Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
Peran Komunitas Ruang Berbagi
Abstrak
Penelitian ini mengkaji peran komunitas Ruang Berbagi dalam meningkatkan literasi masyarakat di Manokwari, Papua Barat, sebuah wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program yang dilaksanakan oleh Ruang Berbagi, seperti taman bacaan masyarakat, kampanye literasi berbasis budaya lokal, pelatihan literasi digital, dan program mendongeng, berhasil meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Pendekatan berbasis komunitas, kolaborasi lintas sektor, dan integrasi nilai-nilai budaya lokal menjadi kunci keberhasilan program ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model literasi berbasis komunitas seperti yang diterapkan Ruang Berbagi dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa untuk mendukung pengembangan literasi dan pemberdayaan masyarakat.
Kata kunci: Literasi Komunitas, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Informal, Manokwari, Program Literasi
Abstract
The study examines the Ruang Berbagi community in improving community literacy in Manokwari, West Papua. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews with four active colleagues, and documentation. Volunteers were selected based on their involvement in community-based literacy programs. Programs such as reading parks, local culture-based literacy campaigns, digital literacy training, and storytelling have successfully increased reading interest and literacy skills, especially for children and adolescents. The success of the program is supported by a community-based approach, cross-sector collaboration, and integration of local cultural values. The community-based literacy model implemented by Ruang Berbagi can be replicated in other areas to support literacy development and community empowerment.
Keywords: Community Literacy, Community Empowerment, Informal Education, Manokwari, Literacy Progra
Analysis of Factors Affecting The Performance of Accounting Information Systems (A Study on Jakarta Motor Group)
Jakarta Motor Group is one of the ahass groups that uses the Accounting Information System (AIS) in the company's work processes. This research was made to see all the factors that can affect the performance of accounting information systems in the Jakarta motor group. This research uses quantitative methods with descriptive research approaches and verification analysis. Programs, training and user education and user involvement have no influence on AIS performance. While user ability, formalization of system development and top management support have an influence on the performance of accounting information systems. Suggestions for the Jakarta motor group to involve users in the development of the system and provide training to AIS users so that they can use the system better
Accountability of Village Fund Allocation Management in Nyuruk Village, Dendang District, East Belitung Regency, Bangka Belitung Province
In realising Indonesia's economic equality and poverty eradication programmes, which start with building villages and from below, it will be possible if village financial management accountability is carried out properly and in accordance with applicable regulations. The purpose of this study is to determine and explain how the accountability of village fund allocation management in Nyuruk Village is in accordance with applicable regulations in this case the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 20 of 2018 concerning Village Financial Management. The research method used is qualitative with descriptive type. Data collection was carried out using interview techniques, observation and documentation studies with respondents, namely the Village Head, Village Secretary, and Village Treasurer. The results of this study show that the management of village funds in Nyuruk Village has been carried out very transparently and accountably, the village government also continues to strive to accelerate with the conditions and situations as well as changes in applicable laws and regulations. So that the overall process of managing village funds has applied the principle of accountability in accordance with the Minister of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018 concerning Village Financial Management
Influence of Learning Commitment and Parental Involvement on Self-regulated Learning of Senior High School Students
