Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
PENJADWALAN TUTORIAL TATAP MUKA MENGGUNAKAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Effective face-to-face tutorial will be affected by some factors such as number of participants, the scattered locations, the lack of competent tutors, and the poor management system. Specifically, this problem was caused by (i) tutors who teach too many subjects, (ii) the mismanaged scheduling system that a tutor teaches in different classes at the same time. Through decision support system, scheduling is expected to become more effective and efficient. Constraint programming was used as a method to solve problems through mathematical calculation based on prerequisites and limitation. However, the lack of competent tutors remain a major obstacle in running face-to-face tutorial.
Efektivitas pelaksanan tutorial tatap muka menjadi berkurang, antara lain akibat besarnya jumlah peserta , tersebarnya lokasi tutorial tatap muka, tidak kompetennya tutor, dan lemahnya sistem pembuatan jadwal tutorial. Masalah ketidakefektifan ini disebabkan oleh (i) adanya tutor yang yang mengajar untuk beberapa matakuliah, (ii) sistem penjadwalan yang tidak baik sehingga terdapat tutor yang mengajar pada beberapa kelas pada waktu yang sama. Dengan demikian penjadwalan tutorial menjadi masalah yang penting dalam pelaksanaan tutorial tatap muka. Melalui Sistem Pendukung Keputusan, penjadwalan tutorial diharapkan dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk mencari solusi terhadap persoalan ini, digunakan Constraint programming. Cara ini didasarkan pada perhitungan matematika dengan memperhitungkan batasan-batasan yang ada. Namun demikian, kualitas tutor tetap merupakan kunci permasalahan. Kurangnya tutor yang berkompeten akan mempengaruhi efektivitas tutorial tatap muka
KOMPUTASI DISTRIBUSI NEUTRON DALAM STATISTIK MAXWELL BOLTZMANN
The migration of neutron is arranged by some probability distributions such as probability of spread distribution, probability of distance distribution, probability of energy distribution and probability of flux distribution. One application of these pattern distributions is modelling the reaction between neutron and elements which compose the tissue related to the absorption of neutron in brain cancer tissues. This article explores computation analysis of pattern of distribution of neutron flux in a reactor system. Variables were the amount of neutron simulated and the depth of cylindrical reactor system. Simulations showed that 20-120 minutes was needed in executing 100,000 neutrons to build the distribution pattern of neutrons flux. This pattern was also depended on the depth of the system. In all depths, the peak of neutron flux distribution pattern was in the 3rd bin. Comparison between this simulations and experiment results in literatures showed that by analyzing the simulation of the distribution of neutron flux, a Poisson distribution which follows the Maxwell-Boltzmann was resulted.
Perpindahan neutron diatur dengan beberapa peluang distribusi, seperti peluang distribusi sudut hamburan, peluang distribusi jarak perpindahan, peluang distribusi energi transfer, serta peluang distribusi fluks neutron. Salah satu aplikasi dari pola distribusi ini adalah pemodelan reaksi antara neutron dengan elemen-elemen penyusun jaringan yang terkait dengan serapan neutron dan dosis yang terserap oleh jaringan tumor otak pada terapi BNCT (Boron Neutron Capture Therapy). Dalam penelitian ini dibahas analisis komputasi tentang pola distribusi fluks neutron dalam suatu sistem reaktor. Variabel dalam penelitian ini adalah banyaknya neutron yang disimulasikan, serta kedalaman sistem reaktor yang dalam penelitian ini menggunakan sistem reaktor berbentuk silinder. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan neutron sebanyak 100.000 diperlukan waktu eksekusi sekitar 20 120 menit untuk menghasilkan pola distribusi fluks neutron yang bergantung pada kedalaman sistem yang digunakan. Untuk semua kedalaman, puncak pola distribusi fluks neutron berada pada bin ke tiga. Dari perbandingan antara hasil simulasi dengan eksperimen dari literatur, dapat disimpulkan bahwa melalui analisis simulasi untuk distribusi fluks neutron diperoleh suatu distribusi Poisson yang mengikuti statistik Maxwell-Boltzmann
USING REMOTE SENSING MULTI-TEMPORAL IMAGE TO ANALYSE THE LAND USE CHANGES AND ITS IMPACT ON THE PEAK DISCHARGE IN GARANG WATERSHED CENTRAL JAVA
Perubahan penggunaan lahan di Kota Semarang akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi telah menyebabkan terjadinya urban sprawl. Banjir rob, land subsidence, intrusi air laut dan tercemarnya air tanah di Kota Semarang Bagian Utara menyebabkan terjadinya perkembangan Kota Semarang dominan ke arah selatan. Hal ini menyebabkan perubahan penggunaan lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun sehingga jumlah air hujan yang langsung menjadi limpasan akan semakin banyak. Hal ini akan menyebabkan bahaya banjir bandang di Kota Semarang semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perubahan lahan yang terjadi di DAS Garang selama tahun 1994 dan 2001, dan (2) mengetahui dampak perubahan penggunaan lahan terhadap besarnya debit puncak yang terjadi di DAS Garang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra Landsat TM tahun 1994, Citra Landsat ETM tahun 2001, dan Citra Alos AVNIR 2008, peta tanah DAS Garang, peta kemiringan lereng DAS Garang, peta jaringan sungai DAS Garang, dan data curah hujan harian Stasiun Ungaran tahun 1952 sampai dengan tahun 2009. Ditemukan bahwa luas lahan terbangun bertambah lebih dari dua kali lipat dari tahun 2001 sampai dengan 2008, lahan pertanian meningkat hampir 50% dan luas hutan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Namun demikian, debit puncak di DAS Garang tidak bertambah secara ekstrem meskipun mengalami sedikit perubahan.
Change due to land use in the city of Semarang as an impact of population growth and economic activity has led to urban sprawl. Rob flooding, land subsidence, seawater intrusion and contamination of ground water in the northern part of Semarang lead to the development of the southern part. Consequently, this leads to changes in land use so that the amount of rain water runoff will increase. This may cause the danger of flash floods in the greater city of Semarang. This study were aimed to: (1) determine the changes that occur in the Garang watershed lands during 1994 and 2001, and (2) determine the impact of land use changes on the size of the peak discharge occurring in the Garang watershed. The data used in this study were the 1994 Landsat TM, Landsat ETM 2001, and Citra Alos AVNIR 2008, Garang watershed soil map, slope map of Garang watershed stream network, and daily rainfall data at Ungaran Station of 1952 until 2009. It was found that developed land has been increasing more than doubled from 2001 to 2008, agricultural land increased by nearly 50% and the forest area were decreased from year to year. However, the peak discharge at the Garang watershed has not increased to the extreme though there was a slight change
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGETAHUAN PADA SISTEM PENGELOLAAN IJAZAH DI UPBJJ-UT BOGOR
This research aimed to examine the pattern of managing document certification at Bogor regional office for the last decade, furthermore, to design the digital model which offers insights into what is required to strategically align transcript management practice at Bogor regional office. The research was conducted by purposive sampling at Bogor Regional office considering that it represents the complexity of the organization that involves only a few employees with varying computational competencies and various task capabilities. However, they have been able to implement the knowledge management systems in providing services to customers. The data of this research were primary data. Data analysis were conducted based on an ongoing basis, with the following steps: preparation of the theme of data, classification and mapping of data based on a theme that has been set up, compilation, reduction, data cleaning, incorporation into the theme of the final data, triangulation of data, and data interpretation. This research discovered that managing certification documents of graduation at Bogor regional proved to be continuously updated and improved by the management team, and supported by top level management. The finding of this research proposed that the web based digital model of the certification documents management system (from acceptance, storage to distribution) is the most suitable model to be implemented at the regional offices.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pengelolaan dokumen sertifikasi di UPBJJ-UT Bogor selama sepuluh tahun terakhir dan menemukan model digital yang paling tepat untuk pengelolaan ijazah/transkrip yang efisien di UPBJJ-UT Bogor. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai November 2011. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling dengan mempertimbangkan bahwa UPBJJ UT Bogor dapat mewakili kompleksitas organisasi yang melibatkan hanya beberapa pegawai dengan penguasaan komputer yang minim, namun telah mampu menerapkan sistem manajemen pengetahuan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya. Data penelitian ini menggunakan data primer. Analisis data dilakukan berdasarkan secara berkelanjutan, dengan langkah-langkah berikut: persiapan tema data, klasifikasi dan pemetaan data didasarkan pada tema yang telah diatur, kompilasi, reduksi, pembersihan data, penggabungan ke dalam tema data akhir, triangulasi data, dan interpretasi data. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penanganan dokumen sertifikasi di UPBJJ-UT Bogor terbukti terus mengalami perbaikan dan mendapat dukungan yang baik dari staf dan kepemimpinan. Web base model menjadi model yang paling cocok untuk diimplementasikan di kantor UPBJ
PENGGUNAAN METODE ANALISIS KORELASI KANONIK DALAM MENGKAJI KONTRIBUSI BUDAYA MASYARAKAT DAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA
This article was written based on research to look more deeply into the influence of each of the indicator variables, both independent and dependent variables by means of canonical correlation in analyzing the data. The independent variables of this study were culture which consisted of local traditions (X1) and social habits (X2) as well as well as peer interaction which consisted of social interaction in the school environment (X3) and the home environment (X4). Dependent variables were social behavior of students who were represented by three variables consisted of rational behavior (Y1), irrational behavior (Y2) and traditional behavior (Y3). Population in this study was senior high school students of SMA2 Plus, Sipirok, South Tapanuli of 600 students. Samples were 240 students, acquired by using the Slovin formula. Data were collected by means of observation, interviews, and documentary studies. Data were analyzed using canonical correlation. The findings obtained was that partially only (1) social habits (X2) and social interaction in the school environment (X3), has a significant influence on the rational behavior (Y1), (2) only local traditions (X1) and social interactions in the home environment (X4) which has a significant influence on the irrational behavior (Y2), (3) only social interaction in the school environment (X3), which has a significant influence on the traditional behavior (Y3). Simultaneously, local traditions, social habits, social interaction in the school environment and social interaction in the home environment, all together have a significant influence on rational behavior (Y1), irrational behavior (Y2), and traditional behavior (Y3)
Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian untuk melihat lebih dalam pengaruh masing-masing indikator dari variabel yang ada, baik itu variabel bebas maupun variabel terikat menggunakan korelasi kanonik (Cannonical Correlation) sebagai alat dalam menganalisa data. Variabel bebas penelitian ini adalah budaya masyarakat yang terdiri dari 2 variabel antara lain tradisi adat (X1) dan kebiasaan kemasyarakatan (X2) serta pergaulan teman sebaya yang terdiri dari dua variabel antara lain pergaulan di Lingkungan sekolah (X3) dan lingkungan rumah (X4). Variabel terikat adalah perilaku sosial siswa yang diwakili oleh 3 variabel terdiri dari variabel perilaku rasional (Y1), variabel perilaku irrasional (Y2) dan perilaku tradisional (Y3). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Plus Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 600 siswa. Sampel penelitian adalah 240 siswa, menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data digunakan metode pengumpulan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Data dianalisis dengan menggunakan kanonik korelasi (cannonical correlation). Temuan yang diperoleh adalah bahwa secara parsial: (1) hanya kebiasaan kemasyarakatan (X2) dan pergaulan di lingkungan sekolah (X3) yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap perilaku rasional (Y1), (2) hanya tradisi adat (X1) dan pergaulan di lingkungan sekolah (X4) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku irrasional (Y2), (3) hanya pergaulan di lingkungan sekolah (X3) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku tradisional (Y3). Secara simultan, tradisi adat, kebiasaan kemasyarakatan, pergaulan di lingkungan sekolah dan pergaulan di lingkungan rumah secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku rasional (Y1), perilaku irrasional (Y2), dan perilaku tradisional (Y3).
 
PENGARUH KOMITMEN TERHADAP PERUBAHAN PADA INTENSI KELUAR
This study was attempted to explain individual responses to change and further review the implementation of the components of any changes related to the success of organizational change. The data were analyzed using simple and hierarchical regression analysis to test the relationships among commitment to change, coping with change, and turnover intention. The results demonstrated that 5 out of 10 hypothesis were supported. The results were also demonstrated that coping with change mediate the negative relationship between commitment to organizational change and turnover intention.
