Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
    2705 research outputs found

    Aplikasi Integrative Empowerment Keluarga Berbasis E-Monitoring Roled Based Expert System Dalam Pencegahan Relapse Pada Skizofrenia

    Get PDF
    E-monitoring integrative empowerment berbasis roled based expert system yang dapat diakses kapan saja dan dimanapun berada menghadirkan Perawat jiwa belum terbentuk untuk membantu keluarga merawat dan mencegah relapse skizofrenia ketika dirumah. Pemberdayaan kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk membentuk dan melihat efektifitas dari e-monitoring integrative empowerment berbasis roled based expert system. Evaluasi pemberdayaan kemitraan masyarakat dilakukan dengan desain pra-experimental pada 30 keluarga yang merawat skizofrenia. Kuesioner digunakan untuk mengukur kemampuan keluarga merawat dan mencegah relapse. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil: Ada efektifitas e-monitoring integrative empowerment berbasis roled based expert system terhadap kemampuan keluarga merawat dan mencegah relapse (p-value=0,0000,05). Perawat jiwa dan kader dilatih untuk dapat mensosialiasasikan dan memantau dari program aplikasi system ini sehingga dapat digunakan oleh keluarga yang merawat skizofrenia

    SUPLEMENTASI BESI-FOLAT PADA WANITA PEKERJA: HUBUNGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DAN PRODUKTIVITAS KERJA

    No full text
    Status gizi, khususnya kecukupan zat besi, menjadi faktor krusial yang memengaruhi produktivitas kerja terkusus pekerja perempuan. Anemia pada wanita usia subur menimbulkan risiko pada kesehatan dan produktivitas. Suplementasi zat besi dan asam folat di tempat kerja diusulkan sebagai solusi untuk mengatasi anemia dan meningkatkan kesejahteraan pekerja wanita. Review ini bertujuan untuk memotret kompleksitas isu ini dan mendesak perlunya perhatian pada kesehatan dan produktivitas pekerja Wanita. Anemia, terutama disebabkan kekurangan zat besi, menjadi isu kesehatan global yang merugikan, terutama di kalangan pekerja. Keterkaitan langsung antara zat besi dan produktivitas kerja, terutama pada pekerja wanita, ditegaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zat besi, terutama dengan dosis pagi tunggal, dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan produktivitas kerja. Implikasi kebijakan melibatkan peningkatan akses terhadap suplementasi zat besi dan perbaikan pola makan untuk mendukung kesejahteraan pekerja wanita. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya mengidentifikasi dan mengatasi kekurangan zat besi dengan suplementasi besi-folat pada wanita pekerja adalah kunci untuk mencegah anemia defisiensi besi dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan tenaga kerja.Penduduk Indonesia yang terus bertambah menciptakan potensi ekonomi, terutama melalui partisipasi pekerja perempuan. Namun, disparitas gender dan kurangnya perhatian terhadap kesehatan dan gizi pekerja, terutama wanita, mempengaruhi produktivitas. Status gizi, khususnya kecukupan zat besi, menjadi faktor krusial yang memengaruhi produktivitas kerja. Anemia pada wanita usia subur menimbulkan risiko pada kesehatan dan produktivitas. Suplementasi zat besi dan asam folat di tempat kerja diusulkan sebagai solusi untuk mengatasi anemia dan meningkatkan kesejahteraan pekerja wanita. Review ini bertujuan untuk memotret kompleksitas isu ini dan mendesak perlunya perhatian pada kesehatan dan produktivitas pekerja Wanita. Artikel ini ditulis dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari artikel terpublikasi secara nasional dan internasional. Hasil penelitian dari studi ini menyoroti dampak anemia defisiensi zat besi pada produktivitas pekerja wanita di Indonesia. Anemia, terutama disebabkan kekurangan zat besi, menjadi isu kesehatan global yang merugikan, terutama di kalangan pekerja. Keterkaitan langsung antara zat besi dan produktivitas kerja, terutama pada pekerja wanita, ditegaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zat besi, terutama dengan dosis pagi tunggal, dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan produktivitas kerja. Implikasi kebijakan melibatkan peningkatan akses terhadap suplementasi zat besi dan perbaikan pola makan untuk mendukung kesejahteraan pekerja wanita. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya mengidentifikasi dan mengatasi kekurangan zat besi dengan suplementasi besi-folat pada wanita pekerja adalah kunci untuk mencegah anemia defisiensi besi dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan tenaga kerja

    Pengaruh Waktu Kontak Filtrasi Media Resin Kation dan Zeolit terhadap Kesadahan Air Sumur Gali

    Get PDF
    Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2023 di Dusun Gampeng RT 02, Triwidadi, Pajangan, Bantul didapatkan kesadahan sebesar 390 mg/L termasuk kesadahan sementara. Saat dilihat secara fisik, air sumur yang sadah setelah direbus berwarna keruh, terdapat endapan putih pada gelas dan apabila dididihkan akan membentuk kerak pada cerek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu kontak yang efektif filtrasi media resin kation dan zeolit dalam menurunkan kadar kesadahan air sumur gali. Penelitian bersifat Quasi Experiment dengan desain penelitian One-Group Pre Test-Post Test Design. Besar sampel sebanyak 18 sampel dengan teknik pengambilan yaitu grab sampling pada bulan Maret 2024. Hasil pemeriksaan dilakukan uji normalitas data, uji One Way Anova, uji Paired Sample t-Test dan LSD. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesadahan didapatkan hasil penurunan dengan waktu kontak 10 menit sebesar 23,3%, 20 menit sebesar 34% dan 30 menit sebesar 56,16%. Hasil uji statistic menggunakan uji One Way Anova dengan nilai Sig 0,001 maka ada pengaruh filtrasi media resin kation dan zeolit terhadap kesadahan air sumur gali. Hasil uji Paired Sample t-Test didapatkan pada setiap waktu kontak nilai sig (2-tailed) 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan kadar kesadahan sebelum dan setelah perlakuan. Dari hasil uji LSD waktu kontak yang efektif filtrasi media resin kation dan zeolit dalam menurunkan kadar kesadahan air sumur gali adalah 30 menit. Waktu kontak yang efektif filtrasi media resin kation dan zeolit terhadap kadar kesadahan air sumur gali sesudah dilakukan filtrasi yaitu selama 30 menit dengan penurunan sebesar 56,16%

    Comparative Analysis of Direct Inhalation vs. Diffuser Delivery Methods for Lavender Aromatherapy on Pain Intensity in Primigravida During Active Labor Phase

    Get PDF
    Background: Pain is an uncomfortable feeling that everyone has experienced, whether mild or acute. The intensity of labor pain in primigravidas is often more severe than labor pain in multiparas. Aromatherapy is a non-pharmacological method for treating, reducing symptoms, preventing and reducing anxiety. Using lavender aromatherapy can increase relaxation and reduce pain. Providing aromatherapy through inhalation is the most popular method of administration. However, there has been no research that proves a more effective method of administration in reducing labor pain between direct inhalation aromatherapy and using a diffuser. Aromatherapy has not been widely developed in PMB Cirebon city. The aim was to determine the difference between giving lavender aromatherapy by direct inhalation and diffuser on pain intensity in active phase I primigravidas in BPM Cirebon Regency. Methods: Quasi Experiment research with a two group pre-test and post-test design. The independent variable in this research is the administration of lavender aromatherapy by direct inhalation using a diffuser. The dependent variable in this research is the intensity of labor pain. Population of all primigravida mothers. Non Random Sampling technique with Accidental Sampling with inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria in this study were primigravida, Term (37-42 weeks), Inpartu, Phase I active phase, Age 20-35 years, Patient willing to be a research respondent The study exclusion criteria were pathological labor, allergies to aromatherapy odors, olfactory disorders (flu). The number of samples was 30 people. 15 people were given aromatherapy by inhaling directly and 15 people by using a diffuser. Univariate and bivariate data analysis. The bivariate test uses the Wilcoxon Signed Rank and Mann Whitney tests. Results: The results of the Wilcoxon test for the direct inhalation group had a p-value of 0.157. The results of the diffuser group have a p value of 0.001. Mann Whitney test results p value of 0.001. So giving lavender aromatherapy using a diffuser is more effective in reducing labor pain. Conclusion: There are differences in the intensity of labor pain when giving direct inhalation of lavender aromatherapy and using a diffuser. Diffuser aromatherapy is more effective in reducing labor pai

