Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
PENGARUH PARTISIPASI PENGGUNA TERHADAP KESUKSESAN SUATU SISTIM INFORMASI
The study of researchers previously had find that the user participation has good influence and it is significant to the system quality. In the other hand, the system quality has good and it is not significant to the user satisfaction. This research is done to analyze participation level of information system user in open university. The participant in this research is 100 students who participate in using web-based learning system. The analysis instrument which is used is SEM method with Lisrel version 8.7 method approach. The result of this research show that system quality (H1) has positif influence but it is not significant to the user satisfaction. It is because the system which is used is too high (high quality), so it is difficult to understand by the user. In the other hand, the user participation (H2) has positif influence and it is significant to system quality, it is because the information technology system that is developed will be success if the user participation is always involved and considered.
Kajian peneliti terdahulu menemukan bahwa partisipasi pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas sistem. Disisi lain kualitas sistem berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pengguna. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat partisipasi pengguna sistem informasi di Universitas Terbuka. Responden dalam penelitian ini adalah 100 orang mahasiswa yang berpartisipasi dalam penggunaan sistem web-based learning. Alat analisis yang digunakan adalah metode SEM dengan pendekatan metode Lisrel versi 8.7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem (H1) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hal ini karena sistem yang digunakan terlalu canggih/berkualitas sehingga sulit dipahami oleh pengguna. Partisipasi pengguna (H2) berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kualitas sistem, hal ini terjadi karena sistem teknologi informasi yang dikembangkan akan berhasil apabila partisipasi pengguna banyak dilibatkan dan dipertimbangkan
KOREKSI GAYA GRAVITASI DAN EFEK GRAVITOELEKTROMAGNETISME BERDASARKAN ENTROPI GRAVITASI KUANTUM
In the weak-field limit condition, the gravitational force has a form that is analogous to the electromagnetic force. So that by using the analogy, we may propose the formula that called as gravitoelectromagnetism effect. Like the electromagnetic field, the gravity also predicted to has gravitoelectric field and gravitomagnetic field. In this paper we derive the expression of gravitational force as the entropic force according to correction of the generalized uncertainty principle (GUP) in the study of quantum gravity. Newton's gravitational force arise naturally due to the change of information (entropy) of a holographic screen that produced by object with mass M and it can be detected by other object which has mass m. From the formulation of gravity that we obtain, it appears that in the surrounding of object with mass M can be found the additional mass density which is indicated as a quantum foam. So according to the indications we calculate the gravitoelectric field and the gravitomagnetic field of the rotating object and we found that the result also influenced by the quantum fluctuations.
Pada kondisi medan lemah gaya gravitasi memiliki bentuk yang analogi dengan gaya elektromagnetik, sehingga melalui analogi tersebut dapat diajukan suatu rumusan yang disebut dengan efek gravitoelektromagnetisme. Layaknya medan elektromagnetik, gravitasi juga diprediksi memiliki medan gravitoelektrik dan medan gravitomagnetik. Di dalam artikel ini penulis mencoba menurunkan ungkapan gaya gravitasi sebagai gaya entropik berdasarkan koreksi dari generalized uncertainty principle (GUP) sesuai kajian gravitasi kuantum. Gaya gravitasi Newton muncul secara alami karena adanya perubahan informasi (entropi) dari layar holografik yang dihasilkan oleh objek bermassa M dan terdeteksi oleh objek lain yang bermassa m. Dari rumusan gaya gravitasi yang diperoleh tampak bahwa di sekitar objek bermassa M terdapat densitas massa tambahan yang dapat dipandang sebagai quantum foam. Dengan adanya indikasi tersebut penulis menghitung medan gravitoelektrik dan gravitomagnetik pada objek yang berotasi dan ternyata kedua medan yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh adanya fluktuasi kuantum
PENGGUNAAN REGRESI STEPWISE UNTUK MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI SANTRI MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS SMK IBNU CHOLIL BANGKALAN)
People of Bangkalan in Madura Island, as the area closest to the Metropolitan Municipality of Surabaya, have low level of awareness of education, Evidence showed that many students were reluctant to continue their education to a higher level. It is because social culture and economic factors of the student. This research reviewed the motivation of santri boarding (Islamic Student) to continue their study into college from economic aspects so we can know the factors affecting the motivation of students to continue their studies into college.The study was conducted in SMK Ibn Cholil Bangkalan by collecting data through questionnaires. The data collected were analysed stepwise regression method, the result stated that only the father's occupation variable has significant influence.The higher the father's occupation, the greater the need for students to continue their studies to university.
