Beranda Jurnal Online Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES E-Journal)
Not a member yet
2705 research outputs found
Sort by
Perbedaan Kepatuhan Anak Autis antara Applied Behavior Analysis (ABA) dan Aromaterapi Lavender
Background: Autism is a developmental disorder that cannot be cured but its symptoms can be reduced with therapy. One therapy for autistic children is ABA behavioral therapy. The success of ABA behavioral therapy is greatly influenced by the level of compliance of autistic children. Disobedience in autistic children is influenced by the anxiety that occurs, this is because autistic children who are used to living in their world must carry out tasks in the ABA method of behavioral therapy. Lavender aromatherapy has been widely used to reduce anxiety. Lavender aromatherapy is expected to reduce anxiety levels thereby increasing compliance scores in autistic children. Objective: To determine the difference in compliance scores of autistic children when undergoing ABA behavioral therapy without and with lavender aromatherapy. Methods: The research was a post-test control group design. The sample consisted of 12 autistic children recruited using a purposive sampling method. The intervention is the ABA therapy with lavender aromatherapy made of 20 drops in 100 ml. The data were analyzed using the Wilcoxon difference test Results: The average compliance score for autistic children without aromatherapy was 34.54 ± 17.02, while the average compliance score for autistic children with aromatherapy was 46.76 ± 18.98 (z= 0.013, p= 0.05). The ABA with lavender aromatherapy effectively improves the compliance of autistic children. Conclusion: There was a significant difference between the compliance scores of autistic children when ABA behavioral therapy was carried out without and with lavender aromatherapy
Perbedaan Efektifitas Pemberian Jus Belimbing Wuluh dan Jus Mentimun terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi
Background: The most common diseases experienced by the elderly are Diabetes Mellitus and Hypertension. One of the non-pharmacological treatments for hypertension is by consuming starfruit juice and cucumber juice. Starfruit and cucumber both contain potassium and are diuretics that can lower blood pressure. Objective: This study aims to determine the difference in the effectiveness of giving star fruit juice and cucumber juice on blood pressure in elderly patients with hypertension. Methods: This study used a quasi-experiment method with a pretest and posttest control group design. This design involves 2 groups (two groups) with a sample of 32 people (16-star fruit juice and 16 cucumber juice group). Star fruit juice and cucumber juice were drunk in the morning before meals for 7 consecutive days with a dose of 100 grams of star fruit and 200 ml of water, 200 grams of cucumber, and 150 ml of water. Results: The results showed that a beverage of cucumber juice lowers significantly systolic blood pressure (p=0.000) and diastolic blood pressure compared with a beverage of star fruit juice (p=0.000). Conclusion: Giving a combination of star fruit juice and cucumber juice for 7 days at a dose of 100 grams of star fruit and 200 ml of water, 200 grams of cucumber, and 150 ml of water is more effective in reducing blood pressure compared to giving only cucumber juice
Gambaran perilaku tentang penanggulangan kejadian penyakit menular di wilayah yang berpotensi kekeringan.
Latar belakang : Salah satu faktor penyebab kejadian kekeringan adalah faktor meteorologi yakni pengaruh dari iklim. Efek tidak langsung yang ditimbulkan akibat perubahan iklim yang tidak menentu berhubungan dengan penyakit menular seperti diare, demam berdarah (DBD) dan ISPA yang disebabkan transmisi makanan, air dan kebersihan lingkunagn yang erat kaitannya dengan bencana kekeringan. Faktor -faktor yang berkaitan dengan penyakit diare, DBD dan ISPA terdiri dari lingkungan, higiene individu, ketersediaan air bersih, kebersihan makanan, perilaku membuang kotoran atau tinja, dan ketersediaan jamban. Ada beberapa desa di Kecamatan Cepu, Randublatung, Kunduran, Ngawen, Sambong, Jiken, Banjarejo, Jati, Jepon yang rawan kekeringan sehingga penyakit diare, DBD dan ISPA mudah terjadi dimasyarakat. Tujuan Penelitian: Mendeskripsikan perilaku pencegahan penyakit diare, DBD dan ISPA pada waktu musim kering di Kabupaten Blora. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. dan explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hasil uji korelasi variabel karakteristik, pengetahuan masyarakat di wilayah yang berpotensi kekeringan di Kabupaten Blora dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit menular dengan pendekatan cross sectional.. Hasil: Dari 4 veriabel bebas yang berhubungan secara signifikan dengan variabel terikat, semua variabel berpengaruh dengan besarnya kemungkinan pengaruh adalah 0,000, P value 0,05.yang artinya tiap-tiap variable mempunyai pengaruh yang kuat terhadap variable terikat yaitu dengan perilaku tentang penanggulangan kejadian penyakit menular di wilayah yang berpotensi kekeringan. Kata Kunci: penyakit menular, potensi kekeringan, perilak
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Triple Eliminasi Di Puskesmas Purwodadi II
