Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERAN KECAMATAN CIBINONG SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BOGOR
The aims of this study are to identify the development of facilities in Cibinong Subdistric to analyze the role of Cibinong Subdistric as the centre of economic Growth in Bogor regency, and to analyse the changing structure of labour in Cibinong Subdistrict. This research was a quantitative descriptive research. The data used was secondary data which was from Statistic Center Agency (BPS) in Bogor Regency and BAPPEDA. This study using data PODES 2005 and 2011, data from Population Cencus of 2000 and 2010. Quantitative analysis were Scalogram Analysis, transformation labour and descriptif analysis. The result showed that the highest score of facilities was in Cibinong Subdistric. Cibinong Subdistric as the center of economic development growth in Bogor Regency (hierarchy I). Labor structure in Cibinong Subdistrict was changing from dominan in agricultural sector to manufacturing and service sectors.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengembangan fasilitas di Cibinong Kecamatan serta menganalisis peran Cibinong Kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor dan struktur perubahan tenaga kerja di Cibinong Kecamatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Kabupaten Bogor dan BAPPEDA dengan menggunakan data tahun 2005 dan PODES 2011, data dari Penduduk Sensus 2000 dan 2010. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini adalah Scalogram Analisis, tenaga kerja transformasi dan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tertinggi fasilitas berada di Kecamatan Cibinong. Kecamatan Cibinong sebagai pusat pertumbuhan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor (hirarki I). Struktur tenaga kerja di Kecamatan Cibinong berubah dari dominan di sektor pertanian dengan sektor manufaktur dan jasa
PENGARUH RISIKO SISTEMATIS DAN RISIKO TIDAK SISTEMATIS TERHADAP EXPECTED RETURN SAHAM DALAM RANGKA PEMBENTUKAN PORTOFOLIO SAHAM LQ-45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN SINGLE INDEX MODEL PERIODE TAHUN 2009
The objective of this research is to test the influence of systematic risk and unsystematic risk on stock portofolios expected return of LQ45 companies by single index model. The population of this research is all of stock listed on Indonesian Stock Exchange. The sample of this research is stocks of LQ45 category and it is determined by purposive sampling, and it is consist of 37 stocks. Data analysis of this study uses the multiple regression analysis. Partially and simultaneously, the result shows that systematic risk and unsystematic risk affect significantly to the expected return of stock portfolio. This results show changing variation of systematic risk and unsystematic risk are used to predict changing variation of expected return of stock portfolio. This result accordance with the theory that is positive and linear relationship between expected return and risk.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh risiko sistematis dan risiko sistematis pada hasil saham yang diharapkan portofolio terhadap perusahaan LQ45 dengan menggunakan model indeks tunggal. Populasi penelitian ini adalah semua saham yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Sampel dari penelitian ini adalah saham dari kategori LQ45 dan ini ditentukan secara purposive sampling, dan itu terdiri dari 37 saham. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Parsial dan simultan, hasilnya menunjukkan bahwa risiko sistematis dan risiko sistematis berpengaruh signifikan terhadap pengembalian yang diharapkan dari portofolio saham. Hasil ini menunjukkan perubahan variasi risiko sistematis dan risiko tidak sistematis digunakan untuk memprediksi perubahan variasi keuntungan yang diharapkan dari portofolio saham. Hasil ini sesuai dengan teori bahwa hubungan positif dan linier antara laba yang diharapkan dan risiko
MODEL PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP (LIFE SKILLS) BAGI ANAK PUTUS SEKOLAH KORBAN LUMPUR LAPINDO
This article aims to describe the development of models of educational research skills (life skills) for school dropouts Lapindo mudflow victims. Collecting data dropouts and the desired type of life skills is done through interviews and kuesinoer. While the development of life skills education model using the methods of research and development by modifying the model Plomp. Data were analyzed descriptively and the average percentage and kualitatiof analysis model of Miles and Huberman (1992). The results showed that the characteristics of school dropouts in the Lapindo mudflow victims Siring village and sub-district Renojoyo Porong, Besuki village and Pejarakan Jabon subdistrict, and village districts Sentul Tanggulangin Kedungbendo and numbered 67 people. Of these the majority of high school education or equivalent, ie 30 people or 44.78%, while 26 people or 38.80% junior high school graduates, and 11 people, or 16.41% of primary school graduates or equivalent. Mostly aged between 16 and 18 years of age, ie 39 (58.20%). Type the desired skills are service motorcycles, sewing, mobile phone service, and home industries. Memindaklanjuti desire for school dropouts Lapindo mudflow victims (APSKLL), the three modules developed life skills education, the service module motorcycles, sewing skills module, and mobile phone service modules. Writing module is made as simple as possible, the basic material content, word choice tailored to the educational level, and comes in the form of examples and illustrative pictures are clear. However, the module has not been tested because it was before used in the training of life skills education for APSKLL advisable to conduct research trials modu use.
