Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
    2705 research outputs found

    Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc

    Get PDF
    Tracer is a tool used to indicate when medical record files are borrowed or removed from the filing room. Field data indicates that the use of manual tracers has slowed down service, as staff often feel rushed when recording information on these tracers. As a result, manual tracers have been discontinued, leading to difficulties in tracking the whereabouts of files, delays in retrieving medical records, and a negative impact on patient care and the quality of hospital services. This study aims to design an electronic tracer system. The research is qualitative with a phenomenological design and employs the Rapid Application Development (RAD) method for system design. Data collection methods include interviews and observations. The study begins with identifying issues related to the use of manual tracers, analyzing system requirements, and designing the system, which includes creating context diagrams, Data Flow Diagrams (DFD), Requirement Tables (TRD), and activity diagrams for the electronic medical record tracer

    Hubungan Kadar Kalium dan Kadar Ureum Terhadap Jenis Obat Baru pada Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO)

    Get PDF
    The use of new types of drugs in RO TB patients will cause disturbances in the body's electrolytes, especially potassium levels, as well as disturbances in urea levels caused by the excretion of urea that is retained in the body. Continuous increases in urea in the body result in the kidneys not being able to work optimally. The aim of this study was to determine the relationship between potassium levels and urea levels on new types of drugs in RO TB patients. The research method used is analytical observational with a cross sectional approach. This research was conducted on 16 February – 16 March 2023 with research subjects being RO TB patients who received treatment with a new type of drug at the Lung Hospital dr. Ario Wirawan Salatiga as many as 21 respondents using a sampling technique that is the total population. Potassium levels were measured using the ISE (Ion Selective Electrode) method and urea levels used the enzymatic UV test method. The data was then processed using the Shapiro-Wilk normality test, then continued with prerequisite tests (crosstab test and homogeneity test) then continued with hypothesis testing, because my data scale was ratio and nominal, the alternative test used was the Chi-Square Test. The equipment test results obtained a homogeneity test with a P value of 0.698 and 0.610 (0.05), meaning the data was homogeneous. The test results for the relationship between potassium and urea levels on new types of drugs for RO TB patients were Chi-Square hypothesis test results with a P value of 0.152 and 0.384 ( 0.05) means there is no relationship between potassium levels and urea levels on new types of drugs in RO TB patients. The results show that the TB drugs bedaquiline and delamanid do not cause kidney function disorders so that RO TB patients can consume these TB drugs regularly.Penggunaan jenis obat baru pada pasien TB RO akan menimbulkan gangguan elektrolit tubuh khususnya kadar kalium serta gangguan kadar ureum disebabkan adanya ekskresi urea yang tertahan dalam tubuh. Peningkatan urea secara terus menerus dalam tubuh mengakibatkan ginjal tidak bisa bekerja secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar kalium dan kadar ureum terhadap jenis obat baru pada pasien TB RO. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Februari – 16 Maret 2023 dengan subjek penelitian pasien TB RO yang mendapat pengobatan jenis obat baru di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga sebanyak 21 responden dengan teknik penarikan sampel yanitu total populasi. Pengukuran kadar kalium menggunakan metode ISE (Ion Selective Electrode) dan kadar ureum menggunakan metode tes UV enzimatik. Data kemudian diolah dengan uji normalitas Shapiro-Wilk kemudian dilanjutkan dengan uji prasyarat (uji crosstab dan uji homogenitas) lalu dilanjutkan dengan uji hipotesis, dikarenakan skala data saya rasio dan nominal maka alternatif uji yang digunakan yaitu Uji Chi-Square. Hasil uji prasyarat diperoleh uji homogenitas dengan P value 0,698 dan 0,610 (0,05) berarti data berhomogen, Hasil uji hubungan kadar kalium dan ureum terhadap jenis obat baru pasien TB RO hasil uji hipotessis  Chi-Square dengan P value 0,152 dan 0,384 (0,05) berarti tidak terdapat hubungan antara kadar kalium dan kadar ureum terhadap jenis obat baru pada pasien TB RO. Hasil menunjukkan bahwa obat TB bedaquiline dan delamanid tidak menyebabkan gangguan fungsi ginjal sehingga pasien TB RO dapat mengkonsumsi obat TB tersebut dengan teratur

    Pemeriksaan Dampak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Terhadap Kadar Enzim Aspartat Aminotransferase (AST) dan Alanine Aminotransferase (ALT)

