Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
KONSISTENSI KOEFISIEN DETERMINASI SEBAGAI UKURAN KESESUAIAN MODEL PADA REGRESI ROBUST THE CONSISTENCY OF COEFFICIENT OF DETERMINATION TO FITTING MODEL THROUGH ROBUST REGRESSION
In statistics, the coefficient of determination can be used to assess the suitability of a model with the data. If there are outliers in the data, the coefficient of determination obtained by the OLS method is not consistent. The purpose of this study was to compare the coefficient of determination of regression lines obtained by the OLS, the M and the LMS methods as a measure of the suitability model. The result showed that when the data contains no-outlier, the LMS method is as consistent as the OLS and the M methods concerning the coefficient of determinations. When the data contain outliers, the LMS method is more consistent than the OLS and the M methods. This result was based on real data with 9.1% outliers.
Dalam statistik, koefisien determinasi dapat digunakan untuk menilai kesesuaian model dengan data. Jika ada outlier pada data, koefisien determinasi yang diperoleh dengan metode OLS tidak konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan koefisien determinasi dari garis regresi yang diperoleh melalui metode OLS, M dan metode LMS sebagai ukuran model kesesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika data tidak mengandung-outlier, metode LMS adalah konsisten, serupa dengan metode OLS dan metode M terkait dengan koefisien determinasi. Ketika data mengandung outlier, metode LMS lebih konsisten daripada metode OLS dan metode M. Hasil ini berdasarkan ujicoba pada data nyata dengan outlier 9,1%
KARAKTER DAN PENGEMBANGANNYA DALAM SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH
The study of the character and its development at distance education system is a new intensive effort since the 2000s period. Nevertheless, various studies show a clear trend to the development of four characters that were performance, relational, moral, and spiritual. The four character developments have reflected and integrated in the various contexts of using and designing of DE technologies, and it also became a main characteristic in the study and development of character at DE. This paper reviews the various studies about the characters and its developments in the DE context, and some of the efforts made by DE providers.
Studi tentang karakter dan pengembangannya dalam sistem pendidikan jarak jauh (SPJJ) masih merupakan ikhtiar yang baru intensif dilakukan sejak periode 2000an. Sekalipun demikian, berbagai studi memperlihatkan kecenderungan yang jelas pada 4 pengembangan karakter, yaitu karakter kinerja, relasional, moral, dan spiritual. Pengembangan keempat karakter tersebut direfleksikan dan terintegrasi di dalam berbagai konteks penggunaan desain dan medium teknologi PJJ, dan sekaligus menjadi karakteristik atau ciri khas dalam studi dan pengembangan karakter pada SPJJ. Tulisan ini akan meninjau berbagai studi tentang karakter dan pengembangannya dalam konteks SPJJ; dan beberapa ikhtiar yang telah dilakukan oleh institusi PJJ dalam pengembangan karakter
PENGEMBANGAN MODEL PENELUSURAN DISKUSI TUTORIAL ONLINE MELALUI APLIKASI FAQ (FREQUENTLY ASK QUESTION)
This research aims to develop the searching model of students and tutors answer and question activity in online tutorial (tuton) through FAQ system. All of the answers and question are collected in FAQ application so that it can be easily accessed by the students, both forms of online and offline in HTML format in TXT format, So, tutors dont need to write down the answers, if the students have made the documentation. The procedure of development follows in Borg and Gall which consists of 6 steps, they are; information collection, planning, pre-product development, pre-test, pre-product revision, and field test. For model planning is done by collaborating with lecturers of information system department, sains and technology faculty, Airlanga University. The subject of research is visual communication expert and computer expert to examine the product, students and MPS Tuton in registration time 2011-2012. To examine the field test or model evaluation. The data analysis uses the descriptive qualitative method and served in narration bases on research finding. Based on the result of field test, 96,1% students stated that FAQ application help to understand module material, 96,1% stated that documentation of answers is understandable, and 94,5% stated that document of answer and question is suitable with students desire and needs. Therefore, FAQ application affectively helps students to understand MPS subject and prepare to face the final test (uas). The offered recommendation is FAQ Application which is developed to other subjects and recommend entirely usage in UT, event all tutors are possibly recommended to use FAQ application in the time of doing online tutorial.
