Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
2705 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Jenis Persalinan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian Asi Eksklusif
ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan pertama masa kehidupan bayi tanpa diselingi makanan ataupun minuman lain kecuali obat, vitamin, dan oralit. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 59 ibu menyusui yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan memakai lembar kuesioner, kemudian dianalisis dengan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai p 0,000 (p ≤ 0,05) dan nilai OR 13, terdapat hubungan antara jenis persalinan dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p 0,001 (p ≤ 0,05) dan nilai OR 9, dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. dengan nilai p 0,000 (p ≤ 0,05) deingan nilai OR 11,5. Simpulan dari penelitian ini yakni ada hubungan antara IMD, jenis persalinan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusi
Efektifitas Edukasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Dengan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja
Latar belakang : Penyakit Tidak Menular (PTM) kini banyak diderita di Indonesia. Meningkatnya kejadian PTM berkaitan dengan perubahan gaya hidup sehingga menimbulkan faktor risiko PTM yang dapat digambarkan dengan perilaku remaja saat ini seperti merokok, konsumsi sayur buah kurang, kurangnya olahraga dan aktivitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol. Masalah ini dapat ditanggulangi dengan melakukan edukasi. Buku saku dapat digunakan sebagai salah satu media dalam kegiatan edukasi tersebut.Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan.Metode : Penelitian termasuk kedalam lingkup ilmu gizi masyarakat. Jenis penelitian quasi experiment design dengan rancangan Pretest Posttest dengan kelompok kontrol (Pretest-Posttest with Control Group). Jumlah sampel sebanyak 80 siswa. Data yang dikumpulkan yaitu pengetahuan dan sikap. Analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney dan uji Independent T-Test.Hasil : Edukasi gizi dengan buku saku dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dengan media buku saku “AKSI CERDIK UNTUK CEGAH PTM (Penyakit Tidak Menular)” (p value = 0,000 dan p value = 0,002).Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian buku saku “AKSI CERDIK UNTUK CEGAH PTM (Penyakit Tidak Menular)” sebagai media edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa
Indirect Pulp Capping Treatment Using Calcium Hydroxide with Follow-Up Class 1 Composite Restoration on Tooth 36
One of the treatments for deep carious lesions that have irritated the pulp tissue is treatment pulp capping to maintain pulp vitality. Indirect pulp capping is a treatment procedure that performed on deep caries but does not yet involve pulp exposure. Calcium Hydroxide is such a medicament gold standards that are often used for the treatment of pulp capping because the characteristic is bactericidal or bacteriostatic. This case report describes of the case indirect pulp capping with two visits treatment to the left mandibular first molar. Patients came with the main complaint of pain when drinking cold water or eating. There is no history of spontaneous pain. The tooth was examined for vitality using a sensibility test and the pulp was found to be vital. Treatment is carried out through proceduresindirect pulp capping with two visits using calcium hydroxide and the cavity was irrigated with aquadest and disinfected with 2% chlorhexidine. The cavity was sealed with Glass Ionomer Cement and the final restoration was made using a composite resin restoration. The patient was then followed up for up to 9 weeks for the placement of the permanent restoration. The patient was followed up for up to 9 weeks for the permanent restoration. Indirect pulp capping is one of the treatments that can be chosen in cases of caries with deep cavities that are close to the pulp. This treatment is carried out to prevent the pulp from opening selective caries removal
The Effect of The ELSIMIL Application on Adolescent Knowledge
In West Nusa Tenggara Province, especially West Lombok Regency, the number and presentation of women according to the age of first marriage, a fairly high percentage occurs at the age of 16 - 19 years. The aim of thus study is to determine the effect of the ELSIMIL application on adolescent knowledge. This research uses a pre-experimental research method with a pre-post control group design. The sample in this study totaled 60 with details of 30 control groups and 30 intervention groups.In the intervention group and control group, a pre-test was carried out, then different interventions were given. The intervention group was given the ELSIMIL Application, the control group used the booklet. There is the influence of ELSIMIL the effect of the ELSIMIL application on adolescent knowledge. Recommendation for the next research It is hoped that future research will be able to use this approach mixed research better so that an assessment can be obtained deeper meaning
Kombinasi Koagulan Tawas dan Poly Aluminium Chloride (PAC) untuk Penurunan Warna pada Air Limbah Batik
Industri batik menghasilkan limbah cair salah satunya berasal dari bahan pewarna yang dapat menyebabkan pencemaran apabila dibuang langsung ke badan air. Dampak buangan limbah batik berupa zat warna perlu dilakukan proses pengolahan sebelum limbah dibunag ke perairan salah satunya dengan metode kimia yaitu koagulasi flokulasi. Jenis penelitian Quacy eksperiment dengan metode pretest-posttest control dengan 1 kelompok kontrol dan 5 variasi dosis kombinasi koagulan tawas dan PAC dilakukan 5 kali replikasi. Analisis data menggunakan One Way ANOVA dan analisis tabel. Uji One Way ANOVA sig 0,000 0,05 terdapat perbedaan pada kelompok kontrol dan setiap variasi dosis untuk menurunkan warna air limbah batik. Hasil analisis tabel dosis optimum kombinasi koagulan tawas dan Poly Aluminium Chloride (PAC) untuk menurunkan warna air limbah batik yaitu dosis 3 dengan dosis kombinasi koagulan PAC 50 mg/L dan tawas 150 mg/L. Terdapat perbedaan yang signifikan kelompok kontrol dan semua variasi dosis untuk menurunkan warna air limbah batik dan dosis optimum pada penelitian yaitu dosis 3 dengan kosentrasi PAC 50 mg/L dan tawas 150 mg/L. Saran dilakukan pengolahan sebelum air limbah batik dibuang ke badan air dengan kombinasi koagulan tawas dan Poly Aluminium Chloride (PAC)
PREVALENSI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA IBU HAMIL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit tidak menular pada ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit tidak menular tertinggi pada ibu hamil pre eclampsia yaitu 4.547 (48.96%), terjadi pada ibu hamil rentang usia 25-34 tahun yakni 4.094 (44.07%), dengan pekerjaan IRT 4.591 (49.42%), berpendidikan SMA sederajat 3.270 (35.20%) dan memiliki IMT 25 sebanyak 6.236 (67.14%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyakit tidak menular pada ibu hamil masih di dominasi pre eclampsia pada usia reproduksi sehat.
APLIKASI REHAT REMAJA SEHAT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG MASA PUBERTAS
Saat ini remaja di Indonesia banyak menghadapi permasalahan terutama yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja salah satunya adalah masa pubertas. Perubahan yang terjadi pada periode ini tentunya membutuhkan pengenalan yang baik terutama dari remaja itu sendiri. Pada masa ini remaja juga mulai mengalami perubahan yang ditandai dengan masa pubertas. Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia Remaja (SDKI-R) tahun 2019-2021 menyebutkan bahwa sebanyak 13,3% remaja tidak tahu sama sekali mengenai perubahan fisiknya pada masa pubertas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi Rehat untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang masa pubertas. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kramat 3 Kota Magelang dengan metode kuantitatif dengan desain penelitian one group pre tes post test. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling. Data pengetahuan dan sikap remaja dilakukan analisis univariat. Analisis bivariat dan uji Wilcoxon dilakukan untuk mengetahui pengaruh Aplikasi Rehat terhadap pengetahuan dan sikap tentang masa pubertas. Hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0.000 0.05 sehingga ada pengaruh Aplikasi Rehat terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang masa pubertas.Disarankan untuk menggunakan aplikasi remaja sehat untuk mengenal lebih dalam tentang masa pubertas remaj
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP REMAJA AWAL DENGAN MEDIA “BBB” (BELAJAR, BERMAIN, DAN BERNYANYI)
Masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa (remaja awal) mereka membutuhkan pendampingan. Di Indonesia jumlah kasus kriminal kesusilaan yang terdiri dari pemerkosaan dan pencabulan meningkat selama lima tahun terakhir. Pada 2016, jumlah kasus tersebut sebanyak 5.237, sementara pada 2020 menjadi 6.872 kasus. Menurut data dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Kebumen pada tahun 2021 masih terjadi 125 kasus. Untuk korbanya paling banyak adalah anak usia remaja awal dan berjenis kelamin perempuan. Salah satu upaya pemerintah untuk melindungi anak dari kekerasan seksual disebutkan dalam pasal 15 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kejahatan seksual. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk pencegahan kekerasan seksual terhadap anak yaitu melalui pengajaran personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi pada anak. Pada penelitian ini keterampilan keselamatan pribadi pada anak dikenalkan menggunakan media “BBB” yang merupakan singkatan dari Belajar, Bermain dan Bernyanyi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media “BBB” (Belajar, Bermain dan Bernyanyi) sebagai pencegahan kekerasan seksual terhadap remaja awal. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen, metode yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment), dengan desain penelitian one group pretest-posttes. Teknik pengambilan sampel total populasi sampling atau sampel jenuh, jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapat nilai p value = 0.000 yang artinya ada pengaruh signifikan pengetahuan remaja awal tentang pencegahan kekerasan seksual sebelum dan sesudah intervensi media “BBB”. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi media edukasi dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual pada remaja awal.Masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa (remaja awal) mereka membutuhkan pendampingan. Di Indonesia jumlah kasus kriminal kesusilaan yang terdiri dari pemerkosaan dan pencabulan meningkat selama lima tahun terakhir. Pada 2016, jumlah kasus tersebut sebanyak 5.237, sementara pada 2020 menjadi 6.872 kasus. Menurut data dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Kebumen pada tahun 2021 masih terjadi 125 kasus. Untuk korbanya paling banyak adalah anak usia remaja awal dan berjenis kelamin perempuan. Salah satu upaya pemerintah untuk melindungi anak dari kekerasan seksual disebutkan dalam pasal 15 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kejahatan seksual. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk pencegahan kekerasan seksual terhadap anak yaitu melalui pengajaran personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi pada anak. Pada penelitian ini keterampilan keselamatan pribadi pada anak dikenalkan menggunakan media “BBB” yang merupakan singkatan dari Belajar, Bermain dan Bernyanyi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media “BBB” (Belajar, Bermain dan Bernyanyi) sebagai pencegahan kekerasan seksual terhadap remaja awal. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen, metode yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment), dengan desain penelitian one group pretest-posttes. Teknik pengambilan sampel total populasi sampling atau sampel jenuh, jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapat nilai p value = 0.000 yang artinya ada pengaruh signifikan pengetahuan remaja awal tentang pencegahan kekerasan seksual sebelum dan sesudah intervensi media “BBB”. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi media edukasi dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual pada remaja awal
The Correlation Of Preeclampsia, Age, And Type Of Delivery In Postpartum Hemorrhage
The number of maternal deaths in Semarang City in 2021 was 21 cases out of 22,030 live births, or around 95.32 deaths per 100,000 live births, with the causes of death dominated by bleeding (14.29%) and hypertension (9.52%). Postpartum hemorrhage is caused by four main factors known as the 4T: tone, trauma, tissue, and thrombin. This study was conducted to determine the relationship between preeclampsia, maternal age, and type of delivery with the incidence of postpartum hemorrhage at Central General Hospital Dr. Kariadi Semarang in 2020–2022. The study was an analytic observational quantitative research with a retrospective case control study. The study was conducted in February 2023 with a total sample of 100 samples divided into case (total sampling) and control (simple random sampling) groups with a ratio of 1: 1 for each group. Statistical tests used Chi-square and odds ratio (OR) tests. The results showed that there was no relationship between preeclampsia and the incidence of postpartum hemorrhage (p-value = 0.063; OR = 0.347), there was a relationship between maternal age and the incidence of postpartum hemorrhage (p-value = 0.011; OR = 3.455), and there was a relationship between the type of delivery and postpartum hemorrhage (p-value = 0.012; OR = 2.923). The community can be expected to play an active role in integrated service post cadre activities and ante natal care assistance. Health workers and educational institutions also need to improve their knowledge and skills to form qualified health workers through certified training
Korelasi Kadar Kolesterol Total dan Tekanan Darah pada Orang Dewasa di Bangetayu Kota Semarang
Non-communicable diseases (NCDs) are the largest contributor to death in the world. The prevalence of NCDs tends to increase. Hypertension is one of the non-communicable diseases with the largest proportion in Semarang. High cholesterol levels will accumulate in the arteries, causing the arteries to stiffen, so the heart tries hard to pump blood through these blood vessels, and can cause blood pressure to rise (hypertension). Some risk factors that can increase blood pressure, such as high salt intake, overweight or obesity, alcohol consumption, lack of physical activity, stress and smoking. Lack of physical activity can increase cholesterol levels in the body which is a risk factor for cardiovascular disease (coroner's heart disease dan stroke). Age affects the occurrence of hypertension. With age the risk of developing hypertension is greater. The purpose of the study was to determine the relationship between cholesterol and blood pressure in adults in Bangetayu, Semarang City. This study uses a cross-sectional approach. Research samples are in the community of Bangetayu Kota Semarang. Research Tools and Materials include lanceolate, alcohol swab, cholesterol strips, digital sphygmomanometers, POCT cholesterol and capillary blood. Research data obtained from the results of checking cholesterol levels and blood pressure. The results of this study were processed using SPSS 20 software with data analysis using Chi Square (α=5%) and presented descriptively about the relationship of cholesterol levels with blood pressure in adults. The results of statistical analysis show a p-value 0.05 which means that there is no significant relationship between variables and vice versa. The results showed that there was no relationship between blood pressure and cholesterol.Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyumbang kematian terbesar di dunia. Prevalensi PTM cenderung meningkat.Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan proporsi terbesar di Semarang. Kadar kolesterol yang tinggi akan menumpuk di arteri, menyebabkan arteri menjadi kaku, sehingga jantung berusaha keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah ini, dan dapat menyebabkan tekanan darah naik (hipertensi). Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan tekanan darah, seperti asupan garam yang tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, stres dan merokok. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular (penyakit jantung koroner dan stroke). Usia mempengaruhi terjadinya hipertensi. Seiring bertambahnya usia, risiko terkena hipertensi semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kolesterol dan tekanan darah pada orang dewasa di Bangetayu, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berada di masyarakat Bangetayu Kota Semarang. Alat dan Bahan Penelitian meliputi lanset, kapas alkohol, strip kolesterol, tensimeter digital, kolesterol POCT, dan darah kapiler. Data penelitian diperoleh dari hasil pengecekan kadar kolesterol dan tekanan darah. Hasil penelitian ini diolah menggunakan software SPSS 20 dengan analisis data menggunakan Chi Square (α=5%) dan disajikan secara deskriptif tentang hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada orang dewasa. Hasil analisis statistik menunjukkan p-value 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antar variabel dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tekanan darah dan kolesterol