Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
    2705 research outputs found

    Pemanfaatan Aplikasi Starting (Smart Detection for Stunting) Dalam Deteksi Risiko Stunting

    Get PDF
    Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak di Indonesia. Prevalensi stunting pada anak di bawah dua tahun masih tinggi, mencapai 32,8% pada tahun 2023, meskipun berbagai intervensi telah dilakukan. Di Kabupaten Pekalongan, prevalensi stunting meningkat dari 19,5% pada 2021 menjadi 23,5% pada 2022. Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan orang tua, keluarga, tenaga kesehatan, serta intervensi edukasi yang dimulai sejak masa prakonsepsi. Teknologi, seperti aplikasi smartphone, menawarkan solusi potensial untuk deteksi dini dan pemantauan status gizi. Aplikasi STARTING (Smart Detection for Stunting) diperkenalkan untuk membantu kader posyandu dalam deteksi stunting pada calon pengantin, ibu hamil, dan balita. Pengabdian yang dilakukan di Desa Tosaran dan Desa Jomblangan selama delapan bulan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dengan nilai rata-rata 2,97 untuk deteksi calon pengantin, 4,17 untuk ibu hamil, dan 0,63 untuk balita. Persepsi kader terhadap aplikasi STARTING sangat positif. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran kader dalam mencegah stunting dengan memperkuat kapasitas mereka melalui edukasi yang lebih efekti

    The Relationship between Characteristics, Knowledge and Motivation of Parents on Actions to Prevent Tooth Decay in Elementary School Children

    Get PDF
    Oral health is a recurring problem because children are still in the transition from baby teeth to permanent teeth. At this stage, the child is still dependent on the parents; therefore, the role of the parents is to teach and communicate the importance of dental and oral health. This research aims to identify the characteristics, knowledge, and motivation of parents with the preventive damage to children. This study design used cross-sectional study approach and the number of samples used in this study was 111 parents with a total sampling technique. The statistical analysis of the study uses Kendall's Tau C. Research results obtained by respondents: parents aged 35-45 years as many as 64 (57.7%), females by 85 (76.6%), high school education/PT 84 (75.7%) parents, and income levels 4,000,000 as 80 (7.1%) parents. Statistical tests have shown that there is a relationship between knowledge (p-value = 0.000) and parental motivation (p-value = 0.000) with the prevention of tooth decay in children, but no relationship between age (p-value = 0.424), gender (p-value = 0.01), education level (p-value = 0.101) and parental income level (p-value = 0.454) with a dental safety measure on grades 1-3. Therefore, oral health education is necessary to maintain parental knowledge and motivation

    Implementation of Infection Prevention and Control Management in Health Workers at Unimus Dental and Oral Hospita

    Get PDF
    Hospitals as health care facilities are prone to infection. Infections that occur in hospitals are called nosocomial infections or can be called HAIs (Healthcare Associated Infection). Various kinds of procedures and dental health facilities can potentially cause infection transmission. There are infection prevention and control guidelines issued by the Ministry of Health in 2017, but their implementation is still not optimal. One of the factors that influence the implementation of infection prevention and control is the lack of awareness in complying with and understanding the guidelines. To describe the implementation of infection prevention and control in health workers at Unimus Dental dan Oral Hospital. The type of research used is analytic observational with a cross sectional research design through a descriptive approach. Results: 94.9% of dental professional students were very good at implementing infection prevention and control, but 2.6% were still lacking. As many as 71.4% of dentists are good at implementing infection prevention and control, but 14.3% are still lacking. 50% of dental nurses are very good at implementing infection prevention and control. And 100% of the PPI staff have been very good at implementing infection prevention and control at Unimus Dental dan Oral Hospital. The implementation of infection prevention and control in the Unimus Dental dan Oral Hospital for students of professions, PPI staff, dentists, dentists and dental nurses, the results were 87.7% very good, 7% good and 5.3% not goo

    Pengaruh Carboxyhemoglobin (COHb) Dengan Kejadian Fatigue Pada Pengemudi Angkutan Kota Di Kota Depok

    Get PDF
    Karbon Monoksida (CO) ialah gas yang mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berasa, sangat mudah terbakar, mudah meledak dan sangat ringan diudara, gas CO ini akan berdampak kematian bila konsentrasinya tinggi. Sumber utama gas CO ini adalah hasil dari pembakaran alami ataupun buatan seperti, gas buang kendaraan. Gas CO masuk ke dalam tubuh manusia dan berikatan dengan Hemoglobin (Hb) membentuk Karboksihemoglobin (COHb) yang sangat berbahaya karena dapat menggantikan Oksigen (O2) dalam tubuh manusia, serta dapat berikatan dalam jaringan dengan zat yang mengandung zat besi seperti myoglobin, sitokorm, oksidase, katalase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana COHb dapat menyebabkan fatigue pada pengemudi angkutan kota di Kota Depok. Metode yang digunakan ialah analisis cross sectional pada variabel COHb dan kelelahan kerja. Sampel penelitian sebanyak 73 pengemudi angkutan kota. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara COHb dengan kejadian fatigue (p=1,000), tetapi memiliki nilai OR ssebesar 1,111 (0,390-3,165) menunjukan bahwa pengemudi angkutan kota yang mengalami COHb terkena risiko sebesar 1,1 kali lebih besar dibandingkan yang tidak mengalami. Kesimpulannya adalah tidak terdapat pengaruh yang signifikan anatar COHb dengan kejadian fatigue pada pengemudi angkutan umum di Kota Depok

