sebesar 41,91%. Temuan ini mengindikasikan bahwa lintasan pertumbuhan sektor transportasi Gorontalo saat ini berada pada jalur yang tidak berkelanjutan (unsustainable). Tanpa intervensi kebijakan yang berarti, kenaikan emisi akan menghambat pencapaian target lingkungan daerah
Peran Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Infrastuktur Desa Wisata Berbasis Partisipasif Masyarakat
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran pemerintah daerah dalam meningkatkan dan mengembangkan Desa Wisata di Kampung Melayu Barat melalui infrastruktur, untuk menganalisis dan mendeskripsikan keterlibatan masyarakat lokal dan sekitar bersama pemerintah dalam meningkatkan serta mengembangkan Desa Wisata di Kampung Melayu Barat, untuk menganalisis dan mendeskripsikan dampak peningkatan infrastruktur Desa Wisata Kampung Melayu Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, peran pemerintah daerah telah memainkan peran penting dalam meningkatkan dan mengembangkan Desa Wisata di Kampung Melayu Barat melalui infrastruktur, meningkatkan dan mengembangan Desa Wisata, masyarakat setempat dilibatkan melalui perwakilan warganya, Desa Wisata Kampung Melayu Barat ini sangat berdampak Positif bagi masyarakat lokal dan sekitarnya
Analisis Kualitas Briket Biomassa Tempurung Kelapa Menggunakan Variasi Perekat
Biomass energy, especially in the form of briquettes, represents a promising alternative to reduce reliance on fossil fuels while fostering the transition toward a sustainable energy system. This research aimed to assess and compare the quality of coconut shell briquettes prepared with three different binders, namely sago starch, tapioca starch, and molasses, at concentrations of 10% and 20%, and to identify the formulation that best complies with SNI standards. The evaluation covered parameters such as moisture content, ash content, volatile matter, and burning rate. The findings revealed that briquettes containing 10% sago starch binder had the lowest moisture content (6.65%), whereas those with 20% tapioca starch binder produced the lowest ash and volatile matter values (5.25% and 14.88%). In contrast, the use of molasses resulted in lower performance in most quality aspects. Overall, briquettes made with 10% sago starch and 20% tapioca starch exhibited superior quality and met the SNI requirements. The outcomes of this study provide valuable insights into the development of efficient, environmentally friendly biomass briquette technology that supports sustainable energy practices.
Abstrak: Energi biomassa, khususnya dalam bentuk briket, merupakan alternatif yang menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendorong transisi menuju sistem energi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan membandingkan kualitas briket tempurung kelapa yang dibuat dengan tiga jenis perekat berbeda, yaitu tepung sagu, tepung tapioka, dan molase, masing-masing pada konsentrasi 10% dan 20%, serta menentukan formulasi yang paling sesuai dengan standar SNI. Evaluasi dilakukan terhadap beberapa parameter, meliputi kadar air, kadar abu, zat mudah menguap, dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket dengan perekat tepung sagu 10% memiliki kadar air terendah (6,65%), sedangkan perekat tepung tapioka 20% menghasilkan kadar abu dan zat mudah menguap terendah (5,25% dan 14,88%). Sebaliknya, penggunaan molase menunjukkan performa yang lebih rendah pada sebagian besar parameter kualitas. Secara keseluruhan, briket dengan perekat tepung sagu 10% dan tepung tapioka 20% memiliki mutu terbaik dan memenuhi persyaratan SNI. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi briket biomassa yang lebih efisien dan ramah lingkungan serta mendukung praktik energi berkelanjutan