Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
    625 research outputs found

    PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPK ST. PETRUS JEMBER SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015 – 2016

    Get PDF
    Layanan bimbingan belajar merupakan layanan bimbingan dan konseling yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh layanan bimbingan belajar terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII Di SMPK ST. PETRUS Jember Semester Genap Tahun Ajaran 2015 – 2016. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif (kausal). Metode penentuan daerah penelitian menggunakan metode Purposive Sampling Area dengan pertimbangan tertentu yaitu SMPK ST. Petrus Jember. Jumlah subjek penelitian adalah 66 siswa menggunakan metode Populasi Research. Metode pengumpulan data menggunakan 4 metode yaitu angket, interview, observasi dan dokumentasi. Untuk pengumpulan data yang utama digunakan peneliti adalah metode angket. Dalam analisis data menggunakan rumus Product Moment dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil analisis data yang diperoleh melalui penghitungan SPSS dapat diketahui korelasi antara layanan bimbingan belajar dan motivasi belajar siswa kelas VIII SMPK ST. Petrus Jember diperoleh angka 0.537 hal ini berarti 53,7% data keduanya berpengaruh. Koefisien korelasi signifikan dengan tanda ** yaitu dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis, diperoleh data bahwa Ho ditolak yang berarti ada pengaruh layanan bimbingan belajar terhadap motivasi belajar. Berarti dalam penelitian ini ada pengaruh yang signifikan antara layanan bimbingan belajar terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VIII di SMPK ST. PETRUS Jember Semester Genap Tahun Ajaran 2015 – 2016. Hal ini dapat dilihat pada hasil perhitungan angket pada hasil penghitungan SPSS

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA POKOK BAHASAN LOGIKA MATEMATIKA

    Get PDF
    Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran inquiry yang dapat meningkatkan kemampuan bernalar logis mahasiswa pada pokok bahasan logika matematika; (2) untuk mendeskripsikan hasil belajar mahasiswa semester III tahun akademik 2017/2018 mata kuliah Konsep Dasar Matematika setelah pelaksanaan pembelajaran inquiry. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis mahasiswa kelas D2 program studi pendidikan guru madrasah ibtidaiyah IAIN Jember. Hal ini juga menunjukan bahwa hasil belajar logika matematika dalam pembelajaran ini telah mencapai kriteria ketuntasan belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari indikator-indikator berikut: (1) kemampuan berpikir logis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari menunjukkan peningkatan dari 65% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II; (2) dari hasil tes belajar diketahui bahwa peserta didik yang telah mencapai skor 70 atau lebih juga menunjukkan peningkatan dari 69% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II

    PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERBASIS LEARNING COMMUNITY

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada mata kuliah Matematika Dasar dengan pendekatan Blended Learning berbasis Learning Community.  RPP yang dikembangkan berdasarkan learning outcome dan learning objective yang telah disesuaikan dengan konsep kurikulum nasional saat ini. Mata kuliah Matematika Dasar ini disampaikan pada mahasiswa semester tiga program studi Sistem Informasi di Universitas Kanjuruhan Malang. Pengembangan RPP ini menggunakan konsep pengembangan Borg dan Gall yang telah direvisi, dengan menggunakan tiga ahli sebagai validator RPP, yaitu ahli pembelajaran matematika, ahli pembelajaran Blended Learning, ahli learning community. Berdasarkan hasil validasi ahli, diperoleh skor 3,77 yang berarti RPP berada dalam tingkat yang valid dan layak untuk diujicobakan

    EFEKTIVITAS SYNERGETIC TEACHING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang berusaha mengetahui hubungan sebab akibat anatara suatu variabel terhadap variabel lainnya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran synergetic teaching pada pembelajaran matematika. Pembelajaran dikatakan efektif dalam penelitian ini apabila: 1) Hasil belajar siswa melalui pembelajaran Synergetic Teaching lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran pada umumnya yang diawali dengan penjelasan materi dan dilanjutkan dengan pemberian latihan soal, 2) Rata-rata hasil belajar siswa setelah pemberian tindakan Synergetic Teaching lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa sebelum pemberian Synergetic Teaching, 3) Rata-rata hasil belajar setelah pemberian tindakan Synergetic Teaching lebih dari nilai KKM yaitu 75. 4) Presentase lembar observasi kegiatan guru dan siswa sekurang-kurangnya  (berada pada kategori aktif) dan persentase observasi kegiatan guru dan siswa pada pembelajaran synergetic teaching lebih baik dari persentase observasi kegiatan guru dan siswa pada pembelajaran pada umumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran synergetic teaching efektif ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil belajar siswa diperoleh rata-rata nilai kelas eksperimen adalah 83,666 dengan standar deviasi 6,728. Sementara rata-rata nilai kelas kontrol adalah 78,933 dengan standar deviasi 19,2000. Sehingga pada analisis akhir menunjukkan thitung = 2,636 dan ttabel = 1,685 untuk taraf signifikasi 5%. Karena thitung > ttabel maka H0 ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa menggunakan Synergetic Teaching lebih baik daripada pembelajaran pada umumnya (ceramah). Berdasarkan aktivitas pembelajaran, rata-rata aktivitas siswa pada kelas eksperimen adalah 83,125% lebih dari rata-rata aktivitas siswa pada kelas kontrol 76,5%. Sementara rata-rata aktivitas pembelajaran guru pada kelas eksperimen adalah 82,5% lebih dari rata-rata aktivitas guru pada kelas kontrol 80%

    Pembelajaran Matematika Anak Usia Dini Melalui Media Dadu dan Pengaruhnya ditinjau dari Perkembangan Kognitif

    Get PDF
    Learning mathematics for early childhood requires ways and media that are suitable for children's development. Mathematics is a scientific discipline that covers almost all levels of education including early childhood education. The characteristic of early childhood learning is learning while playing as embodied in its curriculum at the level of the National Education System. Media dice games can be used in mathematics learning numerical recognition material that is directly related to aspects of children's cognitive development. This study examines the effect of dice media on cognitive development in the mathematics learning of early childhood education number recognition material. This type of research is quantitative causal with statistical tests used including normality test and homogeneity test and hypothesis testing using T test (T-test) or partial test using SPSS version 22 program. The conclusion of this study is that there are influences of media dice game on cognitive aspects learning material for number recognition in learning early childhood mathematics in the 2018/2019 academic year

    Penggunaan Buku Komik Karya Guru untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas 3 SDN 2 Duwet Kecamatan Panarukan

    Get PDF
    Pendidikan IPA di kelas IV SDN I Duwet memiliki kendala yaitu aktivitas siswa yang menurun dan hasil belajar yang kurang sehingga diperlukan perbaikan yaitu dengan menggunakan metode eksperimen dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 4 di SDN 1 Duwet. hasil Pembelajaran siklus I siswa terlihat aktif dan senang mengikuti pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen yang dapat dilihat dari hasil aktivitas siswa dari pra siklus hanya 40 % menjadi 60 %, pada kegiatan belajar siswa yang mulanya hanya 20 % yang mendapat nilai baik meningkat 60 % hal ini dikarenakan masih terdapat masalah dalam pemahaman tentang macam-macam gaya. Pada siklus II siswa sudah tampak lebih aktif, jika dibandingkan dengan siklus I sehingga untuk aktivitas siswa mengalami peningkatan yang signifikan dari 60 % menjadi 95 % sehingga aktivitas siswa tergolong sangat aktif. Hasil belajar siswa dengan menggunakan metode eksperimen juga mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus II hasil belajar siswa yang mengalami ketuntasan belajar sebanyak 14 siswa atau sebesar 80 % hal ini meningkat dari siklus I yakni 60 % menjadi 80 % hal tersebut terjadi kenaikan 20 % dari keseluruhan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen pada pada pokok bahasan macam-macam gaya dapat meningkatkan aktivitas dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan sehingga hasil belajar juga meningkat

    Peningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Pokok Bahasan Macam-Macam Gaya Menggunakan Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Duwet Kabupaten Situbondo

    Get PDF
    Menulis  merupakan  suatu  keterampilan  yang  tidak  dapat  dipisahkan  dari  proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Peningkatan  pembelajaran menulis  pada  anak-anak  yang  masih  berpikiran  seperti  itu  sangatlah penting.  Lebih  lanjut,  dijelaskan  bahwa  dalam  pembelajaran  menulis untuk  anak-anak  masih  ada  berbagai  kelemahan. Berdasarkan hasil wawancara awal di SDN 2 Duwet, diketahui bahwa terdapat permasalahan dalam pembelajaran menulis cerita di kelas 3. Pada kegiatan penelitian diperoleh hasil Pada siklus I tingkat keberhasilan yang dicapai dapat dilihat dari hasil kemampuan siswa dalam menulis cerita. Sebelumnya pada saat prasiklus jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar hanya 6 siswa (30%), karena pada tahap ini guru belum memberikan tindakan pada pembelajaran menulis cerita. Setelah diberi tindakan yaitu dengan penggunaan media buku komik dalam pembelajaran menulis cerita siswa yang mengalami ketuntasan belajar meningkat menjadi 15 siswa (85%). Akan tetapi hal ini belum mencapai target yang diharapkan, karena siswa masih kurang mengembangkan idenya sehingga cerita yang ditulis siswa sebagian besar masih dipengaruhi oleh temannya dan kurang panjang. Untuk memperbaiki pembelajaran pada siklus I maka peneliti melaksanakan siklus II, dimana kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I disempurnakan dan diperbaiki pada siklus II. Dalam hal ini peneliti dan guru berkolaborasi untuk memperbaiki kekuranga-kekurangan pada siklus I tersebut. Pada siklus I alur cerita pada media buku komik karya guru yang digunakan terlalu panjang sehingga siswa kesulitan mengembangkan idenya. Setelah diadakan perbaikan maka pada siklus II buku komik karya guru yang digunakan ceritanya tidak terlalu panjang dan kata-katanya mudah dimengerti oleh siswa sehingga siswa dapat menceritakan kembali isi cerita secara runtut. Pada siklus II setelah diberi tindakan perbaikan maka kemampuan menulis cerita siswa pada siklus II meningkat menjadi 16 siswa (90%). Pada siklus II ini ketuntasan belajar siswa sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan

    Analisis Kompetensi Pedagogik Dosen Pengampu Mata Kuliah Dalam Implementasi Computer Assisted Instruction (CAI)

    Get PDF
    Globalisasi informasi yang terjadi sekarang ini dimungkinkan oleh media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi melalui radio, televisi dan juga melalui jaringan internet. Dalam penelitian ini, pembahasan tentang kompetensi pedagogik menjadi fokus utama peneliti, karena kompetensi pedagogik pada dasarnya merupakan kemampuan pemahaman tentang peserta didik.Fokus penelitian ini meliputi kompetensi pedagogik dosen pengampu mata kuliah kiatannya dalam mengimplementasikan CAI di dalam proses belajar mengajar.  Metode penelitian yang digunakan yakni deksrptif kualitatif. Analisis data yang digunakan melalui proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.   Inovasi pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan harus dimiliki atau dilakukan oleh guru. Hal ini disebabkan karena pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna. Tanpa didukung kemauan dari dosen untuk selalu berinovasi dalam pembelajarannya, makapembelajaran akan menjenuhkan bagi mahsiswa. Di samping itu, dosen tidak dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Berdasarkan penjelasan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan mengenai kompetensi pedagogik dosen pengampu mata kuliah dalam implementasi CAI yakni mendapatkan hasil penelitian yang menunjukan bahwa kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh seorang dosen kaitannya dengan implementasi CAI dapat membuat mahasiswa menjadi meningkat dalam pengetahuan pembelajarannya terkait dengan perkembangan teknologi informasi pada saat ini

    PENGEMBANGAN CD INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI KEKONGRUENAN DAN KESEBANGUNAN BANGUN DATAR KELAS IX SMP/MTs

    Get PDF
    Pendidikan harus direncanakan secara sistematis agar suasana belajar dapat menarik, menyenangkan dan berjalan secara maksimal. Terbentuknya suasana belajar yang menarik serta menyenangkan, membuat Peserta didik aktif mengembangkan potensi sesuai dengan bakat dan minatnya. Salah satu perencanaan dalam proses pembelajaran adalah dengankehadiran media,  ketidakjelasan dan kerumitan bahan ajar dapat  disederhanakandengan media sebagai perantara. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan media pembelajaran di MTs.NahdlatuthThalabah. Jenis penelitian ini  adalah Research and Development (R&D) dengan  model pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari tiga tahap yaitu need analysis, design, development and implementation.  Subjek uji coba yaitu peserta didik kelas IX A MTs.NahdlatuthThalabah. Hasil dari penelitian ini berupa CD Interaktif pada mata pelajaran matematika materi kekongruenan dan kesebangunan. Penilaian kualitas produk yang dikembangkan terdiri dari tiga aspek yaitu (1) Kevalidan diperoleh dari hasil penilaian para ahli, diantaranya :  penilaian media memperoleh skor 4,6, penilaian materi memperoleh skor 4,1 , penilaian RPP sebesar 4,1, kesemuanya dalam klasifikasi valid. (2) Kepraktisan dinilai dari hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran yang memperolehskor 80% dengan klasifikasi baik. (3) Keefektifan dinilai dari hasil pengamatan aktivitas peserta didik yang memperoleh skor 80% dengan klasifikasi sangat baik, hasil respon peserta didik memperoleh skor 4 dengan klasifikasi baik, hasil respon pendidik memperoleh skor 4 dengan klasifikasi baik dan tes hasil belajar memperoleh ketuntasan 80% dengan klasifikasi baik. Berdasarkan hasil diatas maka media yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis dan efektif

    IMPLEMENTASI SKILL MELIPAT, MENARIK GARIS DAN MENUANG BIJI DAPAT MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI RA DEWI MASYITHOH MUSLIMAT NU KECAMATAN PUGER KAB. JEMBER

    Get PDF
    Peningkatan motorik harus menjadi prioritas utama dalam pembelajaran anak usia dini baik melalui skill melipat, menarik garis dan menuang biji dapat meningkatkan motorik halus anak usia dini. hal ini semua membutuhkan desain pembelajaran baik pada komponen perenacanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi skill melipat, menarik garis dan menuang biji dalam meningkatkan motorik halus Anak usia dini di RA Dewi Masyithoh Muslimat NU Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan junis studi kasus.Peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu (1).Wawancara mendalam (indepth interview), (2). Pengamatan peran serta dan (3). dokumentasi.sedangkan Model analisis data menggunakan analisis data Milles dan Huberman dengan pengecekan keabsahan menggunakan kriteria kredibilitas. Hasil ini menunjukkan bahwa (a)  Perencaan skill diantaranya mengkroscek perencanaan kerja pada hari sebelumnya,membuat konsep untuk hasil belajar sebelumnya,menentukan permainan untuk menghidupkan pembelajaran, dan menentukan media pembelajaran,(b) Pelaksanaan skill, Pertama penerapan kultur keagamaan dalam proses pembelajaran Kedua, memaksimalkan peran dalam mengajar, seperti mengajak anak untuk menggunakan media-media yang ada disekitar lingkungan sekolah, memberikan stimulus untuk memacu  skill dan kreatifitas anak, dan melakukan pendekatan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar. Ketiga, menyelingi pembelajaran dengan bernyanyi dan bermain. Keempat, memperhatikan efektifitas penggunaan media dan efektifitas waktu, Kelima, menfungsikan orang tua dalam pembelajaran skill tertentu,(c) Evaluasi skill melipat, evaluasi terhadap perencanan dan pelaksanaan pembelajaran skill dilakukan kepala sekolah pertama, Kontrol secara internal melalui pengawasan kinerja pada guru-guru. Kedua, kontrol kepuasan orang tua. Evaluasi yang dilakukan oleh guru berpedoman pada kurikulum yang berlaku, sedangkan evaluasi orang tua tua kepada anak di rumah adalah dengan mereview pembelajaran yang sudah dididapatkan di sekolah

    224

    full texts

    625

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IKIP PGRI Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