Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
Factors That Affect the Value of Non-Financial Companies in Indonesia
Abstract
The purpose of this study is to examine the variables that affect business value. These elements consist of company size, leverage, profitability, liquidity, and dividend policy as a moderating variable. Non-financial enterprises that were listed on the Indonesia Stock Exchange between 2021 and 2023 make up the research's population. Purposive sampling was used to choose the sample, and 102 businesses satisfied the requirements. Multiple regression analysis is used in the study to process the data.
The results show that business value is highly impacted by profitability, liquidity, profitability, and leverage, all of which are regulated by dividend policy. On the other hand, firm value is not significantly impacted by liquidity, leverage, firm size, dividend policy, or firm size moderated by dividend policy
Unlocking Imagination: The Impact of English Stories in the Classroom
This article explores the impact of English stories in the classroom, focusing on how storytelling unlocks students’ imagination and enhances their language development. Through a mixed-methods approach, including literature review, case studies, classroom observations, and student interviews, the study investigates the role of stories in stimulating creativity, improving language skills, and fostering critical thinking. The findings highlight how stories introduce new vocabulary in context, promote listening and speaking skills, and strengthen reading comprehension and writing abilities. Additionally, storytelling serves as a powerful tool for increasing student engagement and motivation while also developing empathy and cultural awareness. The article emphasizes the educational benefits of using narratives to not only teach language but also to encourage a deeper connection with the material and a broader understanding of diverse perspectives. The conclusion advocates for the continued integration of storytelling in English language curricula, emphasizing its potential to unlock students’ imaginations and support their holistic development as language learners and global citizens
Metode Mind Mapping untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Surat Pribadi Siswa pada Fase D
This writing aims to improve the skills of class VII students at SMP N 3 Karangrayung, in writing personal letters using the mind mapping method. Pre-cycle results show that students' writing motivation is still low, thus affecting learning outcomes. Apart from that, teachers are less innovative in implementing learning methods. This writing is the result of Kurt Lewin's PTK model with a qualitative and quantitative approach. The location of this writing was at SMP N 3 Karangrayung, with the subject being 33 class VII students. Qualitative data collection techniques (observation, interviews, and documentation) and quantitative in the form of formative tests. Data analysis techniques use observation, interviews and documentation techniques, while quantitative through processing formatted test questions with colleagues. Testing the validity of the data includes triangulation tests and using validity and reliability tests. The writing results show that there is an increase in students' personal letter writing skills after implementing the mind mapping model. The stages are carried out in two cycles, namely cycle I and cycle II. The results of the analysis in cycle I showed that 24 students (73%) completed, and in cycle II there was a significant increase, namely 100% completion. So, the mind mapping method is able to improve learning motivation and student learning outcomes in phase D well
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SDN 1 SINDUE TOBATA
Manajemen Berbasis Sekolah Secara bahasa berasal dari tiga kata, yaitu manajemen, berbasis, dan sekolah. Manajemen adalah proses menggunakan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Berbasis memiliki kata dasar basis yang berarti dasar atau asas. Sekolah adalah lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat untuk menerima dan memberikan pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kemandirian sekolah dalam memenuhi ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan sudah tercukupi, dan kemandirian sekolah dalam memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana sudah tercukupi dan memadai, kemitraan/kerjasama sekolah sudah baik, hal ini dilihat hubungan internal sekolah sudah terjalin dengan baik melalui raker, brifieng dan MGMP. Implementasi manajemen berbasis sekolah di SDN 1 sudah sesuai dengan tahap-tahap kegiatan yaitu: Kemandirian sekolah dalam memenuhi ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan sudah tercukupi, dan kemandirian sekolah dalam memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana sudah tercukupi dan memadai, kemitraan/kerjasama sekolah sudah baik
Relevansi demokrasi deliberatif Jürgen Habermas dengan pendidikan kewarganegaraan
