Universitas Islam Kuantan Singingi: E-Journals
Not a member yet
1863 research outputs found
Sort by
MANAGEMENT OF COCONUT PLANTATION LAND AFFECTED BY INUNDATION FOR COMMUNITY ECONOMIC RESILIENCE ON AIRTAWAR ISLAND, INDRAGIRI HILIR
Coconut plantations serve as the primary economic foundation in Indragiri Hilir Regency, which is experiencing a significant decline in productivity due to continuous seawater inundation that causes increased soil salinity, resulting in physiological damage to plants and coconut mortality. These ecological impacts trigger changes in land cover, from coconut gardens to mangrove ecosystems, which subsequently affect community socio-economic aspects. This research examines the impacts of seawater inundation phenomena on smallholder coconut plantation land changes on Airtawar Island, Indragiri Hilir. Management approaches to support local community economic resilience. The research employs a qualitative approach, utilizing literature studies and descriptive analysis, to examine the biophysical and socio-economic factors that influence these changes. Study results show that proactive management can strengthen local economic resilience. The proposed proactive management approach involves ecological integration, focusing on the management of coconut plantations and mangrove ecosystems within a single landscape management system. It also entails adaptive economic development based on local resources and stakeholder collaboration, positioning communities as the primary actors. This approach is expected to contribute to sustainable management that supports the socio-economic resilience of coastal communities by developing a holistic, multidimensional analysis
A Conceptual Framework To Empowering Waqf Land Towards Risk Resilient Cities
Waqf land an Islamic endowment asset in urban planning and examines its latent potential to contribute to the development of risk-resilient cities. Despite its historical role in supporting public welfare, Waqf land remains largely inactive in contemporary urban resilience strategies. A conceptual research approach is adopted, synthesizing insights from existing literature on urban resilience, Islamic philanthropic systems, and land governance. Case examples from select Muslim-majority countries are incorporated to illustrate practical relevance. The study proposes a new framework for integrating Waqf land into urban risk reduction strategies. The findings reveal that legal ambiguities, poor institutional coordination, and outdated management practices hinder effective use of Waqf land. However, strategic policy alignment and stakeholder collaboration could unlock its potential to support affordable housing, disaster recovery, green infrastructure, and social resilience. The paper concludes that Waqf land, if systematically revitalized and incorporated into urban planning frameworks, can serve as a transformative asset in building risk-resilient cities. A proposed conceptual framework emphasizes inclusive governance, policy reform, and participatory planning to activate this dormant resource for long-term urban sustainability and equity
De-Ideologization of Baitul Maal Rasulullah From Social Financial Institution to Financial Business Institution
This research critically analyzes the phenomenon of de-ideologization in Baitul Maal wat-Tamwil (BMT) in Indonesia. Starting from the ideal of Baitul Maal Rasulullah SAW as a socio-religious financial institution based on the destruction of riba and the proliferation of sadaqa (QS. Al-Baqarah [2]: 276), BMT now tends to transform into a microfinance business entity. The shift in BMT's orientation towards profitability, practices perceived by the public as deviating from Islamic socio-financial principles, as well as conditions of stunted growth and minimal national contribution, are strong indicators of this de-ideologization. This impacts public trust and distances BMT from the Qur'anic ideology brought by Rasulullah. These findings emphasize the urgency of revitalizing the ideology of Baitul Maal in BMT operations to restore the trust of the ummah and realize a just contribution to Islamic economics
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA UMKM CEMILAN RINGAN
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering kali menghadapi tantangan dalam penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penyuluhan K3 yang dilakukan di UMKM Pesona Cemilan Ringan, khususnya di area produksi. Penyuluhan difokuskan pada lima aspek utama: keselamatan kerja di area produksi, penggunaan alat pelindung diri (APD), penanganan bahan dan peralatan secara aman, pencegahan kebakaran, serta pertolongan pertama di tempat kerja. Diharapkan, dengan peningkatan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip K3 maka UMKM dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN SISWA SMK NEGERI 1 PAREPARE MELALUI EDUKASI MITAGASI BANJIR