Artikel ini bertujuan untukmemaparkan tentang pengembangan model penelusuran dokumen aktivitas tanya jawab mahasiswa dan tutor dalam tutorial online (tuton) melalui sistem FAQ, serta menguraikan efektivitas penggunaan FAQ pada mata kuliah MPS. Seluruh dokumen tanya jawab dikumpulkan dalam aplikasi FAQ agar dapat diakses mahasiswa, baik bentuk online dalam format HTML maupun offline dalam format TXT, sehingga tutor tidak perlu menulis ulang jawaban, jika pertanyaan mahasiswa telah terdokumentasi. Prosedur pengembangan mengikuti alur Borg and Gall (1989) terdiri atas 6 langkah, yaitu; mengumpulkan informasi, menyusun perancangan produk, mengembangkan produkawal, uji awal, merevisi produkawal, dan uji lapangan. Untuk perancangan model dilakukan kolaborasi dengan dosen Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair). Subjekpenelitian adalah ahli komunikasivisual danahli komputer untuk pengujian produk, mahasiswa peserta tuton MPS masa registrasi 2011.2 untuk pengujian lapangan atau evaluasi model. Datadianalisis menggunakanmetode kualitatif deskriptifdanditafsirkandengan caranarasiberdasarkan temuanpenelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji coba awal produk aplikasi FAQ yang dikembangkan sudah valid dan dapat digunakan. Hasil pengujian lapangan juga menunjukkan bahwa 100% mahasiswa menyatakan sistem penelusuran dokumentasi aktivitas diskusi tanya jawab materi mata kuliah MPS mudah digunakan dan dapat dibaca secara berulang kapan saja, 96,1% menyatakan materi dokumentasi dapat membantu memahami materi modul MPS, 96% menyatakan dokumentasi jawaban mudah dipahami, 94,5% menyatakan dokumentasi tanya jawab sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa. Berdasarkan hasil pengujian lapangan, 96,1% mahasiswa menyatakan aplikasi FAQ membantu memahami materi modul, 96,1% menyatakan dokumentasi jawaban mudah dipahami, dan 94,5% menyatakan dokumentasi tanya jawab sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian, aplikasi FAQ sangat efektif membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah MPS dan persiapan menghadapi ujian akhir semester (UAS). Rekomendasi yang dapat ditawarkan adalah aplikasi FAQ dikembangkan untuk mata kuliah lain dan mengusulkan penggunaan secara meluas di UT, bahkan jika memungkinkan seluruh tutor disarankan untuk memanfaatkan aplikasi FAQ ketika melaksanakan tutorial online
ANALISIS PENERAPAN STATISTICAL QUALITY CONTROL PADA BEBAN USAHA PT. PLN
PT. PLN (Persero) is fully responsible for the fulfillment of national electricity. The study was attempted to find out the difference of actual expenses compared to operating expenses in 2005-2006, 2006 -2007, and 2007-2008 at PT. PLN (Persero) and the application of Statistical Analysis Quality Control as one of cost control method. The study focused on the comparation of operating expenses and operating costs. This research used descriptive quantitative analysis. It was found that the plants of PLTGU were always greater than other plant. Based on the control chart, it could be seen that the UCL was Rp 14,292,399 (million) and the LCL was Rp 5,576,779 (million) permonth. It was suggested that PT PLN (Persero) control over its operating costs, so the leakage of operational costs can be avoided. For fiscal year 2010, PT PLN (Persero) should conduct an investigation towards its operational costs by using the Statistical Quality Control.