Kajian ini membahas relevansi antara konsep demokrasi deliberatif Jurgen Habermas dengan pendidikan kewarganegaraan. Konsep demokrasi deliberatif Habermas menekankan pentingnya komunikasi rasional dan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan politik. Pendidikan kewarganegaraan, sebagai bagian penting dari proses pendidikan, bertujuan membentuk warga negara yang aktif, terlibat, dan memiliki pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip demokrasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan studi kepustakaan, dengan menggali referensi melalui kajian teoretis terhadap dokumen-dokumen seperti jurnal dan buku yang relevan dengan topik masalah. Kajian ini menjelaskan bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi landasan yang relevan bagi demokrasi deliberatif dan membantu membangun keterampilan komunikasi serta dialog rasional yang penting dalam demokrasi deliberatif. Selanjutnya, kajian ini menyoroti peran pendidikan kewarganegaraan dalam mendorong partisipasi aktif warga negara dalam proses politik. Kesimpulannya, kajian ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki relevansi yang kuat dengan demokrasi deliberatif Habermas. Melalui pendidikan kewarganegaraan, kita dapat membentuk warga negara yang memiliki pemahaman mendalam tentang demokrasi deliberatif, keterampilan komunikasi yang efektif, dan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan politik yang melibatkan seluruh masyarakat
Penguatan makna Bhinneka Tunggal Ika dalam mencegah radikalisme agama generasi milenial
Persoalan radikalisme di kalangan generasi milenial merupakan isu yang harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Potensi radikalisme di kalangan generasi muda cukup tinggi, mengingat karakteristik usia yang cenderung labil dan paparan konten radikal melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penguatan makna Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi solusi dalam mencegah pemikiran dan tindakan radikalisme di kalangan generasi milenial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, di mana data diperoleh dari kajian literatur berupa jurnal, buku, dan sumber internet yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan konsepsi Bhinneka Tunggal Ika dapat mencegah radikalisme pada generasi milenial melalui lima langkah utama: (1) mengembangkan budaya dan pemikiran multikulturalistik serta pluralistik yang berakar pada konsep negara bangsa yang majemuk; (2) memperkuat konsensus universal antar umat seagama maupun antar umat beragama; (3) mengangkat budaya lokal yang memberikan keteladanan atas keberagaman; (4) mendorong penanaman nilai Bhinneka Tunggal Ika melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal; serta (5) memperkuat identitas nasional agar Bhinneka Tunggal Ika dapat mendorong keharmonisan sosial dan moderasi beragama guna mencapai pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan sesanti Bhinneka Tunggal Ika harus didukung oleh pemikiran yang kuat (konsep negara bangsa majemuk dan identitas nasional) serta aksi nyata, seperti dialog antarumat beragama, penguatan kearifan lokal, dan pengembangan institusi masyarakat melalui pendidikan formal, nonformal, maupun informal
PENDEKATAN EKOLOGI DALAM MENGANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WISATA DI AGRO EDU WISATA KEBUN BIBIT CIGANJUR, JAKARTA SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan wisata di Agro Edu Wisata (AEW) Kebun Bibit Ciganjur, Jakarta Selatan menggunakan pendekatan ekologi. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan pelatihan, yang dikelola oleh Pusat Pengembangan Benih dan Perlindungan Tanaman DKI Jakarta. Metode pengharkatan digunakan untuk menganalisis pengembangan potensi wisata berdasarkan aspek fisik, sosial-budaya, aksesibilitas, dan ketersediaan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan skor total 68 (kelas II, mendukung), menandakan kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi eduwisata. Pendekatan ekologi diterapkan melalui empat analisis tema: Analisis Perilaku Manusia-Lingkungan, Analisis Aktivitas Manusia-Lingkungan, Analisis Ciri Alam-Lingkungan Psiko dan Analisis Lingkungan Buatan-Psiko. Secara keseluruhan, AEW Kebun Bibit Ciganjur memiliki potensi yang kuat sebagai destinasi edukasi lingkungan yang mendukung konservasi dan pengembangan pertanian berkelanjutan
Implementation of i Reading and Literacy Tourism Program at Banjar City Public Library
The purpose of this study is to provide an explanation for the actions taken by the local government work unit in Banjar City to stimulate public interest in reading. The work unit of the Regional Public library, situated on Jalan RE. Kosasih in Banjar City, is the subject of the study. Descriptive qualitative research is employed in conjunction with Campbell J.P.'s theory of effectiveness approach to examine the problem of reading interest services at the Banjar City regional public library in detail and depth, thereby facilitating a more comprehensive discussion of its real-world aspects. the data acquisition process was carried out by interviews, field notes and documentation notes. Based on the data that has been reduced and presented, researchers make conclusions that