Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
    2705 research outputs found

    Implementasi Keperawatan Breast Care Pada Ibu Post Partum Dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.

    Get PDF
    Latar Belakang : Post Partum atau masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhirnya setelah alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil yang berlangsung sekitar 6 minggu atau 42 hari (Yuliana Hakim, 2020). Saat masa nifas ibu mengalami perubahan pada organ reproduksinya yaitu rahim akan kembali seperti sebelum hamil (Nandia et all,2021). Perubahan lain yang terjadi adalah membesarnya payudara dan area disekitar puting susu menghitam yang menandakan bahwa ibu siap untuk menyusui bayinya (Sukmawati Pasetyorini, 2022). Menyusui merupakan proses memberikan makan oleh ibu kepada bayi  melalui payudara secara langsung yang berupa air susu. Menyusui tidak efektif merupakan kondisi ibu dan atau bayi mengalami ketidakpuasan atau kesukaran pada proses menyusui. Menyusui tidak efektif dapat menghambat pemberian ASI eksklusif sehingga harus segera diatasi.Tujuan : Menggambarkan hasil asuhan keperawatan menyusui tidak efektif dengan Tindakan breast care pada ibu post partum di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu sebuah penelitian dengan tujuan untuk menggambarkan hasil asuhan keperawatan menyusui tidak efektif dengan tindakan breast care pada ibu post partum di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan subyek penelitian sejumlah 2 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Hasil : Pengkajian dilakukan pada 2 klien  yaitu Ny. L dan Ny. N dengan metode wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data dari pengkajian tersebut  didapatkan masalah keperawatan menyusui tidak efektif. Tindakan keperawatan breast care diberikan selama 3 ( tiga ) hari pada waktu pagi dan sore hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa status menyusui membaik setelah diberikan tindakan breast care yang di tandai dengan pancaran ASI meningkat, suplai ASI meningkat dan perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat.Kesimpulan: Menyusui menjadi efektif setelah di lakukan Tindakan breast care baik pada klien Ny.L maupun Ny. NKata Kunci: Breast Care, Menyusui Tidak Efektif. 

    TINJAUAN KEJELASAN KELENGKAPAN PENULISAN DIAGNOSIS DALAM KETEPATAN PENGODEAN BERKAS PENDING KLAIM DI RSUD M.NATSIR SOLOK 2023

    Get PDF
    ABSTRAKThe accuracy of the diagnosis code is the suitability of the diagnosis code set by the coding officer. The purpose of this study was to review the clarity and completeness of writing diagnoses in the accuracy of coding diagnoses in pending claim files at M.Natsir Solok Hospital. This research is quantitative with a descriptive approach. With a sample of pending claim diagnosis codes in patients at M.Natsir Solok General Hospital, there were 62 medical records, which were taken by means of saturated sampling technique. The analysis used is univariate analysis. The research results obtained, the clarity and completeness of the writing of the diagnosis, and the accuracy of the coding of the diagnosis in the pending claims file, found that as many (32.3%) wrote the diagnosis that was not clear and as many as (67.7%) had clarity in writing the diagnosis, and there were (32.3%) incomplete writing diagnosis and as many as 42 (67.7%) completeness of writing a diagnosis. And there were as many as (51.6%) with an incorrect diagnosis code and as many as (48.4%) with the correct diagnosis code. Therefore the researchers suggest that there is a need for a policy on coding officers and an evaluation of the clarity of doctors and the completeness of writing patient diagnoses.Keywords : Clarity and Completeness of Writing Diagnosis, Accuracy of Code ABSTRAKKetepatan kode diagnosis ialah kesesuaian kode diagnosis yang ditetapkan petugas koding. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tinjauan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis dalam ketepatan pengodean diagnosis pada berkas pending klaim di RSUD M.Natsir Solok.Penelitian ini ialah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.Dengan sampel kode diagnosis pending klaim pada pasien di RSUD M.Natsir Solok sebanyak 62 rekam  medis, yang diambil dengan cara teknik sampling jenuh. Analisa yang digunakan ialah analisa univariat.Hasil penelitian di dapatkan, kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis, dan ketepatan pengodean diagnosis pada berkas pending klaim ialah ditemukan sebanyak (32.3%) penulisan diagnosis yang tidak jelas dan sebanyak (67.7%) memiliki kejelasan penulisan diagnosis, dan terdapat  (32.3%) ketidaklengkapan penulisan diagnosis dan sebanyak 42 (67.7%) kelengkapan penulisan diagnosis. Serta terdapat sebanyak (51.6%) dengan kode dignosis yang tidak tepat dan sebanyak (48.4%) kode diagnosis yang tepat. Maka dari itu peneliti menyarankan diperlukan adanya kebijakan terhadap petugas coding dan adanya evaluasi terhadap kejelasan dokter dan kelengkapan penulisan diagnosis pasien.Kata Kunci :Kejelasan dan Kelengkapan Penulisan Diagnosis, Ketepatan Kod