Penelitian ini berusaha menjelaskan respon individu untuk mengubah dan selanjutnya mengkaji pelaksanaan komponen dari setiap perubahan yang berkaitan dengan keberhasilan perubahan organisasi. Data dianalisis dengan analisis regresi sederhana dan analisis regresi hirarkis untuk menguji hubungan antara komitmen terhadap perubahan, mengatasi perubahan, dan niat keluar. Hasilnya menunjukkan bahwa 5 dari 10 hipotesis didukung. Hasil juga menunjukkan bahwa mengatasi perubahan memediasi hubungan negatif antara komitmen terhadap perubahan organisasi dan niat keluar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA RINTISAN SMA BERTARAF INTERNASIONAL KELAS XI MATERI LAJU REAKSI
This study was aimed to develop teaching materials about chemical reaction rate which covered materials adapted to A-Level High School students of grade XI in Pioneer International Standard High School (RSMA-BI). The developmental research was adopting the instructional development model 4D which include four stages of development, namely define, design, develop, and disseminate. Instructional materials were written in English consist of seven topics titled: Reaction Rate Concept, The Exchange's Expressions, Rate Law and Reaction Order, Experimental Determination of a Rate Law, Reaction Mechanism, Theories of Reaction Rate, Factors Affecting Reaction Rate. Results of content validation from content experts obtained the average score of 3. 56 of 14 range of scores which means valid / good / decent. Test limited to high school students of RSBI obtained an average score of 3.35 (valid / good / decent). The results of the use of teaching materials obtained a score of 77.8 which is above the minimal passing grade (75). Therefore it can be concluded that the materials were feasible to be used in the classroom.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar laju reaksi dengan cakupan materi yang disesuaikan dengan A-Level untuk siswa kelas XI Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional (RSMA-BI. Rancangan penelitian pengembangan mengadaptasi model pengembangan bahan ajar Model 4D yang meliputi empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop dan disseminate. Produk pengembangan adalah bahan ajar kimia RSMA-BI kelas XI materi laju reaksi yang ditulis dalam bahasa Inggris menggunakan pendekatan kontekstual. Bahan ajar terdiri atas empat bagian utama yaitu pendahuluan, materi, evaluasi dan penutup. Materi tersusun atas tujuh sub materi yaitu Reaction Rate Concept, The Rates Expressions, Rate Law and Reaction Order, Experimental Determination of a Rate Law, Reaction Mechanism, Theories of Reaction Rate, Factors Affecting Reaction Rate. Hasil validasi isi dari ahli materi diperoleh nilai rata-rata 3,56 dari rentang skor 1-4 dengan kriteria valid/baik/layak. Hasil uji terbatas pada siswa SMA RSBI diperoleh nilai rata-rata 3,35 dari rentang skor 1-4 dengan kriteria valid/baik/layak. Hasil uji penggunaan bahan ajar diperoleh skor sebesar 77,8. Skor ini diatas SKM (Skor Kelulusan Minimal) yaitu 75 sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar telah layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas
KEPUASAN NASABAH TERHADAP BANK DAN DANA PIHAK KETIGA UNIT USAHA SYARIAH BNI
