ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BAHAN ALAM DI PAUD UMMI SABIRA KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR
ABSTRAK Hasanah, Putri. 2023. Mengembangkan Kemampuan Anak Mengenal BilanganDengan Menggunakan Media Bahan Alam di PAUD Ummi Sabira Baitussalam AcehBesar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan. Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dra. Yuhasriati, M.Pd (2) Rosmiati, S.Pd.I, M.Ed Kata Kunci: Kemampuan Anak, Mengenal Bilangan, Media Bahan AlamPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak dalammengenal bilangan dengan menggunakan media bahan alam. Jenis penelitian yangdigunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di PAUD UmmiSabira Baitussalam Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan model SuhardjonoSubjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 5 anak, yang terdiridari 2 anak laki-laki dan 3 anak perempuan untuk diteliti secara menyeluruh dalampeningkatan kemampuan anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalahobservasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak dapat meningkat setelahdiberi tindakan melalui kegiatan mengenal bilangan dengan menggunakan mediabahan alam yang berupa batu kerikil dan kartu angka. Dengan indikatormenyebutkan lambang bilangan 1-10, menggunakan lambang bilangan untukmencacah, dan mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan. Hal ini ditunjukandengan hasil observasi dan unjuk kerja anak dari kemampuan anak mengenalbilangan dengan media bahan alam dari siklus I sampai dengan siklus II. Pada siklusI hasil rata-rata yang diperoleh adalah kriteria belum berkembang 1 orang, mulaiberkembang 2 orang, berkembang sesuai harapan 2 orang dan berkembang sangatbaik 0 orang meningkat menjadi belum berkembang 0 orang, mulai berkembang 0orang, berkembang sesuai harapan 1 orang dan berkembang sangat baik 4 orang padasiklus II. Peningkatan kemampuan anak dalam mengenal bilangan dengan mediabahan alam (batu kerikil) tersebut terbukti dengan peningkatan jumlah anak yangmemiliki kemampuan dalam mengenal bilangan dengan media bahan alam dari pratindakan dan setelah tindakan yang selalu meningkat, dimana masing-masing siklusmenunjukan perkembangan yang lebih baik
PREVALENSI EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) DAN DISTRIBUSI FAKTOR RISIKO (STUDI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK NURUL IMAN, TK PERMATA SUNNAH, TK RAISHA, DAN TK TAHFIZH ANAK BANGSA KECAMATAN SYIAH KUALA, KOTA BANDA ACEH)
Early Childhood Caries (ECC) didefinisikan sebagai adanya satu atau lebih karies (tanpa kavitas atau dengan kavitas), gigi yang hilang (akibat karies), atau setiap permukaan gigi sulung yang terdapat tambalan pada anak usia dibawah 71 bulan. Karies merupakan suatu penyakit multifaktorial yang terjadi akibat interaksi empat faktor utama; host (gigi dan saliva), substrat, mikroorganisme (S. mutans), dan waktu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi ECC dan distribusi faktor risiko. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional study pada anak usia 4-6 tahun yang bersekolah di TK Nurul Iman, TK Permata Sunnah, TK Raisha, dan TK Tahfizh Anak Bangsa Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Subjek diseleksi dengan cara memberikan informed consent yang diisi dan ditandatangani oleh orang tua subjek. Orang tua yang telah menyetujui informed consent selanjutnya diberikan kuesioner dan dilakukan pemeriksaan pada anak. Hasil pemeriksaan dicatat di borang pemeriksaan dan didokumentasikan. Prevalensi ECC di Kecamatan Syiah Kuala mencapai 88,9% dengan free caries 11,1% serta distribusi faktor-faktor risiko yang bervariasi
REKONSTRUKSI PRAPERADILAN, GANTI KERUGIAN DAN/ ATAU REHABILITASI SEBAGAI SARANA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERSANGKA
MODEL MATEMATIKA TIPE SEIHR PENYEBARAN CORONA DISEASE (COVID-19)
COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV2 yang mudah menular antar individu, virus ini mengakibatkan pandemi dan melanda hampir seluruh negara di dunia, pandemi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keadaan dunia dalam segala aspek kehidupan. Penelitian ini mengembangkan model sebelumnya terkait SARS-CoV2 dengan tipe SEIHR. Penambahan parameter yaitu melakukan habitual baik sebagai pencegahan, memisahkan kelas individu terinfeksi bergejala dan tidak bergejala hingga penambahan parameter tindak rawat inap sebagai penanggulangan infeksi pernapasan akibat virus SARS-CoV2. Model ini menghasilkan dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan endemik dan titik kesetimbangan bebas penyakit. Selanjutnya, dengan menggunakan matriks generasi selanjutnya didapati nilai (terlampir di versi pdf) < 1 untuk setiap tingkat individu. Telah dilakukan sembilan simulasi pada nilai parameter bergerak, yakni laju tindak physical distancing (terlampir di versi pdf) = 0.1,0.55,0.9 dengan laju memakai masker (terlampir di versi pdf) = 0.8,0.45,0.12 dan laju tidak memakai masker (terlampir di versi pdf) = 0.2,0.55,0.88. Berdasarkan perhitungan menggunakan nilai parameter tersebut, didapatkan nilai reproduksi dasar adalah (terlampir di versi pdf) < 1. Artinya, penyakit COVID-19 akan hilang dalam kurung waktu tertentu. Telah dilakukan analisa kestabilan sebanyak dua jenis yakni analisa kestabilan terhadap titik kesetimbangan bebas penyakit dan Analisa kestabilan terhadap titik kesetimbangan endemik guna mengetahui sistem adalah stabil. Hasil analisa didapatkan bahwa sistem stabil asimtotik untuk kedua jenis titik kesetimbangan tersebut. Ilustrasi pada simulasi model menunjukkan bahwa, semakin banyak individu yang memakai masker dan melakukan tindak social distancing maka, penyebaran infeksi COVID-19 akan semakin menurun, artinya akan menghilang dalam kurung waktu tertentu. Didukung dengan tindak habitual baik yakni dengan melakukan protokol kesehatan hingga melakukan tindak rawat inap (hospitalizer) jika diperlukan, maka akan banyak yang sembuh hingga penyebaran infeksi COVID-19 akan cepat menghilang
POTENSI UMBI TAKA (TACCA LEONTOPETALOIDES) KEPULAUAN BANYAK KABUPATEN ACEH SINGKIL SEBAGAI ANTIHIPERKOLESTEROL
PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN, PENDIDIKAN, DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MINAT BERWAKAF UANG (STUDI KASUS DI ACEH BESAR)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendapatan,pendidikan dan persepsi terhadap minat berwakaf uang di kabupaten Aceh Besar.Data yang digunakan adalah data primer menggunakan instrumen kuesioner yangdisebarkan kepada 100 responden masyarakat yang ber-KTP di Aceh Besar. Jumlahvariabel yang diteliti ada 4 variabel yaitu tingkat pendapatan, pendidikan danpersepsi sebagai variabel independen serta variabel minat berwakaf uang sebagaivariabel dependen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalahpendekatan kuantitatif. Metode penarikan sampel yang digunakan adalahnonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Metode analisis yangdigunakan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pendapatan dan persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minatmasyarakat berwakaf uang, sedangkan Pendidikan tidak berpengaruh positif dansignifikan terhadap minat masyarakat berwakaf uang. Kata kunci: Tingkat Pendapatan, Pendidikan, Persepsi, Minat Berwakaf Uang,Analisis Regresi Linier Bergand
PENGAPLIKASIAN ECOPRINT UNTUK PRODUK FASHION READY TO WEAR
