Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
    2167 research outputs found

    MODEL PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PRA-MEMBACA-MENULIS BERBASIS KARAKTER

    Get PDF
    The article draws on research that aims to develop a model of the development of pre-reading-writing ability of a character-based education in kindergarten. The study was used the Research and Development method involving teachers and children at three kindergartens in Jombang. The procedure consists of two phases study, the preliminary studies and model development. Data collected by observation, interviews, documentation, questioner techniques, validation testing experts, and the results are analyzed with qualitative analysis techniques. The results showed that teachers require manual and development model's to pre-reading-writing ability of a character-based, as well as scenario development activity. The model of development gives the possibility for children to develop the ability to recognize text and pre-reading-writing through story. Development model cantains character values on planning, include: objectives, materials, and activities, as well as the implementation, include: introduction, core, and closing activities. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian yang bertujuan mengembangkan model pengembangan kemampuan pra-membaca-menulis berbasis pendidikan karakter di TK. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan melibatkan guru-guru dan anak-anak di tiga TK Kabupaten Jombang. Prosedur penelitian terdiri atas dua tahap, yakni studi pendahuluan dan pengembangan model. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner dan uji validasi pakar, serta hasilnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membutuhkan panduan dan model pengembangan kemampuan pra-membaca-menulis berbasis karakter, serta skenario kegiatan pengembangan. Model pengembangan yang dihasilkan memungkinkan anak mengenal tulisan dan mengembangkan kemampuan pra-membaca-menulis melalui cerita. Model pengembangan memuat nilai karakter pada komponen perencanaan, meliputi: tujuan, materi, dan kegiatan, serta pada pelaksanaan meliputi: pendahuluan, inti, dan penutup

    IMPLEMENTASI SISTEM REGISTRASI MAHASISWA DENGAN BILLING SYSTEM

    Get PDF
    The objectives of the study were to examine the implementation of registration with the billing system, and to analyze the factors that affect the registration with the new system.   The study was conducted in three regional centers: Jakarta, Bogor and Serang. The research method is correlational descriptive and it includes different means of data collection, such as questionnaire, observation, and in-depth interview. Total of 206 sample students were selected through purposive sampling from the three locations. The data gathered was analyzed indescriptive statistics and inferential statistics, specifically regression test. The results of the study show that the implementation of billing system registration can minimize cases and problems of registration; and the information about registration together with the role of the study group board (pokjar board), service UPBJJ-UT, UT service center, bank services, and registration monitoring significant affected on the student registration process through the billing system.   Penulisan artikel ini menyajikan hasil studi tentang implementasi registrasi dengan billing system serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Studi dilakukan di tiga Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT), yaitu UPBJJ-UT Jakarta, Bogor, dan Serang. Studi deskriptif korelasional ini mendeskripsikan data berdasarkan perbedaan rata-rata yang diperoleh melalui kuesioner, observasi dan wawancara mendalam. Responden mahasiswa dipilih melalui purposive sampling berjumlah 206 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji regresi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa billing system dapat meminimalkan masalah-masalah registrasi yang terjadi. Informasi tentang registrasi peran pengurus pokjar, layanan UPBJJ-UT, layanan UT Pusat, layanan bank, dan monitoring registrasi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap proses registrasi mahasiswa melalui billing system

    PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN KEPUASAN NASABAH SEBAGAI PREDIKTOR DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS NASABAH

    Get PDF
    The objective creation of new products and improvement of services is to retain existing customers and attract new customers. Customers are satisfied with the services received will foster customer loyalty so that will be a loyal customer. The purpose of this study is to analyze how much influence the quality of service, product quality and customer satisfaction as a predictor of customer loyalty on the PT. BPR Syarikat Madani. The data were processed using the statistical program for Windows version 20.0 Amos to test for normality, Confirmatory Factor Analysis (CFA) and test the effect of using Structural Equation Modeling (SEM). This study concludes that the quality of service and product quality significantly influence customer satisfaction. While the quality of service and quality of products have a significant effect on customer loyalty. Product quality significantly affect customer satisfaction and customer satisfaction on customer loyalty perpengaruh significant.   Tujuan penciptaan berbagai produk dan peningkatan layanan tersebut adalah untuk mempertahankan nasabah lama dan menarik nasabah baru. Nasabah yang merasa puas terhadap pelayanan yang diterimanya akan menumbuhkan loyalitas nasabah sehingga akan menjadi nasabah yang setia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis seberapa jauh pengaruh kualitas layanan, kualitas produk dan kepuasan sebagai nasabah prediktor terhadap loyalitas nasabah pada PT. BPRS Syarikat Madani. Data diolah menggunakan program statistik Amos for Windows version 20.0 untuk menguji normalitas, Confirmatory Factor Analysis (CFA) serta uji pengaruh menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas layanan dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Sementara kualitas layanan dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah. Kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan nasabah dan kepuasan nasabah perpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah

    INTERACTIVE CONTROL SYSTEM DAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN INTERNAL STUDI KASUS PADA INDUSTRI KREATIF DI JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji asosiasi menggunakan Sistem Pengendalian Manajemen dan pembentukan strategi yang dimaksudkan dan strategi yang muncul yang dapat meningkatkan pembelajaran. Fokus dari MCS digunakan dalam penelitian ini adalah sistem kontrol interaktif. Penelitian ini menggunakan model persamaan struktural sebagai alat analisis multivariat. Sampel yang digunakan adalah pemilik dan pengelola industri kreatif kecil dan menengah di Jawa Barat. Software AMOS 16 digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah dari SEM. Temuan dari penelitian ini adalah: sistem kontrol interaktif memiliki dampak positif dan signifikan terhadap strategi yang dimaksudkan dan strategi muncul, yang dibentuk oleh sistem kontrol interaktif lanjut juga memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pembelajaran intern. Batasan penelitian ini adalah model empiris dalam penelitian ini hanya menggunakan hubungan satu arah antara sistem kontrol interaktif dan strategi proses

    ANALISIS HUBUNGAN LABA BERSIH, ARUS KAS OPERASI DAN RUPS DENGAN DIVIDEN TUNAI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR

    Get PDF
    The study is an empirical study to examine the effect of positive Net Income (EAT), Operating Cash Flow (CFO) and RUPS with a cash dividend on the manufacturing industry (An application of panel data). Techniques for taking a purposive sample with the total sample of 18 companies consecutive pay cash dividends for period 2007-2011. The design of this study is included quantitative research. Research tools used in the testing is the analysis method of panel. The result is a positive significant relationship between net income with cash dividends that pointed by the amount of beta standardized coefficients value 0,352 with a probability value of 0,000. Operating cash flow and RUPS results are positive but unsignificant with cash dividends that pointed by the amount of beta standardized coefficients value are 0,138 with a probability value of 0,210, and RUPS are 0,016 with a probability value of 0,913. Significant relationship means that the value of cash dividends is influenced significantly by the value of net income. Whereas unsignificant relationship means that the value of cash dividends isn't influenced significantly by the value of of the operating cash flow and RUPS.   Penelitian ini merupakan studi empiris untuk menguji pengaruh positif Laba Bersih (EAT), Arus Kas Operasi (CFO) dan RUPS dengan dividen tunai pada perusahaan manufaktur (Suatu penerapan data panel). Pengambilan sampel yang digunkana adalah purposive dengan jumlah sampel sebanyak 18 perusahaan yang berturut-turut membayar dividen tunai selama tahun 2007-2011. Desain penelitian ini adalah termasuk penelitian kuantitatif. Alat yang dipakai dalam pengujian adalah analisis metode panel. Hasilnya adalah hubungan positif yang signifikan antara laba bersih dengan dividen kas yang ditunjukkan dari nilai koefisien beta standardized-nya yaitu 0,499 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000. Arus kas operasi nilai koefisien 0,300 dan nilai probabilitas sebesar 0,210, RUPS dengan nilai koefisien 0,254 dan nilai probabilitas sebesar 0,913, hasilnya positif namun tidak signifikan dengan dividen kas. Hubungan yang signifikan berarti bahwa nilai dividen kas dipengaruhi secara signifikan oleh nilai laba bersih. Sedangkan hubungan tidak signifikan berarti bahwa nilai dividen kas tidak dipengaruhi secara signifikan oleh nilai dari arus kas operasi dan RUPS

