Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
2705 research outputs found
Sort by
THE RISK OF DEGENERATIVE DISEASES BASED ON ENERGY CONSUMPTION AND EXERCISE HABITS
Obesity triggers the risk of degenerative diseases. An unhealthy diet and insufficient physical activity have been contributing to the rapid increase in obesity prevalence. This study aims at determining the differences in the risk of degenerative diseases based on energy consumption and exercise habits of City Disaster Management Board/DMB members, especially in Denpasar City. This research is an observational study, targeting all members of Denpasar DMB as a population. Samples were taken purposively with a total of 126 people. The risk difference was tested using chi-square, and the estimated risk of degenerative diseases was analyzed using the Mantel-Haentzel odds ratio. The risk of degenerative diseases based on energy consumption shows a significant risk only in the group of people who did not have exercise habits (Q-suare=4.53; p=0.03), with an estimated risk that is also significant (OR=2.48; 95% CI= 1.07 - 5.74). The estimated risk results indicated that exercise habit is a potential confounding variable in the risk of degenerative diseases based on energy consumption. Lowering energy consumption is not effective enough to prevent the increase of degenerative disease risk, and prevention of new risks of degenerative diseases must include regular exercise
OPTIMALISASI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK DENGAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB
Teknologi informasi berkembang sangat pesat, tidak terkecuali di bidang pelayanan kesehatan. Rekam Medis Elektronik merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas dan keamanan layanan kesehatan, mengurangi kejadian buruk bagi pasien, mengurangi biaya, mengoptimalkan pelayanan, meningkatkan penelitian klinis, dan memperoleh luaran klinis yang lebih baik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem informasi rekam medis berbasis website untuk meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan di klinik. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat di klinik ini yaitu penyediaan perangkat keras (hardware), implementasi perangkat lunak (software) berupa aplikasi pelayanan pendaftaran dan pengelolaan rekam medis berbasis website, serta pelatihan penggunaan aplikasi aplikasi pelayanan pendaftaran dan pengelolaan rekam medis berbasis website kepada petugas. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu rekam medis elektronok mampu mengurangi waktu tunggu pelayanan kepada pasien sehingga kepuasan pasien terhadap pelayanan di klinik meningkat. Pengetahuan dan penerimaan petugas kesehatan di klinik juga meningkat setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan, sehingga dapat menjamin keberlanjutan program ini
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Penerapan Proteksi Radiasi: Studi pada Mahasiswa Praktik Klinik Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Poltekkes Kemenkes Semarang
Background: Radiation protection is very important for patient and personnel safety in radiology services. It has been given in the college through classical lectures, including in Radiodiagnostic and Radiotherapy Department Poltekkes Kemenkes Semarang. The student’s knowledge is routinely evaluated but their compliance in the clinical activities has never been specifically observed. This study aims to find out the relationship between knowledge toward compliance of the application of radiation protection on clinical practice students.Methods: This is quantitative research with a cross-sectional design. Research was conducted on 90 second-year clinical internship students of the Radiodiagnostic and Radiotherapy Department. The level of knowledge was measured by written test, while the level of compliance was observed by clinical observation. The affecting factors are investigated through indepth interview. Data were analyzed by Spearman Rank Correlation.Results: The knowledge levels among the students were "excellent” (18%), "good" (68%), and "fair" (14%). The radiation protection compliance levels were "good" (73%) and "very good" (27%). There was a significant relationship between radiation protection knowledge level toward radiation protection compliance (p value 0.05). The strength of the relationship was low (coefficient interval = 0.257). Conclusions: There was a relationship between knowledge and the level of compliance, but it was not the only influencing factor. The environment tends to have an effect on the level of compliance. Radiographers and clinical instructors should be good role model in applying radiation protection
PENGARUH PELATIHAN BTCLS TERHADAP PENGETAHUAN KEGAWATDARURATAN MAHASISWA CALON LULUSAN PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALONGAN
Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah salah satu pengetahuan dan skill yang harus dimiliki oleh seorang perawat. Pelatihan ini merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan keterampilan bagi perawat dalam memberikan pelayanan yang tepat dan cepat kepada pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan BTCLS terhadap pengetahuan manajemen keadaan darurat untuk lulusan dan calon lulusan Poltekes Kemenkes Semarang, Prodi DIII Keperawatan Pekalongan.Research design dengan metode pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Penelitian populasi ditujukan kepada mahasiswa tingkat akhir dan lulusan. Research sample adalah 125 responden yang teridiri dari 48 mahasiswa semester 6 dan 77 lulusan. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji-t. Hasil penelitian dengan sampel berpasangan uji t-uji pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan diperoleh nilai hitung sebesar 25,25 dan nilai signifikansi 0,000. Menyimpulkan pengaruh pelatihan BTCLS terhadap pengetahuan manajemen darurat untuk lulusan. Saran perlunya pelatihan BTCLS dilakukan oleh setiap perawat dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan kegawatdaruratan. Kata Kunci : Pelatihan, Basic Trauma Cardiac Live Support, Pengetahua
