ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PENERAPAN PRINSIP TUJUH BENAR PEMBERIAN OBAT OLEH PERAWAT KEPADA PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH
GAMBARAN PENERAPAN PRINSIP TUJUH BENAR PEMBERIAN OBAT OLEH PERAWAT KEPADA PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA ACEHABSTRAKPotensi insiden keselamatan pasien akibat pengelolaan pemberian obat yang tidak efektif oleh perawat merupakan isu penting. Pravelensi medication error di Indonesia menduduki peringkat pertama yaitu mencapai 24,8% dari 10 besar penyebab insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit baik umum ataupun Rumah Sakit jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Penerapan Prinsip Tujuh Benar Pemberian Obat oleh Perawat Kepada Pasien di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Jenis penelitian kuantitatif; deskriptif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 130 responden, menggunakan total sampling, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisa data menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip tujuh benar pemberian obat oleh perawat kepada pasien di Rumah Sakit Jiwa Aceh berada pada kategori benar berdasarkan Joint Commission International (JCI) (2012), yaitu 82 responden (63.1%), meliputi benar pasien 126 responden (96,9%), benar obat 101 responden (77.7%), benar dosis 98 responden (75.4%), benar rute 127 responden (97.7%), benar waktu 126 responden (96,9%), benar dokumentasi 128 responden (98.5%), dan benar informasi 127 responden (97.7%). Dapat disimpulkan bahwa perawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh sudah menerapkan prinsip tujuh benar pemberian obat, namun perlu perhatian kepada perawat yang belum sepenuhnya melaksanakannya dengan benar. Diharapkan kepada pihak manajemen agar selalu melakukan pengawasan dan memberikan pelatihan-pelatihan terkait prinsip tujuh benar pemberian obat
TANGGUNG JAWAB NOTARIS PENGGANTI BERDASARKAN PASAL 32 UNDANG-UNDANG JABATAN NOTARIS
Seseorang Notaris dalam menjalankan tugas jabatan berhak mengambil cuti dan menunjuk Notaris Pengganti. Notaris Pengganti adalah seseorang yang untuk sementara diangkat sebagai Notaris untuk menggantikan Notaris yang sedang cuti, sakit, atau untuk sementara berhalangan menjalankan jabatannya sebagai Notaris. Tugas dan wewenang Notaris Pengganti sama dengan Notaris, yaitu menyimpan dan memelihara Protokol Notaris. Penyerahan Protokol tersebut harus sesuai dengan Pasal 32 UUJN. Berdasarkan penjelasan Pasal 62 UUJN salah satu bentuk Protokol Notaris adalah minuta akta. Minuta akta adalah akta asli yang disimpan dalam protokol notaris. Namun pada prakteknya masih ada Notaris Pengganti yang melakukan kesalahan dalam pembuatan aktanya sehingga berdampak terhadap protokol notaris yang di peliharanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pertanggungjawaban Notaris Pengganti dalam memegang Protokol Notaris yang digantikan, untuk mengetahui implementasi pasal 32 UUJN tentang serah terima Protokol Notaris kepada Notaris Pengganti khususnya di Kota Banda Aceh, dan untuk mengetahui penerapan sanksi terhadap pelanggaran Pasal 32 UUJN. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang menggunakan data sekunder atau dengan cara meneliti bahan pustaka. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Undang-undang (Statute Approach) dan pendekatan analitis (Analitycal Approach). Sumber bahan hukum dalam penelitian adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang berkenaan dengan Tanggung Jawab Notaris Pengganti Berdasarkan Pasal 32 UUJN. Hasil Penelitian ditemukan bahwa Tanggung Jawab Notaris Pengganti lahir karena adanya kewenangan delegasi, kewenangan tersebut secara sah dan terikat mulai berlaku sejak Notaris Pengganti mengucapkan sumpah jabatan. Batas pertanggung jawaban Notaris Pengganti dapat diminta sepanjang masih berwenang dalam melaksanakan tugas dan jabatannya atau kesalahan- kesalahan yang dilakukan dalam menjalankan tugas jabatannya, atau sanksi-sanksi yang dapat dikenakan terhadap Notaris dapat dijatuhkan sepanjang Notaris Pengganti masih berwenang untuk melaksanakan tugas jabatannya. Notaris Pengganti bertanggung jawab atas setiap protokol notaris yang dibuatnya apabila dikemudian hari ditemukan kesalahan meskipun Notaris Pengganti tersebut