Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN "IMAKO" SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TUGU TRENGGALEK
One of the most student difficulty in the science learning in Basic Competency Biological Classification is the ability to remember very diverse classification of species. Student difficult to get the real visualisation of biodiversity as learning resource. Therefore it is need for additional media to represent the diversity of living things that not found in the student learning environment. One of the learning models is IMAKO ( Identification and Enter into the Identity Box). Classroom Action Research carried out at VII H Class in Junior High School I Tugu school year 2013-2314. The research flow is early reflection, planning, action, observation, reflection, adn redesign. CAR is designed in two cycles for 4 meetings and consist of the planning stage, action, observing, and reflecting. The result of the research is the applicatin of IMAKO learning model can improve the student’s learning result, the liveliness and motivation of the student by 12%, the increase of Competency Test value from cycle 1 to cycle 2 is 18 %
PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MTs NEGERI 15 JAKARTA
This research is to find out the development of headmaster in Madrasah Tsanawiyah Negeri 15 Jakarta. The research method used is the case study method. Sampling technique using Moeleong's opinion is that in qualitative research no random sampling is examples of equipment. The completion technique is used Observation, interview and documentation. This research produces nine points, namely: 1) socialization program by the principal goes well. 2) The principal has a teaching schedule. 3) The organizational structure is clear. 4) School heads make short-term, long and long term Madrasah Principals programs. 5) Supervision of the principal that has been implemented. 6) Good communication system and excellent teacher board performance. 7) The role of principal as an innovator and motivator run. 8) What the Principal should do is to be active in his or her group organization. 9) Development of quality through the intensive and active assistance of the school package supervisor
IbM BAGI KELOMPOK PEMBUAT MAKANAN JAJANAN DAN PENJUAL KANTIN SEKOLAH DI SURABAYA
Saat ini, persaingan usaha pengecer makanan modern di pusat perbelanjaan semakin banyak menyulitkan produsen makanan lokal. Begitupun, pasar sekolah, umumnya di setiap sekolah ada kantin yang menjadi pasokan makanan bagi siswa sekolah. Sayangnya, kondisi ini kurang optimal. Berdasarkan studi pendahuluan, ada beberapa masalah dalam pengelolaan usaha kantin sekolah terutama pada aspek produksi dan aspek pengelolaannya. Responden penelitian ini adalah pembuat makanan ringan sekolah dan pemilik kantin sekolah. Penelitian ini menggunakan metode produksi dan pelatihan manajemen usaha diikuti dengan evaluasi pemantauan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Selanjutnya, hasil kuesioner yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan manajemen produksi dan bisnis, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembuat cemilan sekolah dan pemilik kantin sekolah dalam mengemas dan mengatur (menampilkan) makanan ringan sekolah, membuat laporan keuangan sederhana dan juga penjualan. harga. Selain itu, keberadaan kelompok usaha dan dukungan situs jajanansehat.com memungkinkan mereka bertukar informasi dan mempromosikan produk bisnis mereka ke pasar yang lebih luas
PROGRAM LIFE SKILL BIDANG MULTIMEDIA BAGI ANAK DIDIK PERMASYARAKATAN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) PALEMBANG SEBAGAI BEKAL PENGEMBANGAN POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA
LPKA class 1 Palembang Prison students who are still in education continue to continue their education, and are given skills training such as; karate, scout, hair clipping skills, automotive training, basic computer training, furniture crafts and gardening skills. Coaching is done is good enough but still not in accordance with the current digital era. In the digital age children (adolescents) are accustomed to using cameras and computers, this ultimately gives the impact of advanced business or business opportunities in the field of multimedia. Photography and video editing is a science that goes into multimedia clusters. To produce valuable photographic products required special skills such as how to operate and take pictures using professional digital camera and handycam, and the process of editing using a computer. To acquire such skills, training in photography is required. The use of adobe photoshop application and adobe premiere can be learned by anyone including correctional students. The results of this activity are prison students can use cameras and produce photos and videos, prison students can edit photos with photoshop and edit video with premiere, prison students have the will to entrepreneurship in the multimedia field after the detention period. Although the implementation still has an inhibiting factor but the implementation activities performed 100% well
PENGARUH KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI KONSEP JARINGAN TUMBUHAN SISWA KELAS XI SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016-2017 DI SMAN 1 TANGGUL JEMBER
This research is to know the influence of science process skill and animation learning media to learning result. Learning outcomes in question is learning subject Biology material The concept of plant tissue. The problems studied in this research are: 1) is there any influence of science process skill to student learning result ?, 2) is there influence of animation learning media to student learning result ?, and 3) is there influence jointly between skill of science process and media of learning Animation on learning outcomes? Objectives: 1) examine the influence of science process skills on student learning outcomes. 2) the influence of learning media animation on student learning outcomes. 3) examine the mutual influence between science process skills and animation learning media on learning outcomes.
