ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN FACE TONER ANTIOKSIDAN DARI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) DALAM PERSPEKTIF KOSMETIKA HALAL
Indonesia merupakan negara tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari tinggi sepanjang tahunnya. Radiasi ultraviolet berlebih dapat meningkatkan resiko penuaan dini pada kulit. Penggunaan kosmetika pada kulit wajah seperti face toner yang kaya antioksidan dapat membantu perlindungan kulit wajah dari luar terhadap pejanan sinar ultraviolet berlebih untuk mencegah photoaging. Minyak nilam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif dalam formulasi sediaan face toner. Konsumsi produk kosmetika halal mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahun sehingga status kehalalan dari bahan yang digunakan dalam formulasi perlu diperhatikan. Penelitian ini menggunakan bahan yang telah dievaluasi status kehalalannya. Hasil uji aktivitas antioksidan minyak nilam menggunakan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 sebesar 27,108 ppm dengan kategori sangat kuat. Konsentrasi minyak nilam yang digunakan dalam formulasi adalah F0 (0%), F1 (0,005%), dan F2 (0,008%). Hasil evaluasi uji organoleptik menunjukkan warna dan bentuk dari ketiga formula yaitu bening dan cair dengan aroma dari F0 dan F1 adalah aroma khas air mawar, sedangkan F2 beraroma khas minyak nilam. Hasil evaluasi homogenitas, volume terpindahkan, pH, dan stabilitas dari ketiga sediaan face toner telah memenuhi syarat mutu sediaan yang baik. Hasil evaluasi uji iritasi menunjukkan 30 orang responden tidak mengalami gejala iritasi. Hasil evaluasi uji hedonik menunjukkan F2 memiliki tingkat kesukaan yang lebih tinggi, diukur dari parameter warna, tekstur dan rasa lembab dengan nilai interval berurut-urut, 4,306; 4,304; dan 4,382, sedangkan aroma, F0 dengan nilai 4,516 memiliki tingkat kesukaan yang lebih tinggi dibanding F1 dan F2. Hasil uji aktivitas antioksidan face toner menunjukkan nilai IC50 sebesar 175,77 ppm pada F0, nilai IC50 sebesar 101,80 ppm pada F1, dan nilai IC50 sebesar 90,13 ppm pada F2. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan sediaan face tonermenunjukkan formula F2 paling baik dengan kategori kuat.Kata kunci: antioksidan, face toner, kosmetika halal, minyak nilam, penuaan dini
KEMAMPUAN PEMBUKTIAN SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI SMP NEGERI 2 INDRAJAYA
Farah Nadia (2023). Kemampuan Pembuktian Siswa melalui Model Pembelajaran Discovery Learning di SMP Negeri 2 IndrajayaKemampuan pembuktian merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting dalam matematika sehingga perlu dilatih sejak dini. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pembuktian dilakukan secara informal. Namun demikian, fakta lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit siswa jenjang SMP yang kesulitan dalam melakukan pembuktian. Rendahnya kemampuan pembuktian matematika siswa disebabkan oeh banyak faktor, diantaranya ialah penggunaan model belajar yang kurang tepat. Pembelajaran biasanya dimulai dengan guru yang menjelaskan materi, diikuti aktivitas tanya jawab sekilas, dan kemudian melakukan diskusi dalam kelompok kecil tanpa memfokuskan pada kemampuan pembuktian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pembuktian siswa yang menggunakan model discovery learning pada materi garis dan sudut di SMP Negeri 2 Indrajaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian true eksperimental design dengan desain yang digunakan adalah pretest-posttes only control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Indrajaya tahun pelajaran 2022/2023, dan sampel diambil secara random yaitu kelas VII-4 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-1 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pembuktian siswa, sedangkan pengolahan data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan pembuktian matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery learning lebih baik daripada yang menggunakan model konvensional pada materi garis dan sudut. Kata Kunci: Kemampuan Pembuktian Siswa, Discovery Learning, Garis dan Sudu
PRARANCANGAN PABRIK ASETON DARI DEHIDROGENASI ISOPROPANOL DENGAN KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN
Prarancangan pabrik Aseton ini menggunakan Isopropanol sebagai bahan baku. Kapasitas produksi pabrik Aseton ini adalah 25.000 ton/tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 150 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di KecamatanMekarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dengan luas tanah 23.204 m2. Sumber air pabrik Aseton ini berasal dari Sungai Musi dan untuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Generator dengan daya 878,87 kW.Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut: 10. Fixed Capital Investment = Rp 1.162.442.681.417,-11. Working Capital Investment = Rp129.160.297.935,-12. Total Capital Investment = Rp 1.291.602.979.352,-13. Total Biaya Produksi = Rp 679.806.964.499,-14. Hasil Penjualan = Rp 951.729.750.298,-15. Laba bersih = Rp217.538.228.640,-16. Pay Out Time (POT) = 3,77 year17. Break even Point (BEP) = 40 % 18. Internal Rate of Rerurn = 28,64
ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA HASIL RESPONS GOOGLE FORM DI KELAS X MAN 1 ACEH BESAR
ABSTRAKCut Zakiyatun Nisak (2023). Analisis Butir Soal Matematika Hasil Respons Google Form di Kelas X MAN 1 Aceh Besar. Evaluasi merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berfungsi untuk melihat ketercapaian dari tujuan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan sebagai masukan bagi proses pembelajaran. Pada masa sekarang guru matematika telah mulai membuat soal-soal evaluasi secara online salah satunya menggunakan aplikasi google form, namun analisis terhadap soal-soal buatan guru tersebut masih terbatas baik dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda dan pengecoh/distraktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda dan pengecoh/distraktor dari butir soal ujian matematika buatan guru menggunakan hasil respons google form di kelas X MAN 1 Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan hasil respons siswa dari jawaban siswa terhadap soal yang dibuat guru sebagai sumber data. Data diperoleh berdasarkan hasil respons siswa menjawab soal pilihan ganda sebanyak 30 soal yang di input ke dalam google form, dan diperoleh 176 hasil respons siswa di kelas X. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda dan pengecoh/distraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal matematika buatan guru sebanyak 25 butir soal tergolong valid, namun selebihnya yaitu 5 butir soal tidak valid dengan derajat validitas sedang 36,7% dan derajat validitas rendah 63,3%. Reliabilitas pada soal tidak reliabel berada pada derajat reliabilitas sedang. Tingkat kesukaran diperoleh 33,3% terlalu sukar, 56,7% sukar, dan 10% sedang. Daya beda diperoleh 3,3% membeda, 26,7% sedang, 53,3% tidak membeda dan 16,7% diragukan. Pengecoh/distraktor diperoleh semua option jawaban diterima karena telah dipilih oleh peserta ujian dengan persentase > 5%. Kata kunci: Google Form, Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesukaran, Daya Beda, Pengecoh/Distraktor
PELAKSANAAN PERLINDUNGAN KONSUMEN PENGGUNA JASA GRAB BIKE TRANSPORTASI ONLINE PADA SAAT TERJADINYA KECELAKAAN DI KOTA BANDA ACEH
Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 4 ayat (1) menyebutkan konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa, lebih lanjut dalam pasal 138 ayat (3) UULLAJ pasal dinyatakan angkutan umum orang dan/atau barang hanya dilakukan dengan kendaraan bermotor umum. Namun dalam prakteknya tidak ada regulasi yang mengatur mengenai transportasi online roda dua sehingga dianggap tidak dapat menjamin keamanan dan keselamatan terhadap konsumen.Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan perlindungan konsumen dan peran pemerintah menurut peraturan perundang-undangan terhadap pengguna jasa transportasi online Grab Bike dan menjelaskan apa yang menjadi hambatan dan penyelesian hukum bagi pengguna Grab Bike menurut undang-undang nomor 8 tahun 1999 di Kota Banda Aceh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Guna memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan perlindungan konsumen pada saat terjadinya kecelakaan PT Grab Indonesia mengadakan asuransi komersil yang bekerjasama dengan PT Futuready Insurance Broker. Apabila ditinjau dari pasal 201 ayat (2) UU LLAJ sepeda motor tidak termasuk kendaraan umum, dan belum ada peraturan yang mengatur dengan pasti mengenai penggunaan kendaraaan sepeda motor menjadi akomodasi transportasi umum serta pemerintah belum mengambil peran khusus untuk membuat peraturan mengenai transportasi online menggunakan roda dua. Hambatan Grab Bike yaitu sebagai salah satu bentuk inovasi baru dalam perkembangan transportasi belum diatur secara jelas di dalam bentuk peraturan perundang-undangan sehingga berimplikasi pada ketidakpastian perlindungan hukum. Penyelesaian Hukum apabila hak konsumen tersebut tidak terpenuhi, maka dapat diselesaikan secara litigasi ke Pengadilan dan non-litigasi kepada BPSK dan YLKI.Disaran kepada pemerintah untuk melakukan penguatan dan perbaikan landasan hukum mengenai sepeda motor yang dijadikan alat transportasi umum agar terjadinya penyempurnaan dari suatu undang-undang dan kepada PT. Grab Indonesia untuk mempermudah konsumen pada saat ingin klaim asuransi sehingga tidak harus sampai ke tahap penyelesaian hukum baik secara litigasi maupun non litigasi
