ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN EYE COUNTER PAD DARI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
ANALISIS DAMPAK PENINGKATAN KUALITAS CITRA BERBASIS CLAHE DAN UM PADA PENGKLASIFIKASIAN PENYAKIT RETINOPATI DIABETES
Retinopati Diabetes (RD) merupakan penyebab utama pada gangguan penglihatan manusia. RD akan mengakibatkan penderita mengalami kebutaan secara perlahan. RD diawali dengan melemahkan pembuluh kapiler kecil di area retina, bocornya darah yang menjadi penyebab adanya penebalan jaringan pada retina, pembengkakan, dan perdarahan yang lebih luas. Deteksi gangguan ini sulit untuk dilakukan diagnosis pada tahap awal, dikarenakan tidak adanya gejala yang menunjukkan bahwa seseorang itu telah terkena gangguan penglihatan ini. Dalam diagnosis klinis saat ini, skrining rutin penderita diabetes dilakukan melalui pemeriksaan fundus yang merupakan cara paling efektif untuk deteksi dini adanya kelainan. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu metode yang dapat memudahkan dan membantu dokter dalam mengidentifikasi RD melalui citra retina sehingga diperoleh hasil analisis yang akurat dan tepat. Adapun tujuan penelitian ini mengusulkan suatu metode peningkatan kualitas citra menggunakan Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) dan Unsharp Masking (UM) yang kemudian akan dikombinasikan dengan algoritma pengklasifikasian berbasis deep learning. Pertama kali Citra asli RD akan dilakukan pra-proses dengan metode CLAHE dan metode UM kemudian hasil dari citra CLAHE dan citra UM akan dilakukan proses pengklasifikasain dengan deep learning yaitu CNN. Setelah dilakukan penelitian hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu membedakan antara citra negatif RD (normal) dan citra positif RD (pasien RD), dengan penerapan image enhancement berbasis CLAHE dan UM memiliki akurasi yang lebih baik pada beberapa model dibandingkan dengan citra asli tanpa penerapan metode image enhancement. Hasil pengujian pada citra CLAHE menunjukkan akurasi rata-rata dari metode tersebut pada beberapa arsitektur sangat baik yaitu 97,2% pada arsitektur ResNet-34, 94,8% pada arsitektur VGG-16, dan 97,2% pada arsitektur EfficientNet-B0, sedangkan hasil pada citra UM menunjukkan akurasi dari beberapa arsitektur sangat baik yaitu 96,3% pada arsitektur ResNet-34, 90,5% pada arsitektur VGG-16, dan 94,8% pada arsitektur EfficientNet-B0. Hasil nilai akurasi dari kedua pengujian pada citra CLAHE dan UM dibandingkan dengan hasil pada citra asli yang menunjukkan nilai akurasi 96,9% pada arsitektur ResNet-34, 96% pada arsitektur VGG-16, dan 90% pada arsitektur EfficientNet-B0. Namun, pada model VGG-16 akurasi yang lebih bagus didapatkan pada citra asli dengan akurasi 96%, sedangkan pada model ResNet-34 dan EfficientNet-B0 akurasi yang lebih baik didapatkan pada citra CLAHE yaitu 97,2% untuk ResNet-34 dan 97,2% untuk EfficientNet-B0. Kata kunci : Retinopati Diabetes (RD), peningkatan kualitas citra (image enhancement), CLAHE, UM, pembelajaran mendalam (deep learning), dan CNN
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL RNABIDIN BANDA ACEH
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun sistemik yang mana autoantibodi dibentuk melawan sel tubuhnya sendiri. Pasien penderita LES dapat mengalami gangguan tidur yang dapat mengakibatkan perubahan dan penurunan kuantitas atau waktu tidur pasien LES dan juga dapat terjadi penurunan waktu total tidur dibandingkan dengan orang yang normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat mengetahui gambaran kualitas tidur pada pasien lupus eritematosus sistemik di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan di rawat jalan penyakit dalam RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan 70 responden yang memenuhi kriteria penelitian dari 72 total responden yang melakukan kunjungan berobat pada bagian penyakit dalam periode januarisampai februari 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar pasien LES mengalami kualitas tidur buruk dengan jumlah 41 responden (58,5%) dibandingkan dengan pasien LES yang mengalami kualitas tidur yang baik dengan jumlah 29 responden (41,4%). Berdasarkan total skor PSQI didapatkan bahwa komponen pertanyaan persentase skor paling buruk (3x atau lebih dari seminggu) adalah komponen latensi tidur (12,8%). Sedangkan untuk komponen pertanyaan yang memiliki persentase baik (Tidak pernah) paling banyak adalah komponen pertanyaan mengenai penggunaan obat tidur (98,5%). Penelitian ini menyimpulkan pada pasien LES lebih banyak mengalami kualitas tidur yang buruk. Kata kunci : Lupus eritematosus sistemik, kualitas tidur, rumah sakit, rawat jalan
