Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
    625 research outputs found

    MANFAAT KERJASAMA DALAM KELOMPOK SAAT BERMAIN SLUNCURAN BAGI ANAK USIA DINI

    Get PDF
    Setiap lembaga PG PAUD memiliki fasilitas permainan out door. Sebab salah satu pengembangan bagi anak usia dini bisa dilakukan saat bermain out door. Ditemukan di lapanganbahwa saat anak bermain out door masih banyak permasalahan yang terjadi. Misalnya: Anak tidak mau bermain karena tidak berani. Bila berani bermain, anak sering terjatuh, terbentur, danberebut tidak ada yang mau mengalah. Terkait dengan permasalahan  tersebut maka penulis telah mengadakan penelitian, dengan judul manfaat kerjasama dalam kelompok saat bermain sluncuranbagi anak usia dini. Adapun  targetdalam penelitian ini antara lain: 1. Anak usia dini mau dan berani bermain sluncuran  seperti anak pada umumnya. 2. Anak bisa bermain dengan  amantidak berebut, terbentur, terjatuh). 3. Anak bermain  dengan cara mau bersosial dengan baik,atau bergotong royong terhadap sesama teman. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menerapkan pembelajaran kerjasama dengan model pembimbing dan terbimbing.Jenis penelitian ini Pre eksperimen dengan desain penelitiannya mengetrapkan control-group post tes only design. Adapun tujuannya adalah untuk mengoptimalkan kegiatan kerjasama saat bermain out door khususnya bermain sluncuraan bagi anak usia dini. Atau untuk mengatasi permasalahannyaanak saat bermain out door (sluncuran). Adapun metode pengumpulan data penulis menggunakan tes unjuk kerja, dan observasi.Sedangkan tahapan-tahapan yang dilakukan meliputi: perumusan tujuan, pembentukan kelompok bermain, penjabaran tugas sebagai tutor – tutee (pembimbing – terbimbing), pelaksanaan masing-masing kelompok, dan mengadakan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan  kerjasama kelompok saat bermain sluncuran sangat bermanfaat dan efektif, serta dapat menyelesaikan permasalahan anak usia dini saat bermain sluncuran

    PERAN IGTKI DALAM MENDORONG MASYARAKAT UNTUK MENYEKOLAHKAN ANAKNYA

    Get PDF
    That PAUD (Child Education) at this time holds very important side for to be clever this nation. PAUD divided by TK (Kindergarten) and KB (Play Group) and the same type as. TK (Kindergarten) for 5-6 year child and Play Group for 3-4 year old. PAUD is still new and less society aware for send to school their child. For raise PAUD in a area so need to form IGTKI (Teacher Community of Childhood). GTKI (Teacher Community of Childhood) is place for teacher community of childhood, like between districts. Various case can be talked and be discussed in IGTKI for solve various problem and raise PAUD, especially TK. With IGTKI, all teacher and headmaster can be discussed for helped school quality of PAUD in their school and in the last increase PAUD quality in an area. The other in some activity can be faced with head of city, headmasters, education people, and the other. IGTKI can be important role for PAUD

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FIEL TRIP TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII DI SMPK SANTO PETRUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    This type of research in this study is quantitative descriptive approach. This type of research  in this study is quantitative descriptive approach. Sampling method   of determining the population of respondent’s number of 33 hightstudents. The method used in collecting data using interviews, observation method, test methods, methods of documentation and questionnaire. Test data techniques used Paired Sample t-test. Based on the analysis of data obtained: 1) In the paired samples t-test variable X obtained      t (23 271)> t table (1,697). 2) the variable Y obtained t (6.868)> t table (1.697) with    a significance of 0.000, so it can be concluded that the field trip learning activities effectively to the learning outcomes of higtstudents

    IMPLEMENTASI METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

    Get PDF
    Hasil Belajar MA Ainul Huda Banyuputih Situbondo tergolong rendah. Hal itu dapat dilihat dari hasil perolehan nilai UAS mata pelajaran biologi setiap tahunnya yaitu lebih dari 63% siswa dari keseluruhan siswa yang mendapatkan nilai di bawah 7. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan memperbaiki sistem pembelajaran dengan metode discovery learning. Model tindakan kelas yang diadopsi dari Hopkins yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu siklus spiral yang terdiri dari 4 fase meliputi perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan, pada pra siklus ketuntasan klasikal dicapai 45%. Setelah dilakukan metode pembelajaran metode discovery learning pada siklus I mencapai 70%. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat mencapai 87,5%. Perolehan ketuntasan hasil belajar pada siklus II, pembelajaran dapat dikatakan tuntas secara klasikal

