Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
    2167 research outputs found

    KAJIAN METODE BERBASIS MODEL PADA ANALISIS KELOMPOK DENGAN PERANGKAT LUNAK MCLUST

    Get PDF
    Ward method and K-mean method are clustering method in which grouping only base on distance measure among observed objects, without considering statistical aspects. Model-based clustering is a method that use statistical aspects, as its  theoretical basis i.e. probability maximum criterion. This model has tenmodels with a variety of geometrical characteristics. Data partition is conducted by utilizing EM (expectation-maximization) algorithm. Then by using Bayesian Information Criterion (BIC) the best model is obtained. This research aimed to assess the effectiveness of ten models from the model-based clustereng and then tocompare result of grouping methods between model-based clustering with Ward clustering and K-mean clustering. This study used simulated data and applied data. Simulated data are generated with the R programs versions 2.14.1. Proses analysis was performed by using the Mclust programs vesions 4.0 with an interface the R programs versions 2.14.1. The results showed that model-based clustering was more effective in separating the condition of one separate group and two overlap groups than ward clustering and K-mean clustering.   Metode Ward dan metode K-rataan adalah metode kelompok yang teknik-teknik pengelompokannya hanya memperhatikan ukuran jarak antar objek-objek pengamatan tanpa mempertimbangkan aspek statistiknya. Metode kelompok berbasis model adalah metode kelompok yang didasarkan pada aspek statistik, yaitu kriteria kemungkinan maksimum. Metode kelompok berbasis model mempunyai sepuluh model dengan berbagai macam sifat geometris. Penyekatan data dilakukan dengan menggunakan algoritma Ekspektasi-Maksimum (EM), kemudian dengan pendekatan Bayesian Information Criterion (BIC) diperoleh model terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dari sepuluh metode berbasis model dan kemudian membandingkan hasil pengelompokannya dengan metode Ward dan metode K-rataan. Penelitian ini menggunakan data simulasi yang dibangkitkan melali program R versi 2.14.1 dan dianalisis dengan menggunakan program Mclust versi 4.0 dengan interface program R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kelompok berbasis model lebih efektif memisahkan kelompok-kelompok yang saling tumpang tindih dibandingkan dengan metode gerombol Ward dan K-rataan

    UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN EFISIENSI PENGGUNAAN PAKAN PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH MENGGUNAKAN SUPLEMEN KATALITIK

    Get PDF
    The purpose of this research was to compare the effectiveness of feeding catalytic supplement to peranakan etawah (PE) goats on the daily weight gain. There were twelve  peranakan etawah (PE) goats were allreated in a completely a randomized design 3x4. There were twelve goats with 10-13 kg weight and placed in to 12 individual cages. Four treatments with three replications. Ration of treatments were R1 = 0 g, R2 = 10 g, R3 = 20 g, R4; 30 g. Low quality forage used as the fibrous feed source. Intake feed, weigt gain, an the efficiency of feed utilization were also determined. The result edicated that catalytic supplement  R4 (73,8 g/head/day/) showed a greater daily weight gain compare to R2 (67,6 g/head/day) and R1 (65,5 g/head/day)   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas suplemen katalitik sebagai upaya untuk meningkatkan pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan pakan pada kambing peranakan etawah (PE). Kambing PE yang digunakan sebanyak 12 ekor dengan berat 10-13 kg umur 1 tahun dibagi dalam 12 kandang individual. Empat perlakuan ransum ditambahkan suplemen katalitik berbahan dasar sagu, yaitu: R1 =0 g, R2 = 10 g, R3 =20 g, dan R4 = 30 g, tiap perlakuan terdiri atas 3 ulangan. Pakan berkualitas rendah digunakan sebagai pakan basal. Selama penelitian berlangsung dilakukan pengamatan terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi penggunaan pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pola rancangan acak lengkap, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pertambahan bobot badan R4 (73,8 g/ekor/hari)lebih baik dibandingkan dengan R2 (67,6 g/ekor/hari) dan R1 (65,5 g/ekor/hari

    PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR JARAK JAUH PADA MATAKULIAH SISTEM KEPARTAIAN DAN PEMILU (IPEM4318)

