Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
    2167 research outputs found

    Miskonsepsi Guru Matematika SMP pada Operasi Pengurangan Bilangan Bulat dan Solusinya

    No full text
    This study examines the misconceptions of middle school mathematics teachers regarding the concept of integer subtraction operations and their solutions. The study employs three instruments with different integer subtraction expressions. A qualitative approach with a case study design is used in this research. The research subjects are middle school teachers, and the data consists of the subjects' written responses. The data analysis technique employed in this study is interactive data analysis. The results indicate that the subjects experience misconceptions regarding number signs and operation signs. The subjects mistakenly assume that number signs can be operated on together with operation signs. The researcher recommends that middle school teachers use simple illustrations to explore the concept of integer subtraction operations

    Bimbingan Keagamaan bagi Mahasiswa Luar Negeri: Upaya Penguatan Spiritual dan Adaptasi Sosial Melalui Majelis Malam Jumat

    No full text
    Religious guidance activities for foreign students are a form of community service that aims to strengthen spirituality, form Islamic character, and support the process of social adaptation of students in a new environment. This article describes the implementation of a routine religious guidance program every Friday night, online, attended by overseas Universitas Terbuka students. The implementation method includes the study of the Qur'an, thematic discussions on Islam, and moral development. The results of the activity showed an increase in religious understanding, emotional closeness between students, and the growth of a collective spirit in living a spiritual life. This activity is also a space to strengthen students' identity and moral resilience in a multicultural context

    Etnografi Virtual tentang Personal Branding Boy Group SEVENTEEN melalui Platform Instagram @Saythename_17

    No full text
    Media sosial Instagram menjadi platform yang banyak digunakan untuk membangun personal  branding.   SEVENTEEN  yaitu  boy  group  korea  memanfaatkan  Instagramnya @Saythename_17 sebagai cara menciptakan citra diri mereka di kalangan penggemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana SEVENTEEN membangun personal branding melalui konten yang dipublikasikan di Instagram, serta bagaimana penggemar merespons dan membentuk hubungan dengan grup tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual, yang memungkinkan peneliti untuk mengamati interaksi di media sosial. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sekunder melalui observasi terhadap akun Instagram @Saythename_17, dengan menganalisis konten yang diposting, interaksi pengguna, serta respons terhadap konten tersebut. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menerapkan teknik triangulasi teori dengan menggabungkan teori identitas dan teori personal branding untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Informan penelitian terdiri dari penggemar SEVENTEEN yang aktif terlibat di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEVENTEEN berhasil membangun personal branding melalui konten-konten yang konsisten dan terstruktur,  interaksi langsung dengan penggemar. Interaksi ini tidak hanya mempererat hubungan dengan penggemar, tetapi juga memperluas jangkauan audiens, sehingga memperkuat loyalitas penggemar mereka.Media sosial Instagram menjadi platform yang banyak digunakan untuk membangun personal  branding.   SEVENTEEN  yaitu  boy  group  korea  memanfaatkan  Instagramnya @Saythename_17 sebagai cara menciptakan citra diri mereka di kalangan penggemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana SEVENTEEN membangun personal branding melalui konten yang dipublikasikan di Instagram, serta bagaimana penggemar merespons dan membentuk hubungan dengan grup tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual, yang memungkinkan peneliti untuk mengamati interaksi di media sosial. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sekunder melalui observasi terhadap akun Instagram @Saythename_17, dengan menganalisis konten yang diposting, interaksi pengguna, serta respons terhadap konten tersebut. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menerapkan teknik triangulasi teori dengan menggabungkan teori identitas dan teori personal branding untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Informan penelitian terdiri dari penggemar SEVENTEEN yang aktif terlibat di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEVENTEEN berhasil membangun personal branding melalui konten-konten yang konsisten dan terstruktur,  interaksi langsung dengan penggemar. Interaksi ini tidak hanya mempererat hubungan dengan penggemar, tetapi juga memperluas jangkauan audiens, sehingga memperkuat loyalitas penggemar mereka

    Kemauan Belajar Bahasa Asing Untuk Berkomunikasi di Belgia di kalangan Au pair Amerika Latin