    Get PDF
    Aspartat aminotransferase (ast) and alanine aminotransferase (Alt) or which is the enzyme transaminase used liver function tests. When alcohol enters the body, a metabolism in the liver is carried out with an end result of acetydehid when an excessive dose causes liver damage. The purpose of research to determine whether or not there is a correlation between the consumption of alcohol and its blast of bank. this study is a non-experiment of quantitative experimentation with a sampling technique. The respondents in this study are 24 alcohol drinkers of NTT students in the unfortunate city. And sample analysis methods of the kinetic ifcc and the chemical analyzer clinic - the mindray analyzer. On 24 of the respondents of all sexs-men will be analyzed based on long consumption, high consumption of alcohol, and heavy drink-alcohol consumption. The research data obtained will be done in a statistical test using the Pearson correlation test. Studies conducted on alcohol drinkers for a normal ast result are 18 respondents and abnormal results of 6. Studies on alcohol drinkers for normal test levels included 19 individuals and abnormal results for 5. The Pearson correlation test between the amount of consumption between the ast consumption is 0,184 and p-value 0.05, and the high consumption of alcohol is 0.508 and the value of p-value 0.05, and the amount of drinking is an e-0.405 and p-value 0.05. Studies between consumption length and Alt levels have found a very weak link of 0,033 and p-value 0.05, the high consumption of alcohol is 0,426 and the value of p-value 0.05, and the high drinking relationship of weak value are = 0.315 and p-value 0.05. The study has had a negative impact on excessive consumption of alcohol, raising levels of ast and Alt especially on high-alcohol drinkers and excessive drinking frequency.Aspartat aminotransferase (AST) dan Alanine aminotransferase (ALT) atau yang merupakan enzim transaminase yang digunakan tes fungsi hati. Pada saat minuman beralkohol masuk kedalam tubuh maka dilakukan metabolisme di hati dengan hasil akhir asetildehid apabila dosisnya berlebihan akan menyebabkan kerusakan hati. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara lamanya konsumsi minuman beralkohol dengan kadar AST dan ALT. Penelitian ini merupakan penelitian non experimen kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden darii penelitian ini yaitu 24 responden peminum minuman beralkohol mahasiswa NTT yang berada di kota Malang.Pada penelitian ini berawal dari pengisian kuisioner, pengisian form inform concent, Pengambilan darah vena, dan analisa sampel untuk mengetahui kadar AST dan ALT. Metode analisis sampel yaitu kinetik IFCC dan alat yang digunakan kimia klinik analyzer merk mindray. Pada 24 responden semua berjenis kelamin laki – laki akan dianalisa berdasarkan lama konsumsi, kadar alkohol yang sering dikonsumsi, dan banyaknya minum-minuman beralkohol. Data penelitian yang diperoleh akan dilakukan uji statistik menggunakan spss yaitu uji pearson correlation. Hasil penelitian pada peminum minuman beralkohol untuk kadar AST hasil normal terdapat 18 responden dan untuk hasil yang abnormal terdapat 6 responden. Hasil penelitian pada peminum minuman beralkohol untuk kadar ALT hasil normal terdapat 19 responden dan untuk hasil yang abnormal terdapat 5 responden. Hasil uji pearson correlation antara lamanya konsumsi dengan kadar AST didapatkan hubungan sangat lemah nilai r =0,184 dan nilai P-value 0,05, kadar alkohol yang sering dikonsumsi terdapat hubungan sedang nilai r = 0,508 dan nilai P-value 0,05, dan banyaknya minum terdapat hubungan sedang nilai r = 0,405 dan nilai P-value 0,05. Hasil penelitian antara lamanya konsumsi dengan kadar ALT didapatkan hubungan sangat lemah nilai 0,033 dan nilai P-value 0,05, kadar alkohol yang sering dikonsumsi terdapat hubungan sedang nilai r = 0,426 dan nilai P-value 0,05, dan banyaknya minum terdapat hubungan lemah nilai r = 0,315 dan nilai P-value 0,05. Pada penelitian ini terdapat dampak negatif dari konsumsi alkohol yang berlebihan yaitu kenaikan kadar AST dan ALT terutama pada peminum yang konsumsi dengan kadar alkohol yang tinggi dan frekuensi minum dalam jumlah botol yang berlebihan

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Persalinan Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Bali Royal Tahun 2023