Wilayah Kota Parepare merupakan salah satu daerah rawan banjir akibat kombinasi topografi dataran rendah, curah hujan tinggi, dan sistem drainase yang belum optimal. SMK Negeri 1 Parepare menjadi salah satu sekolah yang terdampak banjir, namun belum memiliki program edukasi kebencanaan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap risiko banjir melalui edukasi mitigasi berbasis ceramah, diskusi interaktif, dan pemutaran video simulasi. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan: perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sebanyak 71 siswa terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan di aula sekolah. Penilaian pemahaman dilakukan dengan metode pretest dan post-test menggunakan soal pilihan ganda yang relevan dengan materi mitigasi banjir. Hasil pretest menunjukkan rata-rata pemahaman awal sebesar 70,49%, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori sedang hingga rendah. Setelah kegiatan edukasi, rata-rata nilai post-test meningkat signifikan menjadi 90,14%, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 30,47%. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukatif yang digunakan efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan siswa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dinilai berhasil dalam membekali siswa dengan pengetahuan dasar dan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di lingkungan sekolah
SOSIALISASI MANFAAT BUMDes HARAPAN MAKMUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM
Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi dengan target masyarakat, pengurus Bumdes, penyuluh, kelompok tani ternak dan aparat pemerintahan desa. Masyarakat pelaku usaha seperti perdagangan (pupuk) dan jasa (jaringan). Kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes bagi peningkatan pembangunan dan peningkatatan kesejatraan dan kemakmuran masyarakat secara adil dan merata. Melalui peningkatan pemasukan pendapatan asli desa (PADes) dengan kegiatan usaha dapat terus berkembang di masa mendatang dengan memperhatikan dan menerapkan faktor pendukung kegiatan usaha. Dengan demikian kegiatan PkM diselenggarakan berupa sosialisasi mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes serta sosialisasi mengenai manajemen SDM yang profesional dalam mengelola BUMDes di desa. Sosialisasi tersebut disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi pengurus BUMdes di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai. Metode pelaksaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan meliputi pra survei, pembentukan tim, pembuatan dan pengajuan proposal, koordinasi tim dan mitra serta persiapan alat dan bahan sosialisasi. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program berupa sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan (pemaparan materi) dan diskusi. Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi dan pelaporan. Setelah itu, dilakukan penyusunan laporan untuk selanjutnya dilakukan publikasi. Hasil dan luaran kegiatan PkM setelah sosialisasi yaitu pertama, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi BUMDes. Kedua, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman berkaitan keberadan BUMDes untuk peningkatan pembangunan dan peningkatan pemasukan PADes Tebing Tinggi. Ketiga, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai mekanisme pendirian dan pelaksanaan BUMDe
PELATIHAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL BAGI MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KESIAPAN KERJA
Dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, mahasiswa dituntut memiliki kompetensi yang seimbang antara hard skill (keterampilan teknis) dan soft skill (keterampilan non-teknis). Fakta menunjukkan bahwa kurangnya kesiapan kerja dan persaingan yang rendah masih menyulitkan banyak lulusan perguruan tinggi untuk masuk ke dunia kerja. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa melalui pelatihan yang menggabungkan hard skill (seperti keterampilan digital, penggunaan teknologi, dan analisis data) dengan soft skill (seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, dan kerja sama tim). Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan interaktif, simulasi kasus dan pendampingan intensif oleh narasumber. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membuat mahasiswa lebih siap kerja, kompetitif di seluruh dunia, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan industri. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa yang berpartisipasi; itu juga dapat berfungsi sebagai model pembinaan kompetensi yang dapat direplikasi yang menekankan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia demgan itu mereka bisa bersaing di pasar kerja global.
