Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
    2705 research outputs found

    Bibliotherapy on Self Concept in Children with Mental Retardation

    Full text link
    Background: the social limitations experienced by children with disabilities cause them to have a negative self-concept. One of the therapies that can be used to improve self-concept is bibliotherapy.Purpose: the purpose of this study was to determine the effect of bibliotherapy on self-concept in children with mental retardation.Methods: the design used in this research is quasy experimental design, the researcher used one group pretest-posttest. The population in this study were all children with disabilities in SLB Negeri Pembina Pekanbaru, namely grade 5 elementary school students totaling 14 students. The sample in this study was selected by non-random (non probability) sampling, namely total sampling, Data obtained from the distribution of the Robson Self-Concepts Scale questionnaire to assess self-concept in children with disabilities. The statistical test used is the Wilcoxon Rank Test.Results: the univariate results in this study obtained the median value for respondent characteristics based on age 12.00 while characteristics based on gender are respondents with male gender as many as 9 respondents (64.3%). Bivariate results using the Wilcoxon Rank Tast test, obtained p value = 0.001 ˂ 0.05.Conclusion: bibliotherapy has an effect on improving self-concept in children with tunagrahita. It is expected that schools and parents can apply bibliotherapy to improve self-concept in children with mental retardation

    Health Education Demonstration Method On Mothers' Knowledge About First Aid For Choking In Early Childhood

    Full text link
    Background:  a total of 65 patients were diagnosed with foreign body aspiration at M. Djamil Padang Hospital during the 2017-2018 period. The age groups most frequently affected were 0-4 years (100%) in the larynx, 5-11 years (50%) in the trachea, and 0-4 years (50%) in the bronchi. Choking is a prevalent issue that can result in fatalities in some instances, necessitating a heightened level of attention. A dearth of information among parents, particularly mothers, results in a lack of awareness regarding the prevention and management of choking.Purpose: to analyze the effect of a health education demonstration method on the level of knowledge of mothers about first aid for choking in early childhood at Cahaya Ummi 2 KindergartenMethods: this study used Quasi-Experiment with the design of one group pre-post with a sample size of 43 respondents, selected through purposive sampling. The data were collected using a questionnaire and Bivariate analysis using the Wilcoxon test.Results: the findings of this study indicate that the mean knowledge score of respondents increased from 14.09 to 17.06. There is an effect health education demonstration method with the knowledge of mothers about first aid for choking in early childhood, with a p-value of 0.000.Conclusion: it is hoped that mothers will be able to apply first aid for choking quickly and appropriately in the event of an emergency

    Pengaruh Terapi Mewarnai Mandala terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil

    No full text
    Pada trimester pertama kehamilan membawa perubahan fisik dan psikologis bagi ibu. Mual, muntah, kram perut, dan ketidakstabilan emosi adalah beberapa contoh perubahan fisik yang umum terjadi. Di sisi lain, ibu hamil perlu beradaptasi dengan kehamilannya, yang dapat memicu kecemasan dan stres. Siklus ini dapat memperparah emosi ibu dan berdampak pada janin. Aktfitas mewarnai terbukti efektif dalam menurunkan aktivitas amigdala, yaitu bagian otak yang berhubungan dengan stres dan kecemasan. Untuk mengetahui pengaruh terapi mewarnai mandala terhdadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan jenis pre-eksperimental one group pretest-posstest design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 74 ibu hamil trimester I. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling , dengan jumlah sampel sebanyak 32 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas dilakukan 20 menit per hari selama 6 hari. Data diambil menggunakan kuesioner PASS pada hari pertama dan keenam untuk mengetahui nilai pretest dan posttest. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan hasil dengan p-value  sebesar 0,002 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terapi mewarnai mandala memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Terapi mewarnai mandala dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis dalam mengatasi kecemasan yang dialami ibu hamil

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM POS SIAGA KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL DAN JANIN DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO

    Full text link
    Latar Belakang : Masalah di kelurahan kertoharjo merupakan daerah binaan puskesmas Pekalongan Selatan. Data tahun 2022 jumlah ibu hamil di wilayah Puskesmas Pekalongan Selatan sebanyak 208 orang dengan resiko tinggi karena Kekurangan Energi Kronis (KEK) 27 %, disebabkan karena anemia 9%,  penyebab lainnya karena usia lebih dari 36 tahun dan kurang dari 20 tahun. Jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi terbanyak di kelurahan kuripan Kertoharjo. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Pemberdayaan  Masyarakat  dalam Pengelolaan Pos siaga  Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Janin, memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar mengetahui Pengelolaan Pos siaga  Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Janin. Kader Kesehatan dan tokoh masyarakat setempat diedukasi untuk pendampingan one kader one ibu hamil resiko tinggi (bumil resti) menurunkan tingkat mortalitas dan bisa mengidentifikasi dan mendampingi ibu hamil beresiko sampai melahirkan dengan selamat dengan satu ibu hamil satu kader pendamping.Tujuan : Pengabdian kepada masyarakat dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin pada wilayah binaan Kelurahan Kuripan Kertoharjo.Metode : Metode pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan tentang deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin. Dilakukan pre test sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan kemudian post test di akhir. Penambahan deteksi dini menggunakan aplikasi mother serta pendampingan one kader one ibu hamil resiko tinggi.Hasil : Kegiatan pengabdian ini dapat dilihat pada pengetahuan sasaran kegiatan dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin. Meningkatkan variasi menu sebagai makanan yang menarik serta bergizi.Simpulan : Terbentuknya pos kegawatdaruratan ibu hamil dan janin digunakan untuk mengurangi mortalitas ibu hamil dan janin di wilayah binaan Kelurahan Kuripan Kertoharjo, tim yang terdiri dari Karang taruna, kesra, dan kader sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya pos tersebut serta pendampingan pembuatan menu untuk meningkatkan gizi untuk ibu hamil dalam mengurangi resiko kelahiran. Keyword : Kegawatdaruratan Janin, one kader one Bumil rest

    POLA PEMBERIAN MP-ASI, PENGETAHUAN GIZI IBU DAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING BADUTA USIA 6-24 BULAN

    Full text link
    Ambang batas stunting untuk negara berkembang adalah di bawah 20% sedangkan prevalensi stunting Indonesia 24,4%, Jawa Tengah 20,9% dan Kota Semarang 21,3%. Pemberian MP ASI yang kurang tepat, pengetahuan yang kurang, dan tingkat ekonomi yang rendah berisiko berisiko terhadap kejadian stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui risiko pola pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan kejadian stunting baduta usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pola pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan uji chi square dan Regresi logistic Ganda. Hasil penelitian Balita di bawah 2 tahun (Baduta) yang menerima pola pemberian MPASI kurang tepat memiliki risiko 4,2 kali untuk menderita stunting dibandingkan dengan Baduta yang menerima pola pemberian MPASI secara tepat, dan risiko tersebut secara statistic signifikan. Ibu Baduta yang tergolong berpengetahuan kurang memiliki risiko 1,1 kali untuk mempunyai Baduta stunting dibandingkan dengan ibu Baduta yang berpengetahuan baik, namun risiko tersebut secara statistic tidak signifikan. Keluarga Baduta dengan tingkat ekonomi rendah memiliki resiko 3,2 kali untuk mempunyai Baduta stunting dibandingkan dengan keluarga Baduta dengan tingkat ekonomi tinggi, dan risiko tersebut secara statistic signifikan.Ambang batas stunting untuk negara berkembang adalah di bawah 20% sedangkan prevalensi stunting Indonesia 24,4%, Jawa Tengah 20,9% dan Kota Semarang 21,3%. Pemberian MP ASI yang kurang tepat, pengetahuan yang kurang, dan tingkat ekonomi yang rendah berisiko berisiko terhadap kejadian stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui risiko pola pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan kejadian stunting baduta usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pola pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan uji chi square dan Regresi logistic Ganda. Hasil penelitian Balita di bawah 2 tahun (Baduta) yang menerima pola pemberian MPASI kurang tepat memiliki risiko 4,2 kali untuk menderita stunting dibandingkan dengan Baduta yang menerima pola pemberian MPASI secara tepat, dan risiko tersebut secara statistic signifikan. Ibu Baduta yang tergolong berpengetahuan kurang memiliki risiko 1,1 kali untuk mempunyai Baduta stunting dibandingkan dengan ibu Baduta yang berpengetahuan baik, namun risiko tersebut secara statistic tidak signifikan. Keluarga Baduta dengan tingkat ekonomi rendah memiliki resiko 3,2 kali untuk mempunyai Baduta stunting dibandingkan dengan keluarga Baduta dengan tingkat ekonomi tinggi, dan risiko tersebut secara statistic signifikan

    Peran Layanan Instant Messaging Pada Teleradiologi Sebagai Upaya Penegakkan Diagnosis

    Full text link
    Teleradiology (teleradiologi), merupakan bagian dari layanan telemedicine, yang digunakan dengan memanfaatkan PACS sehingga dapat digunakan secara jarak jauh. Perkembangan teknologi memungkinkan teleradiologi dapat menggunakan smartphone sebagai media pengirim dan penampil gambar pemeriksaan sehingga memungkinkan adanya interpretasi hasil dari pemeriksaan radiologi secara cepat dan akurat dalam menegakkan diagnosis. Tujuan dari pelaksanaan tinjauan sistematis (systematic literatur review) ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan layanan perpesanan pada teleradiologi sebagai upaya penegakkan diagnosis. Metode penelusuran jurnal penelitian ini menggunakan Google Scholar, Springer, PubMed, IEEE Xplore dan Elsevier. Pencarian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa kata kunci antara lain teleradiologi, teleradiology, instant messaging, mobilephone, smartphone dengan masa publikasi 2010 hingga 2022. Hasil review dari 16 jurnal didapatkan bahwa penggunaan layanan perpesanan dapat digunakan sebagai media penampil gambar dan penilaian evaluasi dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara penilaian standar menggunakan workstation berbasis PACS dengan menggunakan smartphone. Simpulan penelitian ini adalah layanan perpesanan dapat menjadi media penilaian dalam upaya menegakkan diagnosis dan membantu dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan. Akan tetapi, saat ini belum dapat menggantikan peranan workstation berbasis PACS sebagai media penilaian dan evaluasi hasil pemeriksaan radiologi

    Rancang Bangun Alat Bantu Pemeriksaan Radiologi pada Pemeriksaan Patella Metode Hughston

    Full text link
    Background: Radiographic examination of the tangential projection of the patella can be done in a prone, supine body position, sitting on an examination table with legs dangling, or standing with a different angle for each method. The Hughston method is carried out with an angle of 55 degrees. Hughston's method of radiographic examination of patients is holding a frozen strap to the leg in order to obtain the desired angle so that if the patient's condition is non-cooperative, attack the radiographer to carry out the examination optimally. The purpose of this study was to make a Patella radiological examination tool using the Hughston method.Methods: This research is an experimental research by making inspection aids first followed by testing on anthropomorphic phantoms and volunteers. The results obtained are then analyzed to get conclusions and suggestions.Results: In the design of the Patella radiographic examination fixation device, the Hughston material method is used as needed and does not interfere with the image such as artifacts in the image. The specifications of the fixation device for patella radiographic examination by the Hughston method are made of acrylic which has properties that can be penetrated by radiation without causing artifacts, the height of the fixation device is 25 cm with a slope angle of 55 degrees, length 26 cm and width 20 cm. The angle of the fixation device is intended so that the supporting position of the patient's leg is extended with an angle of 55 degrees cephalad. The results of the radiograph are expected to evaluate the wear on the patellofemoral joint surface, identify the lateral half of the patella and determine the correlation between the femur and tibia. The prone position of the patient in the Hughston method cannot be used in patients with clinical fractures or patella dislocations.Conclusions: The fixation device that has been made is in accordance with the expected projection on the Hugstons projection patella radiographic examination. Trials using this fixation device use volunteers to make it easier to adjust the patient's actual position without exposure. The reason for not using a phantom is because the position of the phantom pedis is stiff so that it covers the irradiation and causes superpositio

    Factors Causing Stunting In Toddlers In West Sumatra And Its Relationship With Sanitation And Environmental Hygiene : Literatur Review

    No full text
    One of the health problems that occurs in the world is stunting. Stunting or what is commonly known as short toddlers is a condition where toddlers are less tall compared to their age. West Sumatra Province is ranked 17th out of 34 provinces that experience stunting with a prevalence of stunting in toddlers (aged 24-59 months) of 36.2%, which is higher than the national prevalence, namely 30.8%. Stunting can also occur due to direct factors of stunting such as maternal nutrition during pregnancy, toddler nutrition and disease infections. Apart from direct factors, there are also indirect factors that can occur from various aspects, one of which is water, sanitation and hygiene (WASH). This research uses a literature study method using PICO. The research results obtained were that there was a relationship between the LBW factor (lower baby weight) and the incidence of stunting in toddlers, three articles were obtained. Two articles were found regarding the relationship between exclusive breastfeeding and MP-ASI. On the relationship between parenting styles, four articles were found. Three articles were found regarding the relationship between sanitation and the environment. Three articles were found regarding the relationship between height and height. One article was found regarding the relationship between zinc levels. On the relationship between mother's work, one article was found. Regarding the history of infectious diseases, one article was found. One article was found regarding the relationship between the age of pregnant women and the incidence of stunting in toddlers. From the conclusion above regarding the relationship between environmental sanitation and hygiene on stunting among toddlers in West Sumatra, the most common one is parenting patterns in children.Keyword : abstract; nutrition; words; researc

    Efektivitas Pemberian Brownies Kombinasi Tempe Dan Pisang Ambon Hijau Terhadap Kadar Hemoglobin Pasien Anemia

    Full text link
    Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi pada remaja dan wanita usia subur (WUS). Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita anemia tertinggi pada tahun 2018 sebesar 48,9%. Penatalaksanaan anemia dilakukan dengan 2 cara yaitu secara farmakologis dan non farmakologis dapat diberikan asupan makanan. Asupan yang bisa diberikan dari makanan hewani dan makanan nabati. Sehingga pada penelitian ini tempe dan pisang ambon hijau dijadikan brownies sebagai salah satu alternatif mengatasi masalah anemia.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh kombinasi brownies tempe dan pisang hijau ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pasien rawat jalan anemia.Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode (Quasy Experiment) dengan desain kelompok non-equivalent pre-post test design yang melibatkan dua kelompok subjek yang berjumlah 22 sampel, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing berjumlah 11 orang.Hasil Penelitian : Nilai rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dengan nilai p=0,351 yaitu tidak ada perbedaan dan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0,032 terdapat perbedaan. Sedangkan pengaruh pemberian brownies dengan kombinasi tempe dan pisang ambon hijau tidak menunjukkan nilai yang signifikan pada kedua kelompok dengan nilai p=0,065.Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh pemberian brownies kombinasi tempe dan pisang ambon hijau terhadap kadar hemoglobin pada pasien anemia.

    Potential of Avocado Seed Extract (Pasea Americana) As A Corrosion Inhibitor Against Surface Roughness OF CUNITI Orthodontic WIRE

    No full text
    The surface roughness of orthodontic archwires is an essential factor that deter- mines the effectiveness of arch-guided tooth movement. CuNiTi-based wires are widely used in orthodontic treatment, but the oral environment can trigger corrosion of CuNiTi orthodontic wires. The tannin content in avocado seed extract can be used as a corrosion inhibitor through two working mechanisms, namely, forming a passive layer and an adsorption process. The aim of this research is to examine the effect of avocado seed extract as a corrosion inhibitor on the surface roughness of orthodontic CuNiTi wire. The as- retacngular 17 x 25 inch CuNiTi wire were taken in 4 group (1 control group soaked in artificial saliva and 3 treatment groups soaked in avocado seed extract ).  Samples were immersed in avocado seed extract with concentrations of 1,5 g/L, 2 g/L and 2,5g/L for 7 days. For surface roughness was test Surface Roughness Average analysis. One way ANOVA test showed that there was a significant difference between the control group and all treatment groups in the surface roughness test with a value of p = 0.000. Post Hoc LSD test showed that there were no significant differences between treatment group 2 and treatment group 3 with a p value = 0.122. Providing avocado seed extract with tannin content at concentrations of 1.5 g/L and 2 g/L can reduce surface roughness on CuNiTi wire due to the corrosion process

    2,323

    full texts

    2,705

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