Universitas Islam Kuantan Singingi: E-Journals
Not a member yet
1863 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PELAKSAANAN PERATURAN DAERAH NOMOR 20 TAHUN 2002 TENTANG PENYAKIT MASYARAKAT (PEKAT) DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Public diseases or in other words social diseases of society are various forms of actions which constitute social diseases which have disturbed, disturbed peace and order. A situation that is considered inconsistent with applicable legal norms, customs, customs and religious norms. The main problem in this research is how to implement Regional Regulation Number 20 of 2002 concerning Community Diseases (Pekat) in Kuantan Singingi Regency. What are the factors faced in implementing Regional Regulation Number 20 of 2002 concerning Community Diseases (Pekat) in Kuantan Singingi Regency. This research uses empirical juridical research methods, namely research carried out by collecting data through direct interviews with parties related to the research object that the author is conducting, not only based on library research. The research location is at the Civil Service Police Unit Service, Kuantan Singingi Regency. The results obtained in this research are that the implementation of Regional Regulation Number 20 of 2002 concerning Community Diseases (concentrated) in Kuantan Singingi Regency has gone quite well, in a preventive and repressive manner. Efforts to prevent prostitution and alcoholism are carried out in the form of patrols, outreach and appeals. The form of appeal made by Satpol PP is in the form of an outreach campaign, monitoring and law enforcement against related violations. Repressive Efforts Repressive efforts against acts of prostitution include various law enforcement actions and policies aimed at controlling the practice of prostitution. Repressive efforts against alcohol can include various law enforcement actions and policies aimed at controlling and reducing the consumption of alcoholic beverages. And the inhibiting factors include leaking information about raids, lack of public awareness, locations that are difficult to reach, lack of public care and awareness and the absence of rehabilitation homes
ANALISIS PENERAPAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA SEBERANG TALUK KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
This research was conducted at the Seberang Taluk village office, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi regency. The problem in the this study is how public services and barriers at the Seberang Taluk Village office, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency. The purpose of this study was to analyze how the implementation of public service standards and barriers at the Seberang Taluk Village office, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency. Data collection techniqves that the authors use in this study are using descriptive qualitative methods, namely data analysis techniques by describing the data and facts found in the field, with this method the author describes and deciphers the words obtained, where the writer then analyzes the data and relates it to theory then draws conclusions and suggestions.the focus of this research is to analyze the administrative function of the village government in improving public services in Seberang Taluk village, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency. The data sources used are primary and secondary data
PENGABDIAN DAN SOSIALISASI EFISIENSI DOKUMEN DAN KERJA PADA BADAN PENGAWAS PEMILU KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: KP
Kerja Praktek (KP) adalah salah satu program penting dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan pengalaman nyata di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan dengan bidang studi mereka. Dalam jurnal ini, saya membahas berbagai kegiatan yang dilakukan selama menjalani kerja praktek di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sebuah lembaga strategis yang bertanggung jawab dalam memastikan pelaksanaan pemilu berjalan dengan prinsip kejujuran, keadilan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Fokus utama dari kegiatan kerja praktek mencakup tugas-tugas administratif, seperti pengelolaan dokumen dan arsip terkait pengawasan pemilu, serta pelaporan hasil pengawasan secara sistematis. Selain itu, saya juga terlibat dalam pengawasan langsung di lapangan selama tahapan-tahapan penting pemilu, termasuk kampanye dan hari pemungutan suara, untuk mencatat dan melaporkan berbagai pelanggaran yang ditemukan. Pengalaman ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam mengenai mekanisme pengawasan pemilu, tetapi juga membuka pemahaman tentang berbagai tantangan kompleks yang dihadapi Bawaslu dalam menjalankan tugasnya. Melalui kerja praktek ini, saya belajar mengenai pentingnya peran Bawaslu sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Pengalaman ini juga mengajarkan nilai-nilai koordinasi, integritas, dan profesionalisme yang menjadi kunci dalam memastikan proses pemilu berjalan dengan transparansi dan keadilan. Kontribusi yang diberikan selama kerja praktek diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi lembaga Bawaslu maupun masyarakat luas sebagai penerima manfaat dari sistem demokrasi yang lebih baik
PELATIHAN PEMBUATAN SILASE RUMPUT GAJAH DAN TEBON JAGUNG DALAM PENINGKATAN KETERSEDIAAN PAKAN TERNAK DI MUSIM KEMARAU DESA KEMIRI KABUPATEN PASURUAN
Kegiatan Bina Desa PKKM Agribisnis (Program Kompetisi Kampus Merdeka) 2024 yang telah dilaksanakan di Desa Kemiri, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan mencakup berbagai program kerja, salah satunya mengenai pembuatan pakan alternatif silase. Program ini dilaksanakan pada 11 September 2024 yang bertempat di rumah Bapak Suhadi selaku ketua Kelompok Tani Sidomuncul II. Program kerja ini digagas untuk mengatasi hambatan yang dialami oleh kelompok peternak di Desa Kemiri, terutama terkait minimnya pengetahuan dalam pengolahan pakan ternak. Oleh karena itu, pemberian keterampilan dan pemahaman mengenai pembuatan pakan menjadi sangat penting, dengan tujuan memaksimalkan pengawetan nutrisi pada hijauan atau bahan pakan ternak agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang sebagai pakan ternak. Penyampaian materi dilakukan melalui metode penyuluhan yang difokuskan pada proses pembuatan silase. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa tahapan pembuatan silase meliputi pemotongan rumput, pencacahan menggunakan alat pencacah, dan pencampuran rumput dengan bekatul secara manual. Campuran tersebut kemudian dipadatkan dalam drum fermentasi yang ditutup rapat. Proses fermentasi ini memerlukan waktu 21 hari untuk memastikan silase terfermentasi dengan sempurna
PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN USAHA MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN LABELING DAN KEMASAN USAHA ABON PADA DESA OMBE BARU LOMBOK BARAT
Pembuatan label dan kemasan produk yang masih sederhana dikarenakan minimnya informasi dan pengetahuan mengenai cara pembuatan label dan kemasan yang menarik merupakan alasan dilakukan pengabdian pada usaha abon Hj. Rohanah. Melalui pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pelaku usaha yang berkaitan dengan pembuatan label dan kemasan yang menarik sehingga menarik daya beli masyarakat untuk membeli produk tersebut. Metode pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan Tahap persiapan, dalam tahapan persiapan dibutuhkan koordinasi dan identifikasi masalah mitra, Tahap pelaksanaan yaitu kegiatan pendampingan langsung dengan mitra sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan meliputi pendampingan dalam labeling dan kemasan. Tahap evaluasi, dimana dalam tahap ini dilaksanakan evaluasi sampai sejauh mana mitra pengabdian sudah mengaplikasikan kegiatan pendampingan yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Setelah dilakukan pengabdian pada usaha abon ibu Hj. Rohanah, saat ini sudah memiliki label dan kemasan yang menarik sehingga produknya mudah dikenal oleh masyarakat luas yang ingin melakukan pemesanan. Antusias dari pemilik Usaha Hj. Rohanah sangat terbantu dengan memberikan masukan terkait pelabelan produk supaya mudah dikenali konsumen atau pelanggannya
OPTIMALISASI PELATIHAN E-COMMERCE PADA MATA KULIAH MANAJEMEN UNTUK MENDUKUNG KOMPETENSI MAHASISWA PRODI AGRIBISNIS: PKM
Teknologi telah menjadi pendorong utama perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang perdagangan elektronik (e-commerce). E-commerce, yang mencakup proses pembelian dan penjualan barang atau jasa secara elektronik melalui internet, telah memberikan dampak signifikan terhadap cara bisnis dilakukan di seluruh dunia. Kemajuan teknologi memungkinkan e-commerce untuk terus bertransformasi, menawarkan pengalaman belanja yang lebih nyaman, aman, dan personal, sekaligus memberikan akses ke pasar global. Teknologi digital yang diterapkan dalam e-commerce juga mendorong efisiensi operasional, inovasi berkelanjutan, dan peningkatan pengalaman pelanggan. Melihat pentingnya peran teknologi dalam e-commerce, kegiatan praktikum bertema "Pelatihan E-commerce" pada mata kuliah Informasi Manajemen Program Studi Agribisnis dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan bisnis agribisnis secara inovatif dan efisie[1]n. Program ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk memahami peluang dan tantangan e-commerce, sehingga mereka mampu beradaptasi dan berkontribusi secara optimal dalam ekonomi digita