The respondent of this study are students of class XI MIPA SMAN 1 Tanggul Jember Lesson 2016/2017 with the number of 120 students, the study area is determined by purposive sampling method area. This research is a quantitative research with causal design. Data collection tools use questionnaires, observations, tests and methods of documentation and interview. Valid and valid reliability tools with validity and reliability tests. The instrument analysis test uses: 1) descriptive test, 2) classical assumption test: : 1) normalitas test, 2) multikolinieritas test, 3) heterokedastisitas test, 4) autokorelasi test. Test the hypothesis by: 1) regression analysis, 2) F test, 3) t test, 4) test coefficient of determination (R2). The results showed that: 1) sig value. From the variable of science process skill to student learning result 0.000, sig conclusion. > 0,05, mean science process skill have significant effect to result of student learning, 2) sig value. Of the animated learning media variable is 0.000, sig conclusion. > 0,05, this means learning media animation have a significant effect on student learning result, 3) result of regression analysis output obtained Fcount 53,112 with sig. 0.000, because> 0,05 then there is influence together between skill of science process and media of learning animasi to result learn. Suggestions put forward so that the teachers pay attention to the skills of the science process and animation learning media to achieve better learning outcomes
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA CHARTA DAN MEDIA SPESIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA POKOK BAHASAN SISTEM TATA SURYA SISWA KELAS VI MI NURUL KARIM BANGSRING KECAMATAN WONGSOREJO KABUPATEN BANYUWANGI PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015-2016
Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI MI Nurul Karim Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Semester Genap Tahun Ajaran 2015-2016 kebanyakan di bawah Nilai Ketuntasan (NK). Untuk merespon terhadap masalah itu penggunaan media pengajaran dapat mempertinggi kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.Penelitian ini mempergunakan media charta dan media speciemen untuk meningkatakan hasil belajar siswa.
Tujuan dari Penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media charta berpengaruh terhadap hasil belajar IPAPokok Bahasan Sistem Tata Surya siswa kelas VI di MINurul Karim Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Semester Genap Tahun Ajaran 2015-2016. 2). Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Media spesimen berpengaruh terhadap hasil belejar IPAPokok Bahasan Sistem Tata Surya siswa kelas VI di MI Nurul Karim Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Semester Genap Tahun Ajaran 2015-2016. 3). Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media charta dan media spesimen berpengaruh terhadap hasil belajar IPAPokok Bahasan Sistem Tata Surya siswa kelas VI di MI Nurul Karim Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Semester Genap Tahun Ajaran 2015-2016. 4) untuk mengetahui penggunaan media specimen lebih signifikan dari pada media charta terhadap hasil belajar IPAPokok Bahasan Sistem Tata Surya siswa kelas VI di MI Nurul Karim Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Semester Genap Tahun Ajaran 2015-2016.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Hasil perhitungan dari variabel Media Charta t-hitung -(2,441) ≥t-tabel (1,679)maka H0 ditolak,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media charta ini berpengaruh negatif sebesar 24,41% terhadap hasil belajar signifikan (0,019 > 0.050). (2). Hasil perhitungan dari variabel media Specimen t-hitung (4,607)≥ t-tabel (1,679)maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media specimen ini berpengaruh positif sebesar 46,07% terhadap (0,000 > 0.050). (3) Uji F digunakan untuk mengetahui signifikansi korelasi ganda X1 dan X2 terhadap Y secara Simultan dengan membandingkan nilai F hitung dengan Ftabel. Hasil uji F menunjukkan F hitung (10.850) ≥ F tabel (3,15), maka H0 ditolak. (4) Pengaruh Media specimen lebih signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi ( Media Specimen = 0,000 > 0.050< 0.019 = Media Charta).Penelitian ini dilakukan disiswa kelas VI di MI Nurul Karim Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Semester Genap Tahun Ajaran 2015-2016 yang diikutkan sebanyak 49 Siswa.Jenis Penelitian ini bersifat eksperimen komparatif dengan metode pengujian hipotesis. Metode pengumpulan data antara lain dengan kuesioner, angket, observasi dan interview . Penelitian ini mengambil semua responden dan metode analisa data uji validitas, reabilitas, uji normalitas dan uji multikolenieritas.Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah Anovadariuji Regresi Linier Berganda untuk mengetahui hasil uji F dan hasil uji t.
Kesimpulan: (1) Ada pengaruh negatif media charta terhadap peningkatan hasil belajar pada pokok bahasan sistem tata surya pada siswa kelas VI semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di MI Nurul Karim; (2) Ada pengaruh positif media specimen terhadap peningkatan hasil belajar pada pokok bahasan sistem tata surya pada siswa kelas VI semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di MI Nurul Karim; (3) Ada pengaruh Media charta dan media specimen terhadap peningkatan hasil belajar pada pokok bahasan sistem tata surya pada siswa kelas VI semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di MI Nurul Karim, (4) Media specimen berpengaruh lebih signifikan dari pada media charta terhadap peningkatan hasil belajar pada pokok bahasan sistem tata surya pada siswa kelas VI semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di MI Nurul Karim
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS X MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING DI SMA ISLAM NURUL HIDAYAH BONDOWOSO
Muhammad Anis, Increasing Student Learning Outcomes Through Snowball Throwing Model in SMA Islam Nurul Hidayah Bondowoso Class X PPKn. Thesis Department of Education Pancasila and Citizenship, Faculty of Education of Social Sciences, IKIP PGRI Jember, August 2017. The problem in this research is how the result of student learning after using Snowball Throwing model. The purpose of this research is to know the result of student learning after using Snowball Throwing learning model. This research was conducted in SMA Islam Nurul Hidayah, involving 20 students consisting of 13 male students and 7 female students enrolled in the academic year 2017/2018. The model used in this research is Snowball Throwing model. The instrument used is a test result of learning Pancasila and Citizenship Education which consists of 5 items of description. This research uses Kemmis and Mc research design. Taggart consisting of two cycles consists of four stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that in the analysis of pre cycle problems showed students 30% clasical completeness and absorption 63%. In the analysis of the action skus I began to have an increase with 45% classical completeness and absorption 68%. In the second cycle action experienced a significant improvement, showing student learning outcomes from the analysis of the cycle II problems obtained 80% classical completeness and absorption of 76%. Overall each cycle has increased, from this result indicates that Snowball Throwing model can improve student learning outcomes in SMA Islam Nurul Hidayah Sulek Bondowoso District
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI LAMBANG DAN LOGO PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK AR RAHMAN MAKROMAN SAMBUTAN SAMARINDA
Anak didik yang baru memasuki awal pendidikan dini kebanyakan dari mereka masih memiliki kemampuan bahasa yang masih minim. Peneliti melakukan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak didik dengan cara mengenalkan lambang dan logo yang mudah di ingat. Oleh karena itu apakan melalui lambang dan logo dapat meningkakan kemampuan bahasa pada anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rahman Makroman Sambutan Samarinda. Tujuan dari penelitian ini diharapkan melalui lambang dan logo dapat meiningkatkan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rahman Makroman Sambutan Samarinda. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus kegiatan, pelaksanaan penelitian ini di bantu oleh guru kelas sebagai pelaksana dan peneliti sebagai pengamat. Anak didik usia 4-5 tahun di TK Ar-Rahman Makroman Sambutan Samarinda menjadi subjek penelitian ini. Anak sangat antusias dalam kegiatan ini dan tentu dapat membantu anak didik untuk lebih cepat memahami komunikasi yang ada melalui simbol-simbol, gambar, angka dan huruf yang terdapat pada lambang dan logo sehingga kemampuan anak didik dalam memahami bahasa bisa meningkatkan dengan baik. Hasil kalkulasi akhir pada siklus II berarti kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan dari siklus I 54,5% menjadi 91,5%, persentase peningkatan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan logo dan simbol sekitar 37%
MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSIF DIPAUD BUNGA INDAH 09 YOGYAKARTA
Keberadaan PAUD yang menyelenggarakan pendidikan inklusif di Yogyakarta terbilang masih sedikit padahal jenjang PAUD memiliki peran yang signifikan untuk mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pendidikan PAUD inklusif yakni di PAUD Bunga Indah 09. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi.hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum manajemen pendidikan yang diterapkan sama dengan PAUD pada umumnya, namun dari sisi peserta didik, tenaga pendidik,dan pembiayaan memiliki sedikit perbedaan. Perbedaan tersebut yakni terletak pada terdapat ABK di PAUD tersebut, tenaga pendidik yang cendrung berbasis masyarakat, dan sumber pembiayaan yang mencukupi dari pemerintah
PENERAPAN METODE KOMUNIKASI TOTAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SEDERHANA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS 1 DI SLB-B DAN AUTIS TPA JEMBER
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca sederhana pada anak tunarungu kelas 1 di SLB B DAN AUTIS TPA Jember tahun pelajaran 2014/2015.Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Sasaran penelitian adalah siswa tunarungu kelas 1 yang berjumlah 5 anak. Teknik pengumpulan data dengan tes yang diterapkan dalam siklus I dan siklus II. Dengan kriteria penilaian sangat baik, baik, cukup dan sangat kurang. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal , nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II.Hasil penelitian menunjukan dari kondisi awal mencapai rata – rata 5,8 bila di prosentase yang berhasil 50%. Dari kondisi awal ke siklus I rata-rata meningkat menjadi 6,6 bila diprosentase yang berhasil 60%. dari siklus I ke siklus II meningkat menjadi 7,3 Bila diprosentase yang berhasil 80%. Bila dilihat secara keseluruhan dari kondisi awal sampai siklus II mengalami peningkatan keberhasilan kelas mencapai 40 % yaitu meningkat dari 50% menjadi 80% . dengan demikian hasil tindakan nilai rata-rata siklus II Dengan Metode Komunikasi Total Dapat Meningkatkan Kemampuan Membaca Sederhana Pada Anak Tunarungu Kelas 1 DI SLB B DAN AUTIS TPA Jember tahun pelajaran 2014/201