Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
DAMPAK PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PELAKU USAHA DI KAWASAN WISATA PANTAI NATSEPA, PULAU AMBON
Pengembangan kawasan objek wisata Pantai Natsepa berpotensi didukung oleh sumber daya pesisir. Objek wisata Pantai Natsepa terletak di Desa Suli pulau Ambon. Keberhasilan dari objek wisata sangat tergantung pada peran penting dari masyarakat di daerah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi usaha yang berdampak terhadap pendapatan masyarakat yang memanfaatkan jasa objek wisata pantai Natsepa, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang memanfaatkan jasa objek wisata pantai Natsepa, (3) menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat yang menggunakan jasa objek wisata pantai Natsepa. Analisis data meliputi (1) analisis deskriptif, (2) analisis regresi ganda dengan spesifikasi-log menggunakan teknik Stepwise, dan (3) analisis indikator kesejahteraan SUSENAS-BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pendapatan kelompok rumah tangga yaitu, jumlah anggota keluarga, tingkat pengeluaran, dan curahan waktu kerja. Berdasarkan tingkat kesejahteraan sebagian besar rumah tangga yang memanfaatkan jasa objek wisata pantai Natsepa mempunyai tingkat kesejahteraan sedang yaitu persentase sebesar 75%, kemudian tingkat kesejahteraan tinggi dengan persentase sebesar 22% dan yang terkecil yaitu tingkat kesejahteraan rendah dengan persentase sebesar 3%.
Development of tourism site of the Natsepa beach is potentially supported by its coastal resources. The beach is located in Suli village of Ambon island. The success of the tourism site depends on the important role of the community in surrounding area of the beach. This study aimed to (1) identify businesses that have impact on income level from people that utilize the Natsepa beach, (2) analyze factors that affect the level of income of the people, and (3) analyze households welfare of the people utilize the beach. Collected data were analyzed by using descriptive analysis, multiple regression analysis with the stepwise techniques, and welfare analysis based on the indicators of SUSENAS-BPS. Results showed that the factors affecting the households income were number of family members, level of expenditure, and time spent in working. Based on the welfares indicators, 75% of the households classified into moderate level of welfare, 22% into high level, and only 3% into the low level of welfare
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DENGAN MEAs (Developing Mathematical Communication Skills For Junior High School Students)
Communication ability on mathematics should be mastered by students to involve in mathematical learning process. This ability would help students in learning mathematics. Srategy of Model Eliciting Activities (MEAs) can be used to develop mathematical communication ability. This study examines mathematical communication ability of students after going through the learning process with a MEAs strategy. This Quasi-static research with comparison group design involved 69 eight-grade students. The students were from secondary school in Depok. The data were analized by using average differential test and ANOVA two pathways. Generally, the data shows that mathematical communication ability of students engaged in learning with MEAs strategy were better than the students engaged in conventional.
Kemampuan komunikasi matematik merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk dapat terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran matematika. Kemampuan ini bermanfaat bagi siswa untuk membangun pemahaman dan pengetahuan konsep matematik. Srategi pembelajaran Model Eliciting Activities (MEAs) dapat digunakan guru untuk mengembangkan kemampuan komuniksai matematik siswa. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian tentang kemampuan komunikasi siswa setelah terlibat dalam proses pembelajaran matematika dengan strategi MEAs. Penelitian dengan rancangan Quasi-static ini melibatkan 69 siswa SMP kelas 8 yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok eksperimen terdiri dari 34 siswa dan kelompok kontrol terdiri dari 35 siswa. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji beda rata-rata dan uji ANOVA dua jalur. Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan strategi MEAs lebih baik dari kemampuan komunikasi matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional
ANALISIS JUMLAH DAN KUALITAS PERTANYAAN TUTOR TERHADAP JUMLAH DAN KUALITAS TANGGAPAN YANG DISAMPAIKAN MAHASISWA Studi Kasus Pada Kegiatan Tutorial Online Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Perikanan (MMPI5102)
Communication process needs to be built in an online-tutorial to liven up students interaction and participation in a discussion forum. One of the strategies tutors can do to enhance student participation in providing feedback in a discussion forum is by giving additional questions. This paper is the result of research in the form of action research on online tutorial in the subject of Fisheries Resources Management 2009.1 period that is conducted by providing two questions in five initiations, and one question in three initiations. The purpose of question giving is to obtain information about the differences in the number of student responses who were given one question and two questions. In addition, this article also examines students and experts perceptions on the quality of tutor questions and the result of expert assessment on the quality of student responses. The assessment is based on the comprehension, substance and benefits. Research results showed that the number of responses from student given with two questions is higher and significantly different compared with the number of responses from students given one question. In general, the first question and the second question assessed by students and experts are of good quality. The second question is assessed as an applied question, while the first question is considered as a theoretical question. The second question is considered to have better quality than the first question in the aspects of easiness/simplicity to understand, relevance to up to date issues on the field and the ability to train students in finding the best solution of a problem in the field of fisheries.