Masyarakat Kabupaten Bangkalan, sebagai wilayah terdekat Pulau Madura dengan Kota Metropolitan Surabaya, mempunyai tingkat kesadaran akan pendidikan yang masih sangat rendah yang dibuktikan dengan banyaknya siswa yang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi sosial budaya dan faktor ekonomi dari siswa yang bersangkutan. Dalam penelitian ini dikaji motivasi santri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dari segi ekonomi sehingga diketahui faktor yang mempengaruhi motivasi santri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Penelitian dilakukan di SMK Ibnu Cholil Kabupaten Bangkalan dengan pengambilan data melalui kuesioner. Analisa dilakukan dengan menggunakan regresi Stepwise menghasilkan bahwa hanya variabel pekerjaan ayah yang mempunyai pengaruh signifikan. Semakin tinggi pekerjaan ayah, semakin besar pula keinginan siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT DALAM PROSES PERUBAHAN ORGANISASI PADA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA
This study aims to obtain a description of the supporting and inhibiting factors in the process of organizational change of education based on management perspective that occurs in the scope of higher health education of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This study used a qualitative approach by conducting case study at Palangka Raya Health Polytechnic. The research results are as follows: (a) Supporting factor that must be there is the existence of a manual or technical guidance in organizing the organization; (b) Whereas the inhibiting factor is the old habits, the mindset, the mental model is still inhibiting from the organizers and members of the organization; (c) The inhibiting factor is the existence of selfishness of each highly visible party; (d) Inhibitors may also occur if there are still "little kings" and selfishness from each of the former institutions; (e) Other issues that support in this process of change are in terms of facilities and infrastructure, namely the availability of buildings and land; (f) Another inhibiting factor is that in terms of educational qualifications, there are departments that do not meet, for example in the midwifery department there are still many average teachers with Diploma IV education background and non-linear education; (g) Inhibiting factors may also occur if the reason of seniority is always carried around; (h) The inhibiting factor is lack of human resources in using modern health equipment, including the use of teaching aids in accordance with the progress of science and teaching and learning technology.
Penelitian ini bertujuan untuk memperolah gambaran mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam proses perubahan organisasi pendidikan yang ditinjau dari perspektif manajemen yang terjadi di lingkup organisasi pendidikan tinggi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi kasus pada institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (a) Faktor pendukung yang harus ada yaitu adanya buku pedoman atau petunjuk teknis dalam penyelenggaraan organisasi; (b) Sedangkan yang menjadi faktor penghambat itu adalah kebiasaan lama, mindset-nya, mental model-nya masih bersifat menghambat dari para pengelola dan anggota organisasi; (c) Faktor penghambat yaitu adanya keegoisan masing-masing pihak yang sangat tampak; (d) Penghambat juga dapat terjadi apabila masih ada “raja-raja kecil†dan keegoisan dari masing-masing institusi yang dulu; (e) Perihal lain yang mendukung dalam proses perubahan ini adalah dari sisi sarana dan prasarana, yaitu tersedianya gedung dan tanah; (f) Faktor penghambat lain yaitu dari sisi kualifikasi pendidikan ternyata ada jurusan yang tidak memenuhi, misalnya di jurusan kebidanan masih banyak rata-rata tenaga pengajar dengan latar pendidikan Diploma IV dan pendidikannya tidak linear; (g) Faktor penghambat juga dapat terjadi apabila alasan senioritas selalu dibawa-bawa; (h) Faktor penghambat yaitu masih kurang kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakan alat-alat kesehatan modern termasuk penggunaan alat bantu belajar mengajar yang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pengajaran dan pembelajaran