HUBUNGAN PERILAKU GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP KEBUGARAN JASMANI USIA DEWASA DI FASILITAS OLAHRAGA SUMMIT GYM KOTA SEMARANG
Di masa sekarang kalangan masyarakat cenderung kurang sadar akan manfaat apabila melakukan gaya hidup sehat. Secara global, lebih dari seperempat populasi orang dewasa (1,4 miliar) kurang aktif dalam beraktifitas fisik. Beberapa faktor penghambat eksternal yang menjadikan seseorang kurang melakukan aktifitas fisik ialah tak mempunyai waktu yang cukup, serta tak memiliki rekan untuk melakukan olahraga. Di samping hal tersebut terdapat faktor penghambat internal yaitu terlalu lelah dan terlalu malas. Kelelahan yang terjadi pada seseorang dapat disebabkan karena lingkungan pekerjaan yang menyebabkan mereka tidak memiliki cukup tenaga untuk rutin berolahraga. Mengetahui hubungan perilaku hidup sehat terhadap kebugaran jasmani usia dewasa di fasilitas olahraga Summit gym Kota Semarang. Desain penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu anggota aktif Summit GYM kota Semarang berusia dewasa 20-59 tahun berjumlah 49 responden dengan teknik sampel yaitu accidental sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Setelah dilakukan analisis data, pada penelitian ini nilai Sig. (2-tailed) hubungan dari variabel perilaku gaya hidup sehat dengan kebugaran jasmani ialah 0.000 dan nilai ini di bawah 0.05 dengan artinya terjadi penerimaan Ha dengan bernilai koefisien korelasi 0,626. Dengan demikian kesimpulan yang diperoleh ditemukan korelasi kuat dari variabel perilaku gaya hidup sehat dengan variabel kebugaran jasmani pada anggota aktif Summit GYM Kota Semarang. Terdapat hubungan perilaku gaya hidup sehat terhadap kebugaran jasmani usia dewasa di Summit GYM Kota Semarang. Perilaku gaya hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini untuk menghasilkan tingkat kebugaran yang baik
Gambaran Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan RSUD Majenang Tahun 2021
Latarbelakang: berdasarkan wawancara dengan petugas TPPRJ bahwa di RSUD Majenang belum melakukan survei kepuasan terhadap pasien umum dan BPJS tanpa rujukan sehingga tidak diketahui nilai persentase kepuasan, sedangkan berdasarkan SPM RS dari indikator kepuasan dengan nilai standar ≥90%. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien di TPPRJ RSUD Majenang. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah populasi 4.708, sampel 98 responden, teknik sampel sampling insidental. Cara pengumpulan data membagikan lembar kuesioner, analisis data univariat dengan memaparkan besarnya persentase kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi mutu pelayanan. Persentase kepuasan dimensi mutu reliability 80%, assurance 88%, tangibles 69%, emphaty 85%, dan responsiveness 88%. Persentase dimensi mutu reliability, assurance, tangibles, emphaty, dan responsiveness didapatkan persentase kepuasan sebesar 82%, tetapi belum sesuai SPM RS karena berdasarkan persentase kepuasan nilai standar ≥90%
Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)
The era of society 5.0 creates new challenges in various sectors of life, one of which is the health sector. Health development is directed at realizing optimal health degrees. To achieve this goal, it is necessary to manage various resources so that efficient, quality, and affordable health services can be available. At this point, a quality medical recorder is needed. In the era of society 5.0 every individual must have knowledge and skills. This relates to the PMIK competency field at number 2, namely Self-Introspection and Self-Development. The influence of the era of society 5.0 on PMIK's competence has led to changes and improvements in knowledge that require PMIK to be able to develop, apply and use technology, one example of its use is Electronic Medical Records (RME) and Hospital Management Information Systems (SIMRS). The purpose of this study was to determine the influence and relationship of the era of society 5.0 on PMIK competence. This study uses a qualitative data interpretation method. This type of method is used to analyze data in qualitative research or also called categorical data. The subject of this research is PMIK and the object is PMIK competence in the era of society 5.0. The potential result of applying the influence of the era of society 5.0 to PMIK competence is a change in competence in line with the demands of the times. This change led to renewal of competencies taught to PMIK candidates
Pengaruh Edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC) Terhadap Keluhan Ibu Postpartum Melalui Asuhan Home Care