 
STARTUP HILIRISASI PENGOLAHAN JAGUNG MELALUI OPTIMALISASI PRODUK MENGGUNAKAN MESIN ROLLING TIPE AGME DI BANGSAL PASCAPANEN HORTIKULTURA KOTO TANGAH, BATUAMPA : Hilirisasi Pengolahan Jagung
Nagari Batu Ampa merupakan salah satu sentra penghasil jagung manis di Kabupaten Lima Puluh Kota yang terletak di sepanjang jalur Bukittinggi–Pekanbaru, dengan potensi pengembangan produk olahan yang cukup besar. Sebagai tindak lanjut program Kementerian Pertanian, kelompok tani Palito Hati memperoleh bantuan bangsal pascapanen hortikultura lengkap dengan peralatan produksi pada tahun 2024. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan pengetahuan tentang diversifikasi olahan jagung menjadi kendala utama dalam pemanfaatannya. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim pelaksana bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota berinisiatif membangun startup bisnis berbasis hilirisasi pengolahan jagung secara berkelanjutan dan inovatif. Kegiatan ini meliputi penerapan teknologi tepat guna hasil riset berupa mesin Rolling tipe AgMe untuk memproduksi dua jenis produk, yaitu cheese stick jagung dan mi jagung, serta pendampingan manajemen usaha melalui penyusunan business plan sebagai panduan berwirausaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam produksi dan manajemen usaha, terbentuknya dua produk inovatif bernilai ekonomi tinggi, serta tercapainya luaran berupa berita media massa, artikel ilmiah, karya visual dan audio, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
PELATIHAN BUDI DAYA TERUNG DI PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT UNTUK PANGAN SEHAT
Terung merupakan sayuran bergizi tinggi yang berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga melalui budi daya di pekarangan rumah. Namun, sebagian besar pekarangan warga di Perumahan Asta Karya, Panam, belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran Masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam budi daya terung di lahan pekarangan secara sederhana dan ramah lingkungan. Kegiatan diikuti oleh 15 peserta dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, dimana 87% belum pernah menanam terung sebelumnya dan sebagian besar memiliki pengeluaran rutin membeli sayur antara Rp50.000–Rp300.000 per bulan. Metode pelaksanaan meliputi silaturrahim dengan warga, penyuluhan tentang pentingnya budi daya terung, praktik penanaman menggunakan wadah plastik bekas, serta pendampingan selama masa pertumbuhan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik budi daya terung sebesar 32% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta pertumbuhan tanaman yang optimal dengan rata-rata tinggi 28,3 cm pada minggu keempat. Program ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran peserta terhadap pemanfaatan lahan sempit, menghemat pengeluaran rumah tangga, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penggunaan kembali limbah plastik dan pupuk organik. Dengan demikian, pelatihan budi daya terung di pekarangan rumah efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat perkotaan dalam mendukung kemandirian pangan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang berkelanjuta
PERANAN TELUR ASIN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI KELUARGA
Pangan hewani merupakan pangan yang bersumber dari hasil ternak berupa daging, susu dan telur. Kandungan protein pangan hewani cukup tinggi dibandingkan komponen nutrisi lainnya. Tingginya kandungan protein menyebabkan pangan hewani dianjurkan selalu tersedia dalam menu makanan sehari-hari. Akan tetapi tidak semua protein hewani dapat dipenuhi oleh setiap keluarga. Hal ini disebabkan oleh beberapa protein hewani memiliki harga yang cukup tinggi seperti daging dan susu. Protein hewani berupa telur merupakan salah satu hasil ternak unggas yang disukai oleh masyarakat. Harga yang terjangkau, membuat telur menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani. Telur itik merupakan telur yang dihasilkan oleh ternak itik. Telur itik memiliki berat dan ukuran yang lebih besar dari jenis telur lainnya. Penanganan telur itik yang umumnya dilakukan adalah dengan membuat telur asin. Telur yang telah diasinkan memiliki masa simpan yang lebih lama, memiliki cita rasa yang lebih baik dan serta memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi pada protein yaitu sekitar 13,27% dan lemak sekitar 13,30%. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai peran penting telur asin dalam memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga dan memperkenalkan produk telur asin bagi masyarakat yang belum mengetahuinya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dengan adanya pertanyaan yang diajukan terkait telur asin. Kegiatan dilakukan dengan memberikan dan menjelaskan materi secara baik dan diskusi. Pada akhir kegiatan, masyarakat mendapatkan peningkatan wawasan mengenai telur asin yang dapat memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga