Online Journals Universitas Kristen Indonesia
Not a member yet
2989 research outputs found
Sort by
TRANSNATIONAL RELIGIOUS ACTOR AND MULTI-TRACK DIPLOMACY: A CASE STUDY FROM THE SPECIAL BRANCH OF NAHDLATUL ULAMA (PCINU) IN THE UNITED KINGDOM
As the research on moderate Islam is very state-centric, we need an alternative understanding by exploring the role of non-state actors in the issue. This article aims to provide the view by identifying the transnational religious actors from Indonesia, especially the Nahdlatul Ulama, in promoting moderate Islam on the global stage amid ongoing bad image of Indonesia and that religion circulated among global citizens because of terrorism. The research consists of two layers of analysis. First, we identify several cases of terrorism and radicalisation affecting Indonesians, and to the extent they also impacted Indonesia\u27s image. Second, we explore the role of the Special Branch of Nahdlatul Ulama (PCINU) in the United Kingdom, that is actively constructing the message that Islam is not what people perceive. It is worth noting that PCINU has been in more than 30 countries, one of them is in the UK. The writers of this article chose the PCINU UK as representing the Western world in which people have a limited understanding of moderate Islam, moreover when there was the 9/11 attack affecting negatively on Islam. To analyze it further, we conducted in-depth interviews with PCINU UK and used library research by collecting data from journals, reports, and news related to the topic. It found that while terrorism has contributed negatively to Islam and Indonesia’s reputation, it is worth noting that PCINU in the UK plays a pivotal role in neutralizing the issue. NU is essential to bring another image of Indonesia and Islam that is modern and dynamic.
Key words: transnational religious actor, multi-track diplomacy, nahdlatul ulama
Implementasi Kebijakan Pemerintah Desa dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Desa Gondosuli, Solo, Jawa Tengah
Policy is a decision or action taken by the government or other authorities to achieve specific goals for the country or society. Policy can be a collection of principles, rules, and procedures used to address issues, bring about changes, or manage resources effectively. Stunting prevention is an action taken to prevent stunting. Stunting itself is a condition where the physical growth and development of a child are hindered during their early growth period. This condition typically occurs in children under the age of two and can have long-term impacts on the health and development of the child. Dealing with stunting requires the active role of the village government through local governance. This research uses qualitative data collection approaches such as interviews, observations, and documentary studies. Research findings indicate that the village government plays a key role in addressing stunting through programs managed by the village government. This research employs qualitative methodology with data collection techniques such as interviews, observations, and documentary studies. Research findings indicate that the village government plays a key role in addressing stunting through initiatives provided by the local government administration. These efforts include expanding access to health services, improving the availability of nutritious food, and enhancing community education on nutrition and health. The village government collaborates with various stakeholders to implement these initiatives, including health centers, health departments, and the local community. Findings from this study are expected to assist the village government and other stakeholders in their efforts to combat stunting in Gundosoli Village and the surrounding areas. The stunting prevention efforts implemented by Gondosuli Village have been very commendable. Hopefully, the stunting prevention policies undertaken by Gondosuli Village can serve as an example for other areas that still face high levels of stunting. Kebijakan adalah keputusan atau tindakan yang diambil oleh pemerintah atau otoritas lainnya untuk mencapai tujuan tertentu bagi negara atau masyarakat. Kebijakan dapat merupakan kumpulan prinsip, aturan, dan prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan perubahan, atau mengelola sumber daya dengan baik. Pencegahan stunting adalah sebuah tindakan yang diambil untuk mencegah stunting. Stunting sendiri adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan anak terhambat selama periode pertumbuhan awal mereka. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak di bawah usia dua tahun dan dapat berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Penanganan stunting membutuhkan peran aktif pemerintah desa melalui pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengumpulan data kualitatif seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa memainkan peran kunci dalam menangani stunting melalui program-program yang dikelola oleh pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa memainkan peran kunci dalam mengatasi stunting melalui inisiatif yang disediakan melalui administrasi pemerintah desa. Upaya-upaya tersebut mencakup perluasan akses ke layanan kesehatan, meningkatkan ketersediaan makanan bergizi, dan meningkatkan pendidikan masyarakat tentang gizi dan kesehatan. Pemerintah desa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan inisiatif ini, termasuk puskesmas, dinas kesehatan, dan masyarakat setempat. Temuan-temuan dari studi ini diharapkan dapat membantu pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya memerangi stunting di Desa Gundosoli dan wilayah sekitarnya. Pencegahan stunting yang sudah dilakukan Desa Gondosuli sudah sangat baik, semoga kebijakan pencegahan stunting yang dilakukan Desa Gondosuli bisa menjadi contoh bagi daerah daerah lainnya yang masi memiliki tingkat stunting yang tinggi. 
Sosialisasi Strategi Pemasaran Usaha Pemanfaatan Limbah Menjadi Barang Yang Bernilai Jual Bagi Warga Jemaat Klasis GKP Wilayah Jakarta-Banten
Bisnis kreatif yang disebut juga industri kreatif, merujuk pada sektor ekonomi yang menggunakan kreativitas, ide inovatif dan keahlian artistik untuk menciptakan produk, layanan atau konten yang memiliki nilai komersial. Industri kreatif merupakan penciptaan ide/kreativitas dari orang atau kelompok yang pada akhirnya menghasilkan karya atau produk. Bisnis kreatif bukan hanya tentang seni murni, tetapi juga tentang bagaimana seni dan kreativitas dapat diintegrasikan dalam konteks pemasaran dan bisnis. Pemudi warga jemaat Gereja Kristen Pasundan (GKP) Klasis Jakarta-Banten yang merencanakan membangun bisnis kreatif dengan mengolah bahan limbah menjadi barang yang bernilai jual (asesoris), untuk itu dipandang perlu memahami pentingnya strategi pemasaran dalam memasarkan produk asesoris hasil olahan limbah dengan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan strategi pemasaran, yang diharapkan dapat membantu warga jemaat Gereja Kristen Pasundan (GKP) Klasis Jakarta-Banten untuk dapat menerapkan strategi pemasaran yang sesuai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pentingnya strategi pemasaran produk, pemasaran produk secara online dan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) asesoris hasil olahan limbah bagi warga jemaat yang bertempat di GKP Ebenhaezer Cawang, Jakarta secara onsit
Pembuatan Sistem Informasi Poktan Mustika Berbasis Website Company Profile Untuk Promosi Pupuk Organik Kopidara
Supported by Kramat Jati Village in East Jakarta, Poktan Mustika is a microenterprise that converts shallot skins into Kopidara organic fertiliser. The focus of Community Service (PKM) initiatives at the UKI Faculty of Engineering is Poktan Mustika. With sustained cooperation (MoU) between the UKI Faculty of Engineering and Kramat Jati Village, East Jakarta, this PKM activity seeks to develop a Poktan Mustika information system based on the company profile website in order to promote Kopidara organic fertiliser online. Through coordination with local sub-district officials, interviews, and field observations, the PKM method culminates in the development of the Poktan Mustika website and a memorandum of understanding for cooperation. The Poktan Mustika website is optimised with the keywords \u27organic fertiliser\u27 and \u27farmer groups\u27 and is incorporated with Google Maps, Poktan Mustika YouTube, and Kopidara fertiliser. The identified challenge pertained to the requirement for training initiatives and the implementation of digital technology for administrators of Mustika Poktan.Poktan Mustika merupakan usaha mikro binaan Kelurahan Kramat Jati, Jakarta Timur, yang memanfaatkan kulit bawang merah untuk pupuk organik, dikenal sebagai pupuk organik Kopidara. Poktan Mustika sebagai sasaran kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik UKI. Kegiatan PKM ini bertujuan membuat sistem informasi Poktan Mustika berbasis website company profile sebagai sarana promosi pupuk organik Kopidara secara online, dan dilanjutkan dengan kerja sama (MoU) Fakultas Teknik UKI dengan Kelurahan Kramat Jati, Jakarta Timur. Metode PKM yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan setempat, observasi lapangan, wawancara dan akhirnya, pembuatan website Poktan Mustika dan MoU kerja sama. Website Poktan Mustika terintegrasi dengan google maps, youtube Poktan Mustika dan pupuk Kopidara, dan dioptimasi dengan keyword ‘pupuk organik’ dan ‘kelompok tani’. Kendala yang ditemukan yaitu perlunya upaya pelatihan dan pengenalan teknologi digital bagi pengelola Poktan Mustika
Perempuan Jemaat HKBP Duren Jaya Bekasi: Tatakelola Hidup Sehat, Bugar dan Bijak Menggunakan Kosmetik
Sebagai implementasi kerjasama UKI dengan HKBP Duren Jaya bekasi dan berkaitan dengan hari Kartini 21 April 2024, jemaat perempuan HKBP Duren Jaya membuat program seminar dan juga sejalan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) UKI. Metode PkM dengan seminar yang dihadiri pendeta, majelis gereja dan jemaat berempuan berjumlah 86 orang. Jemaat perempuan bervariasi ditinjau dari aspek umur, sosial dan ekonomi. Jemaat perempuan terdiri dari perempuan yang masih aktif bekerja, ibu rumah tangga, perempuan yang sudah pensiun yang sehari-hari menjaga cucu, aktif kegiatan di gereja, paduan suara, pesta adat, dan lain-lain. Oleh karena itu jemaat perempuan memiliki harapan tetap sehat, bugar, cantik agar bisa aktif dalam kegiatannya sehari-hari. Peserta sangat antusias menyimak dan bertanya tentang kesehatan, gizi dan kebugaran sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang dialami. Adapun hasil setelah seminar jemaat memiliki pemahaman pada intinya kesehatan dipengaruhi empat faktor yakni lingkungan, perilaku, layanan kesehatan dan gen. Hidup sehat harus memperhatikan gizi yang seimbang dengan kondisi masing-masing bonusnya cantik. Agar kulit tetap cantik maka yang perlu adalah membersihkan kulit, memberi pelembab dan memakai skin cara yang aman.
