ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
    92391 research outputs found

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN KUDA LUMPING DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM

    No full text
    Penelitian ini tentang "persepsi masyarakat terhadap kesenian kuda lumping di Kecamatan Simpang Kiri kota Subulussalam". Peneliti mencoba mendeskripsikan tentang: (1) pelaksanaan kesenian kuda lumping Kecamatan Simpang Kiri kota Subulussalam. (2) persepsi masyarakat terhadap hadirnya kesenian kuda lumping di kota Subulussalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan serta persepsi masyarakat terhadap kesenian kuda lumping. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 (delapan) orang. Temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kuda lumping dibawakan oleh 8 atau lebih pemuda-pemudi yang menunggangi kuda dari anyaman bambu kemudian di rias khas adat Jawa serta diiringi alat musik yang dimainkan saat itu juga. Di akhir acara beberapa pemain akan mengalami seperti kerasukan. Masyarakat menerima adanya kesenian kuda lumping dan cukup antusias dalam menyaksikan kesenian ini. Tentunya dalam kesenian ini menuai tanggapan baik dan buruk dari masyarakat. Namun masyarakat tetap menerima serta mengharapkan kelestarian kesenian kuda lumping. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Kesenian kuda lumping dalam pelaksanaannya menari menggunakan kuda-kudaan dari anyaman bambu di iringi langsung oleh alat musik tradisonal Jawa. (2) kesenian kuda lumping diterima baik oleh masyarakat Kota Subulussalam tanpa mengabaikan kesenian yang ada

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENELAAH STRUKTUR CERITA FABEL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS VII SMPN 13 BANDA ACEH

    No full text
    Mutia Br Sitepu. (2023). Pelaksanaan Pembelajaran Menelaah Struktur Cerita Fabel Berbasis Problem Based Learning di Kelas VII SMPN 13 Banda Aceh.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan mendeskripsikan hasil pembelajaran menelaah struktur cerita fabel berbasis Problem Based Learning di kelas VII SMPN 13 Banda Aceh. Populasi penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VII SMPN 13 Banda Aceh yang berjumlah 112 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 56 siswa yang terdiri dari siswa kelas VII-3 dan VII-4. Teknik pengumpulan data yang digunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data-data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) RPP yang dirancang guru sudah sesuai dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Komponen media pembelajaran yang dicantumkan tidak lengkap. Secara keseluruhan, RPP guru memenuhi komponen yang tertera pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016. (2) Pelaksanaan pembelajaran berlangsung melalui tiga kegiatan. Pada bagian pendahuluan di kelas VII-3, kegiatan yang luput dari perhatian guru adalah menyampaikan uraian kegiatan, dan tujuan pembelajaran. Kegiatan menyampaikan cakupan materi dilaksanakan dengan urutan yang kurang tepat. Di kelas VII-4 kegiatan yang luput dari perhatian guru adalah menyampaikan motivasi, uraian kegiatan, dan tujuan pembelajaran. Kegiatan menyampaikan kompetensi dasar dan cakupan materi dilaksanakan dengan urutan yang kurang tepat. Pelaksanaan kegiatan inti di kelas VII-3 dan VII-4 berlangsung dengan baik sesuai sintak model pembelajaran Problem Based Learning dan RPP. Pelaksanaan kegiatan penutup di kelas VII-3 dan VII-4 sudah sesuai dengan RPP. (3) Hasil pembelajaran diperoleh melalui evaluasi proses dan evaluasi hasil yang dilaksanakan guru. nilai sikap yang diperoleh siswa kelas VII-3 dan VII-4 adalah B, dan nilai pengetahuan, yang diperoleh siswa kelas VII-3 dan VII-4 dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 75. Penilaian tersebut dilaksanakan sesuai dengan RPP.Kata kunci: berbasis Problem Based Learning, menelaah struktur cerita fabe

    PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SELADA (LACTUCA SATIVA L.) AKIBAT PERBEDAAN KONSENTRASI NUTRISI AB MIX DAN PUPUK ORGANIK CAIR BIOSLURRY PADA SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG

    No full text
    Abstrak.Pemanfaatan teknologi hidroponik rakit apung untuk produksi tanaman selada merupakan solusi untuk mengatasi penurunan lahan pertanian. Tanaman selada dapat ditingkatkan produksinya dengan menggunakan pupuk AB Mix dan pupuk organik cair Bioslurry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi AB Mix dan POC Bioslurry terbaik serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik sistem rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pangan Aceh dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dari bulan Desember 2022 hingga Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan dua faktor yang diteliti yaitu konsentrasi AB Mix (0, 5 dan 10 ml L-1 air) dan POC Bioslurry (10, 20 dan 30 ml L-1 air). Konsentrasi AB Mix berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 21, 28, dan 35 hari setelah pindah tanam (HSPT), jumlah daun umur 7, 14, 21, 28, dan 35 HSPT, panjang daun, lebar daun, bobot basah berangkasan tanaman dan bobot basah bagian konsumsi, Pertumbuhan dan hasil tanaman selada terbaik terdapat pada perlakuan konsentrasi AB Mix 10 ml L-1 air. Konsentrasi POC Bioslurry berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 21 HSPT serta jumlah daun umur 14 HSPT. Pertumbuhan tanaman selada terbaik dan hasil tanaman cenderung lebih baik terdapat pada perlakuan konsentrasi POC Bioslurry 10 ml L-1 air. Interaksi konsentrasi AB Mix dan POC Bioslurry berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman selada pada umur 14 dan 21 HSPT. Pertumbuhan tanaman selada terbaik terdapat pada perlakuan kombinasi konsentrasi AB Mix 10 ml L-1 air dengan konsentrasi POC Bioslurry 10 ml L-1 air.Kata kunci: Selada, AB Mix, POC Bioslurry, Hidroponik, Rakit Apun

    CYBER DIPLOMACY LAW TO IMPROVE CYBER SECURITY IN INDONESIA (STUDY ON BSSN)

    No full text

    TINDAK PIDANA MENGADAKAN PERKAWINAN TANPA IZIN DARI ISTRI YANG SAH (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI)

    No full text
    Pasal 279 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menyebutkan bahwa diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. 1. Barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui perkawinan atau perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu; 2.Barangsiapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinan pihak lain menjadi penghalang untuk itu. Namun pada kenyataannya di lokasi penelitian, yaitu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sigli terlihat bahwa masih ada orang-orang yang melakukan perkawinan yang kedua atau yang ke sekian kalinya namun tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah diatur oleh Undang-undang.Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak pidana mengadakan perkawinan tanpa izin dari istri yang sah, dan bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku tindak pidana mengadakan perkawinan tanpa izin dari istri yang sah.Penulisan skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dengan responden dan informan yang telah ditentukan sebelumnya dan data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan membaca dan mempelajari referensi-referensi serta Undang-undang yang berkaitan dengan objek penelitian.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak pidana mengadakan perkawinan tanpa izin dari istri yang sah di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sigli adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran hukum si pelaku, faktor tidak mungkin mendapatkan izin, faktor hubungan keluarga yang sudah tidak harmonis, faktor merasa tidak perlu meminta izin karena sudah bercerai secara agama/sudah menjatuhkan talak, faktor kurangnya dihargai/dihormati, dan yang terakhir faktor jarak tempat tinggal. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana mengadakan perkawinan tanpa izin dari istri yang sah adalah karena terdakwa telah memenuhi unsur-unsur pidana pada Pasal 279 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Saran Kepada aparat penegak hukum agar lebih sering memberikan penyuluhan hukum terhadap masyarakat dan saran kepada Kantor Urusan Agama (KUA) diharapkan dapat lebih teliti dalam memeriksa syarat administrasi para calon mempelai agar kejahatan terhadap asal usul perkawinan dapat di cegah. Dan kepada para korban dalam kasus tindak pidana asal usul perkawinan dapat langsung melapor kepada pihak berwajib agar kasus ini dapat di proses secara hukum

    JARINGAN PEDAGANG SEMBAKO DI DESA SIMPANG PEUT KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (STUDI KASUS PADA PEDAGANG ASAL PIDIE DI NAGAN RAYA)