PT. PLN (Persero) bertanggung jawab sepenuhnya atas pemenuhan kebutuhan listrik negara. Penelitian ini berusaha untuk mendapatkan informasi besarnya selisih pergerakan Realisasi Beban Usaha/Biaya Operasional tahun 2005-2006, 2006-2007, dan 2007-2008 pada PT. PLN (Persero) dan penerapan Statistical Quality Control terhadap beban usaha/biaya operasional PT PLN (Persero) sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu cara pengendalian biaya. Studi ini berfokus pada perbandingan antara beban operasional dengan biaya operasional. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa pembangkit PLTGU selalu lebih besar dari jenis pembangkit lainnya. Berdasarkan peta kendali, dapat dilihat bahwa UCL adalah Rp 14.292.399 (juta) dan LCL adalah Rp 5.576.779 (juta) per-bulan. Disarankan agar PT PLN (Persero) dapat mengontrol biaya operasional sehingga kebocoran biaya operasional dapat dihindari. Untuk tahun fiskal 2010, PT PLN (Persero) harus melakukan investigasi terhadap biaya operasional dengan menggunakan metode Quality Control secara statisti
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA SECARA TUTORIAL DAN PRESENTASI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP SISTEM PERTAHANAN TUBUH
The purpose of this study was to compare the use of multimedia in the presentation and tutorial of mastery of the concept and process skills in science concerning the immune system. The experimental study was designed with Quasy pre-test post-test, multiple nonequivalent group design. Two treatments for each tutorials and presentations class were employed. Instruments consist of basic concept mastery test, the concept and process skills, questionnaires, and interviews. The result showed that there were differences among the two classes. However, there was no significant difference students process skill in science. Communication skills measured showed no significant difference, while the predictive ability measured showed a significant difference.
Tujuan penelitian ini adalah membandingkan penggunaan multimedia secara presentasi terhadap penguasaan konsep dan KPS pada konsep sistem pertahanan tubuh melalui penggunaan multimedia secara tutorial dan presentasi. Penelitian ini merupakan Quasy eksperiment dengan desain pre-test post-test, nonequivalent multiple group design. Digunakan dua kelas perlakuan masing-masing untuk kelas tutorial dan presentasi. Instrumen yang digunakan meliputi pokok uji penguasaan konsep, pokok uji KPS, angket dan wawancara. Hasi menunjukan adanya perbedaan penguasaan konsep pada kedua kelas perlakuan. Akan tetapi perlakuan yang diberikan tidak menunjukan adanya perbedaan terhadap KPS siswa. Kemampuan komunikasi yang diukur menunjukan tidak adanya, sedangkan kemampuan prediksi yang diukur menunjukan adanya perbedaan yang signifikan.
 
SISTEM TOMOGRAFI IMPEDANSI LISTRIK SEBAGAI SARANA UJI TAK RUSAK SEDERHANA
The research was to build the simple electrical impedance tomography system as a nondestructive test equipment. It was carried out experimentally by developing two instrument as main systems. They were phantom and alternating current source. Phantom was built from PVC in 25 cm diameter and 16 electrodes in 6 cm x 2,45 cm rectangle, in which electrodes are placed on the interior boundary of the phantom. The alternating current source was built based on OpAm LM4562. Scanning was conducted by injecting an electrical current through a pair of electrodes and measure the electrical potential between the electrodes by adjacent method collecting data. The output were 256 complete data. The data were reconstructed by Newton Raphson method. Analysis of the results was done visually by comparing between reconstruction image and the reference object. The results showed that the system could generate sufficient reconstruction image, therefore it is promising to be used as a nondestructive test instrument and as instructional tool to understand the basic principles and mechanisms of electrical impedance tomography system.