    EFEKTIFITAS INTERVENSI AKUPRESURE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

    Get PDF
    Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya yang tinggi dan terus meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bandung Kota Tegal. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 orang, dengan 20 orang pada kelompok intervensi yang menerima terapi akupresur dan 20 orang pada kelompok kontrol. Hasil menunjukkan mayoritas responden pada kelompok intervensi berjenis kelamin perempuan (80%), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 55%. Usia terbanyak pada kelompok intervensi adalah 50-60 tahun (55%), dan pada kelompok kontrol 30-49 tahun (60%). Tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi menurun dari 152 ± 11,0 mmHg menjadi 145 ± 11,5 mmHg (p=0,001), dan tekanan darah diastolik menurun dari 96 ± 9,0 mmHg menjadi 91 ± 8,5 mmHg (p=0,002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akupresur efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi

    Metabolite Profiling of Kirinyuh Leaf (Chromolaena Odorata L.) Ethanol Extract using UPLC-MS

    Get PDF
    Aphthous stomatitis has become one of the oral diseases causing pain in mucous tissue. The cure of aphthous stomatitis needs flavonoid compounds that have antioxidant, antibacterial, anticancer, and antiviral activities. Kirinyuh grows well in Bali province. Although plenty of plants have grown, few investigations have been conducted on kirinyuh leaves, especially for oral disease treatment. This paper aims to examine the compounds in kirinyuh leaves to find whether it has compounds for aphthous stomatitis requirement compounds. This study was performed by metabolite profile of Kirinyuh leaves which indicates the compounds produced by its metabolic process by using the UPLC-MS instrument with ethanol extract. The metabolite profile was begun by making simplisia of the leaves with the heating process in an oven at 50°C and sifted. The powder of kirinyuh then was macerated using ethanol with ration 1:5 for 2 days and sifted with Whatman No.1, evaporated until the ethanol extract was obtained. Afterwards, the metabolite profiling was performed by UPLC-MS separating the metabolite components. The results show that there are 14 compounds in the ethanol extract of Kirinyuh leaves. The major compound in the ethanol extract of Kirinyuh leaves is [(2,2-Dimethyl-6-oxo-3,4,6,7,8,9-hexahydro-2H-cyclopenta[c]pyrano[2,3-h]chromen-10-yl)oxy]acetate with an iFit percentage of 97.56%. This compound is a pyranoflavone turnover compound including flavonoids. Besides, it is also found phenol in kirinyuh leaves. Flavonoids in kirinyuh leaves can be used as herbal plants to treat mouth ulcers. In conclusion, it is found flavonoids in Kirinyuh leaves, a compound needed to cure aphthous stomatitis

    PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN KELUARGA DALAM PENURUNAN STUNTING MELALUI SUPPORT BI EMAN (BUBUR IKAN ENAK MANTAP)

    Get PDF
    Latar Belakang: Kelurahan Panggung adalah satu kelurahan yang terletak di KecamatanTegal Timur, Kota Tegal. Studi pendahuluan di kelurahan ini tercatat memiliki permasalahandi bidang kesehatan yaitu, stunting, yang terjadi di tahun 2023 ini menjadi kelurahan tertinggiangka stunting 120 . Stunting terjadi salah satunya akibat kurangnya pengetahuan ibu rumahtangga tentang makanan bergizi dan pola makan yang sehat. Hal ini juga berdampak padaanak-anak mereka yang mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang kurang jelas takarangizinya dan tidak tertarik untuk mengkonsumi protein yang mendukung pertumbuhan danperkembangan mereka. Tujuan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepadaibu-ibu Kader Kesehatan dan Masyarakat di 1000 HPK dengan anak stunting sebagaimasyarakat sasaran, tentang bagaimana mengolah bubur dengan lauk ikan dan telur yangenak dikonsumsi sehingga anak-anak mereka, termasuk masyarakat sasaran, menjadi tertarikuntuk mengkonsumsi protein. Kegiatan ini juga diiringi dengan sosialisasi tentang makananyang layak dan bergizi untuk dikonsumsi serta bagaimana menjalankan pola makan yangsehat. Metode yang digunakan adalah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Masyarakatsasaran mendapatkan pengalaman dan skill baru tentang bagaimana membuat bubur yangcepat dengan lauk ikan dan telor yang bisa dikonsumsi anak stunting, serta memperolehpengetahuan mengenai makanan yang layak untuk dikonsumsi berdasarkan takaran gizi yangtepat dan seimbang dan pola makan yang sehat. Hasil evaluasi Pengetahuan Masyarakat danKader Kesehatan meningkat dari 80 poin meningkat menjadi 100 poin. Pengalaman Skill kaderKesehatan meningkat dala

