Online Journals Universitas Kristen Indonesia
Not a member yet
2989 research outputs found
Sort by
Identification Identifikasi Permasalahan UMKM Dodol di Kota Tangerang Selatan Untuk Mencapai Kriteria Produk Unggulan Pangan Daerah
According to data from the Ministry of Cooperatives and UKM of the Republic of Indonesia in 2023, the contribution of Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) to Gross Domestic Income (GDP) reached 61%. Based on the achievement of this contribution, UMKM in Indonesia have great potential to be developed so that they can increase their contribution to the national economy. Coaching and mentoring can be carried out through the relevant agencies in their respective regions. Considering that currently in various regions Food UMKM, especially snacks, are growing rapidly, several regions have made efforts to develop Food UMKM through activities to determine regional superior food products (PUPD). For this reason, PUPD criteria are needed for UMKM and it turns out that there are many problems faced by Food UMKM in trying to meet the PUPD criteria. One of them is Dodol UMKM in South Tangerang City. Through PUPD determination activities carried out by the South Tangerang City Department of Industry and Trade together with a team of experts from the Indonesian Institute of Technology, the problems faced by Dodol UMKM in South Tangerang City have been identified, namely labor citeria, renewables, facilities and technology.Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia pada tahun 2023, kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Pendapatan Domestrik Bruto (PDB) mencapai 61%. Berdasarkan pencapaian kontribusi tersebut maka UMKM di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan sehingga dapat meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional. Pembinaan dan pendampingan dapat dilakukan melalui dinas-dinas terkait di daerah masing-masing. Mengingat saat ini di berbagai daerah UMKM Pangan khususnya makanan ringan sangat berkembang pesat, maka beberapa daerah sudah melakukan upaya pengembangan UMKM Pangan melalui kegiatan penentuan produk unggulan pangan daerah (PUPD). Untuk itu diperlukan kriteria-kriteria PUPD bagi UMKM dan ternyata banyak permasalahan yang dihadapi UMKM Pangan dalam upaya memenuhi kriteria PUPD. Salah satunya adalah UMKM Dodol di Kota Tangerang Selatan. Melalui kegiatan penentuan PUPD yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan bersama tim tenaga ahli Institut Teknologi Indonesia, telah diidentifikasi permasalahan yang dihadapi UMKM Dodol di Kota Tangerang Selatan yaitu kriteria tenaga kerja, dapat diperbaharui, sarana dan teknologi
1 Estimasi Biaya Pembangunan Modular Kontainer Sebagai Bangunan Shelter di Kabupaten Banyuwangi
ABSTRACT
Banyuwangi Regency is one of the areas prone to natural disasters. According to data from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Banyuwangi Regency, the disasters that occurred in 2022 resulted in significant damage to infrastructure and forced residents to evacuate. In response to these events, BPBD took several measures, including setting up communal kitchens and planning temporary shelters. Providing safe, durable, and easily transportable shelters is an initial step in disaster mitigation, considering the unpredictable timing and impact of disasters. Modular container units are easily transportable and modifiable, making them suitable for use as shelter buildings. However, in Banyuwangi Regency, there has been no prior use of used containers for evacuation purposes, necessitating a cost estimation. Therefore, this research aims to determine the estimated cost required for the construction of modular container shelters in Banyuwangi Regency. The use of used containers serves as an alternative solution for constructing shelters that are more effective, efficient, and sustainable, despite requiring some improvements. The methodology employed in this research involves interviews with container contractors and AHSP to estimate costs. The results of this study provide an estimated cost for the construction of container shelters. The total estimated cost for constructing modular container shelters within one evacuation area amounts to Rp2,696,817,000.00. The cost breakdown for each task is as follows: construction of container shelter work costs Rp2,377,973,350.58, container shelter transportation costs Rp288,288,000.00, preparation work costs Rp9,612,548.22, and dismantling and installation work costs Rp20,943,200.00.