    PENINGKATAN KUALITAS BUKU MATERI POKOK BERDASARKAN HASIL UJI COBA LAPANGAN

    Get PDF
    Printed teaching materials (PTM) is the main source of student learning Open University (OU). In the learning process, PTM commonly known as the subject matter of the book (BMP), which presents the material in the module. BMP in higher education open and distance (PTJJ) is designed using a tight structure with a load of information and knowledge-intensive. The purpose of writing this article is to analyze the level of legibility BMP material and effectiveness of instructional design through field trials. The study design was a formative evaluation with a qualitative approach, by taking the object of research BMP Training Management. The informants were 30 students who have not taken the PS Agribusiness Management Training courses. Informants were selected from UT Jember with criteria GPA <2,00; 2,00 to 2,50; and GPA> 2,50, selected 10 students in each criterion. The collection of data through questionnaires and interviewing students directly. Data were analyzed with data reduction, classifying, and draw conclusions. The results showed that in general the material module can be understood, but there are some sentences that are too long and thus require full concentration for students to understand and still found the words that are difficult to understand. For some students, there are examples of confusing and difficult to understand. Images can support material explanation, but there are some images that need to be refined appearance to the students more easily understand. Effectiveness was measured effectiveness of instructional design guidance and encouragement in modules to help students understand the module. Most students do not understand the meaning of the solicitation and guidance. Small tasks can help students to recall the material that has been read. Student formative tests can be understood as the question in accordance with the contents of the module. These results are then used to revise the module. Bahan ajar cetak (BAC) merupakan sumber belajar utama mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Dalam proses pembelajaran, BAC biasa dikenal dengan buku materi pokok (BMP) yang menyajikan materi dalam modul. BMP pada pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) didesain menggunakan struktur yang ketat dengan memuat informasi dan pengetahuan yang padat. Tujuan penulisan artikel ini adalah menganalisis tingkat keterbacaan materi BMP dan efektivitas desain instruksional melalui uji coba lapangan. Rancangan penelitian adalah evaluasi formatif dengan pendekatan kualitatif, dengan mengambil objek penelitian BMP Manajemen Pelatihan. Informan penelitian adalah 30 orang mahasiswa PS Agribisnis yang belum mengambil mata kuliah Manajemen Pelatihan. Informan dipilih dari UT Jember dengan kriteria IPK <2,00; 2,00-2,50; dan IPK>2,50, dipilih 10 mahasiswa pada setiap kriteria. Pengumpulan data melalui kuesioner dan mewawancarai mahasiswa secara langsung. Data dianalisis dengan mereduksi data, mengelompokkan, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum materi modul dapat dimengerti, tetapi ada beberapa kalimat yang masih terlalu panjang sehingga membutuhkan konsentrasi penuh bagi mahasiswa untuk memahaminya dan masih ditemukan kata-kata yang sulit dimengerti. Bagi sebagian mahasiswa, ada contoh yang membingungkan dan sulit difahami. Gambar dapat menunjang penjelasan materi, namun ada beberapa gambar yang perlu disempurnakan tampilannya agar mahasiswa lebih mudah memahami. Efektivitas desain instruksional diukur efektivitas bimbingan dan ajakan dalam modul untuk membantu mahasiswa memahami modul. Sebagian mahasiswa belum memahami makna ajakan dan bimbingan. Tugas-tugas kecil dapat membantu mahasiswa dalam mengingat kembali materi yang sudah dibaca. Tes formatif dapat difahami mahasiswa karena pertanyaannya sesuai dengan isi modul. Hasil penelitian ini selanjutnya digunakan untuk merevisi modul

    SIKAP MAHASISWA MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN TERBUKA DAN JARAK JAUH

    Get PDF
    Utilization of information and communication technology (ICT) in open and distance education is very important. Universitas Terbuka (UT-The Indonesia Open University) gradually began developing and using ICT applications for a variety of purposes, both academic and administrative. In the academic services, UT provides learning materials specifically designed for independent learning. The students can using learning materials provided by UT through the internet such as online tutorial (tuton), web supplement, internet television (I-TV), and online exercise independent (LM-Online). The objectives of the research were: (i) to describe students attitude for using information and communication technology in open and distance learning, and (ii) to describe the relationship between the students characteristics with their attitude for using information and communication technology in open and distance learning. This research was conducted with the survey methods and observations in the Regional Office (UPBJJ-UT) in Serang dan Bengkulu. The 52 students samples were randomly selected as respondents. The data were analyzed through Spearman rank correlation test. The result showed students attitude for using information and communication technology in open and distance learning is pretty good. The result showed educational students background were significantly correlated with their attitude for using web supplement and I-TV. A student region of residence were significantly correlated with their attitude for using I-TV. There was also a significant correlation between the availability of internet facilities and computer ownership with their attitudes for using tuton, web supplement and I-TV. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh sangat penting. Universitas Terbuka (UT) secara bertahap mulai mengembangkan dan menggunakan aplikasi ICT untuk berbagai keperluan, baik akademik dan administratif. Dalam pelayanan akademik, UT menyediakan bahan ajar yang dirancang khusus untuk belajar mandiri. Para mahasiswa dapat menggunakan bahan pembelajaran yang diberikan oleh UT melalui internet seperti tutorial secara online (Tuton), suplemen web , televisi internet (I- TV), dan latihan mandiri online (LM - Online). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menggambarkan sikap mahasiswa untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran terbuka dan jarak jauh, dan (2) untuk menggambarkan hubungan antara karakteristik mahasiswa dengan sikap mereka dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi pada media pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengamatan di Kantor Wilayah (UPBJJ-UT) di Serang dan Bengkulu. Sampel sebanyak 52 mahasiswa dipilih secara acak sebagai responden. Data dianalisis melalui uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sikap mahasiswa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran terbuka dan jarak cukup bagus. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan latar belakang pendidikan mahasiswa secara signifikan berkorelasi dengan sikap mereka untuk menggunakan suplemen web dan I-TV. Tempat tinggal mahasiswa secara signifikan berkorelasi dengan sikap mereka untuk menggunakan I- TV. Ada juga hubungan yang signifikan antara ketersediaan fasilitas internet dan kepemilikan komputer dengan sikap mereka untuk menggunakan Tuton , suplemen web dan I- TV

    IMPLEMENTASI WHOLE LANGUAGE APPROACH SEBAGAI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBAHASA AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD NON FORMAL

    Get PDF
    This study was conducted to implementa holistic approach to language (whole language approach) as the development of early language learning model of children aged 5-6 years in Non-Formal early childhood. As commonly known, ordinary people generally narrows aspects of language learning on only one small part of language development include reading and writing. On the other hand, the whole language approach has not been widely known specially applied nearly language learning in early childhood Non-Formal, but if implemented correctly and consistently, this approach is able to foster interest in literacy children naturally and fun. Whole language has been implemented nearly childhood language learning in developed countries that have a high interest in literacy. This study used action research methods by giving the action in each cycle from planning, action, observation, and reflection. This research was carried out in Non-Formal Childhood Education Mawar in South Tangerang January to July 2014. The subjects of this study consisted of 10 children aged 5-6 years were selected based on the observation of pre-cycle. The results of observations processed through data analysis techniques with descriptive statistics, namely to find the percentage and the average value of the initial improvements in language skills acquired through observation, interviews and discussions, as well as document review. The results showed that the implementation of the whole language approach that include simmertion, demonstration, expectation, responsibility, employment, approximation, feedback can improve early reading skills of young children. Based on pre-cycle observations initially beginning literacy percentage of 30.25% is still a child. In the first cycle after the action as much as7 times the meeting obtained by an increase in the percentage amounted to 85.50%. Based on these data showed an increase in the percentage of literacy of the observation of pre-cycle by 55.25%.The implications of this study are expected to approach whole language can be used as the development of early language learning model early childhood 5-6 years in Non-Formal early childhood, because it is natural and fun and developmentally age children. Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasikan pendekatan bahasa holistik (whole language approach) sebagai pengembangan model pembelajaran berbahasa awal anak usia 5-6 tahun di PAUD Non Formal. Sebagaimana lazim diketahui, masyarakat awam umumnya menyempitkan aspek pembelajaran berbahasa hanya pada salah satu bagian kecil perkembangan bahasa meliputi membaca dan menulis. Di sisi lain, pendekatan whole language belum banyak diketahui apalagi diterapkan di dalam pembelajaran berbahasa awal anak usia dini di PAUD Non Formal, padahal apabila diimplementasikan secara benar dan konsisten pendekatan ini mampu menumbuhkan minat literasi (keaksaraan) anak secara alamiah dan menyenangkan. Whole language telah diterapkan dalam pembelajaran berbahasa anak usia dini di negara-negara maju yang memiliki minat literasi tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dengan memberikan tindakan pada setiap siklus mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Non Formal Mawar Tangerang Selatan pada bulan Januari sampai Juli 2014. Subyek penelitian ini terdiri dari 10 orang anak usia 5-6 tahun yang dipilih berdasar hasil observasi pra siklus. Hasil observasi diolah melalui tekhnik analisis data dengan statistik deskriptif, yaitu mencari persentase dan nilai rata-rata peningkatan kemampuan berbahasa awal yang diperoleh melalui observasi, interview dan diskusi, serta kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan whole language yang meliputi immertion, demonstration, expectation, responsibility, employment, approximation, and feedbackdapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak usia dini. Berdasarkan observasi pada pra siklus pada awalnya persentase kemampuan membaca permulaan anak masih sebesar 30,25%. Pada siklus I setelah dilakukan tindakan sebanyak 7 kali pertemuan diperoleh peningkatan persentase menjadi sebesar 85,50%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan peningkatan persentase kemampuan membaca dari hasil observasi pra siklus sebesar 55,25%. Implikasi dari penelitian ini diharapkan pendekatan whole language dapat dijadikan sebagai pengembangan model pembelajaran berbahasa awal anak usia dini 5-6 tahun di PAUD Non Formal, karena sifatnya yang alamiah dan menyenangkan serta seusia dengan tahapan perkembangan anak

    LAYANAN KOMUNIKASI PERSUASIF: SUATU UPAYA PENINGKATKAN PERAN AKTIF PESERTA TUTON TERKATEGORI PASIF

    Get PDF
    Persuasive communication model for online tutorial participants categorized passive developed to increase their active role in the activities online tutorial. The development of this model is done considering the number of participants categorized Tuton passive in every semester, one of them is Online tutorial participants for the course Introduction to Communication Studies (SKOM 4101). Though their active role in the activities online tutorial (in discussion or workmanship assignment) will contribute positively to indigo final exam for the course related. This research is research Research And Development, with the following stages : (1) conduct an inventory of the participants Tuton Communication Studies introductory course registration period 2013.1 categorized passive, (2) conduct a survey of students participating in Science Communication Tuton introductory course registration period 2013.1 categorized passive and chosen as research respondents, in order to determine the factors that cause they do not participate actively in the activities online tutorial, (3) develop a model of persuasive communication service, (4) to test a model to study respondents using the experimental method is the stage of activity pretest, treatment, posttest . The population in this study were all students participating online tutorial Introduction to Communication Studies class 01 at the time of registration are categorized passive 2013.1. Samples were taken from the overall population. The findings showed that: (1) there are 37 participants online tutorial Introduction to Communication Studies class 01 which categori passive, (2) factor is the reason for their inactivity in online tutorial activities are busy work, so they do not have the time to participate in activities online tutorial that they follow, (3) model of persuasive communication services is developed in the form of persuasive communication services electronic mail sent directly to the email address of each respondent, (4) trial results letter persuasive communication services developed shows that a change in the behavior of respondents, which they then became active in the delivery online tutorial indicated task by respondents after they acquire electronic mail that is packaged in the form of persuasive communication Model komunikasi persuasif bagi peserta tutorial online (tuton) terkategori pasif dikembangkan guna meningkatkan peran aktif mereka dalam kegiatan tuton. Pengembangan model ini dilakukan mengingat masih banyaknya peserta tuton yang terkategori pasif pada tiap semester, salah satunya adalah peserta tuton untuk matakuliah Pengantar Ilmu Komunikasi (SKOM 4101). Padahal peran aktif mereka dalam kegiatan tuton (dalam diskusi maupun pengerjaan tugas) akan berkontribusi secara positif terhadap nilai ujian akhir untuk matakuliah terkait. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research And Development, dengan tahapan sebagai berikut: (1) melakukan inventarisasi peserta tuton matakuliah pengantar Ilmu Komunikasi masa registrasi 2013.1 yang terkategori pasif, (2) melakukan survai kepada mahasiswa peserta tuton matakuliah Pengantar Ilmu Komunikasi masa registrasi 2013.1 yang terkategori pasif dan terpilih sebagai responden penelitian, guna mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan mereka tidak berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan tuton, (3) mengembangkan model layanan komunikasi persuasif, dan (4) melakukan uji coba model kepada responden penelitian dengan menggunakan metode eksperimen yaitu dengan tahapan kegiatan pretest, treatment, posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta tuton Pengantar Ilmu Komunikasi kelas 01 pada masa registrasi 2013.1 yang terkategori pasif. Sampel penelitian diambil secara keseluruhan dari populasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada 37 peserta tuton Pengantar Ilmu Komunikasi kelas 01 yang tekategori pasif, (2) faktor yang menjadi alasan ketidakaktifan mereka dalam kegiatan tuton adalah kesibukan kerja, sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk berperan aktif dalam kegiatan tuton yang mereka ikuti, (3) model layanan komunikasi persuasif yang dikembangkan adalah layanan komunikasi persuasif berbentuk surat elektronik yang dikirim langsung ke alamat email masing-masing responden, (4) hasil uji coba surat layanan komunikasi persuasif yang dikembangkan menunjukkan bahwa terjadi perubahan perilaku responden, yaitu mereka kemudian menjadi aktif dalam kegiatan tuton yang ditunjukkan dengan pengiriman tugas oleh responden setelah mereka memperoleh surat elektronik yang dikemas dalam bentuk komunikasi persuasif. &nbsp