    No full text
    Jaringan sosial mempunyai peranan penting bagi pedagang di pasar Simpang Peut, karena dapat memudahkan para pedagang dalam bersaing dan bertahan dalam usaha dagang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi pedagang sembako asal Pidie dalam memperkuat jaringan dagang di Simpang Peut Nagan Raya. Penelitian ini dianalisis melalui teori jaringan sosial yang dikemukakan oleh Mark Granovetter. Jenis penelitian kualitatif dengan total informan sebanyak 5 orang, 3 orang pedagang, 2 orang pembeli asal Pidie. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang asal Pidie menggunakan strategi berdagang dengan memanfaatkan jaringan sosial yang dimilikinya untuk memperkuat jaringan pedagang melalui empat prinsip utama, pertama; membangun jaringan sosial melalui norma sosial yaitu membangun kepercayaan dan hubungan baik, sehingga saat UD. Fauzan kelontong memberikan hutang barang dagangan kepada Riskia kelontong dan kios pesona tidak mesti harus ada jaminan karena sudah tertanam rasa percaya sesama pedagang Pidie. Kedua jaringan sosial terbentuk melalui ikatan kuat dan ikatan lemah. Ikatan kuat terbentuk antara sesama pedagang, dan juga dengan pembeli yang berasal dari Pidie. ikatan lemah terbentuk antara UD. Fauzan kelontong dengan pembeli, Riskia kelontong dengan pembeli, Kios pesona kelontong dengan pembeli. Ketiga; dibutuhkan peran pihak lain sebagai penghubung atau yang bisa menjembatani untuk terbangunnya ikatan sosial antara penjual dengan pembeli, sebagai contoh penghubung antara UD. Fauzan kelontong dengan UD. Fauzan kelontong dengan yaitu Pak Rahmat. Keempat; keterlekatan (embededness) sosial tidak hanya sebatas hubungan mitra kerja. akan tetapi, sudah melebihi tingkatan sekedar mitra kerja, sudah terbentuk kekeluargaan sesama berasal dari Pidie hubungan kedaerahan itu lebih kental antara UD. Fauzan kelontong dengan toko Riskia kelontong dan kios pesona kelontong, juga sebaliknya. Kata Kunci : Jaringan sosial, Pedagang, dan sembak

    TEKNIK PENANGGULANGAN KECANDUAN NARKOBA DI YAYASAN GENERASI EMAS ACEH (GEMA) BANDA ACEH

    No full text
    Muhammad Rama Akbar (2023) Teknik Penanggulangan Kecanduan Narkoba Di Yayasan Generasi Emas Aceh (GEMA) Banda Aceh. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing : (1) Nurbaity, S. Pd., M.Ed (2) Dara Rosita, S.T, S.Pd., M.EdPeningkatan angka penggunaan narkoba di Indonesia telah menjadi masalah yang urgensi. Saat ini Aceh berada di peringkat keenam dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Salah satu teknik dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba diantaranya adalah rehabilitasi. Rehabilitasi merupakan suatu proses pengobatan agar pecandu narkoba terbebaskan dari ketergantungan. Rumah Generasi Emas Aceh (GEMA) menjadi salah satu yayasan penyedia layanan rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Penelitian ini bertujuan terutama untuk mengetahui teknik penanggulangan kecanduan narkoba dan kendala yang dialami selama pemberian teknik tersebut di Yayasan GEMA Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini merupakan seorang konselor dan 5 klien di Yayasan GEMA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penanggulangan narkoba di Yayasan GEMA Aceh menggunakan teknik konseling dengan dua jenis teknik yaitu, Motivational Interviewing (MI) dan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dimana pelaksanaannya sudah sangat efektif. Hal tersebut didukung dengan perubahan positif klien setelah konseling. Kendala yang dialami selama pemberian teknik penanggulangan narkoba di Yayasan GEMA Aceh dialami oleh konselor maupun klien. Diantaranya konselor mengalami kendala ketika klien sedang mengalami masa resisten terhadap penggunaan narkoba, klien belum bisa beradaptasi dan menolak konseling. Sedangkan kendala yang dirasakan klien diantaranya tidak mau bekerjasama, menutup diri, dan kurangnya motivasi. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan kedepannya peneliti selanjutnya dapat lebih mendalam membahas mengenai teknik konseling dalam penyelesaian terhadap pecandu narkoba.Kata Kunci : Rehabilitasi, Konseling, Pecandu Narkob

