Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
625 research outputs found
Sort by
Permainan Matematika Sudoku di Sekolah Menangah Atas Katolik (SMAK) Warta Bhakti Kefamenanu
Permainan matematika merupakan salah satu cara untuk membangun minat siswa dan merupakan langkah yang baik agar siswa tidak merasa bosan dalam belajar matematika. Salah satu permainan matematika yang cukup populer saat ini adalah pemainan matematika Sudoku. Puzzle Sudoku identik dengan angka dan cukup rumit jika belum paham aturan permainannya. Tujuan dari teka-teki ini adalah untuk menempatkan angka-angka pada baris dan kolom yang tersedia. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan minat belajar matematika siswa dengan metode permainan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga (3) hari di SMAK Warta Bhakti Kefamenanu kelas X1 IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah rata-rata hasil pre-test siswa sebelum diberikan permainan adalah 48 sedangkan rata-rata hasil post-test siswa setelah diberikan permainan adalah 87.59 . Hal ini menunjukkan bahwa setelah siswa diberikan pemahaman tentang cara bermain Sudoku, hasil yang diperoleh lebih memuaskan dibanding sebelum diberikan pemahaman mengenai permainan ini. Melalui kegiatan ini pula minat belajar matematika siswa dapat dikatakan meningkat
PENGEMBANGAN KARTU MATEMATIKA ASYIK (KARMAS) UNTUK MENUNJANG MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT)
Dalam belajar matematika, siswa cenderung terbiasa dalam menghafal dan mengingat rumus-rumus yang ada dalam matematika. Akibatnya ketika siswa dihadapkan dengan masalah-masalah dalam kategori sedang, sulit atau berbeda (tidak rutin) dari contoh yang diajarkan, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya menggunakan rumus-rumusyang telah dipelajari. Siswa perlu dibiasakan untuk bergelut dengan berbagai macam permasalahan. Salah satu model pembelajaran yang dapat menfasilitasi siswa untuk berlatih soal yaitu Model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Guna keberhasilan pembelajaran, maka diperlukan suatu Media Kartu Matematika Asyik (KARMAS). Penelitian menggunakan jenis penelitian pengembangan. Tujuan yaitu menghasilkan media kartu matematik asyik (KARMAS) untuk menunjang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang valid, praktis dan efektif. Adapun subyek penelitian adalah siswa SMKN 3 jember kelas X tahun ajaran 2018/2019. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Kemp. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah telah tersusunnya media pembelajaran Kartu Matematika Asyik (KARMAS) untuk menunjang model pembelajaran kooperatif yang valid, praktis dan efektif
Penggunaan Media Kartu Angka Bergambar dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Materi Pengenalan Angka dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Belajar
The role of learning media is very large in achieving learning messages, namely teaching material. Learning media can provide reinforcement of the explanations delivered by the teacher. Picture numeric card media is a visual media that can be used in learning or function as a learning media. The use of pictorial number card media in the Early Childhood Education (PAUD) learning is very suitable because it is relevant to the style of learning that is learning while playing. One kind of kindergarten learning material is the introduction of numbers and simple counting operations that are part of elementary level mathematics learning. Submission of numerical recognition learning materials and simple counting operations can be done using specially designed numeric card media. The use of multiple number card media in learning in this study is to see the effect on children's learning motivation. This type of research is quantitative causality, which is to see the effect of using numeric card media on children's learning motivation. Because of the quantitative type, this study uses statistical calculations through the SPSS version 22.0 program which includes a prerequisite test for normality and homogeneity, hypothesis testing with partial tests or different tests (T test). The results of this study indicate the influence of multiple number card media on early childhood learning motivation in numerical recognition learning materials and simple count operations Al-Mahrus Integrated Kindergarten, Siti Khotijah 1 PAUD and TK Labschool IKIP PGRI Jember even semester 2018/2019 academic year
PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Pendidikan anak usia dini tentunya tidak bisa diabaikan dari peran orang tua. Orang tua tentunya harus memahami akan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini. Hal ini dimaksudkan agar pembentukan karakter bagi anak sudah ditanamkan sejak dini. Tujuan diadakannya penelitian deskriptif ini mengetahui sejauh mana orang tua memahami akan pentingnya pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang, dengan populasi warga kampung Kalioyod dan sampelnya dilakukan dengan simple random sampling. Hasil analisis data yang sudah diolah menyimpulkan bahwa 78% orang tua memahami tentang sangat pentingnya pendidikan anak usia dini, sehingga dapat disimpulkan bahwa orang tua sudah paham akan pentingnya pendidikan anak usia dini
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN RUANG MELALUI MEDIA BENDA KONKRIT PADA SISWA TUNANETRA KELAS IV DI SDLB-A/D KEMALA BHAYANGKARI 1 TRENGGALEK
Materi yang diberikan pada siswa tunanetra di SDLB-A pada dasarnya bersifat elementer dan memuat konsep-konsep untuk memahami konsep dasar yang lebih tinggi. Untuk itu diperlukan penguasaan yang memadai terhadap konsep bidang studi matematika tingkat SD untuk tunanetra agar tidak menimbulkan kesulitan siswa dalam belajar matematika berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar bangun ruang melalui pemanfaatan alat peraga bagi siswa tunanetra kelas IV mencakup : pengertian belajar, belajar matematika, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, alat peraga, desain alat peraga SDLB-A/D Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDLB AD Kemala Bhayangkari Trenggalek yang dilaksanakan dalam bulan September-Nopember 2017 pada mata Matematika materi Bangun ruang. Sedangkan kelas yang dijadikan obyek dalam Classroom Action Research ini adalah siswa Kelas IV SDLB AD Kemala Bhayangkari Trenggalek Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 yang siswanya berjumlah 3 anak. Berdasarkan langkah-langkah yang diterapkan dalam 2 siklus pada penelitian tindakan ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media benda konkrit, hasil belajar bangun ruang siswa kelas IV SDLB-A/D Kemala Bhayangkari I Trenggalek dapat ditingkatkan perolehan nilai akhir siklus II skor rata-rata 80 dengan ketuntasan belajar klasikal 100%
UPAYA PENANGANAN KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK BERKESULITAN MEMBACA KELAS II DI SDN MANAHAN SURAKARTA
Tujuan Penelitian ini diantaranya adalah mengetahui: 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak mengalami kesulitan membaca (Dyslexia) pada siswa kelas II SD N Manahan Surakarta, 2) Untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh guru dan orangtua untuk mengatasi kesulitan membaca (Dyslexia) siswa II SD N Manahan Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kasus. Teknik Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas II SD N Manahan Surakarta sudah berjalan dengan baik. faktor penyebab kesulitan membaca (Dyslexia) pada siswa diantaranya faktor intelegensi, kurikulum pelajaran yang sangat padat, harapan guru dan orang tua yang snagat tinggi dan kurangnya perhatian serta kerjasama dari pihak keluarga terhadap proses belajar anak. 2. Upaya untuk mengatasi kesulitan membaca (dyslexia) di kelas II SD N Manahan Surakarta yakni, dengan memberikan les tambahan diluar jam kelas dan penggunaan berbagai metode yang bervariasi. 3. Hambatan untuk mengatasi kesulitan membaca (dyslexia) di kelas II SD N Manahan Surakarta yakni kesibukan yang dimiliki orangtua yang mengakibatkan tidak adanya waktu untuk mendampingi anak dalam belajar sehingga siswa memiliki motivasi belajar terutama membaca yang rendah. Ketidakmampuan sekolah yang harus memantau siswa satu persatu
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU SMP NEGERI 4 BANGSALSARI JEMBER
This study aims to analyze the factors that influence the professional competence of the teachers at the State Junior High School 4 Bangsalsari Jember with motivation as a moderating variable. The results of the study prove that the educational background, training and development, academic supervision, compensation, utilization of information and communication technology simultaneously have a positive and significant effect on the professional competence of teachers in Bangsalsari 4 Middle School. Overall the education and training background and development have a very big influence on the competence of teachers in SMP Negeri 4 Bangsalsari Jember, while academic supervision, compensation, and utilization of information and communication technology have no significant effect on the professional competence of teachers in Bangsalsari 4 Middle School. Motivation is not able to moderate the relationship between educational background, training and development, academic supervision, compensation, utilization of information technology and communication with the professional competencies of teachers in Bangsalsari 4 Middle School
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENULIS TEKS NARRATIVE MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI DI SMPN 1 KARANGAN
Siswa kelas delapan di SMP akan mendapatkan teks Recount dan Narrative di semester 2. Keduanya memiliki kesamaan dalam menggunakan Simple Past Tense. Jadi penulis tidak menghadapi kesulitan dalam mengajar Kompetensi Dasar 12.2. Tetapi fakta tentang pencapaian siswa berbeda. Hanya ada 57,14 yang dapat mencapai minimum penguasaan siswa. Itulah sebabnya penulis mengadakan penelitian tentang penerapan gambar serial untuk meningkatkan penguasaan siswa dalam menulis teks naratif di Kelas VIII Semester 1 tahun akademik 2014/2015 SMPN 1 Karangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi semua masalah. Jadi penelitian yang dilakukan adalah Xlassroom Action Research (CAR) dengan menggunakan 2 siklus 4 tahap. Setelah pembelajaran mengajar menggunakan media, peningkatannya adalah sebagai berikut persentase ketuntasan siswa adalah 57,14% selama pra-siklus, 67,86% pada siklus pertama, dan 89,29 /% pada siklus kedua. Rata-rata prestasi siswa telah meningkat dari 64,41 pra siklus, menjadi 74,71 dan 78,25 pada siklus 2. Itu sebabnya kolaborator dan penulis menyimpulkan bahwa penelitian telah meningkatkan prestasi sisw