MODEL AIDA SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN BAGI NASABAH MENGAMBANG PERBANKAN SYARIAH (SURVEI MASYARAKAT DI KOTA BEKASI)
As a country with moslem as the majority, Indonesia turns out to be the market of sharia Banking Industry. Yet, ironically, Sharia Banking only has market segmentation of 4,86% from the total banking service industry. This research focuses on the mapping of floating customers of sharia banking and marketing strategies done to interest future customers to be loyal customers using the model of Attention, Interest, Desire, and Action (AIDA). Bekasi is chosen as the research site since it is one of the capital city backbone for human resources and industries. The method used is a mixed method with the approach of concurrent embedded. The result shows that 54 % sample of the people in Bekasi are floating customers of sharia banks. Sharia banks around Bekasi have also implemented AIDA models to turn the floating into loyal customers. The recommendation posed by the floating customers is that sharia banks are supposed to enhance the service given to them in terms of socialization and promotion.Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim menjadi pangsa pasar industri perbankan syariah. Hal yang menjadi ironi bahwa Perbankan syariah hanya mempunyai segmen pasar 4,86 % dari total industri layanan jasa perbankan. Riset ini berfokus pada pemetaan Nasabah Mengambang Perbankan Syariah dan strategi promosi yang dilakukan Bank Syariah untuk menarik calon nasabah menjadi nasabah loyalis menggunakan model Attention, Interest, Desire dan Action (AIDA). Bekasi dipilih menjadi lokasi penelitian ini dikarenakan sebagai daerah penyangga ibukota baik dari aspek sumberdaya manusia maupun industrinya. Metode yang digunakan dalam adalah metode kombinasi dengan pendekatan concurrent embedded.Hasil dalam riset ini bahwa 54 % masyarakat kota Bekasi merupakan nasabah mengambang perbankan syariah. Perbankan syariah sudah menerapkan metode AIDA dalam strategi pemasarannya untuk menarik nasabah mengambang menjadi loyalis. Rekomendasi yang diberikan oleh nasabah mengambang yang mendapatkan porsi terbesar dengan melakukan peningkatan pelayanan sebagai perwujudan sosialisasi dan promosi kepada nasabah mengambang
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KEBUTUHAN PEGAWAI ADMINISTRASI DALAM MENJAMIN OPTIMALISASI OPERASIONAL AKADEMIK
The number of employees needs to be based on the workload of administrative staff UPBJJ-UT Ternate. To calculate the activity time employees who used to work and time are not, researchers using work sampling table. Methods of calculating labor requirements are based on the calculation of the workload with the approach per duties of office according MenPAN No. KEP/75/M.PAN/7/2004 on Guidelines for Employee Needs Calculation based Workload in the framework of preparation of formation of civil servants. Samples were UPBJJ-UT Ternate employee status with the principal administrative officer jobs based Target Achievement Quality Employees (CSKP). Calculation and data processing using Microsoft Excel. The study concluded that there is a significant result in the use of working time and to have the results of the number of employees needed for the actual number of employees, it is known that there are 7 functions of employees, unit administrative KTU has an excess number of employees as much as 1 employee and BPP has a shortage of employees as many as 1 employee. For registration and testing PDA unit has a shortage of the number of employees as much as 1 employee.
