Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
STUDI TENTANG HUBUNGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP PERILAKU AGRESIF DAN EMPATI ANAK USIA DINI
Merubah sikap perilaku agresif anak usia dini dan mengembangkan rasa empati anak merupakan usaha yang harus terus dilaksanakan oleh pendidik. Anak-anak memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyesuaikan tingkah lakunya dengan apa yang diamati di sekitarnya. Video pembelajaranbagi anak adalah sesuatu yang menyenangkan, merupakan kegiatan bermain ketika anak sedang menerima pembelajaran di kelas dan satu-satunya motif tujuan ini untuk mengembangkan pencapaian perkembangan terutama pada sosial emosional anak yang memiliki perilaku agresif dan menumbuhkan sikap empati sejak dini. Penelitian ini dilakukan pada PAUD di wilayah gugus 7 kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Jumlah anak berusia 5-6 tahun di gugus 7 sebanyak 118 anak. Desain penelitian menggunakan penelitian eksprimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Deskripsi data disajikan berupa data distribusi hasil kegiatan pemberian video pembelajaran dengan penerapan pemberian video pembelajaran. Hasil belajar perilaku agresif dan sikap empati: a) Diketahui hipotesis penelitian: Ho = tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan pada Hasil kegiatan Pemberian video pembelajaran antara perilaku agresif dan sikap empati. H1 = ada pengaruh perbedaan yang signifikan pada hasil kegiatan pemberian video pembelajaran antara perilaku agresif dan sikap empati. b) Hasil perhitungan uji mann whitney(z score) sebesar -6,546 dengan nilai sig.(p) = 0.000. c) Kesimpulan: nilai sig.(p) t hitung (0.000) < 0.05 maka H1 diterima bahwa ada pengaruh perbedaan yang signifikan pada hasil kegiatan pemberian video pembelajaran antara perilaku agresif dan sikap empati (menggunakan metode pemberian video pembelajaran)
IbM SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DAN ARRAFI'I DI SARIK ALAHAN TIGO KECAMATAN HILIRAN GUMANTI KABUPATEN SOLOK
Pemanfaatan sumberdaya perikanan darat dan budidaya belut dalam skala lokal dapat mempengaruhi tingkat pengangguran dan kemiskinan, operasionalisasi pembangunan berkelanjutan, globalisasi perdagangan dan investasi, terbangunnya industri hasil pertanian mulai dari tingkat bawah seperti pada tingkat nagari. Nagari Sarik Alahan tigo memiliki sumberdaya alam pertanian dan perikanan darat yang sangat luas, karena nagari tersebut dikelilingi oleh daerah perbukitan yang sangat potensial jika dimanfaatkan sebagai lahan pertanian terutana budidaya ikan dan belut. Ponpes Darussalam berada di Jorong Pinti Kayu Nagari Sarik Alahan Tigo dan Ponpes Syeh H.Rafi’i terletak di Jorong Sungai Anggai Kecamatan Hiliran Gumanti, kabupaten Solok sebenarnya memiliki potensi alam yang memungkinkan untuk pengembangan usaha perikanan darat, karena di sekitar pondok pesantren terdapat kolam yang berpotensi pengembangan ikan nila dan belut, serta di sekitar pondok pesantren terdapat lahan datar dengan saluran irigasi sangat baik, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ikan darat tersebut. Permasalahan yang dihadapi kedua ponpes ini relatif mirip. Permasalahannya terletak pada sumber dana untuk biaya operasional ponpes tidak mencukup karena hanya bersumber dari dana BOS dan swadaya, topografi yang sulit dijangkau oleh transportasi, tidak memiliki skill dalam pengembanga usaha. Kegiatan IbM ini menyasar pada santri dan pengurus ponpes untuk dapat diberdayakan dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru yang sifatnya inovatif secara swadaya, yaitu pengelolaan perikanan darat yaitu budidaya ikan nila dan belut. Adapun ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditransfer adalah: 1) Pelatihan pengolahan kolam dan keterampilan budidaya ikan dan belut, 2) Pelatihan Penyusunan Pembukuan Sederhana, 3)Tata Cara Pengurusan Ijin Usaha Perdagangan
PENGARUH MEDIA ORIGAMI TIGA DIMENSI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HEWAN PADA ANAK AUTIS DI SLB-B DAN AUTIS TPA JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media origami tiga dimensi terhadap kemampuan mengenal hewan pada anak autis di SLB-B dan AUTIS TPA Jember TahunAjaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah single subject research (SRR) dengan desain A-B, dimana (A) merupakan fase baseline dan (B) merupakan fase treatment/intervensi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal 5 hewan ini ditunjukkan dengan data persentase nilai pada fase baseline (A) antara lain 0%, 20%, 20%, 20%, dan 40%, sedangkan pada fase intervensi (B) antara lain 60%, 60%, 80%, 80%, dan 80%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi, maka dapat dibuktikan bahwa penggunaan media origami tiga dimensi berpengaruh terhadap kemampuan mengenal hewan anak autis di SLBB dan AUTIS TPA Jember .
 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENULIS TEKS REPORT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROUND TABLE SISWA SMP NEGERI 2 DONGKO - TRENGGALEK
The students’ writing achievement of SMP Negeri 2 Dongko, class IX D especially is low. It can be seen on the mark of students’ assesment on writing Report text. That’s why the research is held as the attempt to find the propper learning model by implementing Round Table model. Hopefully, it is intended to enhance the students’ ability on writing skill. In this case the primary purpose is that the students can explore his idea to compose a good report text. In implementing the Round Table model, the first step is to divide class into small groups consist of 5 students, then In each group the students have to write in turn, a sentence for each, based on the framework they have made before. The research held is Classroom Action Research with the goal to know whether the increasing of the students’ achievement after implementing Round Table model. After the research, the data analized shows that classical learning mastery has increased from 59,46 in pre cycle, 67,89 in cycle 1 and 75,46 in cycle 2. The percentage of learning mastery is also increasing from 57,14% in pre cycle, 71,43% in cycle 1 and 88,57% in cycle 2. Thus, it can be concluded that the implementation of Round Table model has succeded in increasing the achievement on writting Report Text of the IX D students
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP/MTs PADAMATERI GERAK MENGGUNAKAN THREE-TIER TEST
This study aims to determine the profile of students' understanding concept of SMP/MTs on the material of motion. Do students really understand the concept given, or have experienced the lack of knowledge and even misconceptions so can be followed up with improvements in the learning process to overcome the problem. This research was conducted by giving the motion material test to the students of class VII SMP/MTs in Jember by using ThreeTier Test. Three-tier test is a multi-tiered, multi-choice written test. First tier problem that serves to assess the students' descriptive knowledge and second tier questions in the form of points of reason for the answers to the first level question that serves to assess the mindset of students. The second level consists of four answer options, then the two tier test is added with the Confidence Rating (confidence level) with two answer options, which are sure and unsure. The two-tier test combined with the Confidence Rating is then called the Three-tier Test. Based on the data obtained found 13.2% of students already understand the concept of motion materials, 14.4% of students are still less understood about the material motion, and 57.4% of students experience misconception in the material motion
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESCRIPTIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN CONSEPT SENTENCE DAN SPLIT DICTATION
Writing text descriptive essentially aims to provide information, describe something that means making other. Knowledge and experience in describing something will train someone to know the material , Gathering details, organizing ideas, and selecting words in writing. This learning model is chosen in the hope of the concept of sentences obtained by students can create text descriptive based on the images presented. The application of split dictation, students are expected to be able to write with the proper spelling. The results showed that the learning model of consept sentence and split dictation can improve the ability to write descriptive text of class VII H SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek academic year 2015/2016. The percentage of completeness of classical learning activity in cycle 1 reached 63% with grade average grade 71, while the percentage of classical learning activity cycle 2 reaches 93% with grade average grade 81. There is an increase of classical learning activity 30%. To improve each aspect of descriptive text writing from cycle 1 to cycle 2, there are 10% grammar, 10% vocabulary, 10% content and spelling 15