    Effects Of Online Gaming Addiction On Adolescent Physical Health

    Get PDF
    In all of Southeast Asia, Indonesia has the most gamers. It is estimated by the Indonesian government that 2.7 billion individuals suffer from gaming addiction. APJII (Indonesian Internet Service Providers Association) data indicates that 89.9 billion people play online games on their mobile phones, and this number is predicted to rise. The purpose of this study is to analyze relationship between online gaming addiction with adolescent physical health. Analytical research using a cross-sectional design. The study was carried out between December 1–8, 2023, in one of Semarang City's private high schools. There are 198 students and divided up among 6 distinct classes. 66 students from 6 classes were the sample size for the sampling procedure, which employed the Slovin formula. This study uses basic random sampling or draws based on the number of attendance. The GAS (Game Addiction Scale) questionnaire sheet and the respondent's physical health questionnaire were employed in the data collection procedure. Using Pearson Product Moment correlation for data analysis. Playing online games can have an impact on an adolescent's physical health and between two variables have a strong associatio

    PENGARUH PENGATURAN TEMPAT TINGGAL DAN KONDISI PERUMAHAN TERHADAP KELUHAN KESEHATAN LANSIA

    Get PDF
    Pengaturan tempat tinggal penduduk lanjut usia (lansia) merupakan komponen penting dalam memengaruhi kondisi kesehatan lansia. Kondisi perumahan juga berperan penting dalam menentukan kesehatan individu yang menempatinya, terlebih lansia yang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengaturan tempat tinggal dan kondisi perumahan terhadap keluhan kesehatan lansia. Data yang digunakan bersumber dari mikrodata Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2022 dengan unit analisis adalah penduduk berumur 60 tahun ke atas (lansia). Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner untuk menganalisis pengaruh pengaturan tempat tinggal dan kondisi perumahan terhadap keluhan kesehatan lansia. Penelitian ini menemukan bahwa lansia yang tinggal bersama keluarga dan anggota rumah tangga lain maupun bersama pasangan saja cenderung lebih rendah mengalami keluhan kesehatan dibandingkan dengan lansia yang tinggal sendiri. Selanjutnya, lansia yang tinggal di rumah layak huni cenderung lebih rendah mengalami keluhan kesehatan dibandingkan dengan lansia yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dukungan keluarga masih menjadi dukungan utama dan terpenting bagi lansia. Anggota keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama untuk memberi lebih banyak perhatian dan menyediakan kondisi perumahan ramah lansia, terlebih lansia yang tinggal sendiri.Pengaturan tempat tinggal (living arrangement) penduduk lanjut usia (lansia) merupakan komponen penting dalam memengaruhi kondisi kesehatan lansia. Kondisi perumahan juga berperan penting dalam menentukan kesehatan individu yang menempatinya, terlebih lansia yang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengaturan tempat tinggal dan kondisi perumahan terhadap keluhan kesehatan lansia. Data yang digunakan bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2022 dengan metode analisis regresi logistik biner. Penelitian ini menemukan bahwa lansia yang tinggal bersama keluarga dan anggota rumah tangga lain maupun bersama pasangan saja cenderung lebih rendah mengalami keluhan kesehatan dibandingkan dengan lansia yang tinggal sendiri. Selanjutnya, lansia yang tinggal di rumah layak huni cenderung lebih rendah mengalami keluhan kesehatan dibandingkan dengan lansia yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dukungan keluarga masih menjadi dukungan utama dan terpenting bagi lansia. Anggota keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama untuk memberi lebih banyak perhatian dan menyediakan kondisi perumahan ramah lansia, terlebih lansia yang tinggal sendiri

    Efficacy Of Ultraviolet Irradiation For Sterilization Of Dental Instrumen Against Oral Microbiome Growth

    Get PDF
    Background: Oral microbiome bacteria can attach to a variety of surfaces including oral diagnostic devices. Oral diagnostic tools that are not properly cleaned and sterilized can be used as a place for bacteria to multiply and cause cross-infection. Objective: This research aims to test the success of sterilization equipment using Ultraviolet light to sterilize dental instruments when used for dental examination activities in the field. Methods:  Randomized Experimental laboratory Pretest Posttest with Control Group Design. The subject of the study was the mouth glasses used after dental examination at UKGS. The intervention of the mouth glass was sterilized using Ultraviolet-c at three different times, namely 20 minutes, 25 minutes, and 30 minutes. Results: The results of Ultraviolet-c with One Way Anova test results showed a p-value of 0.000 (p0.05) indicating a significant difference in the number of oral microbiome bacteria between sterilization time and the number of oral microbiome bacterial colonies. Pearson correlation test p-value (p0.05) it can be concluded that there is a significant relationship between sterilization time and the number of oral microbiome colonies with a correlation coefficient of -0.850 which means that the longer the sterilization time, the number of oral microbiome bacteria decreases. Conclusion: Ultraviolet-c for 30 minutes is effective for sterilization of oral microbiome bacteria

    2,323

    full texts

    2,705

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