SURVEI PENERAPAN BIOSEKURITI DAN PREVALENSI E. COLI RESISTEN TERHADAP ANTIBIOTIK SERTA PERHITUNGAN NILAI EKONOMI PADA KANDANG BROILER SISTEM TERBUKA DAN TERTUTUP DI KABUPATEN RNACEH JAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan peternak ayam broiler tentang penerapan biosekuriti dan prevalensi E. coli resisten terhadap antibiotik serta nilai ekonomi pada peternakan dengan sistem kandang terbuka dan kandang tertutup di Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian dilakukan di peternakan kemitraan di Kecamatan Pasie Raya dan Teunom. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam bentuk survei dengan wawancara pekerja peternakan menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terstruktur dan sampel swab pada beberapa variabel. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu peternakan kemitraan yang memiliki sistem kandang terbuka dan tertutup di kedua kecamatan terpilih. Wawancara dilakukan terhadap 13 pekerja (4 kandang terbuka dan 9 kandang tertutup). Sampel penelitian yang digunakan 13 sampel swab tangan pekerja, 18 sampel swab lantai kandang (9 sampel per tipe kandang), 20 sampel swab dada ayam (9 kandang terbuka dan 11 kandang tertutup), dan masing-masing satu sampel air per tipe kandang. Wawancara dilakukan untuk memetakan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan dari pekerja tentang penerapan biosekuriti dan cemaran bakteri serta resistensi antibiotik. Selanjutnya diklasifikasikan secara ordinal menjadi tiga kategori, yaitu baik (76-100%), cukup (56-75%), dan kurang
STRATEGI KOMUNIKASI BHABINKAMTIBMAS DALAM SOSIALISASI TENTANG PENTINGNYA VAKSINASI COVID-19 KEPADA MASYARAKAT DI GAMPONG GANI ACEH BESAR
Penelitian ini meneliti tentang permasalahan yang terjadi di gampong Gani dikarenakan kurang nya minat vaksinasi Covid-19 yang disebabkan oleh munculnya berita hoax yang ditimbulkan di masyarakat gampong Gani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Bhabinkamtibmas guna meningkatkan kesadaran masyarakat gampong Gani tentang pentingnya vaksin Covid-19. Penelitian ini juga menggunakan konsep strategi komunikasi yang dicetuskan oleh Hafid Cangara, dimana terdapat 5 konsep yang di jelaskan yaitu, penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Subjek informan dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan purposive sampling dengan informan berjumlah 6 orang. Hasil penelitian ini bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di gampong Gani melakukan sosialisasi dengan efektif melalui lima tahapan: tahapan pertama yaitu penelitian, meninjau program yang bisa dilakukan dan yang sudah tidak bisa dilakukan. Tahap perencanaan Bhabinkamtibmas membuat strategi dengan melakukan sosialiasi penting nya covid, door to door dan memberikan doorprize, hadiah umroh dan sembako. Tahapan pelaksanaan yaitu menjalankan semua strategi yang sudah direncanakan. Tahapan evaluasi dan pelaporan dilakukan setelah program atau strategi sudah dilakukan dan memanfaatkan sosial media yaitu Instagram. Hal ini membuat masyarakat antusias untuk melakukan vaksinasi dan meningkatnya cukup pesat dari sebelum dilakukan strategi komunikasi tersebut.Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Vaksinasi Covid-19, Bhabinkamtibma
ANALISIS MODAL SOSIAL DALAM PERKEMBANGAN PENGAJIAN AKHWAT HALAQAH ILMU AGAMA (AKHIA) DI ACEH RN(STUDI KASUS KOMUNITAS PENGAJIAN AKHWAT HALAQAH ILMU AGAMA)
Akhwat Halaqah Ilmu Agama (AKHIA) merupakan salah satu komunitas pengajian yang terus aktif di kalangan anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti modal sosial yang dimiliki Akhwat Halaqah Ilmu Agama (AKHIA) sehingga dapat berkembang di beberapa titik kabupaten/kota yang ada di Aceh. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Modal Sosial Robert D. Putnam dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Jumlah informan keseluruhan sebanyak 11 orang yang ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Akhwat Halaqah Ilmu Agama (AKHIA) memiliki modal sosial sehingga mampu mengembangkan pengajiannya hampir di seluruh Aceh. Modal sosial tersebut antara lain yaitu : 1) Jaringan sosial (Social Networks), yang mana founder mampu membangun jaringan antar alumni MUDI maupun Non-MUDI sehingga founder dapat membangun ikatan yang kuat antar sesama alumni dayah. Selain jaringan ikatan alumni dayah, mereka juga membangun jaringan melalui media sosial. mereka aktif menyebarkan dakwah melalui sosial media, yaitu melalui WhatsApp, Instagram, Telegram, dan Youtube. 2) Kepercayaan (Trust), yang mana kepercayaan tersebut terbentuk karena adanya sanad keilmuan yang jelas dengan para ulama di Aceh. 3) Norma (Norms), norma yang terbentuk terpisah diantara pengajian online dan offline. Di pengajian online sifatnya lebih tegas, sedangkan di majelis offline lebih santai, tergantung masing-masing AKHIA. Kata Kunci : AKHIA, Alumni Dayah, Media Sosia