Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS I DI SDLB NEGERI PANGGUNGSARI KABUPATEN TRENGGALEK
Fakta dilapangan terdapat permasalahan dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika, anak tunagrahita pada kelas I SDLB Negeri Panggungsari Kabupaten Trenggalek mengalami kesulitan mengenal bangun datar sederhana. Rerata nilai hasil belajar anak dibawah 60, jadi secara klasikal belum memenuhi batas ketuntasan belajar yang telah ditetapkan SDLB Negeri Panggungsari Kabupaten Trenggalek yakni 60 %. Agar terjadi proses belajar yang efektif atau dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan pembelajaran, maka dalam proses pembelajaran guru diharapkan mampu memilih media pembelajaran yang dianggap tepat, sesuai dengan tujuan, bahan dan karakteristik siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan proses pembelajaran dan menganalisis peningkatan kemampuan mengenal bangun datar melalui penerapan media gambar pada anak tunagrahita kelas yang beumlah 2 anak I di SDLB Negeri Panggungsari Trenggalek. Berdasarkan langkah-langkah yang diterapkan dalam 2 siklus mengalami peningkatan dan dapat mencapai batas tuntas sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan, yakni 60 %. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil observasi terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar mengenal bangun datar. Rerata penilaian proses pembelajaran mengenal bangun datar pada siklus I pertemuan 1 sebesar 54 %, siklus I pertemuan 2 rerata sebesar 62 %, dan siklus II pertemuan 1 rerata sebesar 83 %. Rerata penilaian hasil belajar mengenal bangun datar pada kondisi awal rerata sebesar 40 %, siklus I pertemuan 1 rerata sebesar 50 %, siklus I pertemuan 2 rerata sebesar 62 %, dan siklus II pertemuan 1 rerata sebesar 70 %
PENGARUH MEDIA SOSIAL YOUTUBE TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL SISWA KELAS VIII DI MTS NEGERI KALIBARU SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Media Sosial Youtube terhadap Perkembangan Moral Siswa Kelas VIII di MTs Negeri Kalibaru Semester Genap Tahun Pelajaran 2015-2016, peneliti menggunakan metode Purposive Sampling Area yaitu teknik penentuan daerah penelitian dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2015: 85). Adapun tempat penelitian yang ditentukan peneliti adalah MTs Negeri Kalibaru. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan media sosial youtube terhadap perkembangan moral siswa kelas VIII di MTs Negeri Kalibaru semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini dapat dilihat pada hasil perhitungan angket yaitu dengan bantuan SPSS yang dapat dilihat pengaruh antara media sosial youtube dan perkembangan moral siswa kelas VIII MTs Negeri Kalibaru
MENGIDENTIFIKASI KESALAHAN MAHASISWA DALAM MEMBUKTIKAN TEOREMA-TEOREMA KEKONGRUENAN BANGUN DATAR DENGAN METODE THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS)
Mahasiswa yang berkualitas dapat dilihat dari pola pikir. Pada dasarnya peran dosen sangat penting untuk mendorong berkembangnya pola berpikir mahasiswa. Mahasiswa program studi pendidikan matematika perlu memahami bagaimana cara untuk membuktikan teorema berdasarkan pengetahuan yang diperoleh sebelumnya Berkaitan dengan pembuktian teorema ini maka dosen berperan untuk mengetahui sejauh mana langkah-langkah yang telah dilakukan oleh mahasiswa, salah satunya adalah kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa. Metode Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan ketrampilan analitis dengan membantu mahasiswa menciptakan gagasan, melatih konsep, mengidentifikasi kesalahan-kesalahan. Subyek dalam penelitian ini adalah 4 mahasiswa angkatan 2016 program studi pendidikan matematika IKIP Budi Utomo Malang yang menempuh mata kuliah geometri. Berdasarkan pada hasil penelitian bahwa kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam pembuktian teorema antara lain: (1) Mahasiswa pada dasarnya masih dipengaruhi oleh pengalaman belajar geometri yang pernah didapatkan dan tersimpan dalam memori pikirannya dimana tidak cocok dengan struktur geometri yang sedang dipelajari; (2) Mahasiswa masih banyak yang mengalami kesulitan dalam mengaitkan pengertian definisi, aksioma, postulat, atau teorema sebelumnya yang sudah dibuktikan sehingga belum sistematis dalam menggunakannya; (3) Mahasiswa salah dalam memahami definisi atau tidak menuliskan definisi dalam langkah-langkahnya sehingga mahasiswa kesulitan dalam membuat sketsa (gambar); (4) Kurang kreatifitas dalam diri mahasiswa dalam membuktikan teorema, sehingga kesulitan dalam membuktikan teorema pada langkah-langkah selanjutny
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan di PT Sumber Trada Motor Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif. Penelitian ini dilakukan di PT Sumber Trada Motor Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dan metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan pengujian hipotesis menggunakan uji t. Responden dalam penelitian ini sebanyak 36 karyawan. Uji persyaratan instrumen dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Motivasi kerja berpengaruh terhadap Kinerja. Artinya semakin baik motivasi diberikan kepada karyawan maka semakin tinggi pula tingkat kinerja karyawan pada perusahaan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI MENDESKRIPSIKAN KONDISI FISIK WILAYAH DAN PENDUDUK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN “G TO G INVESTIGATION” DI SMP NEGERI 2 DONGKO
Luasnya materi dari KD 1.1 seharusnya bukan merupakan masalah bagi siswa-siswa SMP Negeri 2 Dongko, karena diperpustakaan telah menyediakan buku-buku cetak mata pelajaran IPS. Selain buku-buku rujukan di perpustakaan, setiap siswa juga mempunyai buku pendamping mata pelajaran IPS. Akan tetapi keengganan dalam membaca ini cukup menghambat pencapaian hasil yang optil. Untuk itu peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Materi Mendeskripsikan Kondisi Fisik Wilayah Dan Penduduk Melalui Model Pembelajaran “G to G Investigation” Pada Kelas VIII A Semester 1 Di SMP Negeri 2 Dongko. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tahap-tahap pelaksanaan yang didalamnya terdapat empat tahap kegiatan. Penelitian ini memilih kelas VIII A dengan alasan bahwa kegiatan pembelajaran sehari-hari pada saat kelas VII kelas VIII A ini merupakan kelas yang masih rendah hasil belajarnya. Adapun Instrumen yangdalam penelitian adalah tes tulis pilihan ganda sejumlah 20 butir soal yang pelaksanaannya pada akhir pertemuan ke 2. Dari hasil penelitian dapat diketahui peingkayan keberhasilan siswa, pada saat siklus 1 persentase ketuntasan adalah 75.00% meningkat menjadi 90,63% pada saat siklus 2. Demikian pula dengan nilai rata-rata kelas VIII A pada saat siklus 1 adalah 71,5 dan meningkat menjadi 78,44 pada siklus 2
PKM Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Quran pada Lansia dengan Metode Qiro’ati di Rt 03. Rw. 01 Lingkungan Krajan Karang Kenek Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran membaca Al-Quran pada usia lanjut dengan metode Qiro'ati di Lingkungan Krajan Karang Kenek Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo dan apa saja kendala dalam pembelajaran membaca Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran diadakan setiap hari Minggu pada saat ba'da Maghrib hingga saat pintu masuk doa Isha yang terdiri dari 10 santri lansia. Belajar dilakukan secara klasik atau bersama-sama. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam 3 tahap, yaitu: pertama, pembukaan. Ustadz menyapa dan membaca al-Fatihah bersama. Kedua, kegiatan inti. Ustadz menambahkan materi dengan menulis huruf hijaiyah di papan tulis kemudian Ustadz menjelaskan pengucapan huruf-huruf itu. Jika sudah paham, ulama terus menjelaskan bentuk huruf hijaiyah dan perubahannya. Ketiga, penutupan. Ustadz dan para siswa lanjut usia mengatakan hamdalah bersama dan akhiri dengan ucapan Ustadz. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode ceramah, tanya jawab, dan metode drill. Evaluasi yang digunakan oleh Ustadz adalah evaluasi harian, tetapi tidak ditulis
ANALISIS BERFIKIR KREATIF SISWA SMP ISLAM HUBBUL QUR’AN PADA MATERI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MENGGUNAKAN METODE PRAKTIKUM
Berfikir kreatif merupakan salah satu keterampilan tingkat tinggi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Berfikir kreatif sangat berharga dan perlu dikembangkan untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berfikir kreatif siswa SMP Islam Hubbul Qur’an pada materi pertumbuhan dan perkembangan dengan menggunakan metode praktikum. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Hubbul Qur’an yang terdiri dari 28 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling yang disesuaikan dengan kriteria penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi siswa berdasarkan instrumen penilaian keterampilan berfikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berfikir kreatif pada materi pertumbuhan dan perkembangan menggunakan praktikum dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Karakteristik keterampilan berfikir kreatif yang tertinggi adalah kolaboratif dengan rata-rata persentase 64,0% dan yang terendah adalah rasa ingin tahu yakni 40,0%
PKM Kewirausahaan Usaha pengembangan “Rengginang Sorgum”
Sorgum adalah salah satu tanaman yang ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan sebagai makanan alternatif. Bangkalan adalah salah satu kabupaten yang luar biasa di Pulau Madura yang juga sebagai penghasil tanaman sorgum, terutama di Kecamatan Trageh. Sorgum biasanya dimanfaatkan sebagai makanan ternak oleh masyarakat setempat. Mereka kurang mengembangkan inovasi dalam menciptakan dan memproses panen mereka yang disebabkan oleh modal manusia dari orang-orang Trageh yang kurang mendukung untuk memproses panen mereka. Karena alasan itu, penulis membuat inovasi untuk membuat produk baru sorgum, yang disebut "Rengginang Sorgum". Ini akan dapat mengoptimalkan potensi, keuntungan dan meningkatkan nilai jual sorgum. Selain itu, dapat menjadikan "Rengginang Sorgum" sebagai makanan khas Bangkalan. Selanjutnya, produk baru, "Rengginang Sorgum", diharapkan dapat memberikan inovasi dalam kuliner terkait dengan penggunaan sorgum dan untuk memperluas peluang kerja bagi masyarakat setempat, terutama di Bangkalan
Peningkatan Hasil Belajar Materi Mengidentifikasi Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup Melalui Adaptasi, Seleksi Alam Dan Perkembangbiakan Menggunakan Model Pembelajaran Mind Map
Prosentase ketuntasan klasikal dari kelas yang dipegang peneliti masih dibawah 80%. Capaian nilai rata-rata kelas juga kurang memuaskan hanya berkisar 65,00. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tahap-tahap pelaksanaan yang didalamnya terdapat empat tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX D karena ketuntasan kelas ini adalah yang paling rendah dibandingkan dengan kelas-kelas yang lain. Hasil dari tindakan pada penelitian ini terlihat adanya perkembangan setelah menerapkan model pembelajaran Mind Map. Pada siklus 1 prosentase ketuntasan klasikal pada siklus 1 sebesar 76,00% dan meningkat menjadi 88,00% pada siklus 2. Demikian juga dengan pencapaian nilai rata-rata yang meningkat dari 69,20 pada saat siklus 1 menjadi 78,20 pada siklus 2. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IX D SMP Negeri 2 Trenggalek semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 dalam materi mendeskripsikan kelangsungan hidup makhluk hidu
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA BARU INDUSTRI MAKANAN BERBASIS TEPUNG LOKAL
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan wirausaha berjenis pangan lokal.Suatu wirausaha baru jenis pangan local dari komoditi umbi lokal. Wirausaha yang diorientasikan untuk memperluas kesempatan kerja masyarakat dan peningkatan pendapatan ekonomis mereka. Pelaksanaan kegiatan ini, dilakukan di 7 (tujuh) kabupaten/kota meliputi; Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten ganjuk, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Bondowoso. Peserta dari masingmasing kabupaten/kota sebanyak 30 orang dengan kriteria pe erta meliputi: (I) pelaku usaha kala rumah tangga atau usaha mikro, (2) bergerak di bidang usaha produk olahan makanan yang berbahan baku tepung terigu, dan (3) usaha tersebut masih belum mempunyai/masih proses pengajuan PIRT. Rangkaian kegiatan dalam bentuk workshop dan pelatihan pembuatan diversifikasi aneka produk olahan makanan berbasis tepung lokal.Tepung yang berbahan dasar dan diolah dari hasil potensi daerah.Bentuk olahan terutama dari unsur umbi-urnbian untuk diproduksi menggantikan kegunaan tepung terigu. Materi yang diberikan berfokus pada kewirausahaan/eusrsess plan, pengelolaan administrasi, pemasaran, PIRT, pelatihan pengolahan produk-produk makanan berbasi tepung lokal. Para pengabdi setelah melakukan workshop dan pelatihan peningkatan keterampilan wirausaha baru berbasis umbi-urnbian, setelah itu tim pengabdian mengidentifikasi berbagai usaha rumahan penduduk setempat untuk diberdayakan sesuai dengan potensi yang dimiliki