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan hasil penelitian pengembangan model pendidikan keterampilan hidup (life skills) bagi anak putus sekolah korban lumpur Lapindo. Pengumpulan data anak putus sekolah dan jenis keterampilan hidup yang diinginkan dilakukan melalui metode wawancara dan kuesiner. Sementara pengembangan model pendidikan keterampilan hidup menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan memodifikasi model Plomp. Data dianalisis secara deskriptif persentase dan rata-rata serta analisis kualitatif model Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anak putus sekolah korban lumpur Lapindo di desa Renojoyo dan Siring kecamatan Porong, desa Besuki dan Pejarakan Kecamatan Jabon, dan desa Kedungbendo dan Sentul kecamatan Tanggulangin berjumlah 67 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar berpendidikan SLTA atau sederajat, yakni 30 orang atau 44,78%, sedangkan 26 orang atau 38,80% lulusan SMP atau sederajat, dan 11 orang atau 16,41% lulusan SD atau sederajat. Sebagian besar berusia antara 16 sampai usia 18 tahun, yakni 39 orang (58,20%). Jenis keterampilan yang diinginkan adalah service sepeda motor, menjahit, service handphone, dan home industri. Untuk memindaklanjuti keinginan anak putus sekolah korban lumpur Lapindo (APSKLL) tersebut, dikembangkan tiga modul pendidikan keterampilan hidup, yakni modul service sepeda motor, modul keterampilan menjahit, dan modul service handphone. Penulisan modul dibuat sesederhana mungkin, isi materi yang mendasar, pilihan kata disesuaikan dengan tingkat pendidikan, serta dilengkapi ilustrasi berupa contoh dan gambar-gambar yang jelas. Namun, modul tersebut belum diujicoba, karena itu sebelum dipergunakan dalam pelatihan pendidikan keterampilan hidup bagi APSKLL disarankan untuk melakukan penelitian uji coba penggunaan modu
PENGARUH ANALISIS RASIO KEUANGAN TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN (Studi Empiris Pada Perusahaan Real Estate Dan Property Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
The purpose of this study was to analyze the effect of financial ratios to dividend policy. Research conducted on the real estate and property companies listed in Indonesia Stock Exchange. Sampling was conducted using purposive sampling and determined 47 companies in the sample. The data used was the data of 2009 to 2011. The analytical method was used multiple linear regression analysis. Based on the analysis it can be concluded that the return on investment, debt to total assets, and earnings per share significantly influence the dividend payout ratio in real estate and property companies in Indonesia Stock Exchange. The total asset turnover found no effect on the dividend payout ratio. The implication of this research is to increase the dividend payout ratio, real estate and property companies in Indonesia Stock Exchange should pay more attention to return on investment, debt to total assets and earnings per share. To maximaze corporate profit, Real estate and property companies in Indonesia Stock Exchange should be more efficiency using its asset.
Artikel ini menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap kebijakan deviden dan merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap perusahaan real estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penarikan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan ditentukan 47 perusahaan sebagai sampel. Data yang digunakan adalah data tahun 2009 sampai dengan tahun 2011. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Return on investment, Debt to total assets, dan Earning per share berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio pada perusahaan real estate dan properti di Bursa Efek Indonesia. Total asset turnover ditemukan tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan dividend payout ratio, perusahaan real estate dan property di Bursa Efek Indonesia hendaknya lebih memperhatikan return on investment, debt to total assets dan earning per share. Perusahaan real estatedan properti di Bursa Efek Indonesia agar lebih memperhatikan efisiensi dari pemakaian asetnya untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT
This research aims to analyze the regional finance capability in West Nusa Tenggara province. This research uses secondary data of primary source. The data are obtained from the government of West Nusa Tenggara Province in the form of data that has been processed and published and become a legitimate document such as calculation data of APBD in Budgetary Year of 2003-2007. The instruments are used in collecting the data is the analysis of the regional finance capability through Calculation and Work Analysis of PAD, which is the measurement of share and growth, thus classified the result with mapping the financial region capability based on quadrant method. This research draws some conclusions namely: (1) generally, contribution of PAD (share) to the total region income of NTB Province TA 2003- 2007 was low, in spite of the growth of PAD was high; (2) based on the measurement of Index Financial Capability (IKK), NTB Province was in the scale index of 0,541. Furthermore, the classification based on the criteria level of regional finance capability, the regional finance capability in NTB Province in 2003 -2007 was a province with high financial capability. There are some suggestions that could be offered to the Government of NTB Province; first, improving PAD share in NTB Province through the excavation of PAD potential sources. Second, concerning with the region cost efficiency, considering that the proportion of PAD achievement was fairly small comparing to the allocation of Region Cost.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah di Propinsi Nusa Tenggara Barat . Penelitian ini menggunakan data sekunder dari sumber utama. Data diperoleh dari pemerintah Propinsi Nusa Tenggara dalam bentuk data yang telah diolah dan dipublikasikan dan menjadi dokumen yang sah seperti data perhitungan APBD Tahun Anggaran 2003-2007. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah analisis kemampuan keuangan daerah melalui Perhitungan dan Analisis Kerja PAD, yang merupakan pengukuran saham dan pertumbuhan, sehingga diklasifikasikan hasilnya dengan pemetaan kemampuan keuangan daerah berdasarkan metode kuadran. Penelitian ini menarik beberapa kesimpulan yaitu: (1) secara umum, kontribusi PAD (share) terhadap total pendapatan daerah Propinsi NTB TA 2003-2007 rendah, meskipun pertumbuhan PAD yang tinggi; (2) didasarkan pada pengukuran Kemampuan Index Keuangan (IKK), Propinsi NTB berada di indeks skala 0541. Selain itu, klasifikasi berdasarkan tingkat kriteria kemampuan keuangan daerah, kemampuan keuangan daerah di Propinsi NTB pada 2003-2007 adalah propinsi dengan kemampuan finansial yang tinggi. Ada beberapa saran yang dapat ditawarkan kepada Pemerintah Propinsi NTB; pertama, meningkatkan pangsa PAD di Propinsi NTB melalui penggalian potensi sumber PAD. Kedua, menyangkut dengan efisiensi biaya daerah, mengingat proporsi pencapaian PAD ini cukup kecil dibandingkan dengan alokasi biaya daera
PENGARUH PARTISIPASI PEMAKAI DAN DUKUNGAN ATASAN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH
This study aimed to empirically examine and analyze the influence of user participation and supervisor support to the performance of accounting information systems. The data used in this study was collected through direct surveys. Questionnaires were distributed to 100 respondents that related directly to the accounting information system, the questionnaire returns 70 results with the rate of return (70%) using multiple regression analysis as a tool to analyze. The results showed user participation in the system development process shows a significant difference between user participation with the performance of accounting information systems and supervisor support showed a significant effect on the performance of accounting information systems. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh partisipasi pengguna dan dukungan pengawas terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui survei langsung. Kuesioner dibagikan kepada 100 responden yang terkait langsung dengan sistem informasi akuntansi, kuesioner mengembalikan 70 hasil dengan tingkat pengembalian (70%) menggunakan analisis regresi berganda sebagai alat untuk menganalisis. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi pengguna dalam proses pengembangan sistem menunjukkan perbedaan yang signifikan antara partisipasi pengguna dengan kinerja sistem informasi akuntansi dan dukungan pengawas menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi
EVALUASI PELAKSANAAN TUTORIAL TATAP MUKA PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PADA UPBJJ-UT AMBON
This article presents the results of the evaluation of the implementation of Face to Face Tutorial in the District of West Seram, Maluku province on the implementation and the factors inhibiting the implementation of Face to Face Tutorial. Field data collection was done by using interviews and questionnaires. Data were analyzed descriptively that gives meaning to any data collected and presented in the form of percentages and graphs. The results obtained showed that the Face to Face Tutorial implementation consisting of initial activities, core activities and activities performing well late in accordance with the conditions set by the Open University. Meanwhile. inhibiting factors in the implementation of the tutorial, is the distance, transportation, human resources (tutors), and the limited means of communication.
Artikel ini menyajikan hasil evaluasi pelaksanaan Tutorial Tatap Muka (TTM) di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku mengenai pelaksanaan dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan TTM. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif yaitu memberikan makna pada setiap data yang dikumpulkan, serta disajikan dalam bentuk persentase dan grafik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan TTM yang terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir terlaksana dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh UT. Sedangkan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan tutorial, adalah jarak, transportasi, sumber daya manusia (tutor), dan keterbatasan sarana komunikasi
ANALISIS JAWABAN TUGAS MAHASISWA PADA TUTORIAL ONLINE BERDASARKAN BLOOMS TAXONOMY
The Open University (UT) provided by the educational staff of the Open University (UT) to help students overcome their learning difficulties. This paper focuses on the ability of students in doing the tasks, assigned by the tutor during the online tutorial activities. The study was conducted at the UT course tutorial activities of Environmental Chemistry Subject at the trial period of 2010.2, 2011.1 2011.2, 2012.1 and 2012.2 involving 81students. Data was obtained based on students answers to the assignments/tasks given by the tutor. The indicators used for analysis of students task answer were the students ability in Blooms taxonomy analyzing. The data then was analyzed into qualitative descriptive. Results showed: 1) All students were able to answer well for the ability of memory understanding and comprehension 2). Not all students were capable to reach higher level thinking i.e. analyzing and evaluating in answering the questions given. 3) Students gave positive respon in online tutorial activities and using the "open educational resources".
Universitas Terbuka (UT) yang disediakan oleh staf pendidikan dari Universitas Terbuka (UT) untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajar mereka. Makalah ini berfokus pada kemampuan siswa dalam melakukan tugas, yang diberikan oleh guru selama kegiatan tutorial online. Penelitian dilakukan di UT kegiatan program tutorial Kimia Lingkungan Subjek pada masa percobaan 2010.2, 2.011,1 2.011,2, 2.012,1 dan 2.012,2 melibatkan 81 siswa. Data diperoleh berdasarkan jawaban siswa terhadap tugas / tugas yang diberikan oleh tutor. Indikator yang digunakan untuk analisis siswa jawaban tugas yang siswa kemampuan dalam taksonomi Bloom menganalisis. Data kemudian dianalisis menjadi deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Semua siswa mampu menjawab dengan baik untuk kemampuan pemahaman memori dan pemahaman 2). Tidak semua siswa mampu mencapai yang lebih tinggi berpikir tingkat yaitu menganalisis dan mengevaluasi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. 3) Siswa memberikan respon positif dalam kegiatan tutorial online dan menggunakan "sumber daya terbuka pendidikan".
 
PERANAN PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEJIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBELAJARAN MAHASISWA
This study aimed to determine the role of strategic management approach as a strategy to improve student learning through external factors, namely business opportunities and internal factors such as factors that affect the student academic achievement. This study used a SWOT analysis. SWOT analysis is an effective tool that combines internal factors such as strengths and weaknesses as well as external factors such as the opportunities and threats. The results of this study proved that after the SWOT analysis had been implemented, the use of the strategic management principles in education can improve students' learning abilities. One of the management strategic is giving academic coaching for students. However, this study also resulted in findings that there are some students who are not be able to increase their learning ability, and this study recommended for UT to intensive and repeat learning to the student.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pendekatan manajemen stratejik sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa melalui faktor eksternal yaitu peluang bisnis dan faktor internal yaitu faktor didalam diri mahasiswa yang mempengaruhi pencapaian prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT yang merupakan suatu alat analisis yang efektif dalam mengombinasikan antara faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yaitu peluang dan ancaman. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa bahwa setelah Analisis SWOT diimplementasikan, penggunaan prinsip manajemen stratejik di bidang pendidikan mampu meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa. Salah satu manajemen stratejik yang dilakukan adalah pemberian pembimbingan akademik bagi mahasiswa. Penelitian ini juga menghasilkan temuan bahwa terdapat beberapa mahasiswa yang tidak dapat meningkatkan kemampuannya sehingga direkomendasikan untuk pemberian pembimbingan yang intensif bagi mahasiswa tersebut dan mengulang pembelajaran
KARYA VISUAL ANAK USIA DINI DEVELOPING VISUAL ART IN EARLY CHILDHOOD
Early childhood need proper media when they want to express their willingnesses and feelings due to they havent got verbal communication ability well. Pictures or visual art can be used as media that can depicture children feelings when they can not talk. In more mature age phase, pictures or visual art made by children can be rendered as expressive media to measure perceptions they have. Hence, pictures can be made as aid media to develop language skill to children. There are some steps that need to be conducted for giving stimulus that can produce visual art containing typical original story for children. Creating visual art is one of steps that can be conducted to enhance kinds of intelligence components in early age children. Besides, it is used to develop spatial-visual intelligence in the children, creating visual art can be proceeded as one of ways of developing language creativity. Utilizing visual art can enact the children more helpful in narrating about something. Describing a thing experienced by the children then narrates it, is one of step for them in expressing their feelings on something. Therefore, by means of visual creation development, a teacher is be able to increase children capabilities in communication and their ability in intellectual.
Anak usia dini membutuhkan media yang tepat ketika akan mengungkapkan keinginan serta perasaannya saat mereka belum memiliki kemampuan komunikasi verbal yang baik. Gambar atau karya visual dapat dimanfaatkan sebagai media yang menceritakan perasaan anak ketika mereka tidak berbicara. Pada tahapan usia yang lebih matang, gambar atau karya visual yang dibuat oleh anak-anak dapat dijadikan sebagai media ekspresi serta untuk mengukur wawasan yang dimiliki oleh mereka. Karena itu, gambar dapat dijadikan sebagai media yang membantu mengembangkan keterampilan berbahasa pada anak. Agar dapat menghasilkan karya visual yang kaya dengan cerita asli khas anak-anak, banyak langkah yang perlu dilakukan untuk memberi stimulus. Menciptakan karya visual adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan berbagai komponen kecerdasan pada anak usia dini. Selain untuk mengembangkan kecerdasan visual-spasial pada anak, menciptakan karya visual dapat dilakukan sebagai salah satu cara pengembangan kreativitas berbahasa. Menggunakan karya visual membuat anak-anak lebih terbantu dalam bercerita mengenai suatu hal. Menggambarkan hal yang dialami oleh anak kemudian menceritakannya adalah merupakan salah satu jalan bagi mereka mengekspresikan perasaannya terhadap sesuatu. Dengan demikian, melalui pengembangan karya visual, guru dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi serta peningkatan kemampuan berpikirnya