Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN TENTANG PERSENTASE DENGAN BATERAI HANDPHONE DI KELAS V SD NEGERI 119 PALEMBANG
The purpose of this study to determine the extent to which students' understanding in percent material by using the context of mobile phone batteries. The subject of the research is the fourth grade students of SD N 119 Palembang 31 pupils and with different ability, the method in this research uses research design research method as the right tool to reach the goal, this research using realistic mathematics education approach. The results of this study indicate that 20% of students can solve the problem percent to gradually difficult, while 80% of students have not arrived at the problem with a difficult stage. From the research students are easier to understand the percent by using mobile phone battery as the context and modeling mathematics of the model bar.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa dalam materi persen dengan menggunakan konteksbaterai handphone. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD N 119 Palembang sebanyak 31 siswa yang mempunyai kemampuan berbeda, metode mengenai penelitian ini menggunakan metode penelitian design research sebagai sarana yang tepat untuk mencapai tujuan, penelitian iini menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 20% siswa bisa menyelesaikan persoalan persen sampai ketahap susah, sedangkan 80% siswa belum sampai pada penyelesaian soal dengan tahap susah. Dari penelitian tersebut siswa lebih mudah memahami persen dengan menggunakan baterai handphone sebagai konteks dan pemodelan matematika dari model bar
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMUNIKASI, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI
The purpose of this study is examine the influence of organizational culture, organizational communication, working environment, and motivation on organizational commitment to enhance employee performance. The use of variables is based on the results of previous studies. The study was conducted at BPS-Statistic Provincial in Bengkulu Province with respondents about 200 employees. The analytical method used is the Structural Equation Modeling (SEM). The purpose of SEM is obtaining the best structural model of the model developed. The result indicates that organizational culture have not positif and significant impact on performance, organizational culture have positive and significant impact on organizational commitment, organizational communication have not significant impact on performance, organizational communication have not significant impact on organizational commitment, motivation have positive effect but not significant to the performance, motivation have positive effect and significant on organizational commitment, working environment have not positif and significant effect on employee performance, and working environment have not signifikan and significant effect on organizational commitment.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh budaya organisasi, komunikasi organisasi, lingkungan kerja, dan motivasi terhadap komitmen organisasi untuk meningkatkan kinerja pegawai. Penggunaan variabel-variabel tersebut berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian dilakukan BPS Provinsi/ Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu dengan responden sebanyak 200 pegawai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modeling. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, komunikasi organisasi tidak signifikan terhadap kinerja, komunikasi organisasi tidak signifikan terhadap komitmen organisasi, motivasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja, motivasi berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, lingkungan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, lingkungan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi
DESTINATION BRANDING AS A STRATEGY TO INCREASE POSITIVE IMAGE OF INDONESIA
Usaha untuk meningkatkan citra bangsa Indonesia, baik internal maupun eksternal merupakan pekerjaan rumah yang berkelanjutan. Dalam kajian Public Relations, termasuk dalam matakuliah PR program ataupun kampanye PR. Pemerintahan Jokowi telah memformulasikan Nawa Cita dalam memimpin negara ini, sementara Kementerian Pariwisata telah memformulasikan suatu kampanye berjudul Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesias ejak 1 Januari 2011. Artikel ini menggunakan konsep destination branding serta menggunakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai aplikasi konsep yang diwujudkan di dalam kelas Capstone. Kegiatan PkM ini telah berjalan sejak Agustus hingga Desember 2016. Luaran dari PkM ini berbentuk kampanye komunikasi yang mempromosikan satu atau lebih tujuan wisata di Indonesia. Kampanye ini menargetkan khalayak domestic atau turis lokal. Luaran dari proyek ini ialah program audio-visual berdurasi 30 menit yang menayangkan destinasi tertentu di Indonesia, iklan komersil dari sponsor dan iklan layanan masyarakat. Program ini dipancarteruskan melalui media sosial. Dua target utama kampanye ini adalah; pertama, target khalayak yang menonton melalui media sosial. Lalu komunitas yang diangkat melalui pojek PkM ini merupakan target utama kedua. Tulisan ini merupakan proposal PkM serta progress dari kampanye komunikasi yang dilakukan.