Proses komunikasi dalam tutorial online perlu dibangun untuk menghidupkan interaksi dan partisipasi mahasiswa dalam forum diskusi. Salah satu strategi yang dapat dilakukan tutor untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam memberikan tanggapan di forum diskusi adalah melalui pemberian tambahan pertanyaan. Tulisan ini merupakan hasil penelitian dalam bentuk action research terhadap kegiatan tutorial online pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Perikanan masa 2009.1 yang telah dilakukan dengan menerapkan pemberian dua pertanyaan di lima inisiasi dan satu pertanyaan di tiga inisiasi. Tujuan pemberian pertanyaan adalah untuk mendapatkan informasi tentang perbedaan jumlah tanggapan mahasiswa yang diberi satu pertanyaan dan dua pertanyaan. Selain itu, artikel ini juga mengkaji persepsi mahasiswa dan pakar terhadap kualitas pertanyaan tutor dan hasil penilaian pakar terhadap kualitas tanggapan mahasiswa. Penilaian didasarkan pada ketercernaan, substansi dan manfaatnya. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tanggapan mahasiswa yang diberi dua pertanyaan lebih tinggi dan nyata berbeda dibanding jumlah tanggapan mahasiswa yang diberi satu pertanyaan. Secara umum, pertanyaan pertama dan pertanyaan kedua dinilai mahasiswa dan pakar memiliki kualitas yang baik. Pertanyaan kedua dinilai merupakan pertanyaan terapan, sedangkan pertanyaan pertama dinilai sebagai pertanyaan yang bersifat teori. Pertanyaan kedua dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dibanding pertanyaan pertama dalam aspek kemudahan untuk dipahami, kerelevanan dengan masalah yang up to date yang terjadi di lapangan dan kemampuan untuk melatih mahasiswa dalam mencarikan solusi terbaik dari suatu permasalahan di bidang perikanan
PENGARUH BAHAN ORGANIK DAN TRACE ELEMENTS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN GULA TANAMAN STEVIA (STEVIA REBAUDIANA BERTONI M.)
The aims of research was to study the effect of organic material and trace elements added on growth and sugar content of Stevia rebaudiana. The research was designed using Complete Random Design (CRD) consist of 20 factors with 3 repeats. The factors given consist of combination of 0, 0,5, 1, and 1,5 kg of organic material, 0, 25, and 50 ppm of trace elements, and spraying time, unsprayed, sprayed once every 3 days, and sprayed once every 6 days, respectively. Observed variable includes plant height, number of leaves, fresh and dry weight of root and stem. The observation was conducted every 4 days, started from 1 week after planting up to harvest. Observation of fresh and dry weight of root and stem was conducted upon harvesting. The result indicated that application of organic material have significant influence on plant height, number of leaves, fresh and dry weight of root and stem. Concentration of trace elements showed significant influence on plant height, number of leaves, and stem fresh weight, but didnt influence on stem dry weight and fresh and dry weight of root. Spraying time of trace elements had significant influence on number of leaves, fresh and dry weight of stem and root fresh weight, but didnt show significant influence on plant height and root dry weight. The content of stevia sugar using treatment applications with organic material and trace elements was higher compared to control.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik dan unsur trace elements terhadap pertumbuhan dan kandungan gula stevia pada tanaman Stevia rebaudiana Bertoni M. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 20 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi bahan organik dengan dosis 0 kg, 0,5 kg, 1 kg, dan 1,5 kg, trace elements (dosis 0 ppm, 25 ppm, dan 50 ppm), dan waktu penyemprotan (tanpa disemprot, disemprot 3 hari sekali, dan disemprot 6 hari sekali). Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan kering akar, serta bobot basah dan kering tajuk. Pengamatan dilakukan 4 hari sekali dimulai sejak tanaman berumur 1 minggu setelah tanam sampai panen. Pengamatan bobot kering tajuk dan akar dilakukan satu kali pada saat pemanenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Konsentrasi trace elements berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tajuk. Sedangkan pada bobot kering tajuk dan bobot basah dan kering akar tidak berpengaruh nyata. Waktu penyemprotan trace elements berpengaruh nyata pada jumlah daun, bobot basah dan kering tajuk, dan bobot basah akar. Untuk tinggi tanaman dan bobot kering akar tidak berpengaruh nyata. Kandungan gula stevia pada tanaman stevia dengan perlakuan kombinasi bahan organik dan trace elements lebih tinggi daripada kontrol
