Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
EDUKASI HYDROTERAPI WUDHU SISWA PENDIDIKAN VOKASI
The influence of wudu is so deep that wudu can cultivate positive perception and motivation, effective coping, positive emotional response, and can avoid stress reaction. Body part that is exposed to ablution water is an open body part, which is often encountered by bacteria and virus causing disease, that part must be cleaned to avoid various diseases .. For that, Hydroterapi education ablution on vocational education students is an integrated mental education program that serves as a key learning. This is a solution to improve learning success for children who choose vocational education as a means of aspiration towards the future. However, the devotion to the mental education program for vocational education students based on school health units is still very limited. Therefore, it takes a dedication that can produce technical applications. Location devotion is in SMKN 2 Pekanbaru. This devotion is motivated by mental readiness in low vocational student learning. One reason is that the students feel very anxious, and frightened when confronted with technical things outside of themselves. Solutions that can be done to reduce anxiety or stress in the face of learning is to perform ablution before the class begins
PENYULUHAN PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI GURU-GURU SDN TUMPUKRENTENG 01 TUREN MALANG
Community service activities titled "Counseling Class Action Research (PTK) for teachers of SDN Tumpukrenteng 01 Turen Malang" option to provide knowledge and skills for teachers at SDN Tumpukrenteng 01 Turen Malang on how to compose research titles, introductions, , and research methods on PTK. The knowledge and skills needed through the counseling are expected to improve teacher performance SDN Tumpukrenteng 01 Turen in improving the quality of learning in the classroom through PTK. This devotional activity was held on 21 and 22 August 2017 at SDN Tumpukrenteng 01 Turen Malang with lecture, question and answer method, and independent practice. This devotion activity was positively responded by all participants. This can be seen through the number of teachers present and asking questions during the question and answer session. In addition, teachers are also enthusiastic in presenting various problems in the classroom related to learning. The ability of teachers to find problems and find solutions to these problems has also improved considerably. Teachers have also been able to develop a PTK proposal in accordance with classroom learning conditions
IbM KOMUNITAS DEWI SEKARTAJI PEJUANG PEMBELAJARAN KEAMANAN PANGAN TERPADU
Prioritas khusus Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI adalah Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) sebagai indikator keamanan pangan. Program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) ini bertujuan sebagai inovasi pengembangan dari komik (Kertajaya), ular tangga (Urlangga), scrabble (Gamble) yang berjuang bersama Dewi Sekartaji mensejahterakan masyarakat kota Kediri dengan meningkatkan knowledge and awarness siswa SD untuk mampu memilih jajanan pangan sehat. Target khusus dalam IbM merupakan pengembangan edukatif rekretif berbasis budaya lokal secara menyeluruh baik kognitif, afektif dan psikomotor. Adapun rencana metode pelaksanaan IbM dilakukan melalui tahap persiapan (observasi, survei lingkungan sasaran, sosialisasi internal, dan perijinan), tahap prapelaksanaan (studi pustaka, persiapan administrasi dan birokrasi, pembuatan media 3 Serangkai Dewi Sekartaji) dan tahap pelaksanaan selama 5 kali tatap muka (sosialisasi program sasaran, pelaksanaan program, pengawasan dan evaluasi). Hasil terdapat perubahan tingkat pengetahuan dan sikap responden. Program ini perlu adanya kerjasama dari stakeholder terkait untuk memperoleh luaran IbM yang berkualitas berupa: (1) Pembinaan Jasa kesehatan kader cilik dan komunitas Sekartaji; (2) Media Ajar 3 Pejuang Keamanan Pangan (Kertajaya, Urlangga, dan Gamble); (3) Paten Media Ajar 3 Pejuang Keamanan Pangan
IPTEKS BAGI PRODUK EKSPOR KOPI LUWAK DI LAMPUNG BARAT
Permasalahan yang muncul dari beberapa aspek, yaitu; aspek produksi, SDM, manajemen, finansial, jaminan mutu, dan strategi pemasaran. Permasalahan yang paling pokok untuk menembus ekspor adalah adanya persyaratan Sertifikasi Keaslian Produk yang sampai saat ini belum jelas proses perolehannya. Metode dan sasaran yang akan dilakukan pada kegiatan Program IbPE selama 3 tahun adalah sebagai berikut: 1). Melengkapi dan memperbaiki peralatan yang digunakan dalam proses produksi kopi luwak guna memenuhi kebutuhan dan standar ekspor; 2). Pendampingan pembuatan Sertifikasi Keaslian Produk; 3). Pendampingan dalam pengurusan dokumen badan hukum dan dokumen ekspor lainnya; 4). Melakukan pelatihan dan pendampingan kegiatan produksi, pengemasan, hingga pemasaran ke luar negeri. Hasil yang ingin dicapai melalui program IbPE ini antara lain: 1). Tahun pertama capaian yang ditargetkan adalah memperbaiki kualitas dan jaminan mutu produksi kopi luwak sesuai standar ekspor 2). Tahun kedua capaian yang diinginkan adalah terciptanya sistem keuangan, manajemen SDM, manajemen persediaan yang baik dan tersertifikasinya keaslian produk kopi luwak guna menunjang kegiatan ekspor; 3). Tahun ketiga capaian yang ingin dicapai adalah Mitra UKM dapat melakukan proses ekspor kopi luwak ke Luar Negeri
SOSIALISASI MITIGASI BENCANA LONGSOR LAHAN PADA SISWA SD DI KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG
Penanggulangan bencana yang baik harus terintegrasi ke dalam sektor pendidikan, karena pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengintegrasian ini bisa dimulai sejak dini dimulai yaitu anak-anak di jenjang TK–SD sampai jenjang SMP–SMA. Anak–anak yang terbiasa bersinggungan dengan bencana dianggap mampu membuat keputusan dan berperan aktif ketika bencana terjadi, sehingga mereka mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri. Anak–anak adalah pemain utama dalam kegiatan pembelajaran sejak dini ini. Kegiatan pembelajaran bencana ini bisa meliputi bagaimana menilai, merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi serta mempengaruhi teori dan praktik (Benson and Bugge, 2006). Program Abdimas ini menekankan pada sosialisasi tentang mitigasi bencana, khususnya tanah longsor bagi siswa SD di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bencana tanah longsor telah menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan. Materi pelatihan disusun didasarkan atas analisis kebutuhan peserta yang dilaksanakan melalui pelatihan dengan melibatkan siswa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Dengan demikian materi sosialisasi betul-betul sesuai kebutuhan dan agar bisa berjalan efektif dan efisien. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian simulasi mitigasi bencana longsor lahan di SD Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diperoleh bahwa pelaksanaan pengabdian mitigasi bencana longsor lahan di SD di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, berlangsung dengan baik, lancar dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Hasil evalusi siswa tentang pemahaman bancana longsor lahan di SDN Kalisong 2 dengan nilai rata–rata 64, sedangkan di SDN Kucur 3 memperoleh nilai rata–rata 77. Berdasarkan hasil pengabdian disarankan bahwa perlu adanya penambahan waktu untuk melakukan simulasi mitigasi bencana longsor lahan untuk menghasilkan hasil yang maksimal
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF (NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) DAN JIGSAW) DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS VII DI MTs AL-BADRI KALISAT KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar IPA Terpadu karena guru sangat dominan dalam pembelajaran, metode pengajaran yang diberikan pada siswa masih konvensional, sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka peneliti memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan tipe Jigsaw.
Guru dalam melakukan pembelajarannya tidak harus terpaku hanya pada satu metode atau tipe saja. Guru sebaiknya harus menggunakan tipe yang bervariasi agar jalannya pembelajaran tidak membosankan tetapi menarik perhatian peserta didik. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah peserta didik sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Motivasi adalah salah satu hal yang berpengaruh pada tingkah laku seseorang, karena setiap orang memiliki kemampuan dan keinginan yang berbeda. Tanpa motivasi, proses pembelajaran akan sulit mencapai kesuksesan yang optimum.
Penelitian ini dikelompokkan ke dalam penelitian studi komparatif dan kuantitatif dengan menggunakan rancangan desain faktorial 2×2, teknik analisis datanya adalah Anava 2 jalur. Penelitian ini melibatkan 67 siswa sebagai sampel penelitian yang diambil secara purposive sampling, yang dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok satu sebagai kelompok kontrol, sedangkan kelompok dua sebagai kelompok eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan 4 metode yaitu observasi, dokumentasi, tes dan angket. Serta analisis data menggunakan rumus Anava 2 jalur yang dibantu dengan program software computer SPSS 17.
Hasil analisis data yang diperoleh perhitungan SPSS dapat dilihat terdapat pengaruh strategi pembelajaran kooperatif dan motivasi terhadap hasil belajar IPA Terpadu serta terdapat interaksi antara strategi pembelajaran kooperatif dan motivasi dengan dibuktikan hasil uji Anava 2 jalur menunjukan angka kurang dari 0.05, hal ini berarti data penelitian ini signifikan. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis, diperoleh data bahwa menolak hipotesis nihil.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa 1) Ada perbedaan hasil belajar IPA Terpadu, antara siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan Jigsaw pada siswa kelas VII, 2) Ada perbedaan hasil belajar IPA Terpadu antara kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar pada pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT) dan Jigsaw kelas VII, 3) Ada interaksi antara penggunaan tipe pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Jigsaw dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar IPA Terpadu pada kelas VII
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Tutorial Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Seni Budaya Pokok Bahasan Menggambar Desain Ragam Hias Kelas VIII SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016-2017
Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Tutorial Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar. Hasil belajar Seni Budaya Pokok Bahasan Menggambar Desain Ragam Hias. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah media pembelajaran berbasis video tutorial dapat mempengaruhi motivasi belajar pada mata pelajaran seni budaya pokok bahasan menggambar desain ragam hias siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017?, 2) Apakah media pembelajaran berbasis video tutorial dapat mempengaruhi hasil belajar mata pelajaran seni budaya pokok bahasan menggambar desain ragam hias siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017?, dan 3) Apakah ada pengaruh media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap motivasi belajar dan hasil belajar secara bersama-sama mata pelajaran seni budaya pokok bahasan menggambar desain ragam hias siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017?, Tujuan: 1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap motivasi belajar terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran seni budaya pokok bahasan menggambar desain ragam hias siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017. 2) untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran seni budaya pokok bahasan menggambar desain ragam hias siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017. 3) untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap motivasi belajar dan hasil belajar secara bersama-sama pada mata pelajaran seni budaya pokok bahasan menggambar desain ragam hias siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai sig. dari variabel pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap motivasi belajar siswa 0.000, kesimpulan sig. > 0,05, berarti media pembelajaran berbasis video tutorial berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa, 2) nilai sig. dari variabel media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap hasil belajar adalah 0.000, kesimpulan sig. > 0,05, ini berarti media pembelajaran berbasis video tutorial berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, 3) hasil output analisis regresi diperoleh Fhitung 53,183 dengan sig. 0,000, karena >0,05 maka ada pengaruh secara bersama-sama media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap motivasi belajar dan hasil belajar. Saran yang diajukan agar para guru memperhatikan media pembelajaran berbasis video tutorial untuk mencapai motivasi dan hasil belajar lebih baik
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS 1 DI SD INKLUSI GLAGAHWERO 01
Anak tuna grahita ringan memiliki hambatan berfikir abstrak begitu juga pada pelajaran matematika terutama dalam berhitung khususnya berhitungpenjumlahan dan pengurangan, karena penjumlahan dan pengurangan merupakan kemampuan dasar matematika yang harus benar-benar di pahami.Permasalahan tersebut dapat teratasi dan dipecahkan dengan metode pembelajaran yang cocok misalnya dengan pembelajaran matematika realistik.Tujuan pembelajaran matematika realistik yaitu memudahkan anak belajar matematika dengan mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari.Sehingga permasalahan berhitung penjumlahan dan pengurangan dapat teratasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatifdengan desain penelitian yaitu The One Group Pretest – Posttest Design dengan membandingkan hasil tes sebelum intervensi/perlakuan (pretest)dengan hasil tes setelah intervensi/perlakuan (posttest). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Untuk menjawab rumusanmasalah pada penelitian ini, menggunakan rumus sign test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Ada Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik terhadap Kemampuan erhitung Anak Tunagrahita Ringan Kelas 1 SD Inklusi Glagahwero 01 Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2014/2015
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK TENAGA PENGAJAR DI TK LABSCHOOL IKIP PGRI JEMBER
Pengembangan media video tentang Number Head Together (NHT) di TK LABSCHOOL IKIP PGRI JEMBER, dilatar belakangi sulitnya tenaga pengajar menerapkan model-model pembelajaran, hal tersebut karena tenaga pengajar hanya sekedar membaca buku tanpa tahu seperti apa penerapkan yang benar selaian itu tidak adanya waktu tenaga pengajar untuk mempelajarinya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Wiliam W. Lee & Diana L. Owens. Adapun tahapan-tahapan tersebut yaitu (1) Analisis (Analysis), (2) Desain (Design), (3) Pengembangan (Development), (4) Penerapan (Implementation), dan (5) Evaluasi (Evaluation). Produk media yang dihasilkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media yakni dosen IKIP PGRI Jember. Selanjutnya diuji coba pada enam tenaga pengajar untuk menguji kemenarikan dan kemudahan penggunaan medi video.Produk yang dihasilkan berupa media videoNumber Heads Together dalam bentuk program aplikasi sehingga dapat di-copy-paste kan pada setiap komputer/laptop pengguna. Produk ini pun dikemas dalam bentuk CD juga penyimpanan digital (flashdisk) dan disertai pula buku petunjuk. Berdasarkan hasil perhitungan angket aspek kelayakan yang diperoleh dari ahli materi 85% yang berarti layak, dari ahli media 65% yang berarti layak digunakan. aspek kemudahan yang diuji coba pada tenaga pengajar memperoleh presentase 85% yang berarti media videoNumber Heads Together mudah digunakan. aspek kemenarikan yang diuji cobakan pada tenaga pengajar memperoleh presentase 88,5% yang berarti media videoNumber Heads Together menarik digunakan. Saran yang diajukan, kepada kepala sekolah adalah media videoNumber Heads Together dapat dijadikan sebagai alternatif untuk tenaga pengajar dalam mempelajari kooperatif tipe number heads together, supaya dapat memberikan variasi dalam kegiatan pembelajaran