The screening results at the Purwodadi II Health Center indicated an increase in cases of HIV, Syphilis, and Hepatitis B in 2021-2022; specifically, HIV increased from 0 to 1 case, Syphilis from 0 to 2 cases, and Hepatitis B from 6 to 10 cases. In order to reduce the incidence rate, the government conducted screenings during the integrated ANC, which included a Triple Elimination examination consisting of HIV, Syphilis, and Hepatitis B tests. The purpose of the study was to determine the characteristics, knowledge, and attitudes of pregnant women about Triple Elimination at Purwodadi II Health Center. This research was conducted in the Purwodadi II Health Center area using a descriptive research design. The study population consisted of pregnant women who had not undergone the Triple Elimination examination at the Purwodadi II Health Center in 2023. The sampling technique involved accidental sampling of 79 respondents. The results showed that most pregnant women in the reproductive age category were healthy, had secondary education, and mostly were housewives and multiparous, with limited knowledge and negative attitudes towards Triple Elimination. Therefore, the health workers need to provide education about Triple Elimination to enhance the knowledge and positive attitudes of pregnant women in the future
ELBOW JOINT RADIOGRAPHY EXAMINATION PROCEDURE IN POST OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION CASES IN THE RADIOLOGY INSTALLATION OF KENDAL DISTRICT HOSPITAL
The elbow joint is the joint between the humerus and radioulna. One of the disorders that occurs in the musculoskeletal system is a fracture. A fracture is an event that breaks the continuity of bone tissue. One action that can be taken to treat bone fractures is surgery, open reduction internal fixation. One of the supporting examinations to see the condition of the bones after the open reduction internal fixation procedure is a radiological examination with conventional radiography. The aim of this research is to determine the procedure for radiographic examination of elbow joints in cases of post open reduction internal fixation in the Radiology Installation of Kendal District Hospital. The type of research used is descriptive qualitative research with a case study approach. The research results obtained were that the radiographic examination procedure for the elbow joint in post open reduction internal fixation cases did not require any special patient preparation, the patient was only asked to remove objects in the elbow joint area to be examined so as not to interfere with the radiograph results such as elastic bandage locks. Tools and materials used in the examination include an x-ray machines, examination table, imaging plate measuring 18x24 cm, a chair for the patient to sit in and a computed radiography device. The projections used are anteroposterior projection and lateral projection
PENERAPAN METODE SOSIODRAMA DALAM PROMOSI KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GANGGUAN KESEHATAN JIWA
Latar Belakang : Jumlah gangguan jiwa secara global menurut data WHO (2020) terdapat 280 juta jiwa di dunia mengalami depresi dan 800 ribu jiwa meninggal dunia karena bunuh diri. di KotaPekalongan tahun 2019 sarana pelayanan kesehatan tingkat lanjut yaitu 18.190 jiwa dengan sasaranODGJ berat pada kecamatan Pekalongan Utara daerah Dukuh yaitu 52 jiwa. Di berbagai daerah banyak penderita gangguan kesehatan jiwa belum tertangani dengan baik. Dalam pelayanan kesehatan jiwa sekarang, tidak hanya berfokus pada pengobatan atau penyembuhan saja. Akan tetapi dilakukan berbagai upaya lain seperti pendidikan kesehatan jiwa, pencegahan atau deteksi dini gangguan jiwa dan pemberdayaan pada Masyarakat.Tujuan : untuk mengetahui pengaruh metode sosiodrama dalam promosi mengenai deteksi dinigangguan kesehatan jiwa yang berguna bagi masyarakat dan petugas kesehatanMetode : Penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan pre-post test with control group designHasil : Nilai p=0,000 (p0,005) artinya ada perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan kelompok berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan metode sosio drama dan diskusi. Dan juga kelompok kontrol berpasangan. Sedangkan hasil uji beda kelompok tidak berpasangan kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum yaitu ada perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum perlakuan. Dan juga setelah perlakuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Simpulan : penelitian tingkat pengetahuan responden pada kelompok intervensi dengan metodesosiodrama dan diskusi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan responden tentang deteksi dini gangguan kesehatan jiwa Kata Kunci : Sosiodrama, Deteksi Dini, Kesehatan Jiw
GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANJUT USIA DI KOTA PEKALONGAN