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN INDEKS HARGA SAHAM DI JAKARTA ISLAMIC INDEX SELAMA TAHUN 2011
The composite stock price index is a reflection of capital market activities in general. composite stock price index movement which indicates increased capital market conditions are bullish, on the contrary if the decline shown in capital market conditions are bearish. These events are influenced by macroeconomic factors, such as volume of transactions, exchange rate, and Interest Rates Indonesia. The purpose of this research is to analyze: the influence of macroeconomic factors through volume of transactions, exchange rates, and interest rates of Indonesia of the composite stock price index in Jakarta Islamic Index. The research sample of this study are volume of transactions, exchange rate, interest rate and Composite Stock Price Index in Jakarta Islamic Index, with data pooling method (daily data of year 2011), so that the amount of observations (n) = 247. There is the influence of macroeconomic factors represented by the volume of transactoins, and interest rates against composite stock price index. Variable rate did not significantly affect the composite stock price index. The calculation result obtained value F = 27.416; become evident that changes in volume of transactions, exchange rate, and the value of the interest rates jointly significant effect Composite Stock Price Index.
Indeks harga saham gabungan merupakan cerminan dari kegiatan pasar modal secara umum. Pergerakan indeks harga saham gabungan yang meningkat menunjukkan kondisi pasar modal sedang bullish, sebaliknya jika menurun menunjukkan kondisi pasar modal sedang bearish. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi, seperti: volume perdagangan saham, nilai tukar, dan Suku Bunga Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis: pengaruh faktor makro ekonomi melalui volume perdagngan saham, nilai tukar, dan suku bunga Indonesia terhadap Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index. Sampel dari penelitian ini adalah: volume perdagangan saham, nilai tukar, suku bunga Indonesia, dan Indeks harga saham gabungan di Jakarta Islamic Index dengan menggunakan data harian selama tahun 2011, sehingga data pada observasi (n) = 247. Ada pengaruh faktor ekonomi makro yang diwakili oleh volume transaksi, dan tingkat suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan. Variabelnilai tukar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Hasil perhitungan yang diperoleh nilai F = 27,416; menjadi jelas bahwa perubahan dalam volume transaksi, nilai tukar, dan nilai suku bunga berpengaruh signifikan secara bersama-sama Indeks Harga Saham Gabungan
PENINGKATAN PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENJAGA EKOSISTEM DAN KONSERVASI LINGKUNGAN DI DIENG PLATEAU
Dieng Plateau is one of the important areas for the balance of ecosystems and the lungs of the world, especially in Central Java and Java Island in general. Dieng Plateau consists of six regencies; they are Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Batang, and Pekalongan regency. Also, in this area there are eight watersheds, conservation areas, and productive and protected forests. The density of high population and low levels of land ownership caused the pressure on the protected areas. This also causes the function diversion of the land use from protected areas into cultivation areas. The attrition rate in Dieng reached more than 180 tonnes/ha per year. Currently, the area is largely utilized for the cultivation of potatoes, vegetables, and tobacco, as the source of livelihood for local population. This causes land degradation resulting in the widespread critical land in the area. In terms of the society economic aspects, Dieng Plateau contributes to improving people's income, employment, providing industrial raw materials, and craeting environmental services. Government and local socities need to further participate in organizing and recovering Dieng which is based on the principles of ecosystem and conservation. With government and people role, it is expected that there would be a balance between productivity, sustainability and fair peoples welfare so that it can be used as a direction to restore the role and function of the area optimally based on various aspects like ecological, socio-cultural, economic, and government policy.