    Get PDF
    The issues with the mother and child led to the possibility of a sectio cesarean delivery. To save the mother and fetus, the Sectio Cesarean method was employed. The research's objective was to identify the variables linked to cesarean section deliveries at Bali Royal General Hospital in 2023. such as cross-sectional correlational analytical study. Every mother who gave birth in 2023 was included in the research population. Purposive sampling was used to obtain a sample size of 84. use of chi-square data analysis. Mothers who are not at risk are more likely to give birth spontaneously behind the head, according to the study's findings. Meanwhile, CS affected 49 individuals, or 94.2% of the moms at risk. The p value is 0.001 0.05. More primigravida mothers gave birth via posterior birth, namely 11 people (73.3%). Multigravida mothers more often give birth by SC. The p value was 0.002 0.05. that the pregnancies ≤ 2 years apart were more likely to give birth by CS, namely 47 people (81%) while those 2 were more likely to give birth spontaneously behind the head. The p value is 0.001 0.05. fetuses that experience emergencies in all types of delivery by SC. The p value was 0.001 0.05. The conclusion was that there was a relationship between age, parity, gestational spacing and fetal distress with the incidence of CS. Pregnant women should regularly monitor their health during pregnancy and prepare for childbirth

    THE EFFECT OF SERVICE QUALITY AND REPUTATION ON PATIENT LOYALTY AT POLY ORAL SURGERY

    Get PDF
    Background : Hospital is one of the health service facilities. Hospitals need to maintain the quality of their services, this health service is always required to always improve. The higher the quality of service will affect patient loyalty. The purpose of the research : to determine the effect of service quality and reputation on the loyalty of oral surgery poly patients at the Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Research method : the method used in this study is explanatory survey. How to test the effect of health care quality and reputation on patient loyalty with statistical tests path a nalyysis. The sample in this study was 63 oral surgery poly patients in Rumah Sakit Umum Daerah dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya City. The results of the study :  the calculation of the value of the variable path coefficients (X 1), and (X2) against (Y), P YX1 is 0.439 and P YX2 is 0.417. Conclusion : quality of service and reputation affect thequality of oral surgery poly patients in Rumah Sakit Umum Daerah dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya

    TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK PRASEKOLAH DENGAN INTERVENSI PEMASANGAN INFUS DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

    Get PDF
    Latar Belakang : Kecemasan merupakan kondisi emosional yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan-perasaan subjektif atau perasaan yang tidak diketahui jelas sebabnya atau sumbernya seperti ketegangan, ketakutan, dan kekhawatiran. Tindakan yang memicu kecemasan anak salah satunya intervensi pemasangan infus. Usia prasekolah merupakan usia dimana anak sering mengalami kecemasan dikarenakan Tindakan perawatan di rumah sakit, salah satunya tindakan pemasangan infus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner. Pendekatan secara cross sectional. Sampel yang diambil yaitu 100 responden. Setelah itu dilakukan evaluasi. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu sebanyak 79% anak mengalami kecemasan berat saat dilakukan tindakan intervensi pemasangan infus. Simpulan: tingkat kecemasan berat dengan presentase 79% yang berarti menunjukkan anak usia prasekolah mengalami  tingkat kecemasan yang signifikan saat dilakukan intervensi pemasangan infus. sehingga perlu dilakukan tindakan untuk mengurangi tingkat kecemasan tersebut

    STUDI KASUS : IMPLEMENTASI MANAJEMEN HIPERTERMIA PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM KOMPLEK

    Get PDF
    Latar Belakang : Febrile convulsion ataupun kejang demam adalah penyakit yang disebabkan oleh proses ekstrakranium yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh 38°C. Kejang demam disebabkan oleh hipertermi yang muncul secara cepat yang berkaitan dengan infeksi virus dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tindakan keperawatan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam kompleks.Tujuan : untuk menggambarkan implementasi beberapa tindakan manajemen penatalaksanaan hipertermi pada anak dengan kejang demam komplek. Responden terdiri dari 2 pasien anak di bawah 5 tahun dan mengalami masalah hipertermi. Manajemen penatalaksanaan hipertermi dilakukan selama 3 hari. yang dilakukan pada tanggal 17-20 Januari 2024 dengan pendekatan studi kasus.Metode : Rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis studi kasus.Hasil: Jenis tindakan manajemen pengelolaan hipertermi pada kedua pasien anak dengan kejang demam sudah sesuai dengan kriteria hasil yang sudah direncanakan. Tindakan yang diberikan pada kedua pasien tersebut yaitu tindakan manajement hipertermi. Termasuk tindakan kompres hangat yang berpengaruh terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami hipertermi.Simpulan : Berdasarkan data yang didapatkan manajemen hipertermi dapat mengatasi masalah hipertermi setelah pemberian tindakan manajement hipertermi, pasien tampak mengalami perubahan suhu tubuh, sehingga masalah hipertermi pada kedua pasien dapat teratasi dan intervensi dihentikan. Kata Kunci : Manajemen Hipertermi, Kejang Demam

    SENTUHAN CINTA UNTUK CEGAH STUNTING MELALUI INTERVENSI STIMULASI PIJAT BAYI DAN BADUTA

    Get PDF
    Latar Belakang : Stunting, merupakan gangguan pertumbuhan dimana kondisi dimana tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya, akibat kekurangan gizi, infeksi berulang dan kurangnya stimulasi. Stunting menjadi penyebab meningkatnya risiko terjadinya kesakitan, kematian, terhambatnya perkembangan motorik  dan kognitif. Stunting masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten lokus dengan prevalensi stunting tahun 2022 mencapai 25,8%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting nasional (21,6%).Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang upaya pencegahan stunting melalui stimulasi pijat bayi dan baduta, pengembangan media edukasi dan pengembengan ketrampilan kader dalam upaya cegah stunting.Metode: Metode yang di gunakan dalam kegiatan pengabdian adalah edukasi dan komunikasi, pengembangan media edukasi dan pendidikan dan latihan bagi kader dan ibu balita. Pengembangan dan pembentukan kader kesehatan sebagai fasilitator pencegahan stunting.Hasil Kegiatan: Kegiatan pengabdian masyarakat menghasilkan peningkatan dan kesadaran masyarakat dalam cegah stunting, terbentuk sebanyak 20 fasilitator untuk layanan dan edukasi stimulasi pijat bayi dan baduta dan tersedia medua edukasi yang menarik berupa booklet dan poster upaya pencegahan stunting.Kesimpulan: Cegah stunting itu penting, salah satu upaya pencagahn stunting dengan pemberian intervensi berupa stimulasi sentuh dengan pijat bayi dan baduta. Terbentuk fasilitator stimulasi pijat bayi dan baduta mebrikan akses kemudahan dalam pelayanan stimulasi tumbuh kembang bayi dan balita untuk cegah stunting

    EFEKTIVITAS KELOMPOK IBU BALITA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA STUNTING

    Get PDF
    Pada tahun 2018, angka stunting di Jawa Tengah sebesar 24,4% menurut Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM). Persentase tersebut menurun menjadi 18,3% pada tahun 2019, 14,5% pada tahun 2020, 12,8% pada tahun 2021, dan selanjutnya turun menjadi 11,9% pada tahun 2022. Kabupaten Brebes mempunyai angka stunting tertinggi yaitu sebesar 29,1%, disusul Kabupaten Temanggung dengan 17% di peringkat kedua. Peneliti tertarik untuk menganalisis efektivitas kelompok ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak intervensi kelompok pada ibu balita terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memberikan nutrisi tambahan pada balita gizi kurang.Penelitian ini bersifat kuantitatif dan mengikuti Pre Experimental Design dengan teknik One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian difokuskan pada 36 ibu yang memiliki anak gizi buruk di Desa Giripurno Kecamatan Ngadirejo. Metode pengambilan sampel menggunakan pendekatan Total sampel. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ibu yang memiliki balita efektif memberikan informasi dan kemampuan dalam memberikan makanan tambahan kepada bayi yang kekurangan gizi (p value = 0,000 0,05).Bidan dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi terjadinya stunting pada balita. Para ibu balita diharapkan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyebab terjadinya stunting, sehingga dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kesadaran dan meningkatkan keahlian para ibu dalam tumbuh kembang anaknya

    PENGARUH TERAPI FINGER PAINTING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI TK A KEMALA BHAYANGKARI 03 BANJARBARU TAHUN AJARAN 2023/2024

    Get PDF
    Terapi finger painting adalah metode melukis yang dilakukan secara langsung dengan mengoleskan adonan warna menggunakan jari tangan pada permukaan gambar tanpa alat bantu. Terapi finger painting dapat memberikan pengalaman sensoris langsung kepada anak sehingga dapat meningkatkan kontrol dan kelenturan jari-jemari anak. Hal ini memberikan dampak positif pada kesiapan anak dalam melakukan kegiatan motorik halus. Motorik halus anak usia prasekolah sangat penting untuk dikembangkan karena akan memengaruhi tingkat kemandirian seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak di TK A Kemala Bhayangkari 03 Banjarbaru Tahun Ajaran 2023/2024. Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental dengan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 38 anak, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi (terapi finger painting) dan kelompok kontrol (mewarnai dengan krayon) yang dipilih menggunakan simple random sampling, dengan pemberian intervensi selama 7 pertemuan. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh terapi finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak (p=0,186, α=0,05). Terapi finger painting tidak berpengaruh terhadap perkembangan motorik halus anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor usia, anak melakukan stimulasi lain selain di penelitian, durasi dan intensitas pemberian intervensi selama penelitian

    2,323

    full texts

    2,705

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