    Get PDF
    Teaching materialsforcoursesof Sistem Kepartaian dan Pemilu usedin Program StudiIlmu PemerintahanFISIP-UT need tobe evaluatedfor the reasonof teachingmaterialsis out of date, delivery ofinstructionalcontentnot suitableforself-learning, andstudentlearning resultsis stilllowwhich is characterized bymastery of the materialis lessthan40%.This studyis aqualitativeresearch.The purposeof this studyis to evaluateanddevelopteaching materialsin accordancewith the rules ofdistance learning.The aspectsof studied were the assessment ofthe quality ofteaching materials, the aspect of current eddition, anddesign instructional. The sampling techniquewaspurposivesampling. The sample of this study was students, a subject matter experts, and an experts ininstructionaldesignof distance learning.The results showedthat thequality of theteaching materialisa good, learning materialsare notin accordancewith the development ofthe systemof party andelectionsinIndonesia, andalso instructional designis not in accordancewith theprinciples ofdistance learning.Theresults ofthese evaluationsare usedtodevelop amodel ofdistancelearning materials.   Bahan ajar untuk matakuliah Sistem Kepartaian dan Pemilu yang digunakan pada Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka perlu dievaluasi dengan alasan materi pengajaran kurang mutakhir, penyampaian dalam pengajaran konten kurang tepat untuk pembelajaran mandiri, serta hasil belajar mahasiswa masih rendah yang ditandai dengan penguasaan materi hanya mencapai kurang dari 40%. Penelitiantersebut adalah penelitian kualitatif. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kaidah pembelajaran jarak jauh. Aspek-aspek yang diteliti meliputi penilaian terhadap kualitas penyajian bahan ajar, kemutakiran materi, dan desain instruksional pembelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini meliputi mahasiswa sebagai pengguna bahan ajar, ahli materi, dan ahli instruksional desain pembelajaran jarak jauh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas penyajian bahan ajar berada pada kategori baik, materi pembelajaran kurang mutakhir, dan desain instruksionalnya belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip pembelajaran jarak jauh. Hasil penelitian tersebut selanjutnya digunakan untuk mengembangkan model bahan ajar jarak jauh dalam bentuk prototype bahan ajar untuk matakuliah Sistem Kepartaian dan Pemilu

    ANALISIS BUTIR TES OBJEKTIF UJIAN AKHIR SEMESTER MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA BERDASARKAN TEORI TES MODERN