sudah tidak menjabat lagi sebagai Notaris Pengganti. Disarankan agar Notaris Pengganti di Aceh khususnya di kota Banda Aceh dapat terus melaksanakan implemantasi Pasal 32 UUJN sebagaimana mestinya sehingga sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan agar Majelis Pengawas dapat terus melaksanakan tugas dan fungsi sebagai mana mestinya dan dapat terus melakukan sosialisasi kepada para Notaris dan Notaris Pengganti yang berkaitan dengan mekanisme serah terima Protokol Notaris dan disarankan agar semua protokol notaris agar dapat dijaga dan dipelihara sebagaimana mestinya sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang yang berlaku khususnya sesuai dengan UUJN. Kata Kunci : Notaris Pengganti, Tanggungjawab Notaris Pengganti, Protokol Notaris
PENGARUH METODE SHOW AND TELL TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 PUJA MULIA KABUPATEN BENER MERIAH
EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INCISI HARI KE-14 PADA KULIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELLITUS
EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calaburaL.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INCISI HARI KE-14 PADAKULIT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DIABETES MELLITUSABSTRAKLuka incisi adalah luka sempit dan memanjang yang disebabkan oleh benda tajam. Salahsatu faktor yang menghambat penyembuhan luka adalah kadar gula darah yang tinggi padakondisi diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim ekstrak daunkersen (Muntingia calabura L.) dalam mempercepat proses penyembuhan luka incisi hari ke-14pada kulit tikus putih diabetes mellitus. Hewan coba yang digunakan tikus putih (Rattus norvegicus)jantan 12 ekor dengan berat rata-rata 150-200 gram dan berumur 2-3 bulan. Tikus dibagi ke dalam4 kelompok perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Kelompok K1 sebagai kontrol negatifdiberikan basis krim. Kelompok K2 sebagai kontrol positif diberikan krim silver sulfadiazine0,1% dan metformin. Kelompok K3 diberikan krim ekstrak daun kersen 5% dan ekstrak oral daunkersen. Kelompok K4 diberikan krim ekstrak daun kersen 15% dan ekstrak oral daun kersen.Seluruh perlakuan dilakukan selama 14 hari. Hasil uji statistik terhadap rata-rata jumlah selfibroblas menunjukkan perbedaan nyata (
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-POSTER BERBASIS INSTAGRAM PADA MATERI UNSUR GOLONGAN ALKALI TANAH
Penelitian tentang pengembangan media pembelajaran e-poster berbasis instagram pada materi unsur golongan alkali tanah telah dilakukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan media dan mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap media e-poster berbasis instagram pada materi unsur golongan alkali tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE. Model ADDIE terdiri dari 5 tahap yaitu, analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), Uji coba produk (implementation) dan evaluasi (evaluation). Penelitian dilakukan di Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK. Sampel penelitian ini yaitu mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK angkatan 2020 sebanyak 30 orang yang mengikuti matakuliah unsur dan senyawa golongan utama. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian media oleh para ahli dan angket respon mahasiswa. Penilaian kualitas media e-poster oleh para ahli menunjukkan persentase kelayakan sebesar 91,11% dengan kategori sangat layak dan mahasiswa secara keseluruhan memberikan respon positif terhadap media yang dikembangkan dengan persentase sebesar 88,28% dengan kategori sangat baik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah media pembelajaran e-poster berbasis instagram pada materi unsur golongan alkali tanah dapat digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci: pengembangan, e-poster, instagram, unsur alkali tana
PENGARUH INDUKSI SUPEROVULASI MENGGUNAKAN FSH TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI FSH DAN LH PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE
PELAKSANAAN PRINSIP MENGENAL NASABAH (KNOW YOUR CUSTOMER PRINCIPLE) TERHADAP NASABAH PENYIMPAN PADA BANK MUAMALAT KANTOR CABANG BANDA ACEH
Penerapan prinsip mengenal nasabah merupakan suatu hal yang diwajibkan untuk dilaksanakan setiap bank sebagaimana ditentukan dalam Pasal 38 ayat 1 Undang-undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah menyatakan bahwa, Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah wajib menerapkan manajemen risiko, prinsip mengenal nasabah, dan perlindungan nasabah. Dalam kenyataannya penerapan prinsip mengenal nasabah terhadap nasabah penyimpan tidak dilaksanakan sesuai standar norma dan aturan dalam Undang-undang Perbankan dan Undang-undang Perbankan Syariah. Akibat tidak diterapkan prinsip mengenal nasabah tersebut menyebabkan adanya nasabah penyimpan bermasalah. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis pelaksanaan prinsip mengenal nasabah kehati-hatian terhadap nasabah penyimpan pada Bank Muamalat Banda Aceh dan kendala yang dihadapi Bank Muamalat Banda Aceh terhadap pelaksanaan prinsip mengenal nasabah terhadap penentuan calon nasabah penyimpan serta, upaya penyelesaian yang dilakukan Bank Muamalat Banda Aceh terhadap nasabah penyimpan bermasalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, yaitu mengkaji peraturan yang berlaku dengan apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat dengan melakukan penelitian lapangan dengan cara mewawancarai responden dan penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan mempelajari buku-buku dan peraturan perundang- undangan. Bank Muamalat belum sepenuhnya melaksanakan menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah, hal ini dapat dilihat ketika Bank Muamalat secara langsung menerima calon nasabah penyimpan setelah selesai mendaftar secara online. Kendala yang dihadapi oleh Bank Muamalat adalah sumber daya manusia atau karyawan bank yang belum cakap dan rendahnya sosialisasi kepada masyarakat tentang Prinsip Mengenal Nasabah, rendahnya pengetahuan dan perhatian nasabah terhadap Prinsip Mengenal Nasabah dan nasabah yang tidak melaporkan jika adanya pengkinian atau pembaharuan data. Upaya yang dilakukan oleh pihak Bank Muamalat terhadap nasabah penyimpan yang bermasalah telah dilakukan dengan cara melakukan verifikasi ulang nasabah penyimpan yang bermasalah dan pembaharuan data nasabah penyimpan yang bermasalah. Disarankan kepada Bank Muamalat dalam menerapkan prinsip Mengenal Nasabah pada penerimaan calon nasabah secara online untuk memberi waktu jeda selama 1x24 jam untuk pihak Bank dapat melakukan verifikasi calon nasabah penyimpan sebagaimana tujuan Prinsip Mengenal Nasabah. Guna meminimalisir dan menghindari kendala yang dihadapi Bank Muamalat Kantor Cabang Banda Aceh terhadap penerapan Prinsip Mengenal Nasabah dalam pemberian pembiayaan mikro, disarankan kepada Bank Muamalat untuk memiliki buku pedoman penentuan calon nasabah penyimpan yang mengatur ketentuan terkait penentuan calon nasabah
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL UMBI TUMBUHAN SARANG SEMUT (HYDNOPHYTUM FORMICARUM) TERHADAP PERUBAHAN BOBOT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN DIABETES MELITUS
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL UMBI TUMBUHAN SARANG SEMUT (Hydnophytum formicarum) TERHADAP PERUBAHAN BOBOT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN DIABETES MELITUSABSTRAKDiabetes melitus disebabkan oleh gangguan metabolisme yang terjadi pada pankreas. Penderita diabetes melitus untuk bertahan hidup sel menggunakan energi dari lemak dan protein. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas pemberian ekstrak umbi tumbuhan sarang semut dalam mengontrol bobot badan tikus putih diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan sejumlah 20 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, setiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Kelompok perlakuan terdiri dari P1, P2, P3, P4, dan P5. Tikus diadaptasi selama 7 hari, setelah itu P1 diberi pakan standar selama 14 hari sedangkan P2, P3, P4 dan P5 diberikan pakan tinggi lemak. Kemudian pada hari ke 15 P2, P3, P4, dan P5 disuntik aloksan secara intraperitoneal. Pada hari ke 22 tikus ditimbang bobot badannya. Setelah itu P3 diberikan terapi metformin 50 mg/kg bb, P4 diterapi Sarang semut 100 mg/kg bb, dan P5 diterapi sarang semut 200 mg/kg bb selama 14 hari. Pada hari ke 36 ditimbang bobot badan akhir tikus. Data dari penelitian ini diolah dengan uji statistik one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bobot badan sebelum perlakuan tidak berbeda nyata (