Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
SIMULASI DAMPAK LIBERALISASI PERDAGANGAN BILATERAL RI-YAMAN TERHADAPPEREKONOMIAN INDONESIA DAN YAMAN: SEBUAH PENDEKATAN SMART MODEL
This paper is intended to evaluate the impact of Indonesia's trade liberalization with Yemen on the Indonesian economy. In order to evaluate the impact of the Indonesian economy, we analyzed it through the analysis method of Software for Market Analysis and Restrictions on Trade (SMART) model. The result of the analysis, the scenario of the impact of trade liberalization of RI-Yemen on the economy of Indonesia with complete tariff dismantlement, by utilizing the analysis of consumer surplus change, the change of import and export, and the change of tariff income can be concluded that the liberalization of RI-Yaman trade with zero tariff has very positive impact to the economy Indonesia and quite positively to the Yemeni economy. This passage is a form of anticipation of possible policy changes when the political, economic and security situation in Yemen has recovered.
Tulisan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak liberalisasi perdagangan Indonesia dengan Yaman terhadap perekonomian Indonesia. Guna mengevaluasi dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian Indonesia, dianalisis melalui pendekatan metode analisis model Software for Market Analysis and Restrictions on Trade (SMART). Hasil analisis skenario dampak liberalisasi perdagangan RI-Yaman terhadap perekonomian Indonesia dengan complete tariff dismantlement, dengan memanfaatkan analisa perubahan consumer surplus, perubahan impor dan ekspor, serta perubahan pendapatan tarif dapat disimpulkan bahwa liberalisasi perdagangan RI-Yaman dengan nol tarif berdampak sangat positif terhadap perekonomian Indonesia dan cukup positif terhadap perekonomian Yaman. Telahaan ini merupakan bentuk antisipasi kemungkinan perubahan kebijakan manakala situasi politik, ekonomi, dan keamanan di Yaman telah pulih kembali
PENGELOLAAN RAWA DI INDONESIA: ISU DESENTRALISASI, PARTISIPASI WARGA, DAN INSTRUMEN EKONOMI
In the Indonesian context, many economic resources are conducted by the wrong actors, and this practice is more common in the activity of natural resource and environmental economic. One of a number of economic resources are swamp. Facts indicate that the regulations associated with swamp is overlap. The indication of the over-lapping of the regulation looks from the unclear whom institutions manage the swamp. This phenomenon then resulted continues decreasing quality of swamp in Indonesia. Seeing the empirical facts, the necessary number of tactical and systematic strategies are required on the spirit of decentralization. This paper elaborates a number of ideas that can be applied in swamp management in Indonesia. The main idea of this paper is needed an economic instrument that the actors (government, private and community) can be proactively pushed in swamp management in Indonesia. Economic instruments that can be applied is the incentive scheme and the formulation of Corporate-Community Resource Responsibility (CCRR) in each region.
Dalam konteks Indonesia, banyak sekali sumberdaya ekonomi dijalankan oleh pelaku yang keliru, dan praktik ini banyak terjadi pada aktivitas ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan. Satu dari sejumlah sumberdaya ekonomi tersebut adalah situ/rawa. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa regulasi yang terkait dengan situ/rawa sangat tumpang-tindih. Indikasi ketumpang-tindihan itu terlihat dari tidak jelasnya institusi mana yang melakukan pengelolaan situ/rawa. Fenomena inilah yang kemudian mengakibatkan situ/rawa di Indonesia terus mengalami penurunan kualitas. Melihat fakta empirik yang ada, diperlukan sejumlah strategi taktis dan sistematis yang disesuaikan dengan semangat desentralisasi. Artikel ini mengelaborasi sejumlah gagasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan situ/rawa di Indonesia. Gagasan utama dari artikel ini adalah diperlukannya instrumen ekonomi agar pelaku/aktor (pemerintah, swasta dan masyarakat) dapat terdorong secara pro-aktif dalam pengelolaan situ/rawa di Indonesia. Instrumen ekonomi yang dapat diterapkan adalah skema insentif dan formulasi Corporate-Community Resource Responsibility(CCRR) pada setiap daerah yang terdapat situ/rawa di dalamnya
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP DISPARITAS PENDAPATAN REGIONAL DI INDONESIA TAHUN 2001-200
Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimanakah pengaruh desentralisasi fiskal terhadap disparitas pendapatan regional di Indonesia selama periode 2001-2008. Studi dilakukan terhadap Kabupaten/Kota di Indonesia yang merupakan titik tolak dari desentralisasi di Indonesia. Sampel yang diteliti sebanyak 253 Kabupaten/Kota. Variabel yang digunakan sebagai proxy dari desentralisasi fiskal adalah: belanja langsung (desentralisasi pengeluaran), serta PAD, DAU dan Dana Bagi Hasil (desentralisasi penerimaan). Studi menggunakan pendekatan data panel dan alat analisis Least Square Dummy Variables (LSDV) atau juga dikenal sebagai Fixed Effect Model (FEM) dan Newey West Method atau juga dikenal sebagai HAC (heteroscedasticity-and autocorrelation-consistent) untuk menghilangkan heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil studi menunjukkan bahwa variabel belanja langsung telah mampu untuk mengurangi disparitas pendapatan regional, sebaliknya DAU justru mengakibatkan meningkatnya disparitas pendapatan regional. Terdapat indikasi bahwa penyebab utamanya adalah adanya missallocated di dalam mekanisme alokasi DAU. Sementara itu variabel PAD dan Dana Bagi Hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap disparitas pendapatan regional.
This study aims to analyze how the influence of fiscal decentralization on regional income disparity in Indonesia during the period 2001-2008. Studies conducted on municipalities in Indonesia. 253 municipalities are used as samples. The variables used as proxies of fiscal decentralization are: direct expenditure (expenditure decentralization), and PAD, DAU and DBH (revenue decentralization). The study is using panel data approach and Least Square Dummy Variables (LSDV) as an analytical tool or also known as the Fixed Effect Modeland Newey West method or also known as HAC (heteroscedasticity-and Autocorrelation-consistent) to remove heteroscedasticity and autocorrelation. The study shows that direct expenditure variable has been able to reduce regional income disparities, on the contrary DAU has increased regional income disparity. There are indications that the main cause is the presence missallocated in DAU allocation mechanism. Meanwhile, PAD and DBH have no significant effect on regional income disparities
ANALISIS BEBERAPA ASPEK REPRODUKSI KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH
Research was done in Segara Anakan water lagoon, Cilacap District, Central Java, from September 2003 to November 2003. Samples of mangrove crab were taken using catching tool of wadong and pintur which setted in the afternoon and unsetted the next morning. From all samples collected, there were 55 male and 113 female crabs. The width range of male shells were 31.5-122.5 mm and weight range were 53.75-286.08 gram, while the females shells have width range of 78.4-120.5 mm and weight range of 69.38-229.08 gram. Fecundity of mangrove crabs (Scylla serrata) ranges between 345,923-1,472,639 eggs with mean value of 646.194. Diameter of the egg curve shows that the mangrove crabs were total spawner, which means totally discharge their eggs
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP MOTIVASI MENGAJAR GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI KABUPATEN NIAS
The purpose of this study was to analyze the influence of the principal leadership style and interpersonal communication on teacher's motivation at State Elementary School in Kabupaten Nias. This study is a quantitative research using regression analysis, with 70 primary school teachers as respondents. The results showed that the simultant effect of leadership style and interpersonal communication onteacher motivation is 30% (p = 0,000). The partial analysis indicated that the leadership style of principals has a positive and significant effect on teacher motivation, with a beta value of 0,126. (p = 0,15); interpersonal communication has a positive and significant effect on teachers' motivation with a beta value of 0,56 (p = 0,02). The implication of this finding is that it is essential for the principal to adopt a conducive leadership style and personal communication, in order to produce optimal performance of the teachers that he/she leads.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan komunikasi interpersonal terhadap motivasi mengajar guru Pegawai Negeri di Sekolah Dasar Negeri Se-Kabupaten Nias dengan menggunakan analisis regresi, dengan responden sebanyak 70 guru sekolah dasar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh anatara gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap motivasi mengajar guru sebesar 30% (p = 0,000). Secara partial,gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi mengajar guru dengan nilai beta 0,126. (p = 0,15),komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi mengajar guru dengan nilai beta 0,56 ( p = 0,02). Implikasi temuan ini adalah penting sekali bagi kepala sekolah untuk menerapkan gaya kepemimpinan dan komunikasi personal yang kondusif, untuk dapat menghasilkan kinerja optimal pada staf guru yang dipimpinnya
PEMBELAJARAN INTEGRATIF DALAM MATAKULIAH MATERI DAN PEMBELAJARAN IPA SD DENGAN KONSEP DASAR IPA PADA MAHASISWA S1 PGSD UT SURABAYA
To improve the quality of science education in elementary first step is to improve the quality of teachers and prospective science teachers in primary schools, especially in teacher education institutions, one of which is in UT. This study aims to describe the first implementation model of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts in the S-1 student PGSD pokjar Tuban. Secondly to describe the effectiveness of the implementation of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts in improving the mastery of basic science concepts and the ability to plan student learning in the S-1 PGSD pokjar Tuban. Third to describe the influence of the implementation of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts on learning achievement and course materials to students of elementary Science Lesson S-1 PGSD Pokjar Tuban. This research is the development of learning tools such as: Design Activity Tutorial (RAT), Unit Events Tutorial (SAT), Draft Evaluation (RE), and the Student Worksheet (MFI). Software development refers to the four D model proposed by Thiagarajan and Semmel (1974:6). Learning tools developed quite fit for use, can improve the ability to make lesson plans and student learning outcomes.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan IPA di SD langkah pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas guru dan calon guru IPA di SD, khususnya di lembaga pendidikan guru, salah satunya adalah di UT. Penelitian ini bertujuan untuk pertama mendeskripsikan model implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA pada mahasiswa S-1 PGSD pokjar Kabupaten Tuban. Kedua untuk mendeskripsikan efektifitas implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA dalam meningkatkan penguasaan konsep dasar IPA dan kemampuan membuat perencanaan pembelajaran pada mahasiswa S-1 PGSD pokjar Kabupaten Tuban. Ketiga untuk mendeskripsikan besar pengaruh implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA terhadap prestasi belajar matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD pada mahasiswa S-1 PGSD Pokjar Kabupaten Tuban.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berupa: Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT), Satuan Acara Tutorial (SAT), Rancangan Evaluasi (RE), dan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Pengembangan perangkat mengacu pada four D model yang dikemukakan oleh Thiagarajan dan Semmel (1974:6). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan cukup layak digunakan, dapat meningkatkan kemampuan membuat RPP dan hasil belajar mahasiswa.
 
ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2012-2016
This article will analyze the performance of companies traded in Indonesia Stock Exchange (BEI) from 2012 until 2016. The data source used comes from the published financial report and Indonesian Capital Market Directory (ICMD), which is a performance summary of a listed company on BEI. Analytical technique used is ratio analysis technique with horizontal method, by comparing the financial statements of several period so that will be seen growth of each bank's performance. Based on the ratio analysis, liquidity ratio, profitability, and solvency, Bank Mandiri, BNI, BRI and BCA can have good capability in fulfilling their short-term and long-term liabilities and efficiency in utilizing their assets and capitalto generate company profits. Meanwhile, Bank Mega, BRI Agroniaga and BTN can be said to lack good ability in utilizing its assets to generate profits.
Artikel ini akan menganalisis perkembangan kinerja perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016. Sumber data yang digunakan berasal dari laporan keuangan yang dipublikasikan serta Indonesia Capital Market Directory (ICMD), yaitu ringkasan kinerja suatu perusahaan yang terdaftar di BEI. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisa rasio dengan metode horisontal, yaitu dengan membandingkan laporan keuangan beberapa periode sehingga akan terlihat perkembangan kinerja masing-masing bank tersebut.Berdasarkan analisis rasio yang dilakukan, yaitu rasio likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas, menunjukkan bahwa Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA dapat dikatakan memiliki kemampuan yang baik dalam memenuhikewajiban-kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya, serta efisien dalam memanfaatkan aset dan modalnya untuk menghasilkan laba perusahaan.Sementara itu Bank Mega, BRI Agroniagadan BTN dapat dikatakan kurang memiliki kemampuan yang baik dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba perusahaan
ANALISIS FINANCIAL DISTRESS PADA PT TUNAS BARU LAMPUNG TBK DI BURSA EFEK INDONESIA
This article aims to analyze the health of the company in PT Tunas Baru Lampung TBK in Indonesia Stock Exchange. The data comes from PT Tunas Baru Lampung TBK in 2013-2015. The methods used are Altman Z-Score, Springate, Zmijewski and Fulmer methods. The results of the study show that there are differences in predicted bankruptcy results between the Altman Z-score method, Springate, Zmijewski and Fulmer. This is due to differences in the use of financial ratios and criteria bankruptcy between Altman Z-score, Springate, Zmijewski and Fulmer. For that company is expected to increase sales, perform effective strategies, reduce operational costs to be more efesian so that companies can meet the company's health criteria.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan perusahaan pada PT Tunas Baru Lampung TBK di Bursa Efek Indonesia. Data berasal dari PT Tunas Baru Lampung TBK pada tahun 2013-2015. Metode yang digunakan adalah metode Altman Z-Score, Springate, Zmijewski dan Fulmer. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil prediksi kebangkrutan antara metode Altman Z-score, Springate, Zmijewski dan Fulmer. Hal ini karena adanya perbedaan penggunaan rasio keuangan dan kriteria kebangkrutan antara Altman Z-score, Springate, Zmijewski dan Fulmer. Untuk itu perusahaan diharapkan meningkatkan penjualan, melakukan strategi yang efektif, menekan biaya operasional agar lebih efesian sehingga perusahaan dapat memenuhi kriteria kesehatan perusahaan
POTENSI RUMPUT LAUT DI PANTAI BAYAH, KABUPATEN LEBAK, BANTEN SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia Coli
Antibacterial potency of some seaweed against Escherichia coli has been known. The aim of this research is to know the species of seaweeds from Bayah beach Lebak Banten which may be used as antibacterial against Escherichia coli. Twenty one seaweed species samples from Bayah Beach Lebak Banten were exstracted by organic solvent of absolute methanol according to Espeche, Fraile, and Mayer (1984) and Darusman, Sayuti, Komar & Pamungkas (1992) methods. The antibacterial activities were examined by means of Kirby-Bauer or diffusion method. The results showed antibacterial activities occur from the extract of Boodlea composite, Chaetomorpha crassa, Ulva fasciata, Sargassum crustaefolium, Padina australis and Halimeda gracilis. Sofar, Padina australis extract had shown better inhibitory activities than others
LAJU EKSPLOITASI IKAN TENGGIRI DAN TONGKOL DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
Karimunjawa National Park (KNP) is a marine protected area established to preserve ecosystems and natural resources. Scomberomorus commerson (tenggiri) and Euthynnus affinis (tongkol) arethe two species of pelagic fish which are the main catches for artisanal fishery in KNP. This study was aimed to analyze the exploitation rate of S. commerson and E. affinis. Field survey was conducted in KNP District of Jepara, Central Java, in June-September 2016. The exploitation rate is measured by analytical method based on fish’s growth and mortality, through measuring the length of the fish for three months. Totally, as many as 314 individuals of S. Commersonand 499 individuals of E. Affinis were measured. The data were analyzed using Fish Stock Assessment Tools (FISAT II) statistical program. The results indicated that S. Commerson have a body-size trend that tends to increase, with the rate of exploitation (E) was 0,29 (under-exploited), which means there is anopportunity to increase it’s utilization. At the other hand, the size of E. Affinis tends to decrease, with the rate of exploitation (E) = 0,5. It means that the condition of utilizationof E. Affinis was at alarming position. It is necessary to control the tongkol fishing by regulating fishing gear, in order to avoid overfishing situation.
Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) merupakan salah satu kawasan konservasi yang bertujuan melindungi kelestarian ekosistem dan sumber daya alam. Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson)dan tongkol (Euthynnus affinis) adalah ikan pelagis yang merupakan tangkapan utama di TNKJ. Tujuan studi ini adalah menganalisis laju eksploitasi ikan tenggiri dan tongkol. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-September 2016. Pengukuran laju eksploitasi menggunakan metode analitik didasarkan pada pertumbuhan dan mortalitas ikan, dengan mengukur panjang ikan hasil tangkapan selama tiga bulan. Jumlah ikan tenggiri yang diukur adalah 314 ekor, dan ikan tongkol adalah 499 ekor. Analisis data menggunakan program Fish Stock Assessment Tools (FISAT II). Hasil penelitian menunjukkan tren ukuran ikan tenggiri cenderung meningkat, dengan laju eksploitasi (E) = 0,29 (under exploited), sehingga pemanfaatannya dapat ditingkatkan. Sementara ukuran ikan tongkol cenderung menurun, dengan laju eksploitasi (E) = 0,5. Kondisi pemanfaatan ikan tongkol berada pada posisi mengkhawatirkan. Sehingga perlu dilakukan pengelolaan terhadap penangkapan ikan tongkol agar tidak mengarah ke penangkapan berlebih, dengan mengatur alat tangkap nelayan.