    KREATIFITAS PEMBUATAN PETA TIMBUL DI SD ISLAM AL-HIKMAH GADANG MALANG

    No full text
    Problems faced by partners in the field such as governance to the process of learning in the classroom and assessment techniques. In the learning process is not uncommon teachers experience control dlam deliver abstract material to the concrete, due to lack of availability of instructional media. Innovation and creativity of teachers in designing and developing props from used materials combined with easily accessible materials such as nails, wires, plywood, paints, glue etc. are all available in building stores, so play based learning can be improved. Evidently the teachers still have not used the old newspapers that exist in the vicinity. The dedication to the community conducted by the team aims to improve the innovation and creativity of the teachers of Al Hikmah Islamic Elementary School Gadang Malang, in order to design and make props from old newspapers processed into pulp and then mixed with white cement and glue then attached to the plywood already in the drawing map sketch. Methods used in community service in the form of training, workshops and mentoring so as to produce props in the form of embossed maps. The results obtained from the activities of dedication in SD Islam Al-Hikmah Gadang Malang, as follows: 1) The existence of the spirit of work of the teachers, especially when teaching in the classroom, thus increasing the activity and motivation of students in the learning process. 2) There is a positive working atmosphere between teachers while teaching in the classroom and more confident. 3) The existence of props products in the form of emergent maps created by the participants during the training and mentorin

    KOLABORASI MODEL STAD dan PETA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar)

    Get PDF
    Applying STAD and Map Learning is expected to increase student activity and learning outcomes. The stages of STAD learning model is divided into material presentation stage, group learning stage, quiz stage and award stage. This research uses qualitative approach with Classroom Action Research (PTK) which consist of 2 cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation and reflection. The subjects of this study were students of class IV SDN Kebonsari 1 Malang. Based on the observation of student activity cycle I is 77.23% with enough category, and increased in cycle II to 87.72%, with good category. This shows that there is an increase of 10.49%. While the average value of the test cycle I is 75.45 with the percentage of completeness of student learning outcomes of 89.06%, and increased in the test cycle II with an average score of 79.15 with the percentage of students' learning completeness of 95.31%. Which is an increase in cycle II of 6.25% of cycle I. Based on the above data obtained the conclusion that STAD and map learning can improve student activities and learning outcomes on the material Distribution of flora and fauna

    PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRY BASIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SMP NEGERI 2 AMBULU - JEMBER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran inquiry basic dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-A SMP Negeri 2 Ambulu.  Selama penggunaan metode pembelajaran inquiry basic siswa lebih aktif dalam memecahkan masalah dan guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah. Tujuan dalam penelitian ini ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran IPA pokok bahasan sistem ekskresi pada manusia dan kesehatan setelah diterapkannya pengajaran inquiry basic pada siswa kelas IX-A semester ganjil SMPN 2 Ambulu Kabupaten Jember. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas IX-A SMPN 2 Ambulu Kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pengajaran inquiry basic  memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (51%), siklus II (86%), siklus III (92%). Penerapan pengajaran inquiry basic  mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk mempelajari pelajaran IPA yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pengajaran inquiry basic  sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar

    Cover, Dewan Redaksi, Daftar Isi

    No full text
    Atribut Jurna

    PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NONEXAMPLE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN PENGAMATAN PADA SISWA TUNARUNGU KELAS VIIIB DI SLB B YRTRW SURAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model  pembelajaran Example Non- Example terhadap keterampilan menulis laporan pengamatan pada siswa tunarungu kelas VIIIB di SLB B YRTRW Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian yaitu pre-experimental design dalam bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SLB B  YRTRW yang berjumlah 8 siswa. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik non parametrik yaitu Wilcoxon Sign Rank Test dengan menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Example Non- Example berpengaruh terhadap keterampilan menulis laporan pengamatan pada siswa tunarungu terlihat dari hasil pretest dan posttest. Dengan analisis Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan Z hitung = 2,375 dengan Asymp. Sig. (2tailed) = 0,018 lebih kecil daripada α (Taraf signifikansi (0,05)). Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Example Non- Example berpengaruh terhadap keterampilan menulis laporan pengamatan pada siswa tunarungu kelas VIIIB di SLB B YRTRW Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018

    PENGARUH METODE TANYA JAWAB TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI DI TK KANZUL MAKARIM GLENMORE BANYUWANGI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar anak di TK Kanzul Makarim melalui penerapan metode tanya jawab. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam meningkatkan motivasi belajar di kelompok B TK Kanzul Makarim. Penelitian Kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Untuk menentukan responden penelitian menggunakan teknik population research dengan jumlah 25 anak. Penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Untuk menguji kevalidan data, peneliti menggunakan analisis chi kuadrat. Hasil analisis chi kuadrat menghasilkan X² = 8,75 lebih besar dari X² = 3,84 pada taraf signifikansi 5%, berarti menunjukkan ada pengaruh. Kesimpulan penelitian ini bahwa metode tanya jawab berpengaruh terhadap motivasi belajar anak usia dini di TK Kanzul Makarim Kecamatan Glenmor

    224

    full texts

    625

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IKIP PGRI Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