are supported by strong evidence at the data collection stage. The study's findings show that the effectiveness level is very successful. on the program's sustainability up to this point as well as the target's achievement with community involvement in spite of challenges brought on by the budget shortfall. As a served community, educational services are also met on the program satisfaction criteria; nevertheless, in order to improve library flexibility, collaboration with other stakeholders is required. Excellent planning and resource utilization results in a high level of efficiency in the input and output processes that support activities. In the meantime, the overarching objective of this exercise as a teaching tool has been met with the anticipated success
Analysis of Student Satisfaction Levels with Multimedia Services Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS) Library Using the Libqual+TM
This study aims to analyze student satisfaction with multimedia services at the Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS) Library using the LibQUAL+TM indicator. LibQUAL+TM is a tool developed by the Association of Research Libraries (ARL) to assess user perceptions of library service quality. The research method used is quantitative with a survey approach. The research instrument was an online questionnaire developed based on three dimensions of LibQUAL+TM: the effect of service, information control, and Library as place. Data were collected from a sample of ITS students who used the Library's multimedia services in 2023. The analysis showed that overall, students were "Satisfied" with the effect of service but "Dissatisfied" with the dimensions of information control and the Library. Gap analysis shows that student perceptions have mostly exceeded minimum expectations but are still below ideal expectations. Some aspects that need to be improved are the completeness of the multimedia collection, ease of access, and facility updates and maintenance. This research provides valuable input for ITS library managers to improve the quality of multimedia services to meet student needs and expectations
Evaluasi Program Duta Baca di Perpustakaan Sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh Dengan Menggunakan Model CIPPO
Abstrak
Perpustakaan Sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh sudah melaksanakan program duta baca sejak 2015, namun belum pernah diadakan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program duta baca di Perpustakaan sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh dengan model CIPPO. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan bersama dua orang pengelola perpustakaan dan 2 orang siswa/siswi yang menjadi duta di Sekolah MAN 3 Kota Banda Aceh. Model evaluasi yang dipilih yaitu CIPPO, dalam model ini peneliti membagi evaluasi program duta baca ke dalam lima point: Context, Input, Process, Product dan Outcome. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan Reduksi data yaitu proses seleksi dan penyederhanaan data mentah yang dikumpulkan selama penelitian, dengan fokus pada data yang relevan sesuai konsep, masalah, dan metode penelitian. Data yang penting dirangkum dan disusun dalam bentuk naratif agar mudah dipahami dan dievaluasi. Dari hasil penelitian di Perpustakaan MAN 3 Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa point terendah terdapat pada tahap Input dan Process dimana komponen keberhasilannya masih banyak yang belum terpenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa beberapa komponen masih perlu diperbaiki dan dilengkapi demi tercapainya tujuan diadakannya program tersebut.
Kata kunci: Duta Baca, Perpustakaan, CIPPO, MAN 3 Banda Aceh
Abstract
The MAN 3 School Library in Banda Aceh has been implementing the reading ambassador program since 2015. but no evaluation has ever been conducted. This study aims to evaluate the implementation of the reading ambassador program at the MAN 3 School Library in Banda Aceh using the CIPPO model. The research method used is qualitative, with data collection through interviews and document analysis. In this study, interviews were conducted with two library teenagers and two students who had previously been reading ambassadors. The chosen evaluation model is CIPPO, which divides the evaluation of the reading ambassador program into five points: Context, Input, Process, Product, and Outcome. Data analysis in this study carried out using data reduction, which is the process of selecting and simplifying raw data collected during the research, focusing on relevant data according to the research concept, issues, and methods. Important data is summarized and presented in a narrative form to be easily understood and evaluated. The results of the study at the MAN 3 Banda Aceh library show that the lowest point is found in the Input and Process stages, where many of the success components are still not fulfilled. Therefore, it can be concluded that several components still need to be improved and completed in order to achieve the objectives of the program.
Keywords: Reading ambassador, Library, CIPPO, MAN 3 Banda Ace