    Get PDF
    Universitas Terbuka has been applying a test of final examination for measuring student learning outcomes. Type of final examination that developed is objective test consisting of stem and option. Option of test covering answer key and detractors. A good question should have detractors relatively homogenous, so that it is difficult to guessed by a student. Criteria of good question can be determined by item analysis with using classical test theory and modern test theory. Universitas Terbuka has been doing item analysis based on classical test theory. This theory has the limitations characteristic of the index items were highly dependent on the group of test. Unlike the case with modern test theory (item response theory). Item response theory is based on the ability of individual test. The purpose of this paper is to determine: (1) how the result of the final exam item analysis using item response analysis, (2) how the comparison of the number of valid and invalid between item response analysis and classical test analysis, and (3) how to determine item characteristics of the items and estimate the ability of participants to the test item response using Rasch models. The data used are student answers that took exams on subjects selected sample in 2009.1 and 2009.2. The total sample used by 8 subjects consisting of 16 sets of questions. The study results showed: (1) average difficulty level of the sample items was subject to item response items (Rasch Model) is between 0.618 to 1.417, (2)comparison of the results of the analysis of test items using classical analysis and the Rasch model analysis is very significant, and (3)on the number of examinees who many (over 1,500 people), the number or percentage of items was valid by using item response analysis more than the classical analysis.   Universitas Terbuka menerapkan tes berupa Ujian Akhir Semester untuk mengukur hasil belajar mahasiswa. Tipe soal UAS yang dikembangkan berbentuk tes objektif yang meliputi pernyataan (stem) dan alternatif jawaban (option). Option suatu tes meliputi kunci jawaban dan bukan kunci jawaban (pengecoh). Soal yang baik harus memiliki pengecoh yang relatif homogen, sehingga sulit ditebak oleh mahasiswa. Kriteria soal yang baik dapat diketahui dengan melakukan analisis butir soal baik menggunakan teori tes klasik maupun teori tes modern. Universitas Terbuka melakukan analisis butir soal UAS berdasarkan teori tes klasik. Teori ini memiliki keterbatasan yakni indeks karakteristik butir soal sangat bergantung pada kelompok peserta tes. Pada teori tes modern (teori respon butir), analisis butir soal didasarkan pada kemampuan individu peserta tes bukan berdasarkan kemampuan kelompok peserta tes. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menentukan: (1) bagaimana hasil analisis butir soal UAS menggunakan teori respon butir, (2) bagaimana perbandingan jumlah soal valid dan tidak valid antara analisis respon butir dengan analisis tes klasik, dan (3) bagaimana menentukan karakteristik soal dan estimasi kemampuan peserta tes dengan analisis respon butir menggunakan model Rasch. Data yang digunakan adalah jawaban mahasiswa yang mengikuti ujian pada 8 mata kuliah sampel terpilih masa ujian 2009.1 dan 2009.2 yang terdiri atas 16 set soal. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata tingkat kesukaran soal mata kuliah sampel dengan teori respon butir (model Rasch) berkisar antara 0,618 sampai dengan 1,417. Perbandingan hasil analisis butir soal model klasik dengan model Rasch sangat signifikan. Pada jumlah peserta ujian yang banyak (lebih dari 1.500 orang), jumlah atau persentase butir soal yang valid dengan menggunakan item respon butir lebih banyak dibanding dengan analisis klasik

    UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI APLIKASI MODEL BELAJAR MIND MAPPING

    Get PDF
    The scope of learning material for social sciences (IPS) at Elementary School is very wide, while the time available is very limited. This has been an obstacle for elementary school teachers in achieving the learning objectives. This study aimed to determine whether the application of Mind Mapping learning model on the activities of students learning and the mastery of students learning of IPS. This action research was conducted with three cycles involving 30 students of the fifth grade of elementary school in Kabupaten Kudus. The findings were analyzed using the descriptive qualitative study. The data were collected by using a questionnaires, observation sheets, pretest, and posttest. The results showed that the Learning Model of Mind Mapping can improve the students activity. This indicated an increase in the average score of the class activity to 48.2% in the first cycle, to 56.1% in the second cycle, and to 62.2% in cycle III. The average of the student learning outcomes for IPS also increased from 64 in the first cycle, to 67 in the second cycle, and to 75 in cycles III.   Materi IPS di Sekolah Dasar memiliki cakupan materi yang sangat luas, sedangkan waktu yang tersedia sangat terbatas. Hal ini menjadi kendala bagi guru-guru Sekolah Dasar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 3 siklus dan sampelnya adalah siswa kelas V SD Kabupaten Kudus yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian dianalisa secara deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan angket, lembar observasi, pre-tes dan posttes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan aktifitas siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor rata-rata aktifitas kelas yaitu dari 48,2% pada siklus I, 56,1% pada siklus II, dan 62,2% pada siklus yang ke III. Rata-rata hasil belajar siswa untuk mata pelajaran IPS juga meningkat dari 64 pada siklus I, menjadi 67 pada siklus II, dan 75 pada siklus ke III

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

    Get PDF
    The objective of the study were to develop learning plan and describe the implementation and results of student learning through problem-solving approach in order to improve the communication skills of students in solving mathematical case test problems. A model of classroom action research was used and held in April 2010 at SDN 1 located at Saguling Village, District of Baregbeg, Ciamis Regenc, West Java Province. Data collection was conducted in 3 cycles out of 28 fourth grade students and a teacher who acts as a reseacher of the study. Research instrument consisted of assessment format of lesson plan, format observation of teaching activities nd learning actvities, student worksheet and test. Data were analyzed using a triangualation method, saturation, and common sense. The result revealed that the mathematical problem solving approach was one of alternatives to improve the communication skills of students in solving mathematical case test. In order to improve students mathematical communication skills, it is advisable to use Polya problem solving approach. Similarly, evaluation test should contain aspects that demonstrate mathematical ideas in the form of images, linking images to the sentences and complete the process of the algorithm.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan rencana pembelajaran dan menggambarkan pelaksanaan dan hasil belajar siswa melalui pendekatan pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dalam memecahkan masalah uji kasus matematika. Sebuah model penelitian tindakan kelas digunakan dan dilaksanakan pada bulan April 2010 di SDN 1 di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Ciamis Regenc, Provinsi Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 siklus dari 28 siswa kelas IV dan guru bertindak sebagai peneliti studi. Instrumen penelitian terdiri format penilaian RPP, format pengamatan kegiatan mengajar dan kegiatan belajar, lembar kerja siswa dan tes. Data dianalisis menggunakan metode triangualation, saturasi, dan akal sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pemecahan masalah matematika adalah salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dalam memecahkan kasus uji matematika. Dalam rangka meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa, disarankan untuk menggunakan pendekatan masalah Polya. Demikian pula , uji evaluasi harus mengandung aspek yang menunjukkan ide-ide matematika dalam bentuk gambar, menghubungkan gambar ke kalimat dan menyelesaikan proses algoritma

    THE NEEDS OF COLLABORATION IN OPERATING AN OPEN AND DISTANCE LEARNING INSTITUTION: UT CASE

    Get PDF
    This article discusses the importance of building collaboration among agencies in managing student support service for the distance student in Universitas Terbuka/UT (Indonesia Open University/IOU). As a mass-scale university with the number of students more than 600 thousand scattered in 37 provinces in Indonesia and overseas, heterogeneous socio-cultural background, offering more than 200 study program, and semester test held simultaneously, UT should be able to recruit thousands of tutors, invigilator, and executive personnel to conduct academic activities in those region. UT should manage course development team (curriculum developers, modules developers, content experts, media specialists, and art designers, linguists, and also graphics developers). UT should also provide classrooms for academic activities, lab and computer to facilitate student support service. This condition implies that the availability of human resources and infrastructure, including a computer lab connected to the internet in each unit of study is a necessity. Therefore, in order to improve the quality of distance learning and to accelerate change of learning style from traditional-based to e-learning-based, collaboration between UT with local agencies is a must to ensure the availability of human resources and e-learning facilities.   Artikel ini membahas tentang peranan kolaborasi antar lembaga dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi mahasiswa peserta program pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka (UT). Model perkuliahan sistem jarak jauh mengharuskan pesertanya mempraktekkan belajar mandiri, menggunakan modul sebagai bahan belajar utama, dan memanfaatkan ICT sebagai media dalam proses pembelajaran. Bahan ajar dalam bentuk cetak dan non-cetak dikembangkan oleh tim pengembang yang meliputi pengembang kurikulum, pengembang modul, ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan ahli grafik. Bantuan belajar disediakan dalam bentuk tutorial secara tatap muka dan online bagi mahasiswa di setiap unit belajar di dalam dan luar negeri. Sebagai sebuah perguruan tinggi berskala massal dengan jumlah mahasiswa lebih dari 600 ribu, mahasiswanya tersebar di 37 propinsi di Indonesia dan luar negeri, menawarkan lebih dari 100 program studi, serta ujian semester dilaksanakan secara serentak, maka UT harus mampu merekrut ribuan tenaga akademik (tutor), pengawas ujian, dan tenaga pelaksana ujian semester di setiap wilayah unit belajar. Untuk melaksanakan ujian semester dan memberikan layanan bantuan belajar, UT juga harus mampu menyediakan pusat unit belajar di daerah (regional center), ribuan ruang ujian, ruang untuk tutorial serta fasilitas lab computer. Karena itu, kolaborasi antara UT dengan instansi pemerintah dan non-pemerintah di daerah harus dilakukan untuk menjamin kelangsungan kegiatan akademik di daerah. Demikian pula, ketersediaan SDM berbasis ICT yang berkualitas dan infrastruktur termasuk lab komputer yang terkoneksi dengan internet di setiap unit belajar harus menjadi prioritas demi terciptanya pembelajaran berbasis e-learning bagi mahasiswa UT di daerah

    PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP POLA INTERAKSI DALAM TUTORIAL ONLINE MATAKULIAH FISIKA STATISTIK

    Get PDF
    The aims of this study are to analyze the patterns of student interaction in online tutorial and to reveal the students perception of the pattern during the tutorial online. The research method used survey method. The study was conducted at physics education department, FKIP-UT on statistical physics course in registration period 2012.2. The number of respondents is 12 respondents. The questionnaire uses a Likert scale. To analyze data used Pearson bivariate analysis and Cronbach alpha. The results showed that 1) the high pattern of students interaction in tutorial is student interaction with matter and student interaction with tutors; 2) online discussion can be able to provide feedback from other students and can also give students a change to argue.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi mahasiswa dalam tutorial online (Tuton) dan mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan tutorial online. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilakukan di program studi pendidikan fisika FKIP-UT pada matakuliah fisika statistik masa registrasi 2012.2. Responden sebanyak 12 responden. Instrumen menggunakan skala Likert. Validitas dan reliabilitas butir instrumen dilakukan uji pearson bivariat dan analisis alfa cronbach. Hasil menunjukkan bahwa: 1) pola interaksi mahasiswa yang sering terjadi adalah pola interaksi mahasiswa dengan materi dan pola interaksi mahasiswa dengan tutor 2) diskusi online dapat menyediakan umpan balik dari mahasiswa lainnya dan memberikan kesempatan mahasiswa untuk berpendapat

    APLIKASI TEORI WEBER DALAM PEMBANGUNAN AGROINDUSTRI PT. WINA POHAN DI BANYUASIN SUMATERA SELATA

    Get PDF
    Implementation of development programs is not only to analyze the economic growth, but the development is also reflected in the acceleration, expansion of job opportunities and natural resource utilization. Accelerating the development of large scale is able to prosper the development of society in general. The purpose of this study is to analyze the development work being done in South Sumatra, one of which is the determination of the location of PT. Wina Pohan agroindustrial development in South Sumatera Banyuasin. In the analysis documented significant that agroindustrial PT. Wina Pohan development and apply theories Weber, performed through the determination of location factors, among others, transportation costs, wage labor, and the strength of agglomeration or deaglomerasi. Overall conclusion that the existence of PT. Wina Pohan apply Locational Triangle Weber, the model Locatioan District Area (DLA) showed less performance due to geographical factors, facilities and infrastructure. Agro-industry with raw material corn development in locations determined Banyuasin district, and Musi Banyuasin. Recorded in the history of the two districts before otonomy combined one Musi Banyuasin district In agro-industry development planning based location determination of the location of inferred resources of raw materials, the provision of jobs, facilities and infrastructure, wage labor, agglomeration or deaglomerasi strength. Success of the development should be able to improve the well-being of the community and society generally South Sumatra. Pelaksanaan pembangunan tidak hanya untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi, akan tetapi pembangunan juga dapat dilihat melalui percepatan, perluasan peluang kerja dan pemanfaatan sumberdaya alam. Percepatan pembangunan dalam skala besar adalah pembangunan yang dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat pada umumnya.Tujuan penulisan ini untuk mengkaji, menganalisis pembangunan yang telah dilakukan di Sumatera Selatan, salah satunya adalah penentuan lokasi pembangunan agroindustri PT. Wina Pohan di Banyuasin Sumatera Selatan. Dalam analisa dapat dibuktikan secara signifikan bahwa pembangunan dan pengembangan agroindustri PT. Wina Pohan mengaplikasi teori Weber, yang dilakukan melalui faktor penentuan lokasi antara lain, biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Kesimpulan secara menyeluruh bahwa keberadaan PT. Wina Pohan mengaplikasi segitiga lokasi (Locational Triangle) Weber, namun model District Locatioan Area (DLA) menunjukan prestasi yang kurang dikarenakan faktor geografi, sarana dan prasarana. Agroindustri yang mempunyai bahan baku jagung ditentukan pembangunannya di lokasi kabupaten Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Tercatat dalam sejarah kedua kabupaten tersebut sebelum pemekaran tergabung dalam satu Kabupaten yaitu kabupaten Musi Banyuasin. Perencanaan pembangunan penentuan lokasi agroindustri didasarkan asumsi terhadap lokasi sumber bahan baku, penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana, upah tenaga kerja, kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Keberhasilan pembangunan harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan umumnya masyarakat Sumatera Selatan