Tumbuhan dapat menghasilkan pewarna alami yang dapat dimanfaatkan pada bidang tekstil baik itu bagian batang, kulit, buah, dan daun tumbuhan. Daun tumbuhan paku (Pteridophyta) dan kulit batang mangrove merupakan jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dalam pewarnaan alami dengan teknik ecoprint. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasian daun tumbuhan paku pada bahan tekstil dengan teknik ecoprint menggunakan dua metode yaitu metode kukus dan metode ketuk, mendesain 2 model produk fashion untuk ecoprint metode ketuk dan metode kukus serta menciptakan produk fashion ready to wear berupa produk outer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tata Busana FKIP USK dimulai dari tanggal 15 Desember 2022 sampai dengan 10 Februari 2023. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah tumbuhan paku yang dapat dicetak langsung pada kain dengan teknik ecoprint, serta tawas dan tunjung yang digunakan sebagai zat mordanting. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah eksperimen terapan, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik ecoprint dengan metode kukus dan metode rebus dengan tahapan penelitian meliputin scouring kain, mordanting, proses ecoprint, fiksasi dan pembuatan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecoprint dengan metode kukus menggunakan daun tumbuhan paku jenis paku sejati (Pterophyta) dan mordant tawas ditambah tunjung, menggunakan kain selimut yang berwarna coklat hasil ekstrak dari kulit batang mangrove, lalu difiksasi dengan tawas menghasilkan warna hijau pada motif daun tumbuhan paku sejati dan efek warna cream pada kain yang dihasilkan dari kain selimut. Sedangkan pada metode ketuk menggunakan daun tumbuhan paku jenis paku pohon (Cyatheales) yang menghasilkan warna hijau kecoklatan bahkan menjadi warna coklat keemasan dan ada bagian warna yang pudar setelah difiksasi menggunakan tawas. Produk fashion ready to wear yang dihasilkan berupa produk outer.Kata kunci: Tumbuhan, Ecoprint, Daun tumbuhan paku, pewarna alami, fashion, ready to wear
ANALISIS INTENSITAS MEDAN DAN LEVEL RADIASI ELEKTROMAGNETIK BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) STANDARDISASI ICNIRP
Pesatnya perkembangan industri telekomunikasi tidak luput dari adanya menara BTS sebagai penunjang terbesar teknologi informasi. Problematika yang dirasakan adalah tersebarnya isu kesehatan yang diyakini dapat membahayakan kesehatan masyarakat disebabkan oleh paparan radiasi dari menara BTS. Hal ini perlu disosialisasikan dan dibuktikan berdasarkan data untuk menghindari kesalahpahaman tentang masalah kesehatan yang belum terbukti kebenarannya. Tingkat radiasi yang dipancarkan oleh antena menara BTS dilakukan perbandingan dengan batas aman dalam standar toleransi yang di tetapkan oleh ICNIRP yaitu 10 W/m2 untuk perangkat elektronik yang bekerja pada frekuensi 2-300 GHz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data secara langsung pada menara BTS Telkomsel dan XL Axiata dengan mengukur nilai medan listrik E dan medan magnet B. Pengambilan data dilakukan di 3 waktu yang berbeda yaitu pagi, siang, dan sore hari untuk dilihat paparan radiasi pada waktu tersebut. Pengukuran dilakukan melalui beberapa garis dengan jarak yang bervariasi mulai dari 0 sampai 30 meter dari menara BTS. Medan radiasi yang diperoleh dilakukan perhitungan untuk mencari nilai level radiasi. Hasil penelitian menunjukkan level radiasi terbesar yang dipancarkan oleh menara BTS Telkomsel dan XL Axiata dari pagi sampai sore hari bernilai 1.45 W/m2 untuk dan 1,36 W/m2. Nilai tersebut masih jauh tergolong aman dalam standar toleransi yang ditetapkan oleh ICNIRP sehingga paparan radiasi dari kedua menara BTS tersebut tidaklah berbahaya bagi kesehatan masyarakat.Kata kunci: Radiasi Elektromagnetik, Medan Radiasi, Medan Listrik, Medan Magnet, ICNIRP, BTS