The effort to increase the image of Indonesia as a country, both internally and externally, has been a continuous homework. In Public Relations, the subject is called PR program or PR campaign. Whilst, President Jokowi’s administration has formulated Nawa Cita in leading this country, the Ministry of Tourism has formulated a campaign Wonderful Indonesia or Pesona Indonesia since January 1st, 2011.This article highlights destination branding as a concept and use Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) as the application of the concept, internalized in a subject called Capstone. This PkM project will have been running since August until December 2016. The output of this PkM will be in a form of communication campaign which will promote one or more designated touristic pace in Indonesia. This campaign aims at mainly domestic audience or local tourists. The output of this project is a 30-minute audio-visual program which broadcasts about a particular destination in Indonesia, TVC from sponsor(s) and Public Service Announcement (PSA). This program will be spread through social media. There are mainly two targets of this campaign; first, the main target is the audience of social media. The community which was profiled by this program will be our second main target of this PkM project. This writing is about PkM proposal as well as the progress of the communication campaign
PENERAPAN REGRESI LOGISTIK BINER UNTUK MENGUKUR RESIKO ANEMIA DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL
The prevalence of anaemia is an important health indicator for pregnant women. This paper demonstrates the use of logistic regression modelling techniques for an ordinal binary in terms of both response and predictor variables. By using 120 cross-sectional data to measure the attitude of pregnant women observed at three Community Healthcare Center (CHC) in the Serang District - Banten Province on September 2012, we investigated a factor predicting anaemia and tested whether changes in nutritional status were associated with changes in anaemia status. The anaemia status threshold using haemoglobin concentration (g/dl) was measured by the Cyanmethemoglobin method, and the nutritional status was categorized by measuring Upper Arm Circumference (cm). This paper discusses the roles of nutritional status determining the risks of anaemia and compares the results obtained using the contingency analytical methods. The paper also demonstrates how the logistic regression modelling approach dealing with the odds ratio statistic can better explain the risks of anaemia determined by nutritional status found in the CHC studied. We found that anaemia status is affected by nutritional status (coef. 1,07; p. 0,066), and the results of contingency analysis reveals that anaemia satus is associated with nutritional status (chi-sq. 3,60; p. 0,058). According to odds ratio statistic of the logistic regression (OR 2,92), the risks of anaemia on pregnant women with cronic energy deficiency would be 2,92times higher than they are on normal nutritions.
Prevalensi anemia pada kehamilan merupakan salah satu indikator penting kesehatan ibu hamil. Paper ini membahas teknik regresi logistik untuk mengukur resiko anemia ibu hamil berdasarkan status gizinya. Rancangan model hanya terdiri dari satu variabel respon dan satu prediktor skala biner. Hasil analisis regresi logistik dibandingkan dengan analisis chi-kuadrat tabel kontingensi. Estimasi parameter regresi menggunakan data cross-sectional 120 ibu hamil yang diamati langsung dari tiga Puskesmas di Kabupaten Serang, Banten, pada September 2012. Status anemia dikategorikan dari pengukuran kadar hemoglobin (g/dl) menggunakan metode cyanmethemoglobin, sedangkan status gizi dari pengukuran pita lingkar lengan atas (cm). Analisis regresi logistik menunjukkan satus anemia dipengaruhi status gizi (koefisien regresi status gizi 1,07; odds ratio 2,92; p. 0,066). Analisis chi-kuadrat menunjukkan status anemia berhubungan dengan status gizi (chi-kuadrat 3,60; p. 0,058). Statistik odds ratiopada kasus ini mendeskripsikan sejauh mana peran status gizi menentukan resiko anemia ibu hamil. Resiko anemia 2,92 kali lebih tinggi bagi ibu hamil dengan kondisi gizi kurang energi kronik daripada ibu hamil dengan gizi baik
PENGARUH PELATIHAN DAN KEJELASAN TUJUAN DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAERAH
This research was conducted to analyze the influence of training and clarity of objective in the use Local Information Financial System (SIKD). The data were collected by sending 112 questionnaires to the user of Local Information Financial System (SIKD) in Ambon City, in which only 71 questionnaires were given back to the researcher. Processing and analysis of data using multiple linear regression analysis with SPSS (Statistical Product and Service Solution). The test data used for linear regression is test data quality, classic assumption test, test hypotheses and discussion. The results showed that the variables of training have a positive influence on the use of Local Information Financial System (SIKD) and clarity of objective to have a positive influence on the use of Local Information Financial System (SIKD).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan kejelasan tujuan dalam penggunaan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD). Data dikumpulkan dengan mengirimkan 112 kuesioner kepada pengguna Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) di Kota Ambon, di mana hanya 71 kuesioner diberikan kembali kepada peneliti. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS. Pengujian data yang digunakan untuk regresi linear berganda adalah uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji hipotesa dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) dan kejelasan tujuan memiliki pengaruh positif terhadap penggunaan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD)