    PEMILIHAN BUTIR SOAL PADA RANCANGAN TES ADAPTIF BERDASARKAN EFFICIENCY BALANCED INFORMATION

    Get PDF
    One of the most popular item selection methods in the design of adaptive testing is Maximum Information Method. This method provides the items with the maximum information at a certain level of selecting ability. The lack of this method is rarely accurate in estimating the level of ability of the examinees at the beginning of the test and tends to select items with higher discrimination-parameter value than items with lower discrimination-parameter. It creates problem in maintaining item bank. Therefore, another method should be found. The objective of the study is to determine the performance of the application of the estimation method Balanced Efficiency Information (EBI) on the design of an adaptive test. This research was carried out through a simulation study in the setting of organizing the Open University final exams. Item bank for the purposes of simulation models based on 3 parameters Item Response Theory was contructed a total of 900 items were generated base on the ideal parameter of the item specifications. Two selection criteria items were simulated, namely Information Maximum and EBI Maximum. Those two criteria were also designed to meet the content balancing. This is to ensure that the algorithm is appropriate with the applicable UT modular learning, meaning items of each module were proportionally represented and suited the blueprint. The tests will be stopped at when the standard error of estimate ( standard error of estimation = SEE ) is 0.3.The study summarized that the algorithm of EBI was more accurate than the Maximum Information criteria in estimating performance capabilities of participants. This is indicated by the value of the bias and the standard deviation of EBI is smaller than Maximum Information criterias. Another advantage of the application of the EBI Maximum is optimally utilizing of the item bank. The items with low level of the discrimination-parameter will also be chosen at the begining of the test. The maximum information criterion is more efficient in terms of test length but less optimally of the item bank utilization. Salah satu metode pemilihan butir soal yang popular digunakan dalam rancangan tes adaptif adalah metode Informasi Maksimum. Melalui metode ini, butir soal yang memiliki informasi maksimum pada tingkat kemampuan tertentu akan dipilih dan diberikan kepada peserta tes. Namun kelemahan dari metode ini adalah kurang akurat dalam mengestimasi tingkat kemampuan peserta pada awal tes dan memiliki kecenderungan untuk memilih butir dengan nilai daya pembeda parameter butir yang tinggi dibandingkan butir dengan nilai parameter daya pembeda yang rendah, sehingga menimbulkan masalah pemeliharaan butir soal dalam bank soal. Karena itu dicari cara lain untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa hasil estimasi dari penerapan metode Efficiency Balanced Information (EBI) pada rancangan tes adaptif. Penelitian ini dilakukan melalui studi simulasi dalam setting penyelenggaraan ujian akhir semester Universitas Terbuka. Bank soal untuk keperluan simulasi dibangkitkan berdasarkan model Item Response Theory 3 parameter. Sebanyak 900 butir soal dalam bank soal bangkitan dengan spesifikasi parameter butir yang ideal. Dua kriteria pemilihan butir soal yang disimulasikan yaitu Informasi Maksimum dan EBI Maksimum yang juga dirancang agar memenuhi keseimbangan isi. Hal ini agar menjamin bahwa algoritma yang dihasilkan sesuai dengan pembelajaran moduler yang diterapkan UT, artinya butir soal setiap modul secara proporsional terwakili dan sesuai kisi-kisi. Aturan pemberhentian tes menggunakan kesalahan baku estimasi (standard error of estimation=SEE) sebesar 0,3. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa algoritma rancangan tes adaptif dengan kriteria EBI menghasilkan performa hasil estimasi kemampuan peserta yang lebih akurat dibandingkan kriteria Informasi Maksimum. Hal ini ditunjukkan oleh nilai bias dan simpangan baku pengukuran yang lebih kecil dibandingkan kriteria Informasi Maksimum. Kelebihan lain dari penerapan kriteria EBI Maksimum adalah kebermanfaatan bank soal lebih optimal karena butir-butir soal dengan tingkat daya beda rendah juga dimunculkan khususnya pada awal tes. Sedangkan kriteria Informasi Maksimum walaupun lebih efisien dari sisi panjang tes tetapi kurang optimal dalam memanfaatkan bank soal

    1,630

    full texts

    2,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Terbuka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