Development of Islamic syariah banking industry still has its drawback, some of it were peoples understanding on the bank operational, narrow network, and limited skilled of human resources on syariah bank. The development of syariah bank depends on its ability to deliver excellent services to people who need product and service of Islamic syariah bank. One measure of excellent service and product is customer satisfaction. The result of this study showed that the reason in choosing BNI Syariah was not only religious factor but its quality of service which should be improved. In general, UUS BNI performance in all attributes of bank and deposit fund product have not satisfied its customers because there were still discrepancies between their actual and expected services. The most importance bank attributes according to the respondents were strategic location, branches network, credibility, professionalism, syariah ideology and hospitality. The most importance deposit fund product attributes according to the respondens were security of fund, convenience procedure of fund withdrawal, profit and loss sharing principle and technology. According to the results there were 4 (four) options of marketing strategies recommended to UUS BNI in order to be more competitive in the market. Firstly, UUS BNI has to be able to create image as Islamic and professional banking. Secondly, UUS BNI has to develop market through additional of branches. Thirdly, UUS BNI has to improve its technology by adding features on ATM technology. Fourthly, UUS BNI has to offer more attractive profit sharing.
Perkembangan perbankan syariah masih memiliki banyak hambatan, antara lain pemahaman atas operasional bank syariah, jumlah jaringan bank syariah dan keahlian sumber daya manusia dibidang bank syariah. Perkembangan perbankan syariah yang baik tergantung dari kemampuan memberikan produk dan jasa yang baik kepada nasabah. Satu ukuran tentang pemberian produk dan jasa yang baik adalah kepuasan nasabah (customer satisfaction). Hasil studi ini memperlihatkan bahwa alasan memilih bank syariah bukan hanya faktor agama, sehingga bank harus meningkatkan kualitas pelayanannya. Secara umum kinerja UUS BNI dalam semua atribut bank dan Produk Dana Pihak Ketiga belum memberikan kepuasan terhadap nasabahnya terbukti masih ada perbedaan harapan dan kenyataan. Menurut responden, atribut bank yang penting adalah lokasi yang strategis, jaringan kantor cabang, kredibilitas, profesionalisme, idiology syariah dan keramahan. Sedangkan atribut Produk Dana Pihak Ketiga yang penting menurut responden adalah keamanan dana, prosedur penarikan dana yang mudah, prinsip bagi hasil dan teknologi. Sehubungan dengan hal tersebut diatas ada 4 (empat) usulan strategi pemasaran bagi UUS BNI agar dapat kompetitif. Pertama, UUS BNI harus dapat menciptakan citra sebagai bank syariah yang profesional. Kedua, UUS BNI harus mengembangkan pasar dengan menambah jumlah kantor cabang. Ketiga, UUS BNI harus memperbaiki layanan pada teknologi ATM. Keempat, UUS BNI harus menawarkan bagi hasil yang lebih menarik melalui pembiayaan yang optimal
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKONOMI TERHADAP INFLASI DI INDONESIA
Price stability or inflation control is one of the major macroeconomic issues. Inflation received special attention in the economy of Indonesia. Every time there is a distortion in the society, politic or economic development, people alwaysrelate it to inflation. Low and stable inflation is a stimulator of economic growth. The variables that will be examined in this study are interest rate, investment, money supply, and exchange rate. This study is using data from the Central Statistics Agency (BPS), and Bank Indonesia (BI) between 1985-2005. The research data were analyzed by using OLS (Ordinary Least Square). The study indicates that interest rate, money supply, investment, and exchange ratessimultaneously effect the inflation in Indonesia. Interest rate has a positive influence 1289%. Money supply will has a positive influence on inflation0.001%. Investment negatively impact inflation -0.0001802%. Exchange rate has a positive impact on inflation 0.00427%.
Stabilitas harga atau pengendalian inflasi merupakan salah satu isu utama ekonomi makro. Inflasi mendapat perhatian khusus dalam perekonomian Indonesia. Setiap kali ada distorsi di masyarakat, politik atau ekonomi, orang selalu mengaitkannya dengan inflasi. Tingkat inflasi yang rendah dan stabil akan menjadi inflasi stimulator pertumbuhan ekonomi. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga, investasi, uang beredar, dan nilai tukar. Penelitian ini menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) antara 1985-2005. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan OLS (Ordinary Least Square). Studi ini menunjukkan bahwa tingkat suku bunga, jumlah uang beredar, investasi, dan nilai tukar secara simultan mempengaruhi inflasi di Indonesia. Tingkat bunga memiliki pengaruh positif 1,289%. Uang beredar akan memiliki pengaruh positif terhadap inflasi 0,001%. Investasi berdampak negatif inflasi -,0001802%. Kurs memiliki dampak positif pada inflasi 0,00427%
PENGARUH LAJU PENUMPUKAN DAN KELEMBABAN FESES BURUNG WALET (Aerodramus Fuciphagus) PADA PERUBAHAN WARNA SARANG WALET
Saat ini belum banyak diketahui faktor penyebab pembentukan warna merah pada sarang burung walet, dan bagaimana teknik pembentukan warna merah pada sarang burung walet tersebut. Diduga penumpukan feses mempengaruhi perubahan warna pada sarang. Penelitian ini bertujuan mengukur banyaknya feses yang dihasilkan burung walet dalam satu periode pembentukan sarang, mengobservasi pengaruh jumlah dan kelembaban feses terhadap pembentukan warna merah pada sarang. Penelitian eksploratif ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Laboratorium Instrumen Jurusan Kimia FMIPA UNESA dan di rumah burung walet Sidayu Gresik selama 18 minggu (Nopember 2009-Maret 2010). Hasil penelitian menunjukkan feses burung walet pada awal pembentukan sarang menunjukkan jumlah yang sangat sedikit 2,16±0,90 g/minggu (minggu ke-4) dan sarang walet masih menunjukkan warna putih. Sedangkan warna merah terbentuk pada pada minggu ke-14 dengan jumlah feses walet 41,85±4,48 g/minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa dengan feses walet 250 gr dan kelembaban 80% terjadi perubahan warna sarang merah pada hari ke-11. Pembentukan warna merah sarang burung walet terjadi secara bertahap dengan peningkatan jumlah feses. Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan feses dan kelembaban feses walet menjadi faktor penentu dalam pembentukan warna merah pada sarang burung walet.
Edible swallow’s nests with red color are rare and preferred by its consumers. Besides factors affecting the coloration of the birds’ nests are not well-known. It issuspected that the amount of bird’s fecal influence the nest color. Therefore, the aim of this research are to prove that swallow’s fecal can influence the establishment of red color in swallow’s nest; to measure the amount of fecal matter produced in a single swallow bird nest formation period; and to observe the effect of the amount of feces and humidity on the formation of red color of the nest. Explorative research was done at the Instrument Laboratory of Chemistry Department in FMIPA UNESA and Gresik Sidayu swiftlet house for 18 weeks (November 2010 to March 2011). The results showed that fecal in the early formation was light (2.16 ± 0.90 g / week at 4th week) and swallow’s nest color was white. The red color was formed on the 14th week with larger amount of fecal (41.85 ± 4.48 g / week). Laboratory test results showed that the 250 gr swallow fecal at 80% humidity has changed the nest color to be red on the 11th day. It can be concluded that the formation of the red color of the bird's nest happens gradually in line with increasing number of bird’s fecal. Meanwhile, humidity of fecal was also influenced the coloration process