PEMBERDAYAAN UMKM DALAM ASPEK PEMASARAN MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN BISNIS OLEH BTPN SYARIAH DI SIDOARJO
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Namun, banyak UMKM yang menghadapi tantangan dalam aspek pemasaran yang mengakibatkan rendahnya daya saing produk mereka. Program pendampingan bisnis yang diinisiasi oleh BTPN Syariah dalam memberdayakan kapabilitas pemasaran UMKM di Sidoarjo. Pendampingan bisnis dengan pemaparan materi terkait pengembangan usaha dalam aspek pemasaran dan konsultasi individual selama satu bulan membangun kemandirian UMKM dalam mengelola usaha mereka. Dengan adanya pendampingan ini, UMKM di Sidoarjo diharapkan dapat lebih kompetitif dan berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian lokal maupun nasional
Collaborative Governance Model In Accelerating The Handling Of Stunting In Kampar Regency
This research explores the implementation of collaborative governance strategies, involving the government, private sector, community, educational institutions, and non-governmental organizations, to accelerate stunting reduction in Kampar Regency. Utilizing the Penta Helix model and collaborative governance theory as a theoretical foundation, this study identifies the key factors contributing to successful collaboration, as well as the challenges faced and strategies to overcome them. Through a case study approach, this research highlights the importance of effective coordination and communication, resource integration, community empowerment, and the need for capacity building and sustainability strategies. The resulting recommendations aim to strengthen collaborative governance practices and enhance the effectiveness of stunting reduction programs, thereby contributing to broader efforts to improve the well-being of children and communities in Kampar Regency
The Effect of Electronic Word of Mouth on Purchase Decisions at Shopee at Toko Akar Sari Cosmetics Pekanbaru
In this study, two variables were used, namely Electronic Word Of Mouth as the independent variable (X) and Purchase Decision as the bound variable (Y). This research was conducted with the aim of determining the influence of electronic word of mouth on purchase decisions at Shopee Toko Akar Sari Cosmetics Pekanbaru. The hypothesis of this study is that there is an influence of electronic word of mouth on purchase decisions at Shopee Toko Akar Sari Cosmetics Pekanbaru. The data obtained from this study are through observation, questionnaires, interviews, documentation. In this study, the researcher used the Purposive Sampling sampling technique with a sample of 96 respondents. Then the data processing technique used in this study was SPSS 25 software. Based on the results of the analysis using the simple linear regression statistical method Y = 24.791 + 1.044X, it shows that the influence of electronic word of mouth (X) on purchase decisions (Y) is positive. Furthermore, the results of the hypothesis test of the t-test were 7.191 with a significance of 0.001. It was found that ttable was 1.985 which means tcount > ttable (7.191 > 1.985). So it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, in other words the independent variable (X) partially affects the bound variable (Y). and in the determination coefficient test (R2), it was concluded that R2 was 0.355 or 35.5%. This means that the electronic word of mouth variable affects the purchase decision at Shopee Toko Akar Sari Cosmetics Pekanbaru by 35.5% and 64.5% is influenced by other variables that are not discussed in this study such as promotion, product, price, service, location
The Influence Of Brand Image And Lifestyle On Repurchase Intention Through Customer Satisfaction Buttonscarves In Pekanbaru City
Influencing factors include Brand Image, Lifestyle, product price and quality, product design and customer satisfaction. The purpose of this study is to examine the influence of brand image and lifestyle on Repurchase Intention through Customer Satisfaction Buttonscarves. The study population was Buttonscarves consumers and a sample of 217. The data collection technique uses questionnaires and interviews. Data analysis uses Structural Equation Modelling (SEM). The results of the study show that Brand Image and lifestyle have a significant effect on Customer Satisfaction. A positive brand image and a well-aligned lifestyle have a strong influence on customer satisfaction. Brand Image and lifestyle have a significant influence on Repurchase Intention: Brand image and lifestyle that match the product have a significant influence on customers to make repeat purchases. Customer satisfaction, brand image and lifestyle mediate a significant influence on Repurchase Intention. Customer satisfaction, brand image and lifestyle significantly increase their intention to buy again