This study investigated the influence of learning commitment and parental involvement on the self-regulated learning of senior high school students of Biñan Integrated National High School, SY 2021-2022. A descriptive correlational research design sought to establish findings to be used as a foundation for a self-regulated learning model that can be adopted in the advent of face-to-face learning in the new normal. The findings indicated that the students indicated a strong learning commitment, a high level of parental involvement, and a high level of self-regulated learning. As significant relationships between variables were regressed, the resulting model revealed that learning commitment, as an individual predictor, has the most substantial positive influence on all dimensions of self-regulated learning. The combined effect of parental involvement negated the influence of learning commitment on dimensions of self-regulated learning in terms of environment structuring, task strategies and help-seeking strategies. Coordinating time and vitality through self-regulated learning will result in a more compelling and fulfilling encounter, which may boost self-efficacy and inspiration. The study provides an adoptable model to optimize self-regulated learning, which is a skill set that may be taught and may be able to assist students in setting specific goals for themselves and evaluating their progress. Students who can self-regulate are more proactive and less reactive in their learning
Preparing Future-ready Learners: 21st Century Skills in an Open and Distance Learning Education in Malaysia
The 21st century requires a dynamic, flexible and highly skilled workforce to ensure that the sustainability of economic growth remains viable in a period of volatility, uncertainty, complexity and ambiguity. Furthermore, digitalization which is a driving force for economic growth in the 21st century has also changed the way of practice in every aspect of life and its rising significance could not be taken lightly. Education is no exception and has undergone significant changes over the years, such as the introduction of online learning compared to brick-and-mortar education, and the emergence and adoption of new technologies. Graduates produced by the education system must be globally competent and competitive for the 21st century. A transformative educational approach is needed to nurture an adaptive, inquisitive person with strong skills and values to meet the demands of the 21st century and beyond. It is vital to be future-ready in education moving away from the conventional teaching method. This paper aims to study the significance of 21st century skills in preparing future-ready learners in an open and distance learning (ODL) institution in Malaysia. The results of this paper could provide insights to the various stakeholders to formulate appropriate teaching and learning processes, to develop and nurture 21st century skills among graduates in ODL institutions while sustaining the economic growth in Malaysia
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA BAGI KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KABUPATEN BENGKAYANG
Desa Lamolda di Kabupaten Bengkayang memiliki jumlah penerima PKH terbanyak di Kecamatan Lumar. Upaya graduasi mandiri (sejahtera) dilakukan melalui Praktik Pengelolaan Keuangan Keluarga bagi Keluarga Penerima Manfaat PKH. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu dan membantu mereka keluar dari program PKH. PPKK dilakukan melalui penyuluhan tentang pengelolaan keuangan keluarga, seperti menabung, berinvestasi, dan mengatur pengeluaran. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu KPM PKH untuk meningkatkan kondisi perekonomiannya dan mencapai graduasi mandiri (sejahtera). Solusi ini diharapkan dapat membantu KPM PKH di Desa Lamolda mencapai kemandirian dan meningkatkan taraf hidupnya. Cara pelaksanaan kegiatan adalah dengan memberikan penyuluhan tatap muka berupa pemaparan materi, tanya jawab, simulasi dan diskusi terkait pengelolaan keuangan keluarga. Hasil dari kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan keuangan sebagai bagian refleksi implementasi dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam mengelola uang bansos yang diterima KPM agar benar-benar bermanfaat bagi keluarga penerima manfaat tersebut dan kedepannya akan ada graduasi mandir
Tingkat Kesiapan Masyarakat Kelurahan Laweyan dalam Program Kampung Iklim
Memasuki abad ke-21, isu terkait pemanasan global yang memicu perubahan iklim telah menjadi masalah yang dianggap serius di berbagai negara. Indonesia berupaya untuk mendorong keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam kegiatan dan aksi terkait iklim, salah satunya adalah program nasional yang disebut Proklim (program kampung iklim). Keberhasilan program bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan masyarakat terhadap program kampung iklim. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan pemeringkatan berdasarkan Community readiness Model (CRM). Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dari hasil analisis, diperoleh skor kesiapan masyarakat dalam program kampung iklim sebesar 4,08 dan masuk dalam level pemantapan. Sementara itu, ketua memperoleh skor 4,12 dan masuk dalam level konfirmasi/perluasan.
Memasuki abad ke-21 isu terkait pemanasan global yang memicu perubahan iklim menjadi salah satu masalah yang dianggap serius di berbagai negara. Indonesia berupaya mendorong pelibatan seluruh komponen masyarakat dalam kegiatan dan aksi terkait iklim, salah satunya melalui program nasional bernama Proklim (program kampung iklim). Keberhasilan program tidak terlepas dari peran masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya yang dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, serta sumber daya lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan masyarakat dalam program kampung iklim. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah skoring menggunakan Community Readiness Model (CRM). Proses pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara serta studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor kesiapan masyarakat dalam program kampung iklim sebesar 4,08 dan masuk dalam tingkat stabilisasi . Sedangkan pemimpin memperoleh skor sebesar 4,12 dan masuk dalam tingkat konfirmasi/ekspans
Analisis PT. Unilever Indonesia dalam pemanfaatan media massa dan media sosial dalam (kegiatan media relation)
Media relations mempunyai nilai lebih karena mampu memposisikan suatu Perusahaan atau organisasi ke kalangan publik dalam mencakup jangkauan yang amat luas. media massa adalah sumber data serta informasi yang sangat valid serta kredibel sesuai fakta- fakta yang ada tentang profil suatu Perusahaan atau organisasi. Pemanfaatan media massa dan media sosial dari Unilever Indonesia dalam kegian media relations ini sudah sangat efektif selaras atas visi juga misi atas Perusahaan itu yaitu sama- sama ingin melindungi bumi dari kerusakaan atau peduli terhadap lingkungan dengan melakukan Gerakan- Gerakan peduli lingkungan dari mulai event, kempanye dan lain- lain. Ketika Perusahaan ingin membagikan suatu informasi yang lebih menarik lagi dan jangkuannya cukup luas maka suatu Perusahaan atau organisasi harus bekerja sama juga dengan media massa atau memiliki hubungan yang baik antara Perusahaan atau organisasi dan media massa, karena jika Perusahaan atau organisasi mengalami suatu pemberitaan negatif maka media massa bisa meminimalisir berita tersebut atau jika ada peluncuran produk baru jika ada hubungan baik antar keduannya maka media massa akan datang tanpa membayar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur yang relevan untuk menunjang penelitian terkait penelitian yang sedang dikaji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PT Unilever Indonesia memanfaatkan media massa yang berfokus pada Kompas.com dan CNBC Indonesia serta website resmi Unilever dan media sosial dari Unilever sendiri dalam kegiatan media relation yang dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan citra positif Perusahaan tersebut.
Kata Kunci: Media Relations, Pemanfaatan Media Massa dan Media Sosial, Unilever Indonesi
Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa ITS
Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi telah membuat akses internet mudah tersedia bagi semua orang. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara penggunaan media sosial dan perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna media sosial, terutama di kalangan remaja, penelitian ini berfokus pada bagaimana media sosial mempen garuhi kebiasaan pengeluaran mereka. Data dikumpulkan dari mahasiswa ITS melalui survei online dan dianalisis menggunakan metode penelitian korelasional. Hasilnya menunjukkan adanya korelasi signifikan antara penggunaan media sosial yang intensif dan peningkatan perilaku konsumtif. Mahasiswa yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial cenderung lebih terpengaruh oleh iklan dan konten promosi, yang mengarah pada pengeluaran yang lebih tinggi dan seringkali tidak perlu. Penelitian ini menyoroti perlunya keterlibatan aktif dari pihak universitas dan orang tua dalam memantau dan membimbing penggunaan media sosial mahasiswa untuk mengurangi dampak tersebut
Digital Era Governance Memperkuat Penyelenggaraan Pemerintahan Pasca Pandemi
Perkembangan digital yang berangsur-angsur berlangsung di desa menyisahkan pertanyaan besar mengenai bagaimana pemerintahan desa harus berbenah sebagai upaya untuk merepson perubahan tersebut. Di beberapa tahun terakhir ini, pertanyaan serupa hampir terdengar di banyak pertemuan-pertemuan baik yang berlangsung oleh praktisi maupun akademisi. Sayangnya, pertanyaan tersebut hanya berhenti pada debat ruang-ruang formal baik oleh praktisi maupun oleh akademisi. Bagi akademisi, merespon perubahan digital sebatas meributkan ide, namun sangat miskin bayangan imajinatif soal apa yang diributkan benar-benra terjadi dilapangan ataukah tidak. Sekaligus pada sisi yang oleh para praktisi, beribut dalam soal pelaksanaan tetapi sangat miskin dengan konsep sebagai pisau analisis sehingga tidak jarang perdebatan berheti dipersimpangan jalan. Penelitian ini akan berlangsung di desa Kambo di Sulawesi Selatan, menggunakan pendekatan Digital Era Governance (DEG). Dengan argumen, bahwa perubahan digital yang berlangsung diluar arena pemerintahan telah berdampak besar terhadap sistem pemerintahan yang ada di Indonesia khususnya di level terbawah. Penelitian akan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik penggumpulan data berupa wawancara dan observasiPenelitian berlanggsung di kelurahan Kambo. Dan desa Kalukubula