Kawasan Dieng Plateau merupakan salah satu kawasan penting dalam menyangga keseimbangan ekosistem dan paru-paru dunia khususnya di daerah Jawa Tengah dan Pulau Jawa pada umumnya. Kawasan ini meliputi 6 kabupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Batang dan Pekalongan. Selain itu, di dalam kawasan ini juga terdapat 8 daerah aliran sungai, kawasan konservasi, hutan produksi, dan hutan lindung. Kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan tingkat kepemilikan lahan yang rendah menyebabkan terjadinya tekanan terhadap kawasan lindung, yakni terjadinya pengalihan fungsi lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya. Tingkat erosi kawasan Dieng mencapai lebih dari 180 ton/ha/tahun. Saat ini, kawasan tersebut sebagian besar dimanfaatkan untuk usaha budidaya tanaman kentang, sayuran, dan tembakau, yang merupakan sumber matapencaharian penduduk setempat. Kondisi ini menyebabkan degradasi lahan yang mengakibatkan semakin meluasnya lahan kritis di kawasan tersebut. Ditinjau dari aspek ekonomi masyarakat, Dieng Plateau berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, pemenuhan bahan baku industri, dan jasa lingkungan. Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan perannya dalam melakukan penataan dan pemulihan kawasan Dieng yang disusun berdasarkan kaidah ekosistem dan konservasi, dengan harapan akan terjadi keseimbangan antara produktivitas, kelestarian dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan sehingga dapat dipergunakan sebagai arahan untuk mengembalikan peranan dan fungsi kawasan tersebut secara optimal ditinjau dari berbagai segi ekologis, sosial-budaya, ekonomi dan kebijakan
ISU GENDER DAN SERTIFIKASI GURU VERSUS PRESTASI BELAJAR SISWA
This study aimed to identify achievement differences among elementary student connected with teaching professionalism and gender issues. Samples were retrieved randomly from elementary teachers in District KaranglewasBanyumas Regency consisted of 60 certified teachers and 60 non-certified teachers, in which each group consists of 30 male teachers and 30 female teachers. Data were obtained from the test scores. Results showed nonsignificant differences between the learning outcomes of students taught by certified teachers and students taught by non-certified teacher (tvalue0.789< ttable1.980). Significant differences between the learning outcomes of students taught by male teachers and female teachers (t value4.610)>ttable=1.980). Non significant differences in teaching ability between certified teacher and non-certified teachers. On average male teachers performed better than female groups. Suggested to review the certification system/model to improve teaching profesionalism.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan prestasi belajar siswa SD ditinjau dari aspek profesionalitas guru dan isu gender. Sampel ditarik secara acak di Kecamatan Karanglewas Banyumas, terdiri dari 60 guru yang bersertifikat dan 60 guru non-sertifikat, dan masing-masing terdiri dari 30 guru laki-laki dan 30 guru perempuan. Data prestasi belajar siswa diperoleh dari nilai ulangan umum. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar oleh guru yang sudah bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi dengan nilai t hitung0,789, dan ttabel1,980. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar guru laki-laki dan guru perempuan (thitung= 4,610)>ttabel=1,980). Tidak terdapat perbedaan kemampuan mengajar yang signifikan antara guru yang sudah bersertifikasi dengan guru non-sertifikasi, guru laki-laki menghasilkan siswa dengan rata-rata nilai ulangan umum lebih baik dibanding guru perempuan. Disarankan peninjauan ulang sistem sertifikasi guru