Telah dilakukan penelitian rancang bangun sistem tomografi impedansi listrik sederhana sebagai sarana uji tak rusak. Penelitian ini dilakukan dengan cara membangun peralatan dan sistem instrumentasi yang diperlukan, yaitu phantom dan instrumen sumber arus bolak balik. Phantom terbuat dari silinder dari PVC yang memiliki diameter 25 cm dan tinggi 6 cm dengan 16 elektroda berbentuk persegi panjang dengan lebar 2,45 cm dan tinggi 6 cm yang terpasang pada permukaan dalam phantom. Sistem instrumen sumber arus listrik bolak-balik dibangun berbasis OpAm LM4562. Proses pemindaian dilakukan dengan cara menginjeksikan arus listrik pada sepasang elektroda dan mengukur potensial listrik antar elektroda dengan metode koleksi data berpasangan, sehingga diperoleh 256 data lengkap. Data hasil pemindaian kemudian direkonstruksi dengan metode Newton Raphson. Analisis hasil dilakukan secara visual dengan cara membandingkan antara citra rekonstruksi terhadap objek uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tomografi dapat menghasilkan citra rekonstruksi yang cukup baik sehingga menjanjikan untuk digunakan sebagai media uji tak rusak dan digunakan sebagai media pembelajaran dalam rangka memahami prinsip dasar dan mekanisme sistem tomografi impedansi listrik
POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN WANITA TANI PADA USAHATANI SAYURAN SENTRA SAYURAN DATARAN TINGGI
This article aims to determine (1) internal and external characteristics associated with decision-making patterns of women farmers in vegetable farming, (2) decision-making patterns of women farmers in vegetable farming, and (3) the relationship between internal and external characteristics of women farmers in decision-making patterns. Data collected by survey methods. Respondents were all members of the group of women vegetables farmers in the village of Mekarbakti, Pangalengan District, Bandung Regency. Data analysis was performed by using descriptive and inferential Spearman Rank correlation test at 5% level of confidence. The results showed that internal characteristics associated with decision-making patterns of women farmers are age, while the external characteristics associated with decision making patterns of women farmers are farming infrastructure. Decision-making in the activities of tillage, fertilizing, pest and disease control, and marketing, were fully performed by the husband. While determining of businesses activities and purchases of farm fascilities were a joint decision between husband and wife, although the husband was more dominant. Activities in seed selecting, planting, replanting, and harvest timing, decision making were done equally between husband and wife.
Artikel ini bertujuan untuk menentukan (1) karakteristik internal dan eksternal yang berhubungan dengan pola pengambilan keputusan wanita tani pada usahatani sayuran, (2) pola pengambilan keputusan wanita tani dalam usahatani sayuran, dan (3) hubungan antara karakteristik internal dan eksternal wanita tani dengan pola pengambilan keputusannya. Data dikumpulkan dengan metode survei. Responden adalah seluruh anggota kelompok wanita tani sayuran di Desa Mekarbakti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Rank Spearman pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik internal yang berhubungan dengan pola pengambilan keputusan wanita tani adalah umur, sedangkan karakteristik eksternal yang berhubungan dengan pola pengambilan keputusan wanita tani adalah prasarana usahatani. Pengambilan keputusan untuk kegiatan pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian hama penyakit, dan pemasaran, sepenuhnya dilakukan oleh suami. Sedangkan kegiatan penentuan bisnis usahatani dan pembelian saprodi, merupakan keputusan bersama antara suami dan istri, tetapi suami lebih dominan. Adapun kegiatan pemilihan benih, penanaman, penyulaman, dan penetapan waktu panen, pengambilan keputusan dilakukan setara antara suami dan istri
DAMPAK TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO,PAJAK, INVESTASI, DAN UPAH DI KOTA BATAM
Labor becomes problem without the availability of jobs. Batam is a city with high employment rate, especially in industrial sector. The purpose of this article was to observed factors that affect the employment sector, labor supply, and regional minimum wage. The model allegedly using the method of Two Stage Least Squares (2SLS). Overall the results indicated that the level of minimum wage make a significant contribution to the formation of labor supply compared to the productive population. The level of investment was very responsive in affecting labor demand sector in both the short and long term. If there is governments policy of raising the minimum wage by 20%, the impact on the labor supply will be increased by 2.1036%, the opposite will decrease the demand for labor by 0.5898% and a decrease in the minimum wage for the city of Batam by 0. 2753%.
Tenaga kerja menjadi suatu masalah apabila tidak dibarengi dengan ketersediaan lapangan kerja. Salah satu kota dengan penyerapan tenaga kerja sangat tinggi adalah kota Batam, terutama pada sektor industri. Tujuan artikel ini untuk melihat faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor industri, penawaran tenaga kerja sektor industri, dan upah minimum regional Kota Batam. Model diduga dengan mengunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS). Secara keseluruhan hasil menunjukkan bahwa tingkat upah minimum kota Batam memberikan kontribusi cukup besar kepada pembentukan penawaran tenaga kerja dibanding jumlah penduduk produktif. Tingkat investasi sangat responsif mempengaruhi permintaan tenaga kerja sektor industri baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Bila pemerintah membuat kebijakan dengan menaikkan upah minimum regional sebesar 20%, hal ini akan berdampak pada peningkatan penawaran tenaga kerja sebesar 2,1036%, sebaliknya akan menurunkan tingkat permintaan tenaga kerja sebesar 0,5898 % dan berdampak pada penurunan upah minimum kota Batam sebesar 0,2753%
PEROLEHAN BAHAN AJAR MELALUI LAYANAN TOKO BUKU ONLINE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA
The purpose of this article is to explore the constrains of Universitas Terbuka (UT) online bookstore in Bandar Lampung regional center in serving UTs students. Data was collected by using questionnaire and analyzed by using percentage technique. The result showed that 50% students did not maximally use online Bookstore in buying UTs modules, and only 32% who really took the advantages and enjoyed outstanding service. The rest of students just used part of the services. Many students still did not know how to order the module via internet, ordering process was not always expeditious, difficult in ordering stage, and not all places where the students live have an internet access, and some places can not be reached easily. Meanwhile, modules was acquired in one way only which is through the online Bookstore.
Artikel ini menjelaskankan kendala Toko Buku Online (TBO) Universitas Terbuka (UT) dalam melayani pembelian bahan ajar/modul. Pengumpulan data menggunakan metode angket. Analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% mahasiswa Non Pendas di UPBJJ-UT Bandar Lampung tidak menggunakan layanan Toko Buku Online secara maksimal. Hanya 32% yang benar-benar memanfaatkan serta menikmati pelayanan yang memuaskan. Selebihnya hanya memanfaatkan sebagian dari layanan yang ada. Selain itu, masih banyak mahasiswa yang belum tahu cara memesan modul secara online, proses pemesanan tidak selalu lancar, sering terjadi kesulitan pada tahap pemesanan, dan tidak semua daerah tempat tinggal mahasiswa tersedia layanan internet serta tidak semua tempat dapat dijangkau dengan mudah oleh pos ataupun bank. Padahal untuk memperoleh modul mahasiswa hanya mempunyai satu jalur yaitu melalui Toko Buku Online yang harus diakses melalui internet. Toko Buku Online sebagai suatu layanan bagi mahasiswa untuk memperoleh modul masih dirasa menyulitkan bagi mahasiswa non pendas
PENGARUH ORIENTASI WIRAUSAHA DAN KAPABILITAS JEJARING USAHA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA UKM DENGAN KOMITMEN PERILAKU SEBAGAI VARIABEL INTERVIENING (Studi Empiris pada Sentra UKM Batik di Sragen, Jawa Tengah)
In order to be able to seize the opportunities that a dynamic operating environment opens up, entrepreneurial SMEs have to reconfigure their existing asset base and processes. This study explores the effect of behavioral commitment on entrepreneurial orientation process and a firms reconfiguring network capabilities on performance by using survey data from 105 owners/manajers of batik SMEs in Sragen batik centrer, Central Java. Our findings indicate that indirectly, a SMEs entrepreneurial orientation have higher influence on SMEs performance through behavioral commitment; and reconfiguring network capabilities have an effect on its international performance and provide empirical support for the dynamic capability view of the firm. Entrepreneurial orientation process combined with behavioral commitment reconfiguring capabilities constitutes a potential source of competitive advantage.
Dalam rangka untuk mendapatkan peluang usaha di lingkungan yang dinamis dan terbuka, UKM yang berorientasi wirausaha harus mengkonfigurasi lagi proses-proses bisnis dan asset yang dimiliki saat ini. Studi ini mengeksplorasi pengaruh komitmen perilaku terhadap proses orientasi wirausaha dan pengaruh konfigurasi kapabilitas jejaring perusahaan/UKM terhadap kinerja usaha. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang digunakan berasal dari 105 pemilik/manajer UKM batik di sentra batik Kabupaten Sragen. Temuan dari penelitian ini adalah: secara tidak langsung orientasi wirausaha mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja usaha UKM yang dimediasi oleh variabel komitmen perilaku; dan rekonfigurasi kapabilitas jejaring usaha mempunyai pengaruh terhadap kinerja internasionalnya dan memberikan bukti dukungan empiris terhadap pandangan kapabilitas dinamis perusahaan. Proses orientasi wirausaha dikombinasikan dengan komitmen perilaku mekonfigurasi lagi kapabilitas yang menjadi sumber potensial keunggulan daya saing