ANALISIS DAYA SAING INDUSTRI MANUFAKTUR JAWA TIMUR: SEBUAH PENDEKATAN SPASIAL
This research aims to identify the pre-eminent product based on comparative advantages and Location Quotion concept as well as spatial aspect. The analysis result confirm that spatial concentration of manufacture sector industry in East Java located in six region which is Kota Surabaya, Kota Kediri, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Malang, and Kabupaten Pasuruan. This six region dominate manufacture industrial output in East Java about 85%. It means that the changing of supply and demand side in these regions will influence to the manufacture industrial performance in east Java as a whole. Manufacture industry in East Java is still dominated by food, beverages and tobacco industries (ISIC 31); textiles, shirt and skin (ISIC 32); wood based industry (ISIC 3.6), paper and print industry (ISIC 3.4) and transportation industry (ISIC 3.8). The analysis result using RTA index shows that East Java Province has export comparative advantages in lead and article thereof (HS 78), explosive; matches; pyrotechinic product (HS 36), cereals (HS 10), zinc and particles thereof (HS 79), tools, implements, cutlery, spoons (HS 82), dan dairy product (HS 04). The analysis on spatial association of output of East Java manufacture industry result several findings. The research results that there is positive spatial autocorrelation, in which high value region is surrounded by the high value regions, otherwise the low value region is surrounded by the low value regions. Spatial lag model also shows the importance of manufacturing industry output growth rate of neighboring regions. Spatial lag models show that the growth of the industrial output in the neighbour region plays an important role as determinant factor of industrial output in one region in the East Java Province.
Perubahan struktural pada perekonomian modern ditunjukkan oleh semakin besarnya peran sektor industri manufaktur dalam suatu perekonomian. Kebijakan yang berorientasi spasial dan regional merupakan salah satu faktor kunci yang dapat mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pembangunan di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan daya saing berdasarkan berdasarkan aspek kewilayahan (spasial) di Provinsi Jawa Timur. Industri manufaktur dari aspek kewilayahan terkonsentrasi pada enam wilayah yaitu Surabaya, Kota Kediri, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, dan Pasuruan. Ke enam wilayah ini mendominasi output industri manufaktur di Jawa Timur hingga 85%. Hasil analisis daya saing menggunakan indek RTA (revealed comparative trade advantage) menunjukkan bahwa Jawa Timur secara keseluruhan memiliki keunggulan komparatif dalam ekspor untuk komoditi seperti timbal dan produk turunannya (HS 78), pyrotechinic dan produk turunannya (HS 36), cereals (HS 10), seng dan produk turunannya (HS 79), perkakas dan produk sejenis (HS 82), dan produk terbuat dari susu (HS 04). Analisis keterkaitan spasial industri manufaktur dengan cluster di Jawa Timur menunjukkan ada keterkaitan spasial yang positif (positive spatial autocorrelation), dimana daerah yang memiliki daya saing yang tinggi dikelilingi oleh daerah yang nilainya tinggi pula. Analisis menggunakan Model spatial lag juga menunjukkan faktor-faktor penentu daya saing industri manufaktur (berdasarkan teori berlian/Diamond Theory dari Porter) daerah tetangga sangat penting sebagai penentu daya saing industri manufaktur di masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Timur
PENGARUH TALENT MANAGEMENT TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI DI UNIVERSITAS TERBUKA
The higher level of competition in Indonesia resulted in Higher Education faced with the challenge to survive. One way is to improve the quality of its employees. Employees who have the expertise, energy, and creativity, or commonly known as Talent, will be needed by universities to achieve its objectives. Talent is the biggest element that forms the strength of human resources, the other element is knowledge and skills which can be obtained through the process of human resource development. The purpose of this study was to identify the factors that affect the implementation of career development programs through talent management at UT. Methods of data collection in this study is a survey method using a questionnaire distributed to respondents and processed using SEM analysis tools. The results of research data management shows that the Talent Management have significant effect on career development at Universitas Terbuka. This means that the higher the role of talent management, the more influence on career development at UT. The most influential variables on Career Development is the potential variables.
Semakin tinggi tingkat persaingan di Indonesia mengakibatkan Perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan untuk dapat bertahan hidup. Salah satu cara adalah dengan meningkatkan kualitas karyawannya. Karyawan yang memiliki keahlian, tenaga, dan kreativitas, atau yang biasa dikenal sebagai Talenta, akan dibutuhkan oleh perguruan tinggi untuk mencapai tujuannya. Talenta adalah unsur terbesar yang membentuk kekuatan sumber daya manusia, unsur lainnya adalah pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) yang dapat diperoleh melalui proses pengembangan sumber daya manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program pengembangan karir melalui talent management di UT. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner (angket) dibagikan kepada responden dan diolah dengan menggunakan alat analisis SEM. Hasil pengelolaan data menunjukkan bahwa Talent Management berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan karir pegawai di Universitas Terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi peran talent manajemen maka semakin berpengaruh terhadap pengembangan karir pegawai di UT. Variabel yang paling berpengaruh terhadap Pengembangan Karir adalah variabel potensi
EXPLORING INDONESIA-PARAGUAY TRADE POTENTIALS: A REVEALED COMPARATIVE ADVANTAGE APPROACH
Artikel ini akan menganalisis potensi perdagangan bilateral antara Indonesia-Paraguay berdasarkan daya saing ekspor masing-masing. Tulisan ini dalam analisisnya menggunakan Comparative Advantage Index untuk tahun 2012 yang diperoleh dari World Integrated Trade Solution (WITS). Makalah ini mengungkapkan bahwa ada peluang besar bagi kedua negara untuk lebih memperkuat hubungan perdagangan bilateral. Berdasarkan analisis RCA Index, diungkapkan bahwa secara umum kedua negaratelah mengekspor komoditas mereka berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing, namun bagaimanapun ekspor kedua Negara saat ini tidak mencerminkan potensi mereka, Paraguay (tidak untuk Indonesia) yang sepuluh komoditas unggulannya dengan keunggulan komparatif yang kuat tidak dapat menembus pasar kedua belah pihak. Studi ini menyarankan kedua Negara harus menghapus hambatan perdagangan mulai dengan menyediakan akses untuk 10 komoditas ekspor dengan keunggulan komparatif kuat untuk masuk di kedua negara. Langkah ini bias menjadi batuloncatan menuju penguatan hubungan perdagangan bilateral.