SISTEM PEMBIAYAAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) SYARIAH PADA PT. PEGADAIAN SYARIAH UNIT KAMPUNG MULIA KOTA BANDA ACEH
Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan sebelumnya tentang Sistem Pembiayaan kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah pada PT. Pegadaian Syariah Unit Kampung Mulia Kota Banda Aceh, Maka dapat diambil kesimpulan bahwa:Sistem pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah di unit Kampung Mulia Kota Banda Aceh sudah sesuai dengan Syariat islam dan menggunakan prinsip Syariah dimana mereka menggunakan Akad Ar-Rahn untuk menghindari Riba.Dan Pembiayaan KUR Syariah yang di salurkan oleh Pemerintah ini sangat membantu masyarakat UMKM yang ingin mengembangkan usahanya karena pembiayaan ini tidak memiliki agunan/jaminan, Yang terpenting usaha nya sudah berjalan selama 6 bulan
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN MOISTURIZING HAND CREAM KOMBINASI MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI DAN COCOA BUTTER
Kulit kering merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dan menyebabkan munculnya rasa tidak nyaman. Banyak orang yang mulai memakai krim pelembap atau moisturizer untuk menjaga kulit tetap terhidrasi atau lembap. Pelembap merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kondisi kulit kering. Pelembab bekerja efektif untuk mengatasi kulit kering dan menjaga kelembutan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi kombinasi minyak biji bunga matahari dan cocoa butter yang memberikan hasil evaluasi paling baik dan menentukan aktivitas pelembap dari sediaan hand cream. Konsentrasi cocoa butter yang digunakan dalam formula adalah F0 (0%), F1 (2,5%), dan F2 (5%), dengan konsentrasi minyak biji bunga matahari 10%. Hasil evaluasi sediaan menunjukkan bahwa semua sediaan telah memenuhi persyaratan sediaan yang baik. Hasil uji iritasi menunjukkan tidak terdapatnya reaksi positif iritasi pada 30 orang sukarelawan. Hasil uji kesukaan menunjukkan aroma dari sediaan F2 paling disukai, sementara warna serta tekstur dari sediaan F0 yang paling disukai. Hasil uji kelembapan menunjukkan ketiga formula mempunyai aktivitas pelembap pada kulit, presentase kelembapan tertinggi dihasilkan oleh F2, yaitu 21,7%, diikuti oleh F1 18,16%, dan F0 16,3%. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi minyak biji bunga matahari dan cocoa butter dapat diformulasikan menjadi sediaan moisturizing hand cream dan mempunyai aktivitas sebagai pelembap kulit. Kata kunci : moisturizing hand cream, minyak biji bunga matahari, cocoa butter, pelemba
IDENTIFIKASI SISTEM PENDATAAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA LAMPULO, BANDA ACEH, ACEH
GAMBARAN HISTOLOGI DAN HISTOMORFOMETRI PANKREAS KALKUN (MELEAGRIS GALLOPAVO) PADA TINGKATAN UMUR BERBEDA
FORMULASI SABUN MANDI PADAT EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT KRATOM (MITRAGYNA SPECIOSA (KORTH.) HAVIL)
Penelitian formulasi sabun mandi padat ekstrak etil asetat kulit kratom (Mitragyna speciosa (Korth.) Havil) telah dilakukan. Ekstrak etil asetat kulit batang kratom mengandung saponin, flavonoid, terpenoid, dan steroid yang memiliki aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Sabun jika ditambahkan zat antibakteri dari ekstrak etil asetat kulit batang kratom dapat membuat kulit terhindar dari iritasi akibat bakteri dan mengurangi penggunaan zat antibakteri sintetik seperti triklokarban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi sabun mandi padat ekstrak etil asetat kulit batang kratom berdasarkan mutu sabun mandi padat menurut SNI 3532:2021 dan menganalisis aktivitas antibakteri sabun terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan sabun dengan metode cold-process, menggunakan campuran minyak padat, minyak cair, NaOH, dan variasi konsentrasi ekstrak etil asetat kulit batang kratom, yaitu 0,02% (F1), 0,03% (F2), dan 0,05% (F3). Uji mutu sabun mandi padat meliputi uji kadar air, pH, asam lemak bebas atau alkali bebas, serta uji tinggi dan stabilitas busa. Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sabun 11,37?12,37%; pH 10,23?10,48; kadar asam lemak bebas 0,3572?0,3760%; persentase busa yang hilang 16,78?39,00%; dan stabilitas busa 61,00?83,22%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan 3 formulasi sabun tidak efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat 0,0 mm. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sabun mandi padat ekstrak etil asetat kulit batang kratom telah memenuhi syarat mutu menurut SNI 3532:2021 dan tidak efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus
PENGARUH LABELISASI HALAL, HARGA, DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PRODUK MAKANAN IMPOR DALAM KEMASAN (STUDI MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SYIAH KUALA)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh labelisasi halal, harga, dan religiusitas terhadap keputusan pembelian pada produk makanan impor dalam kemasan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala Banda Aceh berjumlah 2571 orang dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diambil dengan metode Non- Probability Sampling dan teknik Purposive Sampling. Teknis analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel labelisasi halal, harga, dan religiusitas berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian pada produk makanan impor dalam kemasan. Hasil variabel labelisasi halal tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada produk makanan impor dalam kemasan, sedangkan variabel harga, dan religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk makanan impor dalam kemasan. Oleh karena nya diharapkan kepada masyarakat terutama mahasiswa agar lebih memperhatikan label halal saat membeli produk, dan untuk pemerintah dapat melakukan pengawasan produk makanan impor tentang kehalalan produknya.Kata Kunci: Labelisasi Halal, Harga, Religiusitas, Keputusan Pembelian
KARAKTERISTIK MUKUS SERVIKS SAPI LOKAL SELAMA FASE BERAHI MENGGUNAKAN METODE ENDOSKOPIK
Hormon steroid memiliki peranan yang penting terhadap sifat fisik mukus serviks. Pada saat hormon estrogen meningkat maka mukus serviks akan diproduksi lebih banyak, terlihat transparan dan cair, sedangkan progesteron akan menurunkan jumlah produksi mukus servik, terlihat kental dan menyerupai awan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perubahan karakteristik mukus serviks selama 24 jam sejak awal berahi. Parameter yang diamati adalah gambaran karakteristik mukus serviks pada jam ke 0, 6, 12, 18, dan 24 sejak berahi. Karakteristik mukus pada masing-masing waktu diberi nilai skor yaitu 1 (dirty); 2 (turbit); 3 (transparant). Data mengenai karakteristik mukus serviks dianalisis secara deskriptif. Metode pada penelitian ini dilakukan sinkroniasasi berahi pada 12 sampel sapi betina, kemudian dilakukan pengamatan berahi dan selanjutnya dilakukan pengamatan mukus serviks sapi berahi menggunakan endoskop IB berkamera. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 12 sampel sapi betina hanya 8 yang mengalami berahi setelah sinkronisasi. Pemeriksaan karakteristik mukus serviks sapi betina berahi dilakukan sebanyak 5 kali dengan interval waktu 6 jam setelah berahi. Pada 0 dan 6 jam setelah berahi karakteristik mukus serviks pada 8 ekor sampel terlihat transparan (skor 3), pada 12 jam berahi 5 ekor sampel karakteristik mukus serviks transparant (skor 3) dan 3 ekor sampel turbit (2), sedangkan pada 18 dan 24 jam berahi seluruh sampel sapi betina karakteristik mukus seviks terlihat dirty (skor 1) dan dinyatakan sebagai akhir dari berahi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penetapan fase berahi dapat menggunakan metode endoskopik dimana mukus serviks terlihat transparan dan keruh