    Pengaruh Penggunaan Video Animasi Dalam Deteksi Dini Stunting Pada Ibu Batita

    Get PDF
    Stunting mencerminkan kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi dalam waktu lama. Angka kejadian stunting di Kota Semarang masih tinggi, Keterlambatan dalam mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang balita dapat meningkatkan resiko kejadian stunting. Video animasi salah satu metode yang dikembangkan dengan menyesuaikan sasaran dan kebutuhan. Tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku khususnya orang tua balita untuk bisa mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan observasi langsung dengan sasaran peningkatan pengetahuan ibu batita tentang deteksi dini stunting dengan pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan. Hasil pada pengabdian kepada masyarakat berupa 63 sasaran ibu batita dan kader Kesehatan. Terdapat perbedaan pengetahuan ibu batita sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan dengan nilai p value 0,001. Peningkatan rata rata pengetahuan ibu batika meningkat dari 8,82 pada saat pretes menjadi 13.94 pada saat posttest. Kesimpulan penggunaan video animasi meningkatan pengetahuan ibu batita dalam deteksi dini stunting di wilayah Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Harapannya akan terbentuk kelompok Masyarakat yang teredukasi tentang stunting atau Masyarakat sadar stuntin

    Pengolahan Daun Kelor Peningkat Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Pudakpayung

    Get PDF
    Kelurahan Pudakpayung, kota Semarang, memiliki potensi ekonomi dan kesehatan yang perlu dikembangkan. Fokus pada RW 7 sebagai kampung tematik jajan pasar, masyarakatnya memiliki kekreatifan tinggi dan dapat membudidayakan tanaman kelor. Namun, dibutuhkan bimbingan untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Pengabmas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Pudakpayung dalam pengolahan daun kelor, dengan fokus pada pengembangan teh daun kelor. Tujuan spesifik mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, promosi, dan pemberian the daun kelor kepada ibu menyususi untuk meningkatkan berat badan bayi. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, pelatihan praktik, demonstrasi, dan diskusi. Evaluasi dilakukan dengan memberikan produk teh daun kelor kepada ibu menyusui, dengan penilaian berat badan bayi sebelum dan setelah perlakuan. Pengabdian ini berhasil meningkatkan rata-rata berat badan anak dari 9,88 menjadi 10,51 setelah ibu mengkonsumsi teh daun kelor. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test menunjukkan signifikansi sebesar 0,0001 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan. Nilai Std. Deviation juga menunjukkan konsistensi hasil. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa konsumsi teh daun kelor dapat meningkatkan berat badan balita. Masyarakat Pudakpayung semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan teh daun kelor. Dengan demikian, pengembangan potensi ekonomi dan kesehatan di kelurahan ini dapat terus ditingkatkan

    Media Motion Graphic Empat Pilar Gizi Seimbang Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita

    Get PDF
    ABSTRACTBackground: Nutritional status is a major global health issue that frequently leads to the deaths of children under five years old. According to the World Health Organization (WHO), malnutrition accounts for 45% of deaths in this age group. In Indonesia, one key factor contributing to high rates of malnutrition among children under five is insufficient maternal knowledge. Enhancing maternal understanding of nutrition can be achieved through nutrition education, with Motion Graphics being one effective educational media.Research Objective: To assess the impact of Motion Graphic media education on the four pillars of balanced nutrition regarding the knowledge and attitudes of mothers with toddlers in Cot Gadong Village, Jeumpa District, Bireuen RegencyMethods: This study uses the Research and Development method with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Primary and secondary data are collected, and they are subsequently put through editing, coding, scoring, processing, and cleaning steps. Both quantitative and qualitative data were acquired. Utilizing SPSS software for data analysis, the T-Dependent test with a 95% confidence level (α = 0.05) was included.Results: The average scores from the tests are as follows: 85.51% from the material expert, 85.96% from the media expert, and 93.33% from the language expert. The average knowledge level before education was 41.57, which increased to 83.33 after education. Similarly, the average attitude score rose from 40.20 before education to 87.23 after education. Statistical analysis shows p values of 0.000 for both knowledge and attitude.Conclusion: The creation of Motion Graphic media on the four pillars of balanced nutrition can enhance both the knowledge and attitudes of mothers with toddlers in Cot Gadong Village, Jeumpa District, Bireuen Regency

    Education Through Audiovisual Media To Increase Students' Knowledge And Attitudes About Oral Health

    Get PDF
    This research examines dental and oral health problems in Islamic boarding schools, which are influenced by the lack of knowledge and attitudes of the students. Knowledge of dental and oral health is an effort that is included in prevention to maintain healthy teeth and mouth, if dental and oral health is not paid attention to it can cause problems with dental and oral disease. This research aims to increase students' knowledge and attitudes towards dental and oral health through audio-visual education at the Putra Al-Badriyah Mranggen Islamic boarding schools. This type of research is a quasi-experimental pre-post test with control group design with a sample of 50 students, using a questionnaire given before and after the counseling intervention through audio-visual education, with data analysis using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in students' knowledge and attitudes (p: 0.000 α (0,05) and yaitu p: 0,000 α (0,05). In conclusion, audio visual education is effective in increasing students' knowledge and attitudes about dental and oral health

    Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City

    Get PDF
    Implementation of SISRUTE in Health Centers needs to be a priority in the implementation of RME, there is a discrepancy between the implementation of SISRUTE in Halmahera Health Center and the applicable provisions. This study to describe the implementation of SISRUTE in Halmahera Health Center, Semarang City from the aspects of human, organization, technology, net-benefit. This research using the HOT-Fit method, data collection through observation and interviews. Human aspect, the owner of the SISRUTE account is a doctor but is operated by nurses and midwives on duty, there has been no training to develop the ability to use SISRUTE for HR other than the account owner. Organization aspect, shows the existence of SOP and Decree of the Head of Health Center regarding the delegation of authority to use SISRUTE accounts in Health Centers. The technology aspect of SISRUTE has not been bridged with other Health Information Systems, data integration has not been created between Health Centers and Hospitals, so that referral files are still manual and require re-entry time at the Hospital. Net-benefit aspect, SISRUTE has not been a priority for referral applications so that speed, effectiveness and efficiency cannot be measured

    DETERMINAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI TRIMESTER 3

    No full text
    Ibu hamil risiko tinggi mengalami depresi dan kecemasan tiga kali lebih besar daripada ibu hamil normal. Hal itu berdampak negatif pada perkembangan anak dan risiko depresi pascapersalinan. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor pada tingkat kecemasan ibu hamil risiko tinggi trimester 3. Metode pada penelitian  ini cross-sectional dengan populasi ibu hamil trimester 3 dengan jumlah sampel 41 orang menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar identitas responden, Kartu Skor Poedji Rochyati, Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), dan kuesioner spiritual support. Analisis statistik dilakukan menggunakan Spearman Rank Correlation (rho). Hasil analisis statistik diperoleh p-value untuk masing-masing variabel, yaitu usia (p: 0,932), paritas (p: 0,865), pekerjaan (p: 0,808), penghasilan keluarga (p: 0,239), dan spiritual supportl (p: 0,121). Oleh karena itu, dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan usia, paritas, pekerjaan, penghasilan keluarga, dan spiritual support pada ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Gondangrejo. Sehingga, penelitian selanjutnya terkait variabel kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi dapat dikaitkan dengan faktor-faktor lain

    2,323

    full texts

    2,705

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