    ANALISIS MODEL KOMUNIKASI PEMBENTUKAN KONSEP KELUARGA SEJAHTERA DI INDONESIA(Studi terhadap sosialisasi program BKKBN kota Depok dan kota Bogor)

    Get PDF
    Population growth in indonesia rapidly rising, if the growth rate is not pressed, the number of people in Indonesia in 2045 around 450 million people, this means that one in 20 people worldwide are Indonesia. The statement above suggests by chief of BKKBN that concern on the population will surge in Indonesia, so we need a strategy to reduce the rate of population growth in Indonesia. One of the provinces that have the largest population in West Java Indonesia is the population density reached around 46 million 500 thousand inhabitants. From these conditions, we need a communication strategy to re-mobilize the public to be aware of family planning, and more importantly to instill the understanding that the issue of family planning, not just a matter of two children are enough, but a more basic concept is the planting of a prosperous family. Through two area Bogor and Depok city adjacent to the capital city of Jakarta as an information center, and also that cities still have high dependency population are high at 31.64% and 39.56%. The degree of dependence of this population suggests that there is inequality in the society welfare both cities. Using a constructivist approach to phenomenology, through qualitative research with interpretive and interactive analysis were tested by using triangulation, to find what the best model of communication that are appropriate for dissemination Family Welfare in Indonesia. So with this communication model is expected to understand the concept of family welfare, acceptance as a self-concept of the Indonesian people. Pertumbuhan penduduk di Indonesia demikian pesatnya, bila pertumbuhan penduduk tidak diperhatikan maka diperkirakan pada tahun 2045 Indonesia akan diisi oleh sekitar 450 juta manusia, hal ini berarti 1 dari 20 penduduk dunia adalah penduduk Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BKKBN yang juga sangat khawatir dengan kecepatan pertumbuhan penduduk Indonesia. Salah satu propinsi yang mempunyai jumlah penduduk terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat yang mempunyai kepadatan penduduk 46.500 orang. Dengan kondisi ini tentu saja diperlukan stratgi komunikasi untuk memobilitas kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga, dan yang lebih penting lagi memahami bahwa perencanaan keluarga tidak hanya sekedar dua anakn cukup namun lebih kepada bagaimana bertanggungjawab untuk mensejahterkan anak dan mewujudkan keluarga yang bahagia lahir dan batin. Untuk itu melalui dua kota di Jawa Barat Bogor dan Depok dimana keduanya sangat dekat dengan sumber informasi atau Jakarta yang juga mempunyai tingkat tingkat penduduk pada tahap pra sejahtera masih cukup tinggi yaitu 2,46% pra sejahtera, 13,69% sejahtera 1. Sedangkan kota Bogor jumlah prosentase keluarga pra sejahtera jauh lebih tinggi daripada Depok yaitu nilai 4,07 dan keluraga sejahtera 1 hampir sama 13,41. Angka ketergantungan penduduk di kota Bogor sebesar 31.64% sedangkan kota Depok lebih kecil sebesar 39.56. %.(Sumber: Database SIAK Provinsi Jawa Barat Tahun 2011). Bila dilihat dari tingkat ketergantungannya dan dibandingkan dengan usia produktif yang ada di kota Bogor dan kota Depok tersebut, yaitu 75,9% dan 73%, menunjukkan bahwa banyak usia produktif yang tidak bisa dikatakan produktif lagi. Melalui pendekatan penomenologi dan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis triangulasi, maka artikel ini memberikan gambaran model komunikasi yang paling sesuai untuk mendesiminasikan konsep-konsep keluarga sejahtera

    1,630

    full texts

    2,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Terbuka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