    No full text
    Bahasa merupakan salah satu unsur pembentuk terjadinya komunikasi antarbudaya yang merupakan aktivitas sehari-hari yang dialami oleh au pair. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor-faktor komunikasi antarbudaya terhadap motivasi au pair dalam mempelajari bahasa lokal di Belgia—bahasa Belanda, bahasa Prancis atau bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan penelitian kualilatif dengan metode fenomenologis, pengumpulan data diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur yang dilakukan dengan sambungan telepon dengan lima informan dari lima negara di Amerika Latin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan bahasa menjadi faktor utama yang mendorong au pair termotivasi untuk mempelajari bahasa yang ada di Belgia. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan unsur pengetahuan dalam komunikasi antarbudaya dipahami oleh au pair, dalam penyesuain diri yang dilakukan mereka perlu memenuhi kompetensi pengetahuan untuk dapat berkomunikasi dengan efektif dan membangun hubungan yang bermakna dengan keluarga angkat, orang terdekat, dan masyarakat sekitar yang berada di Belgia.Bahasa merupakan salah satu unsur pembentuk terjadinya komunikasi antarbudaya yang merupakan aktivitas sehari-hari yang dialami oleh au pair. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor-faktor komunikasi antarbudaya terhadap motivasi au pair dalam mempelajari bahasa lokal di Belgia—bahasa Belanda, bahasa Prancis atau bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan penelitian kualilatif dengan metode fenomenologis, pengumpulan data diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur yang dilakukan dengan sambungan telepon dengan lima informan dari lima negara di Amerika Latin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan bahasa menjadi faktor utama yang mendorong au pair termotivasi untuk mempelajari bahasa yang ada di Belgia. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan unsur pengetahuan dalam komunikasi antarbudaya dipahami oleh au pair, dalam penyesuain diri yang dilakukan mereka perlu memenuhi kompetensi pengetahuan untuk dapat berkomunikasi dengan efektif dan membangun hubungan yang bermakna dengan keluarga angkat, orang terdekat, dan masyarakat sekitar yang berada di Belgia.           &nbsp

    AI dalam Komunikasi: Analisis penggunaan Chatbot Layanan Pelanggan Tes STIFIn Personality

    No full text
    Chatbot, sebagai implementasi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan pelanggan, telah merevolusi interaksi antara perusahaan dan pelanggan dengan meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat respons. Penelitian ini menganalisis penggunaan chatbot dalam layanan pelanggan, dengan fokus pada pengalaman pelanggan, tingkat self-disclosure, serta dampaknya terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, penelitian ini menemukan bahwa chatbot memberikan manfaat utama dalam hal ketersediaan informasi dan kemudahan akses informasi. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait keterbatasan chatbot dalam menangani pertanyaan kompleks dan kekhawatiran mengenai privasi data. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat self-disclosure  pelanggan terhadap chatbot bervariasi, di mana sebagian narasumber merasa nyaman berbagi informasi secara terbuka, sementara yang lain cenderung berhati-hati. Self disclosure pelanggan bergantung banyak pada kepercayaan keamanan data serta kualitas respons chatbot. Temuan ini memberikan wawasan bagi perusahaan untuk meningkatkan teknologi chatbot dengan menyesuaikan fitur interaksi yang lebih personal dan aman guna meningkatkan pengalaman pelanggan.     Chatbot, sebagai implementasi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan pelanggan, telah merevolusi interaksi antara perusahaan dan pelanggan dengan meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat respons. Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan chatbot dalam layanan pelanggan, dengan fokus pada pengalaman pelanggan, tingkat self-disclosure, serta dampaknya terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, penelitian ini menemukan bahwa chatbot memberikan manfaat utama dalam hal ketersediaan 24/7 dan kemudahan akses informasi. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait keterbatasan chatbot dalam menangani pertanyaan kompleks dan kekhawatiran mengenai privasi data. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat self-disclosure pelanggan terhadap chatbot bervariasi, di mana beberapa pelanggan merasa nyaman berbagi informasi secara terbuka, sementara yang lain cenderung berhati-hati. Faktor utama yang memengaruhi tingkat self disclosure adalah kepercayaan terhadap keamanan data serta kualitas respons chatbot. Temuan ini memberikan wawasan bagi perusahaan untuk meningkatkan teknologi chatbot dengan menyesuaikan fitur interaksi yang lebih personal dan aman guna meningkatkan pengalaman pelanggan

    Pengaruh Word of Mouth (WOM) Communication Terhadap Minat Beli Kopi Keliling

    No full text
    Word of Mouth (WOM) adalah pilihan utama pemasar untuk merangsang minat beli konsumen. Strategi komunikasi WOM, seperti yang digunakan oleh Kopi Jago dengan fokus pada harga terjangkau dan kualitas premium, bertujuan menyebarkan rekomendasi kepada konsumen, terutama mengenai kopi keliling yang menyajikan kualitas premium dengan harga yang terjangkau. Keberhasilan Brand Kopi Jago dengan konsep bisnis kedai kopi keliling atau mobile diperkuat oleh metode “jemput bola”, di mana penjualan offline melalui sarana transportasi menciptakan fenomena penyebaran WOM oleh pengguna transportasi umum di kantor atau kampus sekitarnya. Pada dasarnya, WOM merujuk pada percakapan antar individu tentang suatu produk atau jasa yang mengandung imformasi yang tidak disadari oleh pengirim dan penerima. Dalam konteks ini, konsumen berbagi pengalaman mengenai produk tanpa melakukan promosi langsung, melibatkan komunikasi tidak langsung dan rekomendasi yang diberikan. Penelitian ini memiliki pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivisme, mengambil populasi penduduk di Jakarta Selatan. Sampel sebanyak 100 responden dipilih dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, melalui teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria Generasi Y & Generasi Z yang pernah mendapatkan WOM, mengetahui Kopi Jago, dan pernah mengonsumsi produknya. Metode survei digunakan untuk pengumpulan data. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Word of Mouth memiliki dampak yang menguntungkan dengan tingkat sedang terhadap ketertarikan untuk membeli