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN REMEDIAL BERBASIS E-LEARNING PADA MATERI BILANGAN BULAT DI SMP

    No full text
    Pandemi COVID-19 telah berdampak pada sektor pendidikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu dampaknya adalah siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran, sehingga mengalami learning loss termasuk dalam mata pelajaran matematika, khususnya pada materi bilangan bulat. Oleh karena itu, pengembangan video pembelajaran remedial berbasis e-learning pada materi bilangan bulat di SMP menjadi alternatif solusi dalam mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran remedial berbasis e-learning pada materi bilangan bulat yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp, dengan tahap pendahuluan (preliminary research), tahap pembuatan (prototyping phase) dan tahap penilaian (assesment phase). Subjek uji coba adalah 75 siswa SMP kelas VIII. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, pedoman wawancara, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran remedial berbasis e-learning untuk materi bilangan bulat memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli dan praktis berdasarkan respons siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan video pembelajaran remedial, untuk membantu siswa mencapai ketuntasan belajar. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji keefektifan dari video pembelajaran remedial berbasis e-learning pada materi bilangan bulat

    TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA PERCETAKAN DJ GALLERY DALAM HAL TERJADI WANPRESTASI

    No full text
    Pada Pasal 1338 KUHPerdata telah ditetapkan bahwasanya perjanjian yang dibentuk secara sah berlaku sebagai Undang-Undang bagi mereka yang membuatnya. Perjanjian yang dibentuk harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, apabila ada salah satu pihak yang tidak sepakat maka perjanjian tersebut akan batal. Pelaku usaha percetakan DJ Gallery telah menjalankan usahanya dengan melakukan kesepakatan dengan konsumen yang akan menjadi suatu perjanjian bagi kedua belah pihak. Dalam pelaksanaannya pihak DJ Gallery tidak selamanya menjalankan usahanya dengan baik, ada kala dimana pihak percetakan DJ Gallery melakukan wanprestasi baik itu disengaja maupun tidak.Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab pihak pelaku usaha percetakan DJ Gallery melakukan wanprestasi, bentuk-bentuk wanprestasi yang dilakukan pihak percetakan DJ Gallery dan juga penyelesaian sengketa wanprestasi yang dilakukan para pihak.Perolehan data dalam skripsi ini dilakukan dengan cara penelitian lapangan dan juga penelitian kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan guna memperolehdata primer melalui wawancara dengan responden dan informan, sedangkanpenelitian kepustakaan dilakukan guna memperoleh data yang bersifat teoritis. Data yang telah diperoleh kemudian akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif sehingga menghasilkan jawaban dari permasalahan yang ada.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan usaha, tidak selamanya pelaku usaha menjalankannya dengan sempurna, namun terdapat juga wanprestasi yang dilakukan pihak pelaku usaha, yaitu bentuk desain yang tidak sesuai, kecacatan pada hasil cetak, serta keterlambatan kesiapan pesanan yang telah disepakati sebelumnya. Faktor penyebab terjadinya wanprestasi adalah karena adanya kebocoran tinta pada mesin cetak, terjadinya pemadaman listrik oleh PLN, menurunnya kesehatan pekerja, serta ada kesalahpahaman antara pekerja dan konsumen pada desain yang diinginkan. Penyelesaian sengketa yang ditempuh para pihak adalah melalui jalur non litigasi yaitu negosiasi.Disarankan kepada pelaku usaha agar lebih teliti dalam melakukan pekerjaannya, menyertakan poin-poin perjanjian di dalam faktur/bon.Kepada pihak konsumen agar memberikan informasi yang jelas mengenai desain yang diinginkan. Serta kepada para pihak jika terdapat masalah alangkah baiknya diselesaikan secara musyawarah secara damai

    31,325

    full texts

    92,391

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ETD - Unsyiah Central Library
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