Keywords: Cost, Estimation, Modular container, ShelterKabupaten Banyuwangi merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap ancaman bencana alam. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, bencana yang terjadi pada tahun 2022 merusak banyak infrastruktur dan mengharuskan warga mengungsi. Dari peristiwa tersebut upaya yang dilakukan pihak BPBD antara lain mendirikan dapur umum dan merencanakan huntara (hunian sementara). Penyediaan shelter yang aman, awet dan mudah dipindahkan menjadi langkah awal dalam mitigasi bencana mengingat waktu dan dampak dari bencana yang tidak dapat diprediksi. Unit modular kontainer mudah dipindahkan dan mudah dimodifikasi sehingga cocok digunakan sebagai bangunan shelter. Namun, di Kabupaten Banyuwangi masih belum ada penggunaan kontainer bekas untuk pengungsian sehingga perlu dilakukan estimasi biaya yang dibutuhkan. Oleh karena itu, adanya penelitian ini untuk mengetahui estimasi biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan modular kontainer sebagai bangunan shelter di Kabupaten Banyuwangi. Penggunaan kontainer bekas sebagai solusi alternatif untuk pembangunan shelter yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan meski dengan beberapa perbaikan yang harus dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara kepada pihak kontraktor kontainer dan AHSP untuk mengestimasi biaya. Hasil penelitian ini yaitu nilai estimasi biaya dari pembangunan shelter kontainer. Total estimasi biaya pembangunan shelter modular kontainer yang didapat dalam satu kawasan pengungsian yaitu sebesar Rp2.696.817.000,00. Adapun rincian biaya dari setiap pekerjaan yaitu biaya pekerjaan pembuatan shelter kontainer sebesar Rp2.377.973.350,58; biaya pengiriman shelter kontainer sebesar Rp288.288.000,00; biaya pekerjaan persiapan sebesar Rp9.612.548,22; dan biaya pekerjaan bongkar pasang sebesar Rp20.943.200,00
Kata kunci: Biaya, Estimasi, Modular kontainer, Shelter.
 
Pendekatan Manajemen Pengendalian Risiko Ekosistem Laut dan Pendekatan Sosiologi Kelautan Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya kelautan terbesar di dunia, namun lemah dalam manajemen pengendalian risiko kerusakan ekosisitem. Namun melalui studi menggunakan pendekatan imajinasi sosiologis dan penelusuran data statistik diketahui bahwa sumber daya kelautan itu belum dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga bangsa, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya kelautan (nelayan). Lebih dari itu, melalui studi dengan pendekatan sosiologis diketahui bahwa sumber daya kelautan dieksploitasi secara membabi buta menggunakan peralatan yang tidak ramah lingungan seperti bom ikan dan pukat harimau yang dapat memperparah risiko kerusakan lingkungan. Keadaan ini semakin diperparah oleh lemahnya upaya manajemen pengendalian risiko dan law enforcement sehingga banyak nelayan asing melakukan ilegal fishing dengan total kerugian sekitar Rp 100 triliun per tahun. Dampak negatif bukan hanya itu. Data statistik menyebutkan bahwa sebagian besar potensi sumber daya kelautan seperti terumbu karang, rumput laut dan hutan mangrove mengalami kerusakan parah. Untuk mengendalikan risiko kerusakan dan mencegah krisis ekologis kelautan secara lebih parah, maka bangsa Indonesia perlu melakukan beberapa langkah terobosan. Seperti manajemen pengendalian risiko Ekosistem Laut, manajemen pengendalaian risiko ekosistem laut dengan menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan, memanfaatkan pendekatan sosiologis (imajinasi sosiologis) untuk mendalami sebab sebab terjadi krisis ekologis kelautan, dan solusi alternatif atas krisis tersebut
TERAPI LATIHAN DAN MOBILISASI PATELLA PADA PEMAIN SEPAKBOLA PASCA OPERASI RUPTUR ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT DAN MENISCUS REPAIR: STUDI KASUS
Football is a sport that is full of physical contact with a high risk of injury. Injuries in football most often occur in the lower limbs, one of which is ligament tears. Meniscus traumatic injuries are commonly linked with ligament tears. Surgery is often the preferred treatment option when there is a significant ACL tear, or when non-surgical management of a partial tear is unsuccessful. Additionally, surgical intervention is typically necessary in cases of medial and lateral meniscus rupture. Problems found in post-operative ACL and meniscus conditions include limited range of motion of the joint (LGS) in flexion and extension, swelling in the knee area, oedema in the knee area, pain with flexion and extension movements, tenderness on the surface of the knee and weakness of the thigh muscles and calves The role of physiotherapy in sports injury conditions is to restore, develop and maintain the movement and function of the knee joint by using manual treatment, increased movement, modalities, functional training and communication to achieve a return to sports. The study implemented an exercise therapy and patella mobilization program based on clinical guidelines. The evaluation results indicated a reduction in pain, increased joint range of motion, muscle strength, and functional ability. The use of exercise therapy and patella mobilization after surgery for anterior cruciate ligament and meniscus repair yields positive outcome
Analisis Desain Turbin PLTMH Wae Roa Terhadap Performa Daya dan Debit Air dengan Simulasi CAD
Untuk menghadapi kebutuhan energi nasional yang diperkirakan akan semakin tinggi dan mencapai target bauran energi pada tahun 2050, diperlukan suatu perencanaan yang matang oleh pemerintah dan pemerhati usaha yang bergerak di bidang energi. Selain dari energi fosil, yaitu minyak, gas, dan batubara, suplai energi juga datang dari sumber-sumber energi terbarukan. Mikrohidro merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat dikembangkan di Indonesia mengingat alam Indonesia yang berlimpah dengan air dan dataran tinggi yang cocok untuk membuat pembangkit listrik mikrohidro. Sebelum suatu proyek energi dibangun, adalah lazim untuk melakukan sebuah studi kelayakan untuk memperkirakan potensi daya yang dapat dihasilkan oleh proyek tersebut. Untuk mendapatkan studi kelayakan yang tepat, sebuah simulasi dengan CAD telah dilakukan pada PLTMH Wae Roa yang telah beroperasi dengan tujuan untuk melihat akurasi hasil simulasi dengan kenyataan. Diharapkan, simulasi dengan CAD nantinya dapat diterapkan sebelum PLTMH baru dibangun
INTERPERSONAL COMMUNICATION PATTERNS BETWEEN COACHES AND PLAYERS AT TUNA BETAWI SOCCER SCHOOL (SSB), SRENGSENG, WEST JAKARTA
This research examines the interpersonal communication patterns between coaches and students in the context of youth soccer development at the Tunas Betawi Soccer School (SSB) in Srengseng, West Jakarta. The study aims to understand how communication between coaches and students influences soccer coaching within the SSB environment. Qualitative research methods were employed, utilizing participant observation and interviews to collect data from several coaches and actively involved students in the soccer coaching program at SSB Tunas Betawi.Findings indicate that effective and supportive communication between coaches and students plays a crucial role in creating a positive learning environment and building strong relationships. This communication not only enhances the technical and tactical aspects of soccer coaching but also supports broader personal and social development among students. Coaches who can deliver instructions clearly, provide constructive feedback, and motivate students positively tend to create an atmosphere conducive to optimal learning. Furthermore, the interaction between coaches and students also significantly influences the development of students\u27 character and mental attitudes towards sports.The implications of this study underscore the need for improving communication patterns in youth sports coaching contexts. This includes a better understanding of individual learning styles, emotional management, and motivating students to achieve their optimal potential in sports. These findings contribute significantly to the development of more effective coaching practices beneficial for children\u27s development at SSB and other sports environments
EFFECT OF EASE OF USE OF THE APPLICATION, PERCEPTION SECURITY AND SHOPPING EXPERIENCE ON INTEREST TO REPURCHASE ON THE SHOPEE APPLICATION , CASE STUDY ON STUDENT OF THE FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
This study means to survey the effect of the usability of the Shopee application, saw security, and shopping experience on the goal to repurchase inside the Shopee application. The exploration utilizes a quantitative methodology, using an internet based poll made with Google Structures. A purposive testing procedure was used, including 100 respondents who are FEB understudies at the Universitas Kristen Indonesia and are customary clients of the Shopee application. The examination information was dissected through expressive measurable tests, old style supposition tests, various direct relapse investigation, t-tests, F-tests, and the cefficient of asurance. The consequences of the different direct relapse investigation yield the condition Y = 0.572 + 0.17 X1 + 0.256 X2 + 1.034 X3 + e, with a coefficient of assurance of 0.718. The t-test results for the Usability variable (X1) show an importance worth of 0.001 (p < 0.05), for the View of Safety variable (X2) the importance esteem is 0.001 (p < 0.05), and for the Shopping Experience variabIe (X3) the importance esteem is 0.001 (p < 0.05). The F-test creates an importance worth of 0.001 (p < 0.05). That\u27s what the review presumes: 1) Usability fundamentally and decidedly impacts repurchase goal, 2) Saw security essentially and emphatically impacts repurchase aim, 3) Shopping experience essentially and decidedly impacts repurchase expectation, and 4) Convenience, Saw Security, and Shopping Experience together altogether affect repurchase aim.
Keywords: Ease of use, perceived security, shopping experience, repurchase intentio
Pendekatan Diagnosis Ensefalitis Toksoplasma pada Penderita HIV/AIDS
Toxoplasma gondii merupakan penyebab ensefalitis toksoplasma. Infeksi ini merupakan bagian dari infeksi oportunistik yang sering muncul pada penderita HIV/AIDS (ODHA). Akibat penurunan sistem imunitas menyebabkan reaktivasi dari infeksi laten yang menyebabkan kejadian ensefalitis toksoplasma. Dalam menegakkan diagnosis ensefalitis toksoplasma diperlukan beberapa modalitas seperti manifestasi klinis yang sesuai, pemeriksaan radiologi CT scan atau MRI kepala dan pemeriksaan laboratorium seperti serologi antibodi, PCR maupun histopatologi. Dengan beberapa modalitas tersebut maka pemberian terapi dan profilaksis dapat segera diberikan untuk mencegah morbiditas maupun mortalitas.
Kata kunci: Toxoplasmosis, diagnosis, terap
Efektivitas Penggunaan Obat Antihelmintik Secara Massal Terhadap Soil Transmitted Helminths Di Indonesia Sebuah Scoping Article
Obat anti helmintik digunakan pada infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) untuk mengobati dan mencegah terjadinya infeksi berat yang mengakibatkan anemia dan gangguan tumbuh kembang anak. Pemberian obat anti helmintik dapat dilakukan secara berkala sebagai pencegahan terhadap infeksi maupun reinfeksi. Albendazole 400 mg dan Mebendazole 500 mg merupakan obat antihelmintik spektrum luas yang direkomendasikan World Health Organization (WHO) karena efektif, murah, mudah untuk diberikan, dan memiliki efek samping yang kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan antihelmintik secara massal di Indonesia untuk infeksi STH. Studi literatur ini merupakan artikel scoping yang memakai Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Tinjauan literatur ini dibuat melalui penelusuran artikel pada database Pubmed® dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "parasite infection" OR "worm infection" OR "helminth infection" AND “Soil Transmitted Helminth”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat yang memiliki efektifitas tinggi dalam pengobatan massal anthihelmintik terhadap infeksi STH adalah Albendazole. Lama pemberian antihemintik yang efektif untuk pemberian obat secara massal terhadap infeksi STH adalah dalam dua minggu dengan sekaligus diadakannya evaluasi secara berkala. Kesimpulan dalam penelitian ini, mebendazole sebagai pengobatan lini pertama memiliki efektifvitas yang lebih baik. Sementara, albendazole dan mebendazole serta pirantel pamoat tetap memiliki efektivitas yang baik terhadap infeksi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang dengan efektifitas 9% sampai 97%.
Kata Kunci: Infeksi parasit, Kecacingan, Albendazol
Anti-helminthic drugs are used in soil transmitted helminth (STH) infections to treat and prevent the occurrence of heavy infection that causes anemia and childhood developmental problems. Administration of anti-helminthic drugs could be given periodically as prevention towards infection or reinfection. Albendazole 400 mg and mebendazole 500mg are wide spectrum that are recomended bu the World Health Organization (WHO) because it is effective, affordable, easy to administer, and has minimal side effects. The purpose of this study is to understand the effectivity of mass anti-helminthic drug use in Indonesia for STH infections. This literature study (review) is an article scoping using the Preffered Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis (PRISMA) (pake metode ga si?). This literature review is made by searching for articles in the PubMed and Google Scholar databases by using the keywords "parasite infection" OR "worm infection" OR "helminth infection" AND "soil transmitted helminth". The findings of this study find that the drug that has the highest effectivity in mass antihelminthic administration towards STH infections is albendazole. The duration of effective antihemintic administration for mass drug administration against STH infection is within 2 weeks, with periodic evaluations being held at the same time. The conclusion of this study is mebendazole has better effectivity as a first line drug, while albendazole and mebendazole as well as pyrantel pamoate still have good effectivity against Ascaris lumbricoides, Trichiuris trichiura, and hookworm infections with an effectivity between 9% to 97%.
Keywords: parasite infection, worm infection, Soil Transmitted Helmint
Tinjauan Deskriptif Analitik Kepadatan Tungau Debu Rumah dan Hubungannya dengan Praktik Higiene, Manifestasi Alergi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang Tinggal di Rumah atau Indekos
Tungau debu rumah (TDR) sering ditemukan dalam debu rumah, sering ditemukan di lantai ruang tamu, lantai kamar, kasur, sofa, karpet dan juga ditemukan di luar rumah seperti pada sarang burung dan permukaan kulit hewan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tinjauan deskriptif analitik kepadatan TDR dan hubungannya dengan praktik higiene, dan manifestasi alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang tinggal di rumah atau indekos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif melalui pemeriksaan sampel debu rumah dan hasil kuesioner tentang praktik higiene. Terlihat memang tidak ada hubungan antara kepadatan dan praktik higiene karena dari berbagai penelitian, TDR sulit untuk dieliminasi karena kemampuan bertahan hidup dari TDR. Dari 60 sampel debu rumah dan indekos, ditemukan sebanyak 76,7% responden yang tinggal di rumah dan 73,3% responden yang tinggal di indekos. Berdasarkan praktik higienitas didapatkan secara statistik, menjemur kasur dan membersihkan ruangan dengan vacuum cleaner atau kain basah mampu mengurangi kepadatan TDR. Penelitian ini didapatkan secara statistik bermakna bahwa kepadatan TDR berpengaruh terhadap individu yang memiliki riwayat asma yang tinggal di rumah
Kata Kunci: tungau debu rumah Dermatophagoides pteronyssinus, Dermatophagoides farinae, praktik higiene, alergi
House Dust Mites and Their Relationship to Hygiene Practices and Allergic Manifestation
Abstract
House dust mites (TDR) are arthropods that are most often found in dust in various parts of the house and outside the house, such as on the surface of animal skin. This study aims to determine the density of dust mites in home and boarding rooms and their relationship to hygiene practices, as well as their impact on allergic manifestations in students living at home or boarding houses. This research uses a descriptive analytical method with a quantitative approach through examining house dust samples and the results of questionnaires about hygiene. There appears to be no relationship between crowding and hygiene practices. From 60 samples of house and boarding room dust, it was found that 76.7% of respondents lived at home and 73.3% of respondents lived in boarding rooms. Based on hygiene practices, it has been statistically found that drying the mattress and cleaning the room with a vacuum cleaner or wet cloth can reduce the density of TDR. This research found that it was statistically significant that TDR density had an effect on individuals who had a history of asthma who lived at home.
Keywords: house dust mite, Dermatophagoides pteronyssinus, Dermatophagoides farinae, hygiene practices, allergies