Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
UJI PERUBAHAN RATA-RATA SUHU UDARA DAN CURAH HUJAN DI KOTA PANGKALPINANG
Climate change is an accumulation of some climate elements change in the long term. In everyday life, enabling environmental changes caused climate change. These changes can be seen from the changes in the climate elements, such as temperature and rainfall these elements are influence on people's activities. However, the changes need to be analyzed and tested. Climate change (temperature and precipitation) in Pangkalpinang was identified from changes in the average of a period, through hypothesis testing. The analysis showed that in 2000-2011 upward trend for the average daily temperature was 0,0292 OC/year, upward trend for the minimum air temperature was 0,0365 OC/year, while the maximum temperatures have tended to fall at a rate of decrease of 0,01095 OC/years. Total annual rainfall in Pangkalpinang during 1981-2011 ranged from 1505,9 mm to 3444,3 mm. The average amount of annual rainfall in Pangkalpinang is 2450,5 mm/year. Test results change in average rainfall showed no change on average.
Perubahan iklim merupakan akumulasi dari perubahan beberapa usur iklim dalam jangka waktu yang lama. Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan lingkungan memungkinkan memicu perubahan iklim. Perubahan ini dapat terlihat dari perubahan unsur-unsur iklim tersebut, antara lain suhu udara dan curah hujan. Unsur-unsur ini sangat berpengaruh dalam aktivitas penduduk. Namun, perubahan yang terjadi perlu dianalisis dan diuji dengan hipotesis ada tidaknya perubahan dan tingkat signifikansinya. Perubahan iklim (suhu udara dan curah hujan) di Pangkalpinang diidentifikasi dari perubahan rata-rata suatu periode, melalui uji hipotesis dan taraf signifikansinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam periode tahun 2000-2011 kecenderungan naik untuk suhu rata-rata harian sebesar 0,0292 OC/tahun, kecenderungan naik untuk suhu udara minimum sebesar 0,0365 OC/tahun, sedangkan suhu udara maksimum mempunyai kecenderungan turun dengan laju penurunan sebesar 0,01095 OC/tahun. Jumlah curah hujan tahunan di Pangkalpinang selama tahun 1981-2011 berkisar antara 1505,9 mm hingga 3444,3 mm. Rata-rata jumlah curah hujan tahunan di Pangkalpinang adalah 2450,5 mm/tahun. Hasil uji perubahan rata-rata hujan menunjukkan tidak terjadi perubahan rata-rata
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGUNGKAPAN TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM
Penelitian ini berfokus pada pengaruh tingkat pengungkapan informasi perusahaan terhadap tingkat likuiditas saham yang diwakili oleh indikator-indikatornya seperti spread relatif, total depth dan depth to relatif spread. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten dalam menghasilkan indeks pengungkapan dengan menggunakan data saham perusahaan yang terdaftar di Kompas 100. Analisis regresi digunakan dalam menguji pengaruh tingkat pengungkapan terhadap likuiditas saham. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa tingkat pengungkapan memiliki hubungan negatif dengan spread relatif, artinya adalah semakin tinggi tingkat pengungkapan informasi perusahaan, maka tingkat spreadrelatif saham akan semakin rendah. Sebaliknya semakin tinggi tingkat pengungkapan informasi, maka tingkat total depth dan depth to relatif spread saham akan semakin tinggi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa spread relatif yang rendah, total depth yang tinggi dan depth to relatif spread yang tinggi menghasilkan likuiditas saham yang tinggi juga. Kesimpulannya, pengungkapan informasi yang dilakukan oleh perusahaan pada laporan tahunan masih menjadi perhatian investordalam berinvestasi.