Kata kunci: sehat, bugar, kosmetik, perempuan.
 
Sosialisasi Standar Kota Layak Anak dan Model Hunian Ramah Lingkungan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta
Tidung Island is part of the Thousand Islands, which is generally known for its tourism potential, attracting many visitors both from within the country and abroad. Visitors has an experience satisfaction and also wish to return to Tidung Island. This makes it essential for Tidung Island to nurture the growth of its children as the future generation, ensuring that the implementation of the 5 clusters of the “Kota Layak Anak” is implemented for the proper growth and development of children on Tidung Island. Based on discussions with the local government team and literature studies, the third of the “Kota Layak Anak” has become the main focus to be implemented through this activity. In this case, the right of children to receive basic health and welfare will be achieved by conducting socialization on the prevention and handling of stunting in children, as well as promoting eco-friendly housing on Tidung Islan.Pulau tidung termasuk dalam Kepulauan Seribu, yang pada umumnya dikenal dengan potensi wisata yang digemari banyak pengunjung baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dalam pelaksanaannya pengunjung mengalami kepuasan terhadap pelayanan dan ingin kembali mengunjungi pulau tidung. Hal ini membuat Pulau tidung harus menjaga pertumbuhan anak-anak sebagai generasi penerus di Pulau Tidung, sehingga penerapan 5 kluster hak anak dalam Kota Layak Anak sebaiknya dipenuhi dengan baik untuk dapat menjamin tumbuh kembang anak di Pulau Tidung. Berdasarkan hasil diskusi dengan tim kelurahan dan kajian literatur, Poin ke-3 dari 5 kluster hak anak menjadi fokus utama yang akan dilaksanakan melalui kegiatan ini. Dalam hal ini, poin hak anak untuk mendapatkan kesehatan dasar serta kesejahteraan akan dicapai dengan melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan stunting pada anak, serta sosialisasi hunian ramah lingkungan di Pulau Tidung dengan berbagai lapisan masyarakat di Pulau Tidung
Keluarga Tanpa Keturunan: Implementasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Menjaga Kebahagiaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain manajemen dalam menjaga kebahagiaan pada keluarga tanpa keturunan sebagai implementasi dari pendidikan agama kristen. Faktor ketidakhadiran keturunan dapat membuat keluarga tidak bahagia. Pendidikan agama dan psikologi menemukan masalah perceraian dan tekanan batin dialami oleh keluarga yang tidak dikaruniai keturunan. Pendidikan agama kristen yang diharapkan mampu mengendalikan masalah perceraian belum dapat mendidik keluarga tanpa keturunan dengan desain manajemen yang tepat. Pendidikan psikologi menilai stigma negatif dan tekanan dari keluarga dan lingkungan sosial, mampu membuat keluarga tanpa keturunan mengalami tekanan batin dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, melalui studi literatur, penelitian ini melalui empat poin utama yaitu, pemahaman, problematika, faktor, dan implikasi desain manajemen pendidikan agama Kristen untuk menjaga kebahagiaan keluarga tanpa keturunan. Hasil dari penelitian ini bahwa desain manajemen pendidikan agama Kristen adalah solusi yang tepat untuk menjaga kebahagiaan keluarga tanpa keturunan. Kesimpulannya yaitu menerapkan desain manajemen pendidikan agama Kristen oleh keluarga tanpa keturunan di dalam keluarga dan lingkungan sosial. 
SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH SECARA TERPADU DENGAN PRINSIP PENILAIAN GREEN BUILDING DI JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM
Di Indonesia, selain sampah rumah tangga, sampah terbesar juga dihasilkan dari fasilitas publik, seperti stadion. Dasar mengangkat studi kasus Jakarta International Stadium (JIS) adalah bangunan berkapasitas terbesar di Indonesia mencapai 82.000 penonton sepak bola, memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara secara terpadu dengan prinsip 3R, dan telah memperoleh sertifikasi green building dengan peringkat platinum pada tahap design recognition. Dengan prinsip penilaian green building, ada empat kriteria dan tolok ukur memiliki keterkaitan dengan sistem pengelolaan sampah di JIS adalah site/tapak, material dan teknologi, interior bangunan, dan manajemen lingkungan yang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Permasalahan sampah memerlukan penanganan khusus sehingga tujuan dari penelitian ini untuk memberikan wawasan tentang sistem pengelolaan sampah pada bangunan yang memiliki kapasitas besar khususnya di stadion yang masih belum banyak dilakukan. Sistem pengelolaan sampah di JIS, meliputi pewadahan, pengumpulan, dan pengangkutan secara terpadu dan memenuhi regulasi. Ada empat tipe pewadahan, pengumpulan di pick up point dengan jalur akses bukan area publik atau VIP, dan pengangkutannya dengan trash bag menggunakan lift atau tangga yang pada akhirnya sampah dari semua lantai berkumpul di parking level kemudian diangkut dengan motor sampah menuju TPS 3R yang ada di JIS. Total empat poin yang diperoleh dengan prinsip penilaian green building, yaitu pemilihan tapak; kendali asap rokok di lingkungan; dasar pengelolaan sampah; dan pengelolaan sampah tingkat lanjut. Partisipasi penonton sepak bola dalam keterkaitannya dengan sampah harus dipadukan dengan pola pikir dan perilaku bagaimana memperlakukan sampah dengan prinsip 3R
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA TAMBAKRIGADUNG KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN
The increase in population affects the production of waste produced. However, in the last 4 years, waste management at the Tambakrigadung landfill has not manage well. This research aims to analyze the generation, composition of waste, analysis and evaluation of waste management in landfills based on PU Ministerial Decree NO. 03 of 2013, as well as optimizing waste management at Tambakrigadung landfill. Based on research results, the average amount of waste generated at Tambakrigadung landfill is 21,510 kg/day, the average density is 263.82 kg/m3, the largest waste composition is organic waste with a percentage of 65% of all types of waste. From the results of this analysis, optimizing the landfill requires increasing the land area in certain buildings, such as operational roads measuring 1 meter, adding a sorting building by building a TPST in the landfill, and recording the transportation of waste trucks, the source of the waste and the weight of the waste. Optimalization in Non-technical aspects, landfill requires an SOP for how to work and an SOP for using tools.Bertambahnya jumlah penduduk mempengaruhi produksi sampah yang dihasilkan. Pengelolaan sampah di TPA Tambakrigadung dalam 4 tahun terakhir tidak berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan, komposisi sampah, analisis dan evaluasi pengelolaan sampah di TPA berdasarkan PERMEN PU NO. 03 Tahun 2013, serta mengoptimalkan pengelolaan sampah di TPA Tambakrigadung. Berdasarkan hasil penelitian, besar timbulan di TPA Tambakrigadung memiliki rata-rata sebesar 21.510 kg/hari, densitas rata-rata 263,82 kg/m3, komposisi sampah terbesar adalah sampah organik dengan persentase 65% dari seluruh jenis sampah. Dari hasil analisis tersebut, pengoptimalan TPA memerlukan penambahan luas area lahan pada bangunan tertentu seperti jalan operasional seluas 1 meter, penambahan gedung pemilahan dengan membangun TPST dalam TPA, perlu adanya pencatatan pengangkutan truck sampah, sumber sampah, dan berat sampah. Opimalisasi pada Aspek non teknis, TPA memerlukan adanya SOP cara kerja, dan SOP penggunaan alat
PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN DALAM KAITANNYA DENGAN PAJAK DAERAH KABUPATEN LEMBATA
Kabupaten Lembata merupakan suatu daerah yang terdapat di Nusa Tenggara Timur yang memutuskan untuk melakukan otonomi daerah yang menghasilkan sembilan jenis pajak daerah yang merupakan sumber pendanaan dari wilayah itu yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, air bawah tanah, bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan serta pajak mineral bukan logam dan batuan.Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mencari jawaban dari topik yang diangkat dengan menggunakan data sekunder dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lembata. Variabel yang digunakan berasal dari runtutan data dari pajak mineral bukan logam dan batuan dan pajak daerah tahun 2016 - 2020.nilai pajak mineral bukan logam dan batuan terhadap total pajak daerah pada tahun 2016 menyumbang penerimaan yang cukup besar terhadap pajak daerah Kabupaten Lembata yang pada tahun 2016 merupakan nilai tertinggi dan yang terendah pada tahun 2020, dengan nilai kontribusi yang sangat baik hanya terjadi pada periode tahun 2016, namun untuk tahun – tahun selanjutnya terus mengalami penurunan hingga di periode terakhir yakni tahun 2020 hanya menyumbang kontribusi yang cukup baik yakni senilai 31,58 % .Hal ini dapat dikarenakan karena lahan tempat penambangan sudah mulai habis dikarenakan proses eksplorasi tiap tahunny