    Desain Primer untuk Deteksi Gen Diphtheria Toxin Repressor (dtxR) sebagai Biomarker Bakteri Corynebacterium diphtheriae Menggunakan In Silico PCR

    Get PDF
    Corynebacterium diphtheriae is the bacteria that causes diphtheria. The virulence factor of C. diphtheriae comes from the bacteria's ability to produce bacterial toxins. Toxin production is regulated by a set of genes called tox/dtx genes and is regulated by the dtxR gene. The aim of this study was to design primers used to evaluate the dtxR gene using bacterial DNA sequences. This research is experimental research with a literature study approach using the In silico Polymerase Chain Reaction (PCR), NCBI (National Center for Biotechnology Information), Primer3Plus, and Oligo Calculator applications. The sample obtained from genbank NCBI was C. diphtheriae dtxR gene M80337.1. In silico PCR examination was carried out using newly designed primers from Primer3Plus with 50 genomic DNA of Corynebacterium spp. taken from the In silico PCR database. The dtxR primer pair: '5-ACAGTTAGCCAAACCGTTGC-3' and 5'-TGCGTTCAACTTCGTCACTC-3' can produce a single DNA amplicon measuring 226 bp specifically for C. diphtheria types and no amplicon bands were generated from other Corynebacterium genomes. Based on the study results, this pair of specific primers can be used for in vitro PCR testing and can be used to develop rapid detection of diphtheria.Corynebacterium diphtheriae merupakan bakteri penyebab penyakit difteri. Faktor virulensi C. diphtheriae berasal dari kemampuan bakteri tersebut memproduksi toksin bakteri. Produksi toksinnya diatur seperangkat gen yang disebut gen tox/dtx dan diregulasi oleh gen dtxR. Tujuan dari studi ini untuk mendesain primer yang digunakan untuk mengevaluasi gen dtxR menggunakan sekuens DNA bakteri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan studi literatur menggunakan aplikasi In silico Polymerase Chain Reaction (PCR), NCBI (National Center for Biotechnology Information), Primer3Plus, dan Oligo Calculator. Sampel diperoleh dari genbank NCBI yaitu C. diphtheriae dtxR gene M80337.1. Pemeriksaan In silico PCR dilakukan dengan menggunakan primer yang baru dirancang dari Primer3Plus dengan 50 DNA genom Corynebacterium spp. yang diambil dari database In silico PCR. Pasangan primer dtxR: 5-ACAGTTAGCCAAACCGTTGC-3 dan 5-TGCGTTCAACTTCGTCACTC-3 dapat menghasilkan amplikon DNA tunggal berukuran 226 bp khusus untuk jenis C. diphtheria dan tidak ada pita amplikon yang dihasilkan dari genom Corynebacterium lain. Berdasarkan hasil studi sepasang primer spesifik tersebut dapat digunakan untuk uji in vitro PCR dan dimanfaatkan untuk pengembangan deteksi cepat penyakit difteri

    Perbandingan Kadar Ureum Sebelum dan Sesudah Hemodialisis Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik

    Get PDF
    One of the body's organs, the kidney serves a vital purpose in the excretory and secretory systems. Excretion is the removal of waste products from the body's metabolism, and secretion is the release of chemicals and hormones that are involved in the metabolism of the body. Kidney failure is a condition brought on by kidney damage and is further broken down into acute and chronic forms. Long-lasting kidney damage carries a higher risk to one's health. Hemodialysis is a type of dialysis that helps the kidneys perform their normal functions by removing waste and toxic substances that build up in the blood. This study is analytical observational with a cross-sectional design and a sample of patients with chronic kidney failure at RSUD (Regional Public Hospital) dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Non-probability sampling with a purposive sampling method was the sampling technique used. This study compared the urea levels in patients with chronic kidney failure before and after hemodialysis. According to the results of the study, there is a significant difference between urea levels before and after hemodialysis, which had a p-value of 0.003 (sig 0.05).Ginjal merupakan salah satu organ tubuh dengan fungsi yang vital, yaitu sebagai berperan dalam sistem eksresi dan sekresi. Ekresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme tubuh dan sekresi adalah proses pengeluaran zat-zat dan hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh. Kerusakan ginjal akan menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal, gagal ginjal terbagi menjadi dua kondisi yaitu akut dan kronik. Kerusakan ginjal yang berlangsung lama mempunyai risiko lebih besar bagi kesehatan tubuh seseorang. Hemodialisis adalah suatu metode dialisis yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah yang tertimbun dalam darah yang bersifat toksik sehingga ginjal terbantu untuk melaksanakan fungsinya secara normal. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional dengan sampel penelitian pasien gagal ginjal kronik di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purpossive Sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik. Hasil penelitian ini diperoleh nilai p value 0,003 (sig α 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbandingan signifikan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisis

    Gambaran Tingkat Demensia Pada Lansia di Rojinhome Ikedaen Okinawa Jepang

    Get PDF
    Latar Belakang: Proses menua pada lanjut usia dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu melemahnya fungsi, keterbatasan fungsional, disabilitas, dan handicap yang muncul sebagai akibat dari penurunan tersebut. Sistem kognitif atau intelektual yaitu demensia merupakan salah satu sistem tubuh yang mengalami kemunduran. Demensia adalah kondisi penurunan intelektual progresif yang mempengaruhi kemampuan kognitif dan fungsional. Demensia memiliki pengaruh yang merugikan bagi lansia jika tidak segera ditangani, antara lain perubahan perilaku penderita seperti lupa siapa dirinya, dan lansia yang berkeliaran sendirian ke suatu lokasi kemungkinan akan tersesat karena tidak mengingat arah pulang. Otak orang dewasa lanjut usia dengan demensia ditemukan rusak, dengan kematian sel dan hilangnya suplai darah ke otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kepikunan pada lansia di Rojinhome Ikadaen, Okinawa.Metodologi : Besarnya kepikunan pada lansia dalam memenuhi aktivitas sehari-hari dideskripsikan menggunakan metode kuantitatif dan deskriptif dalam penelitian ini.Hasil : Sebagian besar wanita yang lansia (75-90 tahun) memiliki riwayat hipertensi, dan sebagian besar mengalami demensia sedang. Lansia dituntut untuk dapat melakukan aktivitas fisik secara teratur, mulai dari aktivitas dengan intensitas rendah seperti memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga aktivitas dengan intensitas sedang seperti mengikuti program senam panti asuhan untuk meningkatkan fungsi kognitif

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MINIMALISASI RISIKO PAPARAN FORMALIN PADA BAHAN MAKANAN

    Get PDF
    Formalin merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam bahan makanan. Bahan ini bersifat karsinogenik, akumulasi yang tinggi dalam tubuh akan menyebabkan iritasi lambung, alergi sampai terjadinya kanker saluran cerna. Jenis bahan makanan di pasar diantaranya ayam potong, ikan basah, cumi, kerang, sotong, udang, ikan asin, otak-otak, bakso dan mi basah yang dengan sengaja menggunakan formalin sebagai pengawet. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk pemberdayaan kader dan masyarakat dalam minimalisasi risiko paparan formalin. Peserta kegiatan adalah kader dan perwakilan masyarakat dari RW 03 dan RW 02, Kelurahan Cipayung Jakarta Timur sebanyak 59 orang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, pemberian materi penyuluhan, pelatihan cara pemeriksaan, penurunan kadar formalin dan media leaflet berisi bahaya, jenis, ciri makanan, dan cara minimalisasi formalin dan alat pemeriksaan formalin kit. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan formalin secara umum rata-rata 21% dan formalin secara spesifik 12%. Hasil observasi peserta mampu melakukan pemeriksaan makanan yang mengandung formalin dengan formalin kit dan cara menurunkan kadar formalin secara sederhana

    Effectiveness Of 3d Story Telling Video As an Effort to Form Teeth-Brushing Skills in Elementary School Children in Padangsari, Banyumanik, Semarang

    Get PDF
    AbstrakKesehatan gigi merupakan bagian integral dari kesehatan secara umum, artinya orang yang sakit gigi akan terganggu kesehatan secara umum. Masalah gigi yang banyak dikeluhkan oleh anak-anak maupun orang dewasa adalah gigi berlubang dan peradangan gusi. Keberhasilan dalam upaya penyuluhan kesehatan gigi pada anak sekolah tidak terlepas dari metode pendidikan dan pentingnya peran sebuah media. Media Pembelajaran Tiga Dimensi adalah media yang tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana pun dapat diamati bentuknya secara keseluruhan sehingga membangkitkan rangsangan indra penglihatan, pendengaran, perabaan atau kesesuainnya dengan tingkat hirarki belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas media video tiga dimensi sebagai upaya membentuk ketrampilan menggosok gigi pada anak sekolah dasar.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode eksperimen semu dan rancangan pretest and postest design Teknik pengambilan total sampling yaitu 50 anak usia sekolah dasar di desa Padangsari. Penelitian ini menggunakan analisis data univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon. Proses penelitian yaitu peneliti sebelum mengambil data terlebih dahulu merancang desain media video 3 dimensi cara menggosok gigi, selanjutnya media video 3 dimensi di uji kelayakan oleh ahli media, selanjutnya media tersebut di intervensikan ke responden yaitu anak usia sekolah dasar di desa Padangsari Banyumanik.Penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan gigi mengunakan media video yaitu 0,001 Nilai Sig (p0,05), hal tersebut menunjukan terdapat perbedaan nilai sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan video 3D story telling. Media video 3D story telling efektif meningkatkan keterampilan menggosok gigi pada anak sekolah dasar di desa Padangsari.

    The Relationship Between Formula Feeding Patterns and Early Childhood Caries In Preschool Children In Ketileng Village, Todanan Blora

    Get PDF
    Caries that affects children under 72 months of age is called Early Childhood Caries (ECC). The high caries prevalence rate which reaches 81.5% in children aged 3-4 years is still a problem for Indonesia. One of the reasons for the high incidence of caries in preschoolers is the inappropriate pattern of breastfeeding or formula feeding. The purpose of this study was to analyze the relationship between patterns of formula feeding and ECC in preschool children in Ketileng Village, Todanan, Blora. This study used an analytic observational research design with a cross sectional approach. The research sample was 69 respondents using a purposive sampling technique. Data were obtained from the results of dental examinations using the PUFA index and a questionnaire filled out by parents/guardians of students. Data analysis used the chi square statistical test. The results of the study showed duration, duration, frequency of consumption of formula milk, use of bottles/pacifiers, addition of sweeteners to consumption of formula milk and history of breastfeeding up to 2 years of age, each of which showed a value of p 0.05, which means there is a relationship with ECC. The conclusion of this study is that there is a relationship between the pattern of formula feeding and the presence of ECC in preschool children in Ketileng Village, Todanan, Blora

    Communication, Information, And Education (KIE) With Pocketbook Media To Increase Knowledge And Attitudes of Young Women About Reproductive Health As An Effort To Prevent Early Marriage

    Get PDF
    ABSTRACTEarly marriage is a marriage carried out by someone with an age limit between 10-19 years. Central Java is the eighth province with a fairly high early marriage rate of 8.71%. The health impacts that can result from early marriage are bleeding, prolonged labor, distortion, vesico-vaginal and recto-vascinal fistulas, preeclampsia, anemia, and stunting, post partum depression. The purpose of this study was to determine the effect of Communication, Information, and Education (IEC) using pocket books on increasing knowledge and attitudes of young women about reproductive health as a preventive measure for early marriage. The research was conducted at SMA N 1 Petungkriyono, Pekalongan Regency, with the type of pre-experimental research in the form of a One Group Pretest-Posttest Design. The research population is class X-XII students. The sampling technique used Stratified Random Sampling technique as many as 48 female students. The instrument used a questionnaire to measure the knowledge and attitudes of adolescents. The intervention was carried out by providing IEC through the media of a pocket book on reproductive health and early marriage. Statistical test results using the Wilcoxon Signed Rank Test on the knowledge variable obtained a p-value = 0.000 (0.05) meaning that there was a significant effect between before and after being given IEC with pocket book media and there was no effect on the attitude of young women before and after given IEC with pocket book media p-value = 0.095 ( 0.05). The results of this study are expected that female students can increase their knowledge by seeking more extensive and up-to-date information about reproductive health and early marriage and can participate in reducing the number of early marriages, especially in Pekalongan Regency.

    The Effect Of Yoga Training Butterfly Pose, Child Pose, Cat And Cow Pose On The Intensity Of Primary Menstrual Pain (Dysmenorrhea)

    Get PDF
    Dysmenorrhea is a gynecological problem that requires good, appropriate and comprehensive treatment. One of the treatments to reduce dysmenorrhea is by doing yoga. Objective: Knowing the effect of yoga training Butterfly Pose, Child Pose, Cat and Cow Pose on the intensity of primary menstrual pain (dysmenorrhea) in level I female students (first semester of the 2022/2023 academic year) at the Poltekkes Kemenkes Semarang Dormitory. The research method used True Experimental Design with Pretest - Posttest Control Group Design. The population in this study were level I students (first semester of the 2022/2023 academic year) at the Polytechnic Dormitory of the Ministry of Health Semarang who experienced dysmenorrhea and with Purposive Sampling technique obtained a sample of 30 students. The research instrument used a standardized Numeric Rating Scale (NRS) checklist. Data analysis using univariate and bivariate analysis. The results showed the initial measurement of primary dysmenorrhea intensity (mean experimental group = 6.13 and mean control group = 4.80), the final measurement of primary dysmenorrhea intensity (mean experimental group = 4.40 and mean control group = 5.53). There is a difference in the intensity of primary dysmenorrhea in the initial measurement and the final measurement of the data of the experimental group and the control group with a significance of 0.05. In conclusion, there is an effect of yoga training Butterfly Pose, Child Pose, Cat and Cow Pose on the intensity of primary menstrual pain (dysmenorrhea) in level I female students at the Poltekkes Kemenkes Semarang Dormitory. The existence of this research is expected to be able to add insight and knowledge related to yoga as one of the non-pharmacological treatments for primary menstrual pain (dysmenorrhea) and the application of yoga can be a solution to solving health problems, especially in female students who experience primary menstrual pain (dysmenorrhea). Dismenore merupakan masalah ginekologi yang membutuhkan penanganan secara baik, tepat dan komprehensif. Salah satu penanganan untuk mengurangi dismenore adalah dengan melakukan yoga. Tujuan : Mengetahui pengaruh training yoga Butterfly Pose, Child Pose, Cat and Cow Pose terhadap intensitas nyeri haid (dismenore) primer pada mahasiswi tingkat I (semester I tahun ajaran 2022/2023) di Asrama Poltekkes Kemenkes Semarang. Metode penelitian menggunakan True Eksperimental Design dengan Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasisiwi tingkat I (semester I tahun ajaran 2022/2023) di Asrama Poltekkes Kemenkes Semarang yang mengalami dismenore dan dengan teknik Purposive Sampling didapat sampel sejumlah 30 mahasiswi. Instrumen penelitian menggunakan checklist baku Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran awal intensitas dismenore primer (mean kelompok eksperimen = 6,13 dan mean kelompok kontrol = 4,80), pengukuran akhir intensitas dismenore primer (mean kelompok eksperimen = 4,40  dan mean kelompok montrol = 5,53). Ada perbedaan intensitas dismenore primer pada pengukuran awal dan pengukuran akhir data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan signifikasi 0,05. Simpulan, terdapat pengaruh training yoga Butterfly Pose, Child Pose, Cat and Cow Pose (p value 0,05) terhadap intensitas nyeri haid (dismenore) primer pada mahasiswi tingkat I di Asrama Poltekkes Kemenkes Semarang. Adanya penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan dan pengetahuan terkait yoga sebagai salah satu pengobatan non farmakologi terhadap nyeri haid (dismenore) primer serta penerapan yoga mampu menjadi solusi pemecahan masalah kesehatan terutama pada mahasiswi yang mengalami nyeri haid (dismenore) primer

    2,323

    full texts

    2,705

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