The purpose of this study is to evaluate the effect of disclosure level on liquidity indicators, such as relative spread, total depth, and depth to relative spread.This study adopts content analysis approach in generating disclosure index using data from annual reports of firm listed in Kompas 100. This study uses regression analysis in testing the effect of disclosure level to liquidity indicators.This study provide empirical evidence to support the effect of disclosure level to liquidity indicators. This study finds that firms with higher disclosures have lower relative bid-ask spreads, higher total depth, and higher depth to relative spread, resulting in unambiguous conclusion regarding disclosure quality and disclosure quality. These result lead to a conclusion that disclosure in annual reports still be a matter of consideration interest and important to investor
PERANAN DONGENG DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR
The purpose of education is to internalized value emphasized on ethics-spiritual reflected in the day-to-day attitude. Internet has become a lifestyle for most students. Since the information flow is uncontroll, morale of young people is at stake. To counter the impact of internet on elementary school children, teachercan practice storytelling to create a real teaching situation in promoting good character. Through storytelling children can learn various characters from folktales and make characters in the story / fairy tale as a role model.
Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk menginternalisasikan nilai-nilai yang ditekankan pada etika-spiritual yang tercermin dalam sikap sehari-hari. Internet telah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar siswa. Karena arus informasi pada internet hampir tidak bisa dikendalikan, maka moral kaum mudalah yang menjadi taruhannya. Untuk mengatasi dampak internet terhadap anak-anak sekolah dasar, guru dapat berlatih mendongeng untuk menciptakan situasi mengajar nyata dalam mempromosikan karakter yang baik. Melalui kegiatan mendongeng, anak dapat mempelajari berbagai karakter dari cerita rakyat dan menciptakan karakter dalam cerita / dongeng sebagai model peran
MODEL OPTIMASI PEMETAAN MATA KULIAH BERPRASYARAT UNTUK RENCANA STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS PROGRAM STUDI MATEMATIKA FMIPA UT)
Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem belajar jarak jauh menyusun kurikulum program pendidikannya berbeda dengan perguruan tinggi yang mempunyai sistem belajar tatap muka. Mahasiswa UT diberikan kebebasan dalam memilih dan menentukan mata kuliah untuk diregistrasikan pada satu semester. Dalam kurikulum program studi di UT terlihat bahwa terdapat mata kuliah yang mempunyai hubungan keterkaitan materi antarmata kuliah. Hubungan tersebut digambarkan sebagai hubungan prasyarat antarmata kuliah. Untuk membuat rencana studi, mahasiswa perlu mengetahui hubungan keterkaitan materi antarmata kuliah tersebut sehingga dapat menentukan mata kuliah yang akan diregistrasi pada suatu semester. Artikel ini mengidentifikasi keterkaitan materi antarmata kuliah untuk dipetakan dalam rencana studi. Untuk memetakan mata kuliah berprasyarat tersebut perlu dilakukan optimasi pemetaan mata kuliah. Tujuan pengembangan model optimasi ini adalah untuk memaksimalkan hubungan keterkaitan materi dengan memetakan mata kuliah berprasyarat secara berurutan. Hal ini juga berarti meminimalkan jarak antarsemester urutan mata kuliah berprasyarat. Model optimasi yang dikembangkan berupa Integer Linear Programming. Model tersebut kemudian diimplementasikan pada kurikulum Program Studi Matematika FMIPA UT. Hasil simulasinya berupa rencana studi bagi mahasiswa Program Studi tersebut. Dari analisis hasil simulasi diperoleh rencana studi dengan jumlah maksimal 21 dan 23 SKS per semester merupakan pilihan terbaik bagi mahasiswa.
