Jurnal IKIP PGRI Jember
Not a member yet
    625 research outputs found

    Pelatihan Digital Leadership 4.0 Bagi Pengurus OSIS SMKN 2 DEPOK

    No full text
    Leadership adalah tentang sosok penentu yang dapat membuat orang lain terinspirasi untuk melakukan suatu pekerjaan dan memajukan suatu organisasi. Sekolah merupakan sebuah institusi lembaga terorganisasi yang didalamnya ada aktivitas pembelajaran dan tempat untuk belajar berorganisasi. OSIS merupakan salah satu  wadah dalam organisasi siswa yang resmi berada pada sekolah tersebut dan tempat untuk belajar mengenai leadership. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan  dan membuka wawasan baru tentang konsep digital leadership 4.0 bagi pengurus OSIS SMKN 2 Depok, Sleman. Metode Pelaksanaan PKM ini menggunakan metode pelatihan yang disertai dengan pre-test  dan post-test. Hasil evaluasi dari kegiatan PKM ini adalah secara keseluruhan pengetahuan tentang konsep digital leadership 4.0 bagi pengurus OSIS SMKN 2 Depok mengalami kenaikan sebesar 57%, dengan rata-rata hasil pre-test sebesar 28% dan rata-rata hasil post-test sebesar 85%

    Aplikasi Permainan Ular Tangga Melalui Aktivitas Gerak Anak Usia Dini Untuk Mengurangi Kebosanan Selama di Rumah

    No full text
    Perkembangan keterampilan gerak bagi anak-anak usia dini diartikan sebagai perkembangan dan penghalusan aneka keterampilan gerak dasar dan keterampilan gerak yang berkaitan dengan olahraga. Keterampilan gerak dasar itu didukung oleh pola gerak. Pola gerak merupakan serangkaian gerak terkait yang terorganisir. Anak usia dini pada dasarnya sedang menjalani masa pertumbuhan, mengalami bertambahnya pengalaman, mereka bergantung pada instruksi dan meniru yang lain. Mereka menjadi lebih terampil dalam menguasai keterampilan gerak dasar. Pada fase ini anak sudah siap untuk menerima informasi dari guru. Guru dapat memberikan keterampilan persepsi motorik, keterampilan gerak dasar, keterampilan multilateral dan keterampilan terpadu. Karena sekolah masih dilaksanakan di rumah maka aktivitas gerak anak usia dini menjadi terhambat sehingga pertumbuhan anak menjadi tidak optimal. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan kegiatan aktivitas gerak anak usia dini dengan permainan ular tangga yang bisa di lakukan dirumah masing-masing didampingi orang tua karena dengan bergerak pertumbuhan anak-anak usia dini semakin meningkat. Khalayak  sasaran  dalam  kegiatan  ini  adalah  kelompok  anak-anak  usia dini yang kondisi sekarang di rumah saja tidak melakukan aktivitas gerak di sekolah. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan penyuluhan orang tua, praktek permainan ular tangga, monitoring dan pendampingan

    Pendampingan Pembuatan Kripik Beling di Himpunan Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

    No full text
    Kegiatan Pendampingan Pembuatan Kripik Beling. Pembuatan kripik beling merupakan jajanan snak ringan yang dikembangkan dari hasil tepung tapioka yang diolah kemudian dibumbui dengan aneka rempah. Kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari pemikiran civitas akademika terutama dilingkup mahasiswa, dimana kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya atau mengembangkan suatu karya yang sudah ada. Proses untuk menghasilkan hal baru tersebut dapat berasal dari proses imajinatif dari penciptanya sendiri, dapat juga berasal dari berbagai informasi dan pengalaman sebelumnya mengenai hal yang akan diciptakan, kemudian pencipta melakukan penggabungan dan pembaharuan dari karya, maupun gagasan yang sudah pernah ada untuk di modifikasi sehingga dapat menghasilakn karya yang fresh dan gagasan yang baru, dan berbeda dengan karya yang telah ada sebelumnya. Bahan utama pembuatan kripik beling yang kita ambil adalah tepung tapioka, daun jeruk, cabe, bawang. Adapun target khusus dari Pendampingan pembuatan kripik beling di lingkup HMP PGSD adalah pembekalan pengolahan produk makanan ringan kripik beling yang diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran baru dan kegiatan positif bagi mahasiswa. Kelompok sasaran yang hendak dituju pada IBM ini adalah Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

    Penyuluhan Optimalisasi Saluran Pemasaran Guna Peningkatan Pendapatan Petani Kopi Sanggabuana di Kecamatan Tegalwaru

    No full text
    Kopi Sanggabuana merupakan komoditas pertanian yang dihasilkan di Kabupaten Karawang Jawa Barat. Kopi tersebut termasuk ke dalam jenis kopi Robusta. Pada aspek ekonomi khusus dalam bidang pemasaran terdapat barbagai masalah. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian kepada masyarakat antara lain pemasaran kopi Sanggabuana masih belum efektif dan efisien, pendapatan petani kopi Sanggabuana masih cukup rendah, belum adanya analisis resiko pemasaran kopi Sanggabuana. Temuan yang ditargetkan dalam PKM berupa pemetaan saluran pemasaran, tingkat efisiensi pemasaran, identifikasi dan penilaian tingkat resiko pemasaran, kelayakan saluran pemasaran, penerapan saluran pemasaran yang optimal. Metode pelaksanaan pengabdian diimplementasikan ke dalam tahapan penyuluhan. Saluran dari produsen, BUMDes, Pedagang Pengecer dan konsumen dinilai memiliki tingkat efisien yang tinggi, kelayakan yang cukup dan resiko yang rendah. Penyuluhan dilakukan secara door to door kepada petani guna mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid 19 dengan tujuan menghindari terjadinya kerumunan disuatu tempat. Penyuluhan tersebut diharapkan menambah pengetahuan petani mengenai saluran distribusi yang mungkin bisa dilakukan dan memberikan pemahaman kepada petani mengenai saluran pemasaran yang efisien, layak dan beresiko kecil

    Kemampuan Mahasiswa Tunarungu dalam Memahami Materi Perkuliahan Bina Diri dan Bina Perilaku Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Model Perkuliahan Daring

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa tunarungu dalam memahami mata kuliah Bina Diri dan Bina Perilaku Sosial Anak Berkebutuhan Khusus dengan model perkuliahan daring. Adapun bentuk dari penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan subyek penelitian dua mahasiswa tunarungu di semester VI pada Prodi PLB IKIP PGRI JEMBER. Data diperoleh dari wawancara secara langsung maupun virtual dengan cara Video Call melalui Whatsaap. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tunarungu kurang memahami materi perkuliahan secara daring. Dari hasil penelitian tersebut maka peneliti memberikan saran kepada mahasiswa tunarungu, dosen pengampuh mata kuliah bina perilaku sosial anak berkebutuhan khusus dan saran kepada Universita

    Pembuatan Alat Peraga Cerobong Hitung

    No full text
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas alat peraga cerobong hitung. Penggunaan alat peraga dinilai mampu membantu anak dalam menerima ilmu dengan cepat dan tepat. Alat peraga cerobong hitung ini adalah alat yang digunakan untuk belajar memahami konsep bentuk, warna, penjumlahan dan lainnya. Alat peraga cerobong hitung dibuat dari kardus, botol serta kertas berwarna sebagai komponen utamanya. Bentuk-bentuk yang digunakan dalam cerobong hitung lebih beragam dan mempunyai warna yang lebih mencolok. Alat peraga ini juga melatih cara anak menyelesaikan masalah dengan menggunakan metode mencoba dan menceritakan. Selain itu, permainan ini meningkatkan keterampilan anak menyelesaikan masalah sederhana. Memberikan motivasi dan merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dan bereksperimen dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa alat peraga cerobong hitung mampu meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anak, membantu konsentrasi anak dalam belajar dan mengembangkan kemampuan calistung. Alat peraga cerobong hitung mampu meningkatkan beberapa aspek pada anak diantaranya nilai agama dan moral, sosial emosional dan kemandirian, fisik motorik, kognitif, bahasa dan seni

    Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Berkemampuan Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

    No full text
    Untuk memperoleh penguasaan konsep yang baik, diperlukan penalaran dalam proses belajar siswa. Sebagai contoh, dalam menyelesaikan soal cerita, selain memperoleh jawaban dari apa yang ditanyakan, siswa perlu memahami langkah-langkah untuk mendapatkan jawaban tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini terdiri dari dua siswa kelas VIII pada sebuah SMP Negeri di Jawa Tengah tahun ajaran 2020/2021 yang telah dipilih berdasarkan kategori kemampuan matematika tinggi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, tes, dan wawancara. Teknis analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa berkemampuan tinggi termasuk pada kriteria baik. Namun belum semuanya memenuhi keempat indikator kemampuan penalaran matematis dengan baik, dan jawaban setiap siswa kategori tinggi berbeda. Hanya saja siswa dapat melakukan manipulasi matematika, menyusun bukti dan memberikan alasan terhadap kebenaran solusi dengan benar

    Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa

    No full text
     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah aritmetika sosial pada siswa bergaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Subjek penelitian merupakan siswa kelas VII SMP Negeri Satap Alanga yang terdiri dari satu siswa bergaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Instrumen penelitian terdiri dari angket gaya belajar, tes kemampuan koneksi matematis dan pedoman wawancara. Kemampuan koneksi matematis dalam penelitian ini terdiri dari dua yaitu menggunakan hubungan konsep-konsep matematika dalam memecahkan masalah matematika dan memecahkan masalah matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa siswa bergaya belajar visual mampu memenuhi satu indikator yaitu menggunakan keterkaitan konsep-konsep matematika dalam menyelesaikan masalah matematika yang diberikan, siswa bergaya belajar auditori belum mampu kedua indikator, dan siswa bergaya belajar kinestetik mampu memenuhi kedua indikator kemampuan koneksi matematis

    PEMBENTUKAN KALUS, TUNAS DAN AKAR PADA KULTUR ANGGUR BALI (Vitis vinifera cv Alphonse Lavallee) DENGAN PEMBERIAN NAA dan BAP

    No full text
    Anggur Bali (Vitis vinifera L. cv Alphonse Lavallee) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Buleleng, Bali.  Kebutuhan  akan bibit anggur Bali cukup tinggi, sehingga diperlukan teknik perbanyakan yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah besar.  Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon eksplan cabang yang masih muda terhadap zat pengatur tumbuh (ZPT) NAA dan BAP pada kultur Anggur Bali.  Cabang tanaman anggur yang masih muda diambil dari salah satu perkebunan Anggur Bali di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Dilakukan sterilisasi eksplan dan ditanam pada medium MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP dalam beberapa kombinasi.  Pengamatan dilakukan terhadap pembentukan kalus, tunas dan akar.  Hasil menunjukkan bahwa pembentukan kalus, tunas dan akar Anggur Bali dengan teknik kultur jaringan dipengaruhi oleh zat pengatur tumbuh NAA dan BAP.  Persentase tertinggi kultur yang membentuk kalus terjadi pada penambahan 1,5 mg/L NAA dan 2 mg/L BAP, tetapi skor kalus yang terbentuk tertinggi pada kombinasi 1 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP dan kombinasi 1,5 mg/L NAA dengan 4 mg/L BAP.  Tunas terbentuk pada perlakuan 4 mg/L BAP tanpa NAA dan perlakuan 1 mg/L NAA dengan 4 mg/l BAP.  Persentase kultur yang membentuk akar dan jumlah akar terbanyak terjadi pada pemberian kombinasi 1 mg/L NAA dengan 2 mg/L BAP.  Perubahan kecil pada konsentrasi ZPT mengakibatkan perubahan respon tanaman, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan kombinasi dan konsentrasi ZPT yang tepat untuk menghasilkan plantlet dalam jumlah besar.&nbsp

    Utilization Of Organic Fertilizer From Cocoa Shells Waste (Theobroma cacao L) and Soy Milk Dregs (Glycine max L) on The Growth of Red Spinach (Amaranthus tricolor L)

    No full text
    Waste of cocoa shells and soy milk dregs can cause environmental pollution. In fact, both of these wastes contain quite high macro and micro nutrient content which has the potential to increase plant and soil fertility. This study aims to utilize cocoa shells waste and soy milk dregs as organic fertilizer for the growth of red spinach. This study used a randomized block design (RBD) with 5 treatments, namely; P0 (control), P1 (1 gram of urea as positive control), P2 (70 grams of cocoa shells fertilizer), P3 (300 grams of soy milk dregs fertilizer), and P4 (a combination of cocoa shells fertilizer and soy milk dregs fertilizer). The parameters observed, among others; plant height, number of leaves and plant wet weight. The results of data analysis showed that there were significant differences between treatments P0, P1, P2, P3 and P4. Treatment P4 gave the best effect on the growth of red spinach plants among other treatments

    224

    full texts

    625

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IKIP PGRI Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