ANALISIS PENGARUH KEMAKMURAN, UKURAN PEMERINTAH DAERAH, INFLASI, INTERGOVERNMENTAL REVENUE DAN KEMISKINAN TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
This research is to examines the effect of direct and indirect significantly exogenous wealth, provincial government size, inflation, intergovernmental revenue and poverty population on economic growth through the endogenous variable of human development index, the number of sample used this research is one hundred thirty two during 2008-2011 in 32 Province of Indonesia. Analysis of the research model was tested through path analysis 1) the classical assumption test, 2) correlation coefficient, regression coefficient and the residual path coefficient value and 3) analysis of interpretation through F-test and T-test. Interpretation of the results of the first-line modeling research showed that the significant direct effect on human development is wealth 41,2%, the governments size 76,7% and poverty population -92,8%. While the model both indirect paths, there is no effec of variable to economic growth through on human development. Simultaneous effect 86,6% to economic growth with residual coefficient (p?1) 0,810 and p?2 0,366
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung secara signifikan variabel eksogen kemakmuran, ukuran pemerintah daerah, inflasi, intergovernmental revenue dan kemiskinan penduduk terhadap variabel endogen pertumbuhan ekonomi melalui indeks pembangunan manusia, dengan data sekunder sebanyak 132 data tahun 2008-2011 di 32 Propinsi Indonesia. Analisis penelitian melalui model analisis jalur diuji melalui 1) uji asumsi klasik, 2) nilai koefisien korelasi, koefisien regresi, koefisien jalur dengan residual, 3) analisis interpretasi melalui uji-F dan uji-T. Hasil interpretasi penelitian model jalur pertama menunjukkan bahwa yang berpengaruh signifikan secara langsung terhadap pembangunan manusia adalah kemakmuran 41,2%; ukuran pemerintah daerah 76,7% dan kemiskinan penduduk -92,8%. Sedangkan model jalur kedua secara tidak langsung, tidak ada varibel yang berperpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan manusia. Secara simultan berpengaruh sebesar 86,6% terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien residual (p?1) sebesar 0,810 dan nilai p?2 sebesar 0,36
QUALITY ASSURANCE IN LEARNING SUPPORT IN DISTANCE EDUCATION SYSTEM: AN EFFORT TO PROVIDE QUALIFIED HIGHER EDUCATION IN INDONESIA
Universitas Terbuka, a higher education institution in Indonesia which implements a distance education system with the head office located in Jakarta and 37 regional offices across the country, ensures that all activities have been conducted using quality assurance system. The system adopted from the Indonesia Accreditation Board for Higher Education and the International standard for Distance Education institution. All UTs ROs have got ISO (International Organisation for Standardisation). To ensure that the procedures in ISO have been followed accordingly, monitoring and evaluation have been done in all aspects including face-to-face tutorial. Nevertheless, Ambon RO and Kupang RO face challenges in providing qualified face-to-face tutorials as a result of limited expertise in the areas, limited facilities for face-to-face tutorials, and transportation problems. The analysis of how Ambon RO and Kupang RO implement regulations and procedures on face-to-face tutorial is carried out through document analysis. Data on face-to-face tutorial preparation and implementation in the first and second semester of 2011 for Ambon RO and first semester of 2012 for Kupang RO is analyzed. In general, Ambon and Kupang ROs have managed to follow the procedures required to ensure that they have provided quality face-to-face tutorials for students. Some adjustment have to be taken to accomodate constraints faced.
Universitas Terbuka, perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh dengan kantor pusat di Jakarta dan 37 Unit Pelaksana Belajar Jarak Jauh UT yang tersebar di seluruh Indonesia, memastikan seluruh kegiatan dilakukan sesuai dengan sistem jaminan mutu yang telah ditetapkan. Sistem jaminan mutu di UT dikembangkan dengan merujuk pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan peraturan dari lembaga internaisonal. UT juga telah mendapatkan ISO. Salah satu aspek penting di UT adalah layanan bantuan belajar untuk mahasiswa dalam bentuk tutorial tatap muka. Tulisan ini menyajikan hasil analisis penanganan tutorial tatap muka di dua UPBJJ UT, Ambon dan Kupang. Mengelola tutorial tatap muka di kepulauan membuat UPBJJ UT Ambon dan Kupang mengalami kendala dalam menunjuk tutor yang kompeten, keterbatasan sarana, dan kesulitan transportasi. Data yang digunakan dalam analisis adalah data persiapan dna pelaksanaan tutorial tatap muka semester 1 dan 2 tahun 2011 di UPBJJ Ambon dan semester 1 di UPBJJ UT Kupang. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum UPBJJ UT Ambon dan Kupang sudah berhasil melakukan persiapan dan pelaksanaan tutorial tatap muak sesuai dengan prodedur yang ditetapkan. Meskipun demikian dilakukan ditemukan penyesuaian prosedur untuk mengakomodasi kendala yang ada
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIVITAS MATA KULIAH PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL PADA MAHASISWA FKIP UPBJJ-UT BANDA ACEH
By subject of the Pemantapan Kemampuan Profesional, it is hoped that university student will be able to improve their teaching ability. This study aims to analyze the factors related to the effectiveness of subject of the Pemantapan Kemampuan Profesional and to analyze the relationship between student characteristics, support facilities, the quantity of coaching, supervisor competence, and competence of the peer review with the effectiveness level of subject of the Pemantapan Kemampuan Profesional at UT-UPBJJ Banda Aceh. The article is based on research method used was descriptive-corelational. The research populations wasall students in the FKIP-UT at UPBJJ Banda Aceh within the period of 2012.1, a number of 915 people. Determination of study the sample using Slovin formula. Total sample was 278 students. Sample withdrawal technique is stratified random sampling, a proportional sampling at 15 study groups in the province of Aceh. The data collection was carried out from May until October 2012. Hypothesis testing using the correlation test of Rank Spearman. The research results showed that the competency of supervisor and the competency of the peer review was closely related to the effectiveness level of subject matter of the Pemantapan Kemampuan Profesional. Characteristics university student: the average age is 37.5 years, the average length education is 10.3 years, averaging of work experience is 6.7 years; levels of availability of support facilities is the medium category; quantity level coaching is the high category; supervisor competency levels is the medium category, levels of competence of the peer review is the low category. The recommendations can be given: (1) There needs to be training to improve the competence of supervisors. (2) UPBJJ must be establishing cooperation with the Department of Education at the district in recruiting of the peer review with appropriate qualifications and skills.
Melalui mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP), mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan mengajar yang semakin mantap. Tujuan penulisan artikel adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan efektivitas mata kuliah PKP; dan menganalisis hubungan karakterisitik mahasiswa, sarana dan prasarana, kuantitas pembimbingan, kompetensi supervisor, dan kompetensi teman sejawat dengan efektivitas mata kuliah PKP pada mahasiswa FKIP di UPBJJ-UT Banda Aceh. Artikel didasarkan pada penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa FKIP-UT di UPBJJ-UT Banda Aceh yang melakukan registrasi mata kuliah PKP untuk masa 2012.1, yaitu sebanyak 915 orang. Penentuan sampel penelitian menggunakan slovin formula. Jumlah sampel adalah 278 mahasiswa. Teknik penarikan sampel adalah secara acak stratifikasi (Stratified Random Sampling), diambil secara proporsional pada 15 Kelompok Belajar (Pokjar) mahasiswa Universitas Terbuka di Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Oktober 2012. Pengujian hipotesis adalah dengan menggunakan analisis uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik mahasiswa FKIP-UT di UPBJJ-UT Banda Aceh, yaitu: rataan umur 37,5 tahun, rataan lama pendidikan 10,3 tahun, rataan pengalaman kerja 6,7 tahun; tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pada kategori sedang; tingkat kuantitas pembimbingan pada kategori tinggi; tingkat kompetensi supervisor pada kategori sedang; tingkat kompetensi teman sejawat pada kategori rendah, (2) kompetensi supervisor dan kompetensi teman sejawat berhubungan signifikan dengan efektivitas mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional. Rekomendasi yang dapat diberikan: (1) Perlu dilakukan pelatihan/pembekalan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi supervisor mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional. (2) Pihak UPBJJ-UT sebaiknya merintis kerjasama dengan Dinas Pendidikan di kabupaten/kota dalam perekrutan teman sejawat dengan kualifikasi dan kemampuan yang sesuai