The postpartum period begins after the birth of the placenta and ends when the uterine organs return to their pre-pregnancy state. The postpartum period starts from 6 hours to 42 days. Postpartum education with the FCMC approach is effectively applied to strengthen perceptions for postpartum mothers and families at home. The purpose of this study was to determine the effect of Family Centered Maternity Care Education on complaints of postpartum mothers through home care. The research method used is a research design using Quasi Experimental with a Two Group Pretest-Postest Design approach. The sampling technique used was purposive sampling. The study population was normal postpartum mothers day 2-42 days. Respondents of the research used 30 people, collected data using a questionnaire on normal postpartum mothers, 15 postpartum mothers each in the intervention and control groups. The results showed that the average score of complaints of postpartum mothers in the intervention group before being given FCMC education using Indonesian language pocket books and visual aids was 5.73 ± 1.363 and the minimum - maximu score was 3-9 while after being given FCMC education using pocket books and teaching aids was 1.50 ± .509 and the minimum –maximum value is 1-2. The results showed that there was an effect of providing FCMC education using pocket books and teaching aids (p=.029). For the control group, the average score of complaints of postpartum mothers before being given FCMC education using leaflets was 5.43 ± 1.006 and the minimum – maximum value was 3-8, while after being given FCMC education using leaflets was 1.50 ± .509 and the minimum – maximum value was 1-2. The results showed that there was no effect on providing FCMC education using leaflets (p = .355). The conclusion of the study is that providing FCMC education has no effect on overcoming maternal complaints during the postpartum period through home care
Pemberian Air Rebusan Jahe Menurunkan Mual Muntah Ibu Hamil Trimester I
ABSTRACTDiscomfort during pregnancy is often felt by the mother, one of which is nausea and vomiting. Nausea and vomiting in pregnancy due to increased hormones estrogen and Human Chorionic Gonadrotropin (HCG), which occurs in the first trimester of pregnancy and is based on a preliminary survey data from 15 pregnant women the first trimester antenatal there were 8 (53.33%) of pregnant women experience nausea gag. The purpose of this research was to determine the effect of ginger boiled water to decrease nausea and vomiting in pregnant women trimester I. This research was conducted in Bandongan Kabupataen Magelang Primery Health Care. This study uses a quasi-experimental design One Group Pre-test Post-test. The study population was all pregnant women the first trimester in Bandongan Kabupataen Magelang Primery Health Care. The results showed that there is the effect of ginger boiled water to decrease nausea and vomiting in the first trimester pregnant women with p value 0.000From the research results expected in pregnant women who experience nausea and vomiting can apply the use of ginger to boiling water as one method of treatment alternative to reduce nausea and vomiting at doses pregnancy with accordance with the rulesKeywords: Ginger, Nausea Vomiting, Pregnancy Trimester I ABSTRAKKetidaknyamanan pada masa kehamilan sering dirasakan ibu, salah satunya adalah mual muntah. Mual muntah dalam kehamilan diakibatkan peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionik Gonadrotropin (HCG) yang terjadi pada kehamilan trimester I dan berdasarkan data survey pendahuluan dari 15 ibu hamil trimester pertama yang melakukan pemeriksaan kehamilan terdapat 8 (53,33%) ibu hamil yang mengalami keluhan mual muntah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bandongan Kabupataen Magelang. Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain One Group Pre-test Post-test. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I diwilayah kerja Puskesmas Bandongan Kabupataen Magelang dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan jahe terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I dengan p value 0,000. Dari hasil penelitian diharapkan ibu hamil yang mengalami mual muntah dapat mengaplikasikan penggunaan air rebusan jahe untuk sebagai salah satu metode pengobatan alternative untuk mengurangi mual muntah pada kehamilandengan dosis sesuai dengan aturan
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI GERAKAN SAYANGI LANSIA (GSL) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN LANSIA (SMART) SEHAT, MANDIRI, AKTIF DAN PRODUKTIF
Latar Belakang : Seiring bertambahnya usia seseorang, tubuh secara alamiah akan mengalami berbagai penurunan fungsi akibat proses penuaan. Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan jejas dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Secara alamiah, manusia secara perlahan akan mengalami kemunduran struktur dan fungsi organ. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemandirian dan kesehatan pada lansia. Proses penuaan meningkatkan kecenderungan untuk menderita infeksi parah yang merupakan penyebab utama tingginya mortalitas dan morbiditas pada usia lanjut. Pada masa pandemi, Lansia harus tetap berada di rumah karena termasuk kelompok yang sangat rentan terpapar virus Covid-19. Oleh karena itu, kiranya sangatlah dibutuhkan suatu kegiatan dalam rangka Gerakan Sayangi Lansia (GSL). GSL ini ditujukan kepada para lansia agar tetap optimis dengan perubahan pola hidup di era kenormalan baru. Caranya adalah dengan 5M yakni memuliakan, menyayangi, menjaga kesehatan, memberi kesempatan beraktifitas sosial, dan menjaga dari bentuk kekerasan dan ketidaknyamanan dengan tetap melakukan aktivitas positif yang sesuai dengan protokol kesehatan.Tujuan : Pengabdian masyarakat untuk memberdayakan masyarakat khususnya peran keluarga dalam rangka gerakan sayangi lansia dalam upaya mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif dan produktif.Metode : yang digunakan adalah dengan pelatihan (ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi) dan pendampingan dalam upaya mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif dan produktif (SMART). Sasaran kegiatan adalah keluarga lansia dan lansia serta kader lanjut usia yang ada di wilayah Kelurahan Bandung Kota Tegal sejumlah 15 peserta.Hasil : kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam gerakan sayangi lansia dan kemampuan peserta dalam melakukan praktek latihan kemandirian dan keaktifan melalui senam lansia untuk menjaga kesehatan lansia juga semakin meningkat.Kata Kunci : GSL, Lansia, SMAR