Latar Belakang : Bertambahnya umur harapan hidup, berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan pada lanjut usia. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan seiring berjalannya usia.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitiif yang tinggal di komunitas.Metode : Desain deskriptif analitik digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 60 peserta di ambil dengan cara purposive sampling, setelah menyetujui kesediaan sebagai responden. Instrumen Kuesioner Status Mental Portabel Pendek (SPMSQ) dari Pfeiffer (1975), digunakan untuk mengumpulkan data lanjut usiaHasil: Hasil penenlitian meliputi: 1) Karakteristik: jenis kelamin responden: perempuan, sebanyak 391 orang (65%), laki-laki 21 orang (35%); usia responden: 60-69 tahun sebanyak 45 orang (75%), 70-79 tahun sebanyak 12 orang (20%), ≥ 80 tahun sebanyak 3 orang (5%); pendidikan responden: SD 9 orang (15%), SMP 17 orang (28,33%), SMA 29 orang (48,33%), PT 5 orang (8,33%); 2) Sebagian besar responden mengalami kerusakan intelektual ringan, sebanyak 45 orang (75%).Simpulan : Penurunan fungsi kognitif pada lansia yang tinggal di komunitas beragam dari ringan sampai berat. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan intervensi berupa deteksi dini fungsi kognitif pada lansia. Kata Kunci : Lanjut usia, fungsi kogniti
Tempe Gembus Intervention Decreased Total Cholesterol And Triglyceride In Obese Women
Obesity increases cardiovascular risk through dyslipidaemia. High fibre diet reduces risk factors of dyslipidaemia by up to 50%. Tempe gembus is a solid fermented food made from tofu waste product with rhyzopus-oligosporus, that contained high fibre. The purpose of this study is to determine the effect of the administration processed tempe gembus on lipid profiles in obese women. This study was pre-post randomized control group design. Forty-four pre-menopausal women with obesity, dyslipidaemia took part in this study, divided into 2 groups, includes the intervention group and the control group. The Intervention group received 150 gram of processed tempe gembus for 28 days. Statistical analysis independent sample test or Mann Witney were used to analyse differences pre and post-lipid profile between intervention and control group. Consumption of 150 g/day of processed tempe gembus for 28 days reduced total cholesterol levels by 13.4 mg/dl (p = 0.012), HDL cholesterol by 2.8 mg/dl (p = 0.082), LDL cholesterol by 17.6 mg/dl (p = 0.52) and triglyceride levels of 5.3 mg/dl (p = 0.05), respectively. There was significant effect of processed tempe gembus consumption to reduce total cholesterol, and triglycerides. Unfortunately, there were no effect on LDL and HDL cholesterol
Pemanfaatan Aplikasi Deri PTM Dalam Deteksi Risiko dan Edukasi Penyakit Tidak Menular
Aplikasi DERI PTM (Deteksi Risiko Penyakit Tidak Menular) merupakan salah satu pengembangan yang memfasilitasi individu untuk secara mandiri melakukan penilaian risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Aplikasi ini juga telah dilengkapi berbagai materi edukasi PTM. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi DERI PTM, agar manfaat dari aplikasi ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Sasaran kegiatan adalah guru, karyawan dan tenaga pendidik Yayasan Generasi Robbani Sumatera Selatan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan: (1) sosialisasi aplikasi DERI PTM; (2) pengukuran faktor risiko PTM; dan (3) pemanfaatan edukasi PTM pada aplikasi android. Uji efektifitas dilakukan untuk menilai efektivitas edukasi menggunakan aplikasi melalui pre test dan post test terkait penyakit tidak menular. Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 peserta dan 28 diantaranya mengikuti keseluruhan kegiatan. Hasil pengukuran faktor risiko menunjukkan terdapat lebih dari 20% peserta mengalami obesitas dan obesitas sentral. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pengetahuan peserta kegiatan sebelum dan setelah edukasi PTM menggunakan aplikasi DERI PTM. Diharapkan aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan disebarluaskan terutama kepada siswa di Sekolah Islam Terpadu Robbani
Analisis Dampak, Solusi serta Pencegahan Stunting: Literature Riview
Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh terhambatnya penyerapan nutrisi. Permasalahan stunting pada anak berdampak pada buruknya perkembangan motorik, kognitif, dan sosial emosional. Gangguan ini dapat menyebabkan menurunnya prestasi di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi literatur. Semua literatur yang diterbitkan di atas tahun 2009 mengenai kejadian dan pencegahan stunting pada anak dikumpulkan dan dikaji. Sumber perpustakaan yang diteliti berasal dari artikel penelitian yang dipublikasikan dari web pencarian Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah gizi kompleks, dampak dan pencegahan stunting, data yang diambil dari literatur. Balita dengan panjang badan lahir 48cm dan berat badan lahir 2500 gram termasuk bayi stunting atau pendek. Stunting menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang yang menyebabkan peningkatan angka kesakitan, kematian, dan penurunan kemampuan kognitif dan motorik. Memperhatikan jumlah nutrisi dapat menurunkan kejadian stunting. Pencegahan stunting pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengkonsumsi tablet suplemen darah , suplemen (energi, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, zinc) dan memberikan ASI eksklusif pada balita. Jika anak sudah terlanjur mengalami stunting, maka harus melakukan pencegahan seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, kentang, dan kubis.