Universitas Terbuka (UT) as an open and distance learning institution has curriculum that different from face to face universities. UTs students can take any course since UT offers all courses in any semester. Some courses are prerequisite for some other courses. Students need to be careful in taking the courses because some courses also have same schedule in examination. Besides, they also need to consider the courses that have prerequisite. This article identifies the relationship between some courses that need to be considered by the students when they register the courses. A map of courses was developed by using Integer Linear Programming. This map was intended to maximize the information of interrelationship between courses in rows. The distance between prerequisite courses was minimized for some semesters. This model was implemented on Mathematics study program at Faculty of Mathematics and Science in UT. The result of simulation was a study planning for Mathematics students in taking courses in every semester. The optimal number of credits semester that need to be registered was 21 or 23 credits
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PATOGEN PADA BENIH PADI DAN KEDELAI
Healthy seedlings is required in the cultivation of crops. Bad seeds can reduce the quality and quantity of crop yields. This research aim was to find a group of pathogenic bacteria rice and soybean seed from Seed Technology Experimental Garden IPB-Darmaga. The research was conducted in 2004 at the Microbiology Laboratory of the Department of Biology Faculty, Bogor Agricultural University. This research began with the isolation, followed by morphological and physiological characterization based on Bergey's Manual of Determinative Bacteriology. Morphological characterization includes the observation of the shape and colour of colonies,Gram stain test, and motility test. Physiological examination were catalase test, oxidase test, xanthomonadin test, and test poly hydroxy butyrate. Those characterizations of rice and soybean seeds samples suspected one group of pathogenic bacteria. The stydy showed that the morphology and physiology characters of colony were shape round, convex, white-yellow, Gram negative, motile, rod-shaped cells, catalase positive, oxidase negative, negative xanthomonadin, and PHB negative. Both bacterial pathogens of rice and soybean seeds showed characteristics similar to those Pseudomonas sp., so it is strongly suspected that these two bacteria are grouped into the genus of Pseudomonas sp.
Benih yang sehat diperlukan dalam budidaya tanaman. Benih tidak sehat dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan beberapa kelompok bakteri patogen benih padi dan kedelai yang berasal dari kebun percobaan jurusan Teknologi Benih IPB-Darmaga. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2004 di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi FMIPA, Institut Pertanian Bogor. Penelitian diawali dengan kegiatan isolasi, dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi dan fisiologi berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Karakterisasi morfologi meliputi pengamatan terhadap: bentuk dan warna koloni, uji pewarnaan Gram, dan uji motilitas. Karakterisasi fisiologi meliputi uji katalase, uji oksidase, uji xanthomonadin, dan uji poly hidroksi butirat. Hasil isolasi pada masing-masing sampel benih padi dan kedelai ditemukan satu jenis bakteri patogen, yang selanjutnya dikarakterisasi secara morfologi dan fisiologi. Hasil uji morfologi dan fisiologi menunjukkan bahwa bentuk koloni bulat, cembung, warna putih-kuning, Gram negatif, bersifat motil, sel berbentuk batang, katalase positif, oksidase negatif, xanthomonadin negatif, dan PHB negatif. Kedua bakteri patogen benih padi dan kedelai memperlihatkan ciri yang sama dengan kelompok Pseudomonas sp., sehingga diduga kuat kedua bakteri tersebut dikelompokkan ke dalam genus Pseudomonas sp
PIECING TOGETHER THE STUDENT SUCCESS PUZZLE: RESEARCH, PROPOSITIONS, AND RECOMMENDATIONS
Abstrac
MEMBANGUN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA KURIKULUM 2013
The development of the character education still becomes the controversy among the educators, either from the theoretical or philosophical points of view. Actually, the core of the character education is not only viewed from philosophical difference, pedagogical ideology, or politics, but focused on the child development. Curriculum 2013 seeks to provide a problem-solving on the cultural matters and the national characters by integrating the characters / values /attitudes into the lessons, self-development, and the culture of the school. It is expected that a new generation of nation is developed in attitudes, knowledge, and skills. It has been clear that teachers thought, beliefs, and choices will influence their teaching practice. Therefore, it is necessary to build the views, beliefs, and positive selection within the teachers mind for the successful implementation of Curriculum 2013.