This paper attempts to analyze the Indonesia-Paraguay bilateral trade potentials based on their respective export competitiveness. The analysis uses the Revealed Comparative Advantage Index for year 2012 obtained from World Integrated Trade Solution (WITS). The paper reveals that there are huge opportunities for both countries to further strengthen bilateral trade relations. Based on the RCA Index analysis, the paper revealed that in general both countries have exported their commodities based on their respective comparative advantages, but however both countries current exports still do not reflect their potentials as most for Paraguay (none for Indonesia) of the top ten commodities with the strongest comparative advantage were unable to penetrate both sides market. This study suggests both countries should remove trade barriers starting by providing access for the top 10 export commodities with the strongest comparative advantage to penetrate in both countries. This step could be a stepping stone towards strengthening bilateral trade relations
IMPLEMENTASI STRATEGI PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) DALAM PROGRAM TUTORIAL TEKNIK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU
The objective of the study is to develop the design model of the face-to-face tutorial ofthe academic writing course for the teachers by implementing concept mapping strategy. The instructional aims of the course are to facilitate the students to write the academic articles which implement the academic writing standards. The Borg and Gall research and development model was used to develop the intended tutorial program. The model of research and development consist of several steps as follows: (1) Identify instructional goal; (2) conduct an instructional analysis; (3) Analysze students and instructional setting; (4) Determine instructional objectives; (5) Develop assessment instrument; (6) Develop instructional strategies; (7) Develop learning materials; (8) Conduct formative evaluation; (9) Revise the program. It was found that the developed tutorial program on the academic writing course was able to facilitate the students learningin creating academic papers.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model desain program tutorial tatap muka pada mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah bagi guru.Tujuan pembelajaran pada mata kuliah ini adalah memfasilitasi mahasiswa program PGSD Universitas Terbuka agar mampu menulis artikel ilmiah sesuai standar penulisan karya tulis ilmiah. Model penelitian dan pengembangan Borg, Gall dan Gal diaplikasikan dalam penelitian ini untuk mendesain dan mengembangkan model desain program tutorial tatap muka pada mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah bagi guru. Langkah-langkah model penelitian dan pengembangan yang digunakan meliputi:(1) mengidentifikasi kompetensi umum; (2) melakukan analisis instruksional; (3) melakukan analisis siswa dan setting pembelajaran; (4) menulis kompetensi khusus; (5) mengembangkan instrumen penilaian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan bahan pembelajaran; (8) melakukan evaluasi formatif; (9) merevisi program pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model desain program tutorial tatap muka mata kuliah teknik mpenulisan karya ilmiah dapat memfasilitasi proses belajar mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah. Selain itu pemanfaatan strategi peta konsep meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa dalam mempelajari teknik penulisan karya ilmiah
POTENSI TEGAKAN SEBAGAI INDIKATOR TINGKAT KEBERHASILAN PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) PERHUTANI
Program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) melibatkan masyarakat desa sekitar hutan untuk mengelola hutan secara berkelanjutan. Tujuan penulisan artikel adalah menganalisis potensi tegakan sebagai indikator keberhasilan program PHBM. Populasi penelitian adalah semua tegakan pohon yang ditanam oleh petani pada hutan PHBM di Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Sukabumi, tepatnya di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sampel penelitian adalah tegakan pohon yang ditanam oleh 20 orang petani terdiri atas 10 petak lahan yang dirawat secara intensif dan 10 petak yang tidak intensif. Satu petak lahan berukuran 0,1 ha. Data yang dikumpulkan adalah data primer, yaitu lingkar batang pohon, tinggi pohon, jenis dan jumlah pohon, diameter pohon, dan luas bidang dasar. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan jumlah pohon di lahan yang dikelola dengan intensif dan tidak intensif. Distribusi pertumbuhan pohon di antara kedua lahan cenderung sama. Jumlah jenis pohon hanya berbeda 1 pohon. Struktur vegetasi mempunyai perbedaan, terutama pada tanaman masyarakat. Indeks keragaman pohon mempunyai nilai yang hampir sama, yaitu 0,36 dan 0,35. Keduanya menunjukkan heterogenitas yang hampir sama, meskipun jumlah pohon lebih banyak pada lahan yang dikelola dengan intensif. Tanaman yang dominan mempunyai kecenderungan yang hampir sama, yaitu pinus pada tanaman pokok dan karet pada tanaman masyarakat. Rata-rata diameter pohon lebih besar pada lahan yang tidak dikelola dengan intensif. Program PHBM yang dikelola dengan intensif lebih menguntungkan dibandingkan dengan program PHBM yang tidak dikelola dengan intensif, dari sisi jumlah pohon, keragaman jenis pohon, dan manfaat yang dapat diambil oleh petani dalam jangka pendek