    Go Green Program Management In Community-Based Environmental Conservation In Kampung Wisata Glintung

    No full text
    This research looks at how the community in Kampung Glintung Go Green, Malang City, has been empowered and how well the community-based environmental conservation efforts have been managed. The study uses a descriptive qualitative approach, gathering information through observations, interviews, and documentation. The findings show that community empowerment in Kampung Glintung Go Green includes organizing structures, providing training and education, encouraging active participation, supporting cooperatives and the local economy, spreading awareness through socialization and campaigns, and setting up systems for monitoring and evaluation, along with building partnerships. The environmental management involves using technology and new ideas, promoting urban farming, educating and involving the community, and working together for economic empowerment, all supported by strong partnerships. While the program has improved environmental quality and community awareness, it is suggested to boost educational efforts, strengthen partnerships, make better use of technology, conduct regular evaluations, and enhance promotion and socialization. This research helps to better understand how Community-Based Tourism (CBT) concepts, environmental conservation strategies, waste management, and partnership models can be applied and could serve as a guide for similar programs in other area

    MODEL PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR SUNGAI SESAYAP DI KABUPATEN TANA TIDUNG PROVINSI KALIMANTAN UTARA

    No full text
    Sungai Sesayap memiliki banyak fungsi strategis yang berdampak pada meningkatnya tekanan terhadap kualitas air. Hasil pemantauan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK memperlihatkan peningkatan parameter Fecal coliform pada intake PDAM Tideng Pale dari tahun ke tahun. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis trend kualitas air Sungai Sesayap parameter Fecal coliform kondisi Busines as Usual pada tahun 2034 dengan menggunakan sistem dinamik. Dengan menggunakan pemodelan sistem dinamik diperoleh hasil simulasi trend parameter Fecal coliform semakin meningkat jauh melebihi baku mutu yang menunjukkan kualitas air semakin buruk.

    Manajemen-Strategi Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Penjualan Produk Fashion di Era Media dan E-Commerce: Manajemen-Strategi Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Penjualan Produk Fashion di Era Media dan E-Commerce (Studi Kasus Pada Toko Baju DJA Cloth)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pemasaran digital DJA Cloth yang efektif untuk meningkatkan penjualan produk fashion melalui media sosial dan mengevaluasi efektivitas integrasi media sosial dengan e-commerce dalam menarik dan mempertahankan loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam fenomena terkait pemasaran digital DJA Cloth. Sumber data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DJA Cloth dapat meningkatkan penjualan produk fashion melalui strategi pemasaran digital yang efektif di media sosial. Mengoptimalkan konten visual, seperti foto dan video berkualitas tinggi, dapat menarik perhatian konsumen dan memengaruhi keputusan pembelian. Selain itu, bermitra dengan influencer dan meningkatkan keterlibatan dengan konsumen di media sosial dapat meningkatkan kesadaran merek dan loyalitas pelanggan. Penggunaan iklan berbayar sertapenawaran dan diskon khusus di platform seperti Instagram dan Facebook juga terbukti efektif menarik minat konsumen. Penelitian menunjukkan bahwa mengintegrasikan media sosial dengan e-commerce dapat membantu meningkatkan loyalitas dengan meningkatkan kemudahan akses dan keterlibatan pelanggan. Dengan menggunakan data analitis, DJA Cloth mampu memahami tren perilaku konsumen, mensegmentasi pasar, dan memberikan pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi. Dengan mengukur efektivitas kampanye pemasaran dan pengambilan keputusan berdasarkan data, DJA Cloth dapat merespons dinamika pasar dengan lebih baik dan memastikan industri fesyen tetap relevan dan kompetitif

    Perbandingan Efektivitas Metode Discovery Learning dan Metode Discuss untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VIII pada SMP PGRI Daru

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode Discovery Learning dan metode Diskusi dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi sistem pencernaan manusia di kelas VIII SMP PGRI Daru. Latar belakang penelitian ini menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa serta daya serap materi secara optimal. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan dua kelompok: kelas eksperimen yang menerapkan metode Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan metode Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan metode Discovery Learning memperoleh nilai rata-rata 87,6 (kategori sangat baik), lebih tinggi dibandingkan dengan metode Diskusi yang menghasilkan nilai rata-rata 77,1 (kategori baik). Temuan ini mengindikasikan bahwa metode Discovery Learning lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar karena mendorong siswa berpikir kritis, mandiri, dan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mengoptimalkan penggunaan metode Discovery Learning, khususnya pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual mendalam. Selain itu, diperlukan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan efektivitas implementasi metode ini. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan metode ini dalam berbagai konteks pembelajaran

    1,630

    full texts

    2,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Terbuka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