Jumlah kebutuhan pegawai harus didasarkan kepada beban kerja pegawai administrasi UPBJJ-UT Ternate. Untuk menghitung waktu aktifitas pegawai yang digunakan untuk bekerja dan waktu yang tidak, peneliti menggunakan tabel work sampling. Metode perhitungan kebutuhan tenaga kerja didasarkan pada perhitungan beban kerja dengan pendekatan per tugas jabatan sesuai Keputusan MenPAN Nomor: KEP/75/M.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai berdasarkan Beban Kerja dalam rangka Penyusunan Formasi PNS. Sampel penelitian adalah pegawai UPBJJ-UT Ternate berstatus pegawai administrasi dengan pokok pekerjaan didasarkan Capaian Sasaran Kualitas Pegawai (CSKP). Perhitungan dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hasil yang signifikan pada penggunaan waktu kerja dan memiliki hasil jumlah karyawan yang dibutuhkan terhadap jumlah aktual karyawan, dapat diketahui bahwa terdapat 7 fungsi karyawan, unit tata usaha KTU memiliki kelebihan jumlah karyawan sebanyak 1 orang karyawan dan BPP memiliki kekurangan jumlah karyawan sebanyak 1 orang karyawan. Untuk unit registrasi dan pengujian PDA memiliki kekurangan jumlah karyawan sebanyak 1 orang karyawan
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA-GURU DI FKIP UNIVERSITAS TERBUKA
This article was written based on research to produce a model and assessment system of teachers' teaching ability, which can be utilized by teacher education institutions, especially teacher distance education institusion. This research needs to consider the need for: (1) the development of teaching ability that can improve students' high thinking ability, (2) assessment model which is relevant to learning achievement, (3) the implementation of various and feasible assessments for students, and (4) application of learning achievement model and system by taking into account the spread of domicile of students who attend the distance education program. The data were collected through expert evaluation of teaching ability and teaching skills assessment models and focus group discussions with the academic staff involved in the implementation of assessment in distance education. The nature of the research is descriptive qualitative, supplemented with quantitative data. An assessment model for primary teaching ability resulted by the research, for effective implementation, stipulates the provision of: (1) class for practice and performance test and laboratory for practicum; (2) mentors/instructors, examiners, and IT staff with adequate quantity and quality; as well as (3) guidelines and procedures as reference of all parties involved in the implementation of the assessment.
Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian untuk menghasilkan model dan sistem asesmen kemampuan mengajar guru, yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan guru, khususnya lembaga pendidikan guru jarak jauh. Penelitian ini dilakukan dengan mempertimbangkan perlunya: (1) pengembangan kemampuan mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (2) model asesmen penilaian yang relevan dengan capaian pembelajaran, (3) pelaksanaan asesmen yang bervariasi dan feasible bagi mahasiswa, serta (4) penerapan model dan sistem asesmen capaian pembelajaran dengan mempertimbangkan ketersebaran domisili mahasiswa yang mengikuti pendidikan jarak jauh. Data dikumpulkan melalui evaluasi pakar terhadap rumusan kemampuan mengajar dan model asesmen kemampuan mengajar serta melalui focus group discussion dengan staf yang berkepentingan dengan pelaksanaan asesmen dalam pendidikan jarak jauh. Analisis data/informasi dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menyatakan bahwa model hipotetik untuk asesmen kemampuan mengajar mahasiswa-guru Program S1 PGSD menuntut penyediaan: (1) kelas untuk praktik dan ujian praktik serta laboratorium untuk praktikum; (2) pembimbing/instruktur, penguji, dan staf IT dengan jumlah dan kualitas yang memadai; serta (3) pedoman/panduan dan prosedur sebagai acuan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penilaian
PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, ASIMETRI INFORMASI, TEKANAN ANGGARAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN DI PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS
This study aims to determine the effect of budgetary participation, information asymmetry, budget pressure, and organizational commitment to budgetary slack. Population in this research is all government institution in Banyumas Regency. The sample selection was conducted by census method. Dependent variable used in this research is budget slack, while the independent variable used in this research is budget participation, information asymmetry, budget pressure, and organizational commitment. The data has been collected through questionnaires, then processed with the help of SPSS software. Based on the results of multiple linear regression analysis concluded that budgetary participation, information asymmetry, and organizational commitment affect the budget slack while budget pressure has no effect. The results of this study increasingly complement previous studies in the field of management accounting, especially in the scope of budgeting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggaran, asimetri informasi, tekanan anggaran, dan komitmen organisasi terhadap senjangan anggaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh instansi pemerintahan di Kabupaten Banyumas. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode sensus. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah senjangan anggaran, sedangkan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipasi anggaran, asimetri informasi, tekanan anggaran, dan komitmen organisasi. Data yang telah dikumpulkan melalui isian kuesioner, selanjutnya diolah dengan bantuan software SPSS. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda disimpulkan bahwa partisipasi anggaran, asimetri informasi, dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap senjangan anggaran sedangkan tekanan anggaran tidak berpengaruh. Hasil penelitian ini semakin melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya di bidang akuntansi manajemen khususnya di lingkup penganggaran
KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA TARAKAN
This research aims to study the developmentand improvement strategy of competitiveness in facing competitive of free market ASEAN Economic Community (AEC) 2015, at SMEs in Tarakan City, North Kalimantan. Analytical method used is descriptive approaches, which is identify the various problems faced by SMEs and analyze them by using SWOT analysis and strategies formula to solve the model. The population of respondents includes all SMEs in Tarakan City, North Kalimantan. Sample method applies purposive sampling. Result of research in the form of development strategy model and improvement of competitiveness SMEs in facing is competitive globalness. Based on internal and external analysis of SMEs in Tarakan City, it can be obtained that the primary strategy is a strategy of growth in which SMEs Tarakan City strengthened the strength of SMEs which is to preserve the quality of raw materials, the legality/permit products included in the qualifications, the highly competitive price and the improvement of human resource development in SMEs in Tarakan City.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan dan peningkatan daya saing dalam menghadapi kompetitif pasar bebas ASEAN Economic Community (AEC) 2015, pada UMKM di kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, yaitu melakukan identifikasi berkaitan dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM dan menganalisisnya dengan menggunakan analisis SWOT kemudian merumuskan model strategi untuk mengatasinya. Populasi responden meliputi seluruh UMKM yang berada di kota Tarakan, Kalimantan Utara.Metode sampel menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian berupa model strategi pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM dalam menghadapi kompetitif global.Kalimantan Utara.Berdasarkan analisis internal daneksternal UMKM kotaTarakan dapat diperoleh bahwa yang menjadi strategi utama adalah strategi Growth (pertumbuhan) dimana UMKM kotaTarakan memanfaatkan seluruh kekuatan UMKM yaitu mempertahankan kualitas dari bahan baku, legalitas/ijin produk yang masuk dalam kualifikasi, harga yang tetap bersaing dan melakukan peningkatan SDM di dalam UMKM di kotaTarakan
IMPLENTASI KEBIJAKAN SD-SMP NEGERI 4 SATU ATAP DI DESA PONGKAR KECAMATAN TEBING KABUPATEN KARIMUN
The study aims to describe and analyze the implementation of ‘two schools under one-roof’policy which integrate primary and secondary schools in Pongkar Village, Tebing, Karimun District. The research informants consists the principals, teachers, administrative staff, school committees, and students at the Under One roof schools at Pongkar Village, and of the officials of the Karimun District Education Office. Methods of data collection are interview, observation and documentation study. The results showed that the policy of one-roof SD-SMPN 4 in Pongkar Village has been run in accordance with the objectives of its establishment, indicated from the standard and the policy objectives that have been achieved, the inter-organization communications went smoothly, and the activities to ensure the implementation of the policy went well. Conducive socio-economic and political conditions support the implementation of the under-one-roof school policy. Inhibiting factors that occur are insufficient facilities and infrastructure, the insufficient number of teachers, low motivation of some communities to send their children to this school, and geographical conditions. Attempts to overcome obstacles in implementing the policy includes obtaining special funding assistance from the Karimun District Education Office, empowering teachers to make learning more effective, better arranging school schedules, and socializing the policy and the school to the community.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) pelaksanaan kebijakan SD-SMP satu atap di Desa Pongkar Kecamatan Tebing. Informan penelitian adalah pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, komite sekolah, dan siswa. Lokasi penelitian di sekolah satu atap di Desa Pongkar Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan SD-SMPN 4 satu atap di Desa Pongkar telah berjalan sesuai dengan tujuan pendiriannya, terlihat dari standar dan tujuan kebijakan yang telah tercapai, komunikasi interorganisasi berjalan dengan lancar, dan aktifitas pengukuhan berjalan dengan baik. Kondisi sosial ekonomi dan politik yang kondusif mendukung pelaksanaan sekolah satu atap. Faktor-faktor penghambat yang terjadi adalah sarana dan prasarana yang belum memadai, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan belum cukup, motivasi sebagian masyarakat untuk menyekolahkan anaknya masih rendah, serta kondisi geografis. Usaha untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan kebijakan SD-SMP Negeri 4 satu atap di antaranya adalah memperoleh bantuan dana khusus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, memberdayakan guru-guru agar pembelajaran lebih efektif, pengaturan jadwal sekolah yang lebih baik, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat