ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERPINDAHAN KALOR DI KELAS V SD KARYA BUDI BANDA ACEH
Permasalahan yang terjadi dipenelitian ini yaitu seringnya guru menerapkan metode ceramah ketika memberikan pembelajaran, sehingga membuat siswa pasif saat kegiatan pembelajaran berlangsung yang berdampak pada kurangnya aktivitas yang dilakukan siswa dalam pembelajaran, penugasan dan pemahaman materi yang kurang diapatkan serta hasil belajar menjadi rendah Rumusan masalah yaitu bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw puzzle terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Karya Budi Banda Aceh pada materi perpindahan kalor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SD Karya Budi Banda Aceh pada materi perpindahan kalor dengan menggunakan model jigsaw puzzle. Subyek penelitian ini siswa kelas V sebanyak 28 siswa. pendekatan penelitian ini adalah kualitatif sedangkan jenis penelitian yaitu deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes. Analisis data menggunakan rumus persentase. Setelah menganalisis data, hasil yang diperoleh adalah 89,00%. Menurut hasil penelitian, mendapatkan simpulan penerapan model kooperatif tipe jigsaw pada materi perpindahan kalor bisa mencapai ketuntasan hasil belajar siswa, bisa dilihat dari hasil tes belajar siswa yang tinggi dari nilai rata-rata yang telah ditentukan
Wilayah Kerja B Arun saat ini dikelola oleh PT. PEMA Global Energi sebagai Badan Usaha Milik Daerah Aceh (BUMA) di bawah pengawasan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Wilayah Kerja B merupakan lapangan tua dengan fasilitas produksi yang didesain untuk kapasitas 450 Mmscfd/train. Wilayah operasinya tersebar dari cluster I, cluster II, cluster III, cluster IV, Poin A, Poin B, South Lhoksukon A dan South Lhoksukon D. Fasilitas produksi yang sudah dioperasikan sejak 1980-an, memerlukan fuel own use yang sangat tinggi, sedangkan produksi saat ini hanya di sekitar 45 Mmscfd. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan studi optimisasi fasilitas produksi di Wilayah Kerja PT. PEMA Global Energi dengan melakukan perencanaan resizing unit pengolahan gas yang sesuai dengan kapasitas produksi saat ini dan melakukan perhitungan keekonomian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Define, measure, analyze, improve, and control (DMAIC) dan melakukan perbandingan biaya antara skema capital expense dengan operating expense. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa program optimasi menurunkan fuel own use sehingga didapatkan peningkatan gas jual dengan biaya yang minimum menggunakan skema operating expense
KAJIAN EFISIENSI UNIT PENANGKAPAN JARING INSANG HANYUT (DRIFT GILLNET) DI KABUPATEN NAGAN RAYA
Pencapaian efisiensi secara teknis dan ekonomis merupakan salah satu indikator dalam menilai suatu kemampuan dari proses penangkapan. Kemampuan tersebut akan dilihat dari tingkat kesuksesan dari usaha yang didapatkan dari unit penangkapan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan faktor produksi yang berperan terhadap produksi dan hubungannya terhadap jaring insang hanyut di TPI Kuala Tadu dan TPI Kuala Tuha dan menghitung efisiensi teknis dan ekonomis dari penggunaan faktor produksi jaring insang hanyut di TPI Kuala Tadu dan TPI Kuala Tuha. Faktor produksi yang menunjang keberhasilan hasil tangkapan dari unit penangkapan jaring insang hanyut adalah kedalaman jaring, panjang kapal, ukuran kapal, jumlah BBM, lama trip, mesh size, dan daya mesin dianalisis menggunakan pendekatan Cobb Douglas. Persamaan dari fungsi produksi Cobb Douglas dari unit penangkapan jaring insang hanyut adalah LnY = 3,110 +0,112 LnX2 + 0,191 LnX3 + 0,105 LnX4 + 0,251 LnX6 dengan nilai R2 = 0,833. Kajian efisiensi teknis terhadap 20 unit jaring insang hanyut menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi panjang jaring (0,112), ukuran kapal (0,191), jumlah BBM (0,105), dan mesh size (0,251) nilai elastisitasnya produksinya menunjukkan EP < 1. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi sudah tidak efisien. Efisiensi ekonomis dari penggunaan variabel faktor produksi jaring insang hanyut sudah tidak efisien karena nilai NPMxi/BKMx
CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA KARKAS DAN AIR PRODUKSI DI TEMPAT PEMOTONGAN AYAM BROILER PASAR TRADISIONAL RUKOH, KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH
Bakteri Coliform dapat digunakan sebagai indikator sanitasi pangan dan air pada suatu prosesing unggas. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah bakteri Coliform pada karkas ayam broiler dan air yang digunakan pada tempat pemotongan dan penjualan ayam di pasar tradisional Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 12 sampel swab karkas ayam broiler dan air yang digunakan dalam proses pemotongan ayam. Pengambilan sampel swab karkas dilakukan sebanyak tiga kali pengambilan pada waktu pagi (jam 07.30 WIB), siang (jam 12.00 WIB) dan sore hari (jam 17.00 WIB). Sedangkan pengambilan sampel air dilakukan satu kali pada waktu siang hari (jam 12.00 WIB). Sampel air yang diambil berasal dari sumber air yang digunakan (sumur bor) dan air pencucian akhir karkas, masing-masing satu sampel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata jumlah bakteri coliform pada sampel swab karkas ayam di waktu pagi, siang dan sore hari masing-masing sebanyak 1,52 x 102 CFU/g dan 6,92 x 104 CFU/g serta 3,08 x 107 CFU/g (Colony Forming Unit/gram). Indeks MPN bakteri Coliform pada air sumur bor dan pencucian terakhir diperoleh 64 MPN/100ml dan 150 MPN/100ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah bakteri Coliform pada karkas dan air produksi melebihi standar baku mutu air dan karkas ayam
ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI MENGENAI DAGUSIBU INSULIN PEN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI POLI ENDOKRIN RSUDZA
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat untuk memudahkan masyarakat dalam memahami informasi-informasi tentang obat. Edukasi DAGUSIBU insulin pen sangatlah penting untuk untuk pasien diabetes melitus (DM) dikarenakan masih seringnya terjadi kesalahan- kesalahan seperti kesalahan penggunaan, penyimpaan maupun pembuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan DAGUSIBU insulin pen dan mengetahui apakah terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi DAGUSIBU insulin pen pada pasien DM. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan one group prettest-posttest. Desain penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu tes awal (pretest), lalu dilakukan treatment berupa edukasi kepada pasien selama 15 menit dan memberikan selebaran (flyer) DAGUSIBU insulin pen sebagai media edukasi dan dilakukan tes akhir (posttest). Sampel penelitian ini adalah pasien DM yang menjalani rawat jalan dan menggunakan insulin pen di Poli Endokrin RSUDZA. Jumlah sampel penelitian ini adalah 96 orang yang diambil secara accidental sampling pada bulan Februari 2023. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner penilaian pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM di RSUDZA umumnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (55,2%) terhadap DAGUSIBU insulin pen serta terdapat perbedaan pengetahuan pasien DM sebelum dan sesudah edukasi DAGUSIBU insulin pen (P = 0.000). Kesimpulan penelitian ini ialah edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan pasien DM terhadap DAGUSIBU insulin pen
PRARANCANGAN PABRIK PAPAN PARTIKEL DARI PELEPAH SAWIT DAN POLYVINYL CHLORIDE DENGAN KAPASITAS 110.000 TON/TAHUN
Prarancangan pabrik Papan Partikel ini menggunakan bahan baku pelepah sawit yang diperoleh dari PTPN X dan Polyvinyl Chloride. Kapasitas produksi pabrik ini adalah 110.000 Ton/Tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Pabrik ini direncanakan didirikan di Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau dengan luas tanah 21.170 m2. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf (tenaga kerja sebanyak 124 orang). Sumber air pabrik ini berasal dari Sungai Siak, Kecamatan Tualang, Kabupaten Kampar dengan total kebutuhan air sebesar 27.344,765 kg/jam, dan untuk kebutuhan listrik diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan generator dengan daya 1.037,078 kW/hari. Hasil analisis ekonomi diperoleh sebagai berikut:1.Fixed Capital Investment(FCI)= Rp. 410.529.448.286,-2.Working Capital Investment (WCI) = Rp. 72.446.373.227,-3.Total Capital Investment(TCI)= Rp 482.975.821.513,-4.Total Production Cost (TPC)= Rp. 739.039.705.869,-5.Hasil Penjualan= Rp. 944.267.806.231,-6.Laba bersih= Rp. 160.077.918.283,-7.Pay Out Time (POT)= 3,44 tahun 8.Break Event Point (BEP)= 29,20 %9.Internal Rate of Return (IRR)= 30,20 %10.Rate of Return (ROR) = 33
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MATERI KIPAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS X IPA 3 SMA LAB SCHOOL UNSYIAH
Anisa Umaiya (2023). Penerapan Pembelajaran Project Based Learning dengan Materi Kipas untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Siswa Kelas X IPA 3 SMA Lab School Unsyiah(1) Dra. Rosmala Dewi, M. Pd (2) Dra. Indani, M. SiMotivasi belajar merupakan syarat mutlak untuk belajar dan mempunyai kepentingan dalam memberikan semangat untuk belajar, motivasi belajar bukan hanya sebagai pemberian dorongan untuk mendapatkan hasil yang baik namun juga terdapat usaha untuk mencapai tujuan belajar, untuk itu diperlukan adanya usaha yang dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Salah satunya adalah dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini telah dilakukan pada materi Prakarya kewirausahaan di SMA Lab School Unsyiah melalui Penelitian Tindakan Kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dalam upaya peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran prakarya kewirausahaan dengan materi kipas sulaman benang emas serta mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas X IPA 3 SMA Lab School Unsyiah. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas X IPA 3 SMA Lab School Unsyiah dengan jumlah siswa 35 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data diperoleh melalui observasi aktivitas belajar dan test. Hasil penelitian dan pembahasan dapat dijelaskan bahwa penerapan pembelajaran Project Based Learning pada mata pelajaran Prakarya kewirausahaan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dilihat dari hasil aktivitas belajar sikus I dengan nilai rata-rata 4,32 (86%) termasuk dalam katagori baik sekali, untuk hasil motivasi belajar siklus I dengan nilai rata-rata 91,14% sudah mencapai target yang ditetapkan yaitu 80%, kemudian untuk hasil tes akhir post test siklus I dengan ketuntasan individu (86%) sudah mencapai kriteria ketuntasan yaitu 80%. Hasil penelitian memperlihatkan terjadi peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan motivasi belajar yang menerapkan model konfensional. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu penerapan pembelajaran Project Based Learning bisa diterapkankan dalam pembelajaran lain.Kata Kunci : Model Project Based Learning; Peningkatan Motivasi Belaja
STUDI PERBANDINGAN METODE DEEP LEARNING MELALUI PENINGKATAN KUALITAS CITRA KULIT KARSINOMA SEL BASAL
Basal cell carcinoma (BCC) atau biasa dikenal sebagai karsinoma sel basal merupakan penyakit kulit non-melanoma paling umum terjadi di dunia terutama di negara dengan fenotipe kulit putih. BCC merupakan hasil interaksi antara gabungan faktor genetik dan lingkungan sekitar yang berhubungan langsung dengan paparan sinar ultraviolet (UV) dalam waktu yang lama, seperti daerah leher dan kepala. Melihat masih minimnya dampak penggunaan dari peningkatan kualitas citra (image enhancement) terhadap akurasi klasifikasi citra, penelitian ini mengusulkan untuk menggunakan metode CLAHE (Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization) pada citra kulit untuk meningkatkan kualitas citra. Setelah dilakukan penelitian, hasil pengujian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu membedakan kelas kulit normal dan BCC dengan baik, dimana hasil akurasi citra CLAHE lebih unggul daripada menggunakan citra aslinya. Pengujian yang dilakukan dilihat dari nilai akurasi, presisi, recall, specificity dan F-score. Hasil pada citra asli untuk arsitektur VGG-16 sebesar 98.3%, ResNet-34 sebesar 97.5%, EfficientNet-B0 sebesar 98.2% dan EfficientNet-B7 sebesar 99.7%. Sedangkan, pada citra CLAHE nilai akurasi yang didapatkan lebih tinggi yaitu untuk arsitektur VGG-16 sebesar 100%, ResNet-34 sebesar 99.5%, EfficientNet-B0 sebesar 100% dan EfficientNet-B7 sebesar 100%. Kata kunci : Basal Cell Carcinoma (BCC), image enhancement, CLAHE, deep learning, CNN, VGG-16, ResNet-34, EfficientNet-B0, EfficientNet-B
HUBUNGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DENGAN HAMBATAN PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PIDIE
Budaya keselamatan pasien merupakan budaya rumah sakit yang mendukung seluruh staf untuk memiliki kepedulian dalam upaya belajar dari insiden keselamatan pasien. Staf harus mampu mengenali sesuatu yang tidak sesuai standar, serta melaporkan jika melakukan suatu kesalahan dan belajar dari kesalahan untuk melakukan perbaikan. Takut, tidak ada niat untuk melapor, keterbatasan waktu dan kurangnya pengetahuan merupakan hambatan dalam pelaporan insiden keselamatan pasien. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya keselamatan pasien dengan hambatan pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Kabupaten Pidie. Sampel penelitian berjumlah 209 perawat pelaksana yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) dan kuesioner Medication Error Reporting Barriers (MERB). Analisis data mengunakan uji chi-square dan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan teamwork (p=0,001), organisasi pembelajaran (p=0,000), respon terhadap kesalahan (p=0,000), mengkomunikasikan kesalahan (p=0,019), keterbukaan komunikasi (p=0,000), dukungan manajemen rumah sakit (p=0,000), handoff (p=0,000), dan tidak ada hubungan staffing (p=0,83), dukungan supervisor (p=0,065) dan melaporkan insiden keselamatan pasien (p=0,191) dengan hambatan pelaporan insiden keselamatam pasien di RSUD Kabupaten Pidie. Dimensi melaporkan insiden merupakan yang paling berhubungan dengan hambatan pelaporan insiden keselamatan pasien (p=0,010 dan Odds Ratio (OR) = 2.851). Pelaporan insiden keselamatan pasien terjadi apabila adanya dukungan manajemen rumah sakit, keterbukaan komunikasi, respon terhadap kesalahan yang tidak menghukum