ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
    92391 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MINYAK CENGKEH(SYZYGIUM AROMATICUM) TERHADAP LAMA WAKTUPINGSAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER)

    No full text
    Pengangkutan benih ikan kakap putih dalam keadaan hidup berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya. Minyak cengkeh dapat digunakan sebagai obat bius untuk mempertahankan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih karena mengandung eugenol yang bersifat analgesik. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas dari minyak cengkeh terhadap lama waktu pingsan dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih. Penelitian dilakukan pada 27 Februari 2023 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Penelitian menggunakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan yaitu minyak cengkeh dengan konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm, 16 ppm, dan 20 ppm. Hewan uji yang digunakan yaitu benih ikan kakap putih berukuran 5-7 cm sebanyak 150 ekor yang ditransportasikan selama 6 jam perjalanan. Parameter penelitian yang diamati berupa lama waktu induksi, lama waktu sadar, dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih. Hasil penelitian menunjukkan waktu induksi tercepat untuk pemingsanan benih ikan kakap putih yaitu konsentrasi 20 ppm dengan waktu 1,46 menit. Benih ikan kakap putih membutuhkan waktu 1,69 menit untuk sadar pada konsentrasi 4 ppm. Kelangsungan hidup benih ikan kakap terbaik pada konsentrasi 16 ppm (90%). Konsentrasi minyak cengkeh yang optimal untuk pembiusan benih ikankakap putih ukuran 5-7 cm memberikan pengaruh nyata terhadap lama waktu pingsan, waktu sadar dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih serta dosis terbaik untuk pemingsanan benih ikan kakap putih yaitu konsentrasi 16 ppm.Kata kunci: kakap putih, minyak cengkeh, pembiusan, lama waktu induksi, lama waktu sadar, dan kelangsungan hidu

    IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KESUKSESAN PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Kesuksesan dalam proyek konstruksi merupakan hasil akhir yang dapat dilihat berdasarkan tepat waktu, tidak melebihi anggaran yang ditetapkan dan kualitas terpenuhi. Dalam proses pelaksanaan proyek unsur tersebut saling berinteraksi satu sama lain. Untuk dapat menghasilkan proyek yang sukses dan baik secara kualitas, biaya dan waktu salah satu cara yang dapat di lakukan adalah dengan menerapkan manajemen proyek yang baik. Jika salah satunya tidak terpenuhi maka proyek tersebut belum sepenuhnya dikatakan sukses, sehingga dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kesuksesan pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada 33 perusahaan kontraktor kualifikasi menengah di Kota Banda Aceh. Sedangkan data sekunder adalah daftar perusahaan kontraktor dari GAPENSI tahun 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data yang telah dikumpulkan dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan 5 (lima) faktor kesuksesan pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung, yaitu faktor manajemen proyek, faktor pengadaan proyek, faktor tenaga kerja, faktor bahan/material, dan faktor peralatan. Faktor bahan/material merupakan faktor dominan terhadap kesuksesan pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh. Agar mutu pekerjaan pada proyek dapat sesuai dengan yang direncanakan, maka bahan dan material bangunan yang digunakan haruslah memenuhi syarat yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga kontraktor perlu memperhatikan faktor bahan/material untuk mencapai kesuksesan pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung

    SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENGINAPAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH BERBASIS WEBGIS

    No full text
    Daerah pariwisata merupakan salah satu industri yang secara ekonomi paling mempunyai arti. Kabupaten Aceh Tengah memiliki banyak karakteristik dalam hal tempat wisata sehingga masyarakat setempat banyak membangun penginapan serta menjadikan tempat tinggal mereka sebagai penginapan. Kabupaten Aceh Tengah tidak menyediakan informasi mengenai penginapan dalam bentuk peta digital dan masih banyak masyarakat lokal maupun pendatang yang merasa sulit dalam mencari lokasi penginapan serta tidak tersedianya media mengenai informasi keadaan penginapan. Mengatasi permasalahan tersebut sehingga penelitian ini bertujuan membangun sistem informasi geografis penginapan Kabupaten Aceh Tengah yang menampilkan lokasi persebaran penginapan serta menyediakan virtual tour penginapan dalam bentuk WebGIS. WebGIS dibangun menggunakan framework CodeIgniter dan Leaflet sebagai library. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan usability testing menggunakan metode USE Questionnaire. Berdasarkan hasil pengujian kepada 100 orang responden terdiri pengguna masyarakat umum, pengguna pemilik penginapan dan pengguna pihak Dinas Pariwisata mendapatkan hasil rata-rata persentase kelayakan sistem 85.74% dan masuk ke dalam kategori sangat layak

    DINAMIKA STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON BERDASARKAN STRATIFIKASI KEDALAMAN DANAU ANEUK LAOT SABANG

    No full text

    DNA BARCODING IKAN FAMILI CARANGIDAE DI PERAIRAN UTARA ACEH

    No full text
    Ikan famili Carangidae merupakan ikan pelagis dengan nilai ekonomis di perairan Aceh. Data statistik KKP menunjukkan hasil tangkapan ikan famili Carangidae meningkat dari tahun ke tahun sehingga pada tahun 2020 hasil tangkapan mencapai 106.569 kg. Salah satu upaya untuk mengidentifikasi dan mengelola keanekaragaman hayati adalah dengan mengumpulkan data genetik. Namun, penelitian mengenai data genetik ikan famili Carangidae masih sangat terbatas khususnya di perairan utara Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies ikan famili Carangidae di perairan utara Aceh secara molekuler menggunakan Cytochrome Oxydase Subunit I (COI) mtDNA dengan teknologi DNA Barcoding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023. Pengambilan sampel dilakukan di PPS Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh. Metode ekstraksi DNA dilakukan dengan menggunakan metode 2X Buffer C-TAB. Total sekuen yang dihasilkan pada penelitian ini berjumlah 24 sekuen dengan panjang 635 base pairs (bp). Sebanyak 8 spesies ikan famili Carangidae berhasil diidentifikasi yakni Carangoides coeruleopinnatus, Carangoides hedlandensis, Carangoides malabaricus, Carangoides telamparoides, Caranx ignobilis, Caranx melampygus, Caranx sexfasciatus, dan Scyris indica. Rata-rata jarak berdasarkan kimura-2-parameter adalah 0,0037. Analisis jarak genetik dan pohon filogentik menunjukkan jarak genetik paling dekat dengan nilai 3,13% terdapat pada Carangoides malabaricus dan Carangoides talamparoides, sedangkan jarak terjauh dengan nilai 21,46% terdapat pada Caranx ignobilis dan Carangoides talamparoides. Tujuh spesies masuk kedalam kategori Least Concern (LC) dan satu spesies yakni Carangoides talamparoides masuk kedalam kategori Not Evaluated dengan penurunan tren populasi pada spesies Caranx sexfasciatus. Hasil penelitian dapat menjadi informasi mendasar bagi pengelolaan sumber daya ikan famili Carangidae di perairan Utara Aceh

    DETEKSI FORMALIN PADA DIMSUM DAGING AYAM DI KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Formalin sering digunakan sebagai bahan pengawet makanan olahan karena mengandung senyawa yang dapat membunuh bakteri, sehingga makanan tidak mudah busuk, namun memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan konsumen. Dimsum yang diproduksi dan dipasarkan di Kota Banda Aceh umumnya berbahan baku ayam dan belum memiliki label dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan formalin pada dimsum daging ayam yang dipasarkan di delapan kecamatan yang ada pada wilayah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Pengujian dilakukan secara kualitatif dengan uji fenilhidrazin. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 10 sampel yang diuji terlihat sebanyak 6 (60%) sampel positif mengandung formalin yang ditandai dengan warna hijau dan 4 (40%) sampel negatif mengandung formalin yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna. Sampel positif ditemukan pada 6 (75%) kecamatan dan sampel negatif ditemukan pada 2 (25%) kecamatan di wilayah Kota Banda Aceh. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 60% produk dimsum daging ayam di Kota Banda Aceh mengandung formalin dan sebanyak 75% tempat penjualan dimsum di kecamatan di Kota Banda Aceh menjual dimsum daging ayam mengandung formalin.Kata kunci: Dimsum, formalin, frozen foo

    31,325

    full texts

    92,391

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ETD - Unsyiah Central Library
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