Perkembangan pendidikan karakter sampai sejauh ini masih penuh dengan kontroversi yang terutama berakar dalam berbagai perbedaan teoretis dan filosofis, meski sebenarnya inti dari pendidikan karakter tidak pada perbedaan filosofis, ideologi pedagogis, politik, dan sebagainya, melainkan tentang perkembangan anak. Kurikulum 2013 berupaya memberikan pemecahan persoalan budaya dan karakter bangsa dengan cara mengintegrasikan karakter/nilai/sikap ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah, dengan harapan terbentuknya generasi baru bangsa yang utuh dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan menyadari bahwa pandangan, keyakinan, dan pilihan para guru akan berpengaruh pada praktek pembelajaran, maka perlu dibangun pandangan, keyakinan, dan pilihan yang positif dalam diri para guru demi keberhasilan implementasi Kurikulum 2013
ANALISIS PENGARUH MEKANISME INTERNAL DAN EXTERNAL CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Go Publik di Pasar Modal Indonesia)
Kebijakan dividen, merupakan suatu topik yang menarik untuk diteliti meskipun terjadi banyak perdebatan dengan pendekatan berbagai teori mengenai dividen. Dalam penelitian ini kebijakan dividen akan dikaji melalui teori keagenan dengan memperhatikan pengaruh dari corporate governance perusahaan, khususnya melalui pemisahan mekanisme corporate governance secara internal maupun eksternal (Gillan, 2006) yang dimediasi oleh profitabilitas perusahaan. Penelitian dilakukan pada semua perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2010. Penyelesaian estimasi path model dan pengujian hipotesis menggunakan program AMOS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme internal corporate governance yang diukur dari komisaris independen dan rasio kompensasi eksekutif ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan mekanisme external corporate governance yang diukur dari stabilitas dan prosentase kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa external corporate governance memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan monitoring dan memberikan pengaruh atas kebijakan keuangan perusahaan.
Kebijakan dividen, merupakan suatu topik yang menarik untuk diteliti meskipun terjadi banyak perdebatan dengan pendekatan berbagai teori mengenai dividen. Dalam penelitian ini kebijakan dividen akan dikaji melalui teori keagenan dengan memperhatikan pengaruh dari corporate governance perusahaan, khususnya melalui pemisahan mekanisme corporate governance secara internal maupun eksternal (Gillan, 2006) yang dimediasi oleh profitabilitas perusahaan. Penelitian dilakukan pada semua perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2010. Penyelesaian estimasi path model dan pengujian hipotesis menggunakan program AMOS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme internal corporate governance yang diukur dari komisaris independen dan rasio kompensasi eksekutif ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan mekanisme external corporate governance yang diukur dari stabilitas dan prosentase kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa external corporate governance memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan monitoring dan memberikan pengaruh atas kebijakan keuangan perusahaan.
Dividend policy is an interesting topic to be discussed despite the fact that there are contentious arguments on theories about dividend. In this research dividend policy will be viewed through the agency theory by considering the effect of the company's corporate governance, in particular through the separation mechanism of internal and external corporate governance (Gillan, 2006) which are mediated by profitability. The study was conducted by all non-financial companies at the Indonesia Stock Exchange from 2007 to 2010. AMOS 16.0 program is used in estimating the completion path model and testing hypotesis. The results shows that the mechanisms of internal corporate governance via the existence of independent commissioner and executive compensation can not significantly influence the company's financial performance, while mechanisms of external corporate governance as measured by the stability and the percentage of institutional ownership significantly influence the companys financial performance. This indicates that the external corporate governance has a greater power to monitor and influence the financial policies of the company
PENGARUH RISIKO KREDIT DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP KINERJA BANK (Studi Empirik pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Penelitian ini menguji pengaruh risiko kredit dan efisiensi operasional, terhadap kinerja bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2010. Risiko kredit diproksi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), dan efisiensi operasional diproksi dengan Capital Adecuacy Ratio (CAR) dan Biaya Operasi (BOPO), sedangkan kinerja bank diproksi dengan Return on Asset (ROA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor mana, dari risiko kredit dan efisiensi operasi yang pengaruhnya lebih besar terhadap kinerja bank. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 96 perusahaan perbankan selama tahun 20072010, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dilakukan proses pengumpulan data melalui dokumentasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, untuk mengetahui adanya pengaruh CAR, BOPO, dan LDR terhadap ROA. Hasil analisis menunjukan bahwa rasio keuangan, yang terdiri dari rasio CAR dan LDR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA. Sedangkan BOPO berpengaruh negative dan signifikan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari tiga variabel tersebut terhadap ROA sebesar 18,8% sebagaimana yang telah ditunjukan oleh adjusted R square sebesar 0,188.
This study examined the effect of credit risk and operational efficiency on the performance of banks listed on the Indonesia Stock Exchange between 2007-2010.Credit risk proxied by Loan to Deposit Ratio (LDR), and operational efficiency proxied by Capital Adecuacy Ratio (CAR) and Operating Costs (BOPO), while the bank's performance proxied by Return on Assets (ROA). The purpose of this study was to identify which factors, from credit risk and operating efficiencies greatest influence on the performance of banks. Samples taken in this study were 96 banking companies during the years 2007 to 2010, were selected by purposive sampling method. To get the required information, performed the data collection process through documentation. Technical data was analyzed by linear regression analysis, to determine the influence of CAR, BOPO, LDR toward ROA. The results of the analysis showed that the financial ratios, which consists of the ratio of CAR and LDR positive effect but not significant to ROA. While BOPO negative and significant effect on ROA. Predictive ability of the three variables on ROA of 18.8% as has been shown by the adjusted R-square of 0,188
LINGKUNGAN FISIK DAN KEKAYAAN MIKROALGA DI DANAU UNIVERSITAS TERBUKA, TANGERANG SELATAN
Lake of Open University (UT) is designed not only as a container, watershed, irrigation, sports, and recreation, but also as critical habitat for the survival of plants and aquatic animals ranging from algae groups to types of vertebrate. Information relating to the data microalgae and environmental conditions of lake UT physical and chemical have not been investigated. Research objectives were to measure the wealth of microalgae that live in Lake UT, the microalgae diversity, and the physical and chemical environment. The method used to identify each kind of microalgae, is by counting the number of individuals microalgae, and analyze the water quality. Measurement results showed that the brightness of the physical environment of the lake water had turbid category (52-60 cm). The temperature of the lake water showed 31 to 31.5 oC, this temperature range is good for the growth of microalgae. Value of the degree of acidity of water was 7.3 to 7.5. DO measurements generating valued from 0.5 to 0.57 mg/L. The wealth of microalgae that live in lake UT was identificated as many as 21 genera at four stations with a total population of 4.080 individual/mm3. The highest percentage individual was Scenedesmus sp. Species richness index was 3,33 (medium category). Highest individual density was found in th middle of the lake by 4.651 individualLitre, followed by a passage from edge of the lake to the edged of gazibu (2.318 individual/Litre), the edge of lake (2.025 individual/Litre), and the last outlet (1.193 individual/Litre) lake. Biodiversity index is quite low at 2.107.
Desain pembuatan danau UT di samping sebagai tempat resapan air, wahana rekreasi, sarana olahraga, juga merupakan habitat penting bagi tumbuhan dan hewan air (golongan alga sampai jenis vertebrata). Informasi mengenai data mikroalga serta kondisi fisik dan kimiawi lingkungan danau UT belum diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian untuk mengukur kekayaan mikroalga, keanekaragaman mikroalga, dan kondisi lingkungan fisik dan kimiawi. Metode yang digunakan adalah mengidentifikasi setiap jenis dan menghitung jumlah individu mikroalga, serta menganalisis kualitas air. Hasil pengukuran kecerahan air danau dikatakan relatif keruh (52-60 cm). Pengukuran suhu air menunjukkan besaran angka 31-31,5oC, kisaran suhu tersebut baik bagi pertumbuhan mikroalga. Nilai derajat keasaman air adalah 7,3-7,5, sedangkan hasil pengukuran DO sebesar 0,5-0,57 mg/L. Kekayaan mikroalga yang teridentifikasi di danau UT sebanyak 21 genus ditemukan di empat stasiun dengan total populasi 4.080 individu/mm3. Persentase jumlah individu terbanyak adalah Scenedesmus sp. Indeks kekayaan jenis termasuk kategori sedang (3,33). Kepadatan individu tertinggi ditemukan di stasiun-2 (bagian tengah) sebesar 4.651 individu/Liter, selanjutnya diikuti oleh stasiun-3 dari tepi danau sampai tepi gasebo (2. 318 individu/Liter), stasiun-1 di bagian tepi danau (2.025 individu/Liter), dan stasiun-4 di bagian keluaran air (1.193 individu/Liter). Indeks biodiversitas jenis cukup rendah yaitu 2,107