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua dan tiga kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah guru-guru di SD Negeri Seruni 01 Kecamatan Jenggawah yang terdiri dari enam orang guru kelas dan dua orang guru bidang studi. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 79,38 kategori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88 dengan kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 kategori “baik”. Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang diobservasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar
PENERAPAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA MELALUI TUTOR SEBAYA SMP NEGERI 2 AMBULU - JEMBER
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana upaya meningkatkan aktivitas siswa tentang aritmatika sosial melalui penerapan problem solving dengan bantuan tutor sebaya. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas siswa siswa setelah pembelajara tentang aritmatika sosial kelas VII C SMP Negeri 2 Ambulu-Jember. Subyek penelitian ini adalah siswa VII C SMP Negeri 2 Ambulu-Jember dengan jumlah 37 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa pada saat pembelajaran dilaksanakan yaitu 81.12% pada siklus 1 dan 90.93% pada siklus 2. Sedangkan aktivitas siswa dapat dikatakan tuntas dengan persentase ketuntasan 92.5 % pada siklus 1 dan siklus 2
PENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan minat dan hasil belajar siswa rendah. Persoalan tersebut disebabkan karena pembelajaran matematika masih berorientasi pada guru dan siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu digunakan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW yang menumbuhkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa saat mengikuti pembelajaran tipe JIGSAW, dan bagaimana hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe JIGSAW. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata aktivitas siswa secara individu maupun kelompok selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan sebesar 8%, dari siklus I mencapai rata-rata 76%, kemudian pada siklus II mencapai rata-rata 84%. Pada keterampilan berkooperatif pada siklus I rata-rata persentase mencapai 74%, sedangkan pada siklus II rata-rata persentase mencapai 86% meningkat sebesar 12%. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal pada tes akhir siklus I mencapai 86,49% dan pada tes akhir siklus II mencapai 91,89% mengalami peningkatan sebesar 5,43%
PENGEMBANGAN JURNAL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PRAKTEK MATAKULIAH METODELOGI PENELITIAN
Bagi mahasiswa dapat dikatakan lulus sebagai sarjana apabila laporan hasil penelitiannya telah di uji dalam ujian sidang skripsi. Untuk memperoleh hal tersebut mahasiswa mempunyai kewajiban untuk melakukan penelitian. Tidak hanya sekedar keinginan untuk lulus tetapi dengan melakukan penelitian mahasiswa diberdayakan untuk menganalisis data atau informasi secara sistematis sehingga menghasilkan kesimpulan yang sah. Sistematis dan sah merupakan kata kunci dalam dunia akademis yang disebut dengan metode ilmiah, sedangkan metode ilmiah merupakan konsep dan praktek dalam penelitian. Metode ilmiah yang dimiliki mahasiswa tergolong rendah, dengan kurang pahamnya apa yang melandasi terjadinya suatu penelitian diluar keinginan untuk lulus. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan jurnal belajar yang merupakan dokumen mahasiswa dan berisi refleksi setelah mahasiswa mengalami proses belajar. Tujuan penelitian ini meng-hasilkan jurnal belajar hasil pengembangan sebagai strategi pembelajaran melalui model 4-D Thiagarajan. Penelitian dilaksanakan pada Fakultas Ilmu Pendidikan, IKIP PGRI Jember. Penelitian uji coba produk jurnal belajar berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor angket respon mahasiswa. Data kualitatif diperoleh komentar mahasiswa pada uji perseorangan dan uji kelompok kecil. Hasil penelitian dan pengembangan jurnal menunjukkan kriteria layak. Uji coba produk pada uji perseorangan yaitu keterbacaan jurnal yang sudah menerima materi metode penelitian menunjukkan kriteria layak yaitu sebesar 3,2, sedangkan penguasaan konsep dan praktek tingkat keberhasilan mencapai 100%, sedangkan uji kelompok kecil yaitu keterlaksanaan pembelajaran mencapai 94%.