Jurnal - Universitas Bandar Lampung (UBL)
Not a member yet
    2216 research outputs found

    Penerapan Multimedia Interaktif menggunakan Smart Apps Creator 3 sebagai Media Pembelajaran Kreasi Multimedia

    Full text link
    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menuntut dosen untuk melakukan pembelajaran yang interaktif berbasis teknologi. Media pembelajan dengan implementasi multimedia interaktif menjadi salah satu solusi yang dapat mempermudah dalam pembuatan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran kreasi multimedia dengan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator 3. Metode penelitian yang dingunakan mengacu pada model pengembangan 4D (Four D-Model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: pendefinisian, perancangan, pengembangan dan dessimeninate. Namun penelitian ini baru dilakukan pada tahapan pengembangan yang  mana  hanya  menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Media Interaktif. Analisis data dilakukan dengan menyebarkan questioner kepada  25  mahasiswa dan 2 dosen secara kuantitatif dan kualitatif. Mahasiswa menjadi terbiasa dalam penggunakan teknologi 4.0 dalam belajar, sehingga dapat mengembangkan pemikiran kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Berdasarkan hasil penelitian multimedia interaktif menggunakan Smart Apss Creator 3 secara signifikan meningkatkan potensi belajar di kelas dalam interaksi, efektifitas, pemahanan materi, dan, proses pembelajaran. Hal ini didapatkan berdasarkan persentase  kualitas multimedia interaktif dalam seluruh aspek sebesar 3,30 dengan kategori sangat baik dengan rata-rata persentas 3.70 (sangat baik). Proses pengembangan pada penelitian ini dapat membuat media pembelajaran multimedia interaktif yang lebih kreatif sesuai dengan pemanfaatan teknologi 4.0 Kata Kunci: Multimedia Interaktif,  Pembelajaran 4.0, Smart Apps Creator

    Implementasi dan Analisis Akurasi Pengukuran Luas Wilayah Kota Bekasi Menggunakan Algoritma Divide dan Conquer & Metode Grid

    Full text link
    Implementation and Accuracy Analysis of Area Measurement in Bekasi City Using Divide and Conquer Algorithm & Grid Method. Measuring area is an important factor in an urban planning of an area. This is because area size is often used as a budget basis in various development projects, especially those in physical form. Accurate area measurement will certainly have an impact on the budget policies that will be taken. One method that can be used to measure area is by applying the divide & conquer algorithm and the Grid method. The divide & conquer algorithm is an algorithm that divides complex/large problems into smaller sub-problems. Grid method is one kind of this algorithm. This method was chosen because it is simple, easy to understand, and provides quite optimal results. In the implementation of the Grid method, the map of the Bekasi City area will be divided into smaller areas and mapped them in Grid form. The calculation results show quite good results, that is the area of Bekasi City is 208 km2. Compared to the actual area of 210,49 km2, so the difference area size is 2,49 km2. So the accuracy level of using this method is 98,82%

    Measuring the Maturity Level of Social Assistance Distribution Data Governance Using the 2019 Cobit Framework

    Full text link
    This study aims to measure the maturity level of data governance in the distribution of social assistance using the COBIT 2019 framework. We chose COBIT 2019 as the methodology due to its comprehensive guidance for information technology governance. Measurements were made by assessing researchers focused on 4 domains APO, BAI, and DSS. The results of the study indicate variations in the level of maturity across processes. Some processes, such as risk management and operational efficiency, have reached the desired level of maturity, while other processes, such as information security and organizational change management, still require significant improvement. The gaps found in this measurement provide valuable insights into areas that require further attention. Recommendations for improvement include improving user training, strengthening security procedures, and improving communication and stakeholder engagement. Implementation of the proposed improvements is expected to improve data governance maturity and, in turn, improve the quality and accuracy of social assistance distribution. This study makes a significant contribution to understanding and improving data governance in the public sector, especially in the context of social assistance distribution. The results and recommendations from this study can be used by related organizations to optimize their data management processes so that they can be more effective and efficient in serving the public

    Implementasi Kebijakan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat

    Full text link
    Farmer institutions as forums for farmer organizations have not yet functioned optimally. This study aims to examine and analyze the implementation of the Minister of Agriculture's Regulation Number 67 of 2016 on Farmer Institutional Development in Indonesia, specifically at the Plantation Service of West Java Province, as well as the factors that support or hinder its success. Using a descriptive qualitative method, the study reveals that communication remains suboptimal due to budget constraints and the large coverage area, while resources are inadequate due to a limited number of human resources (HR). However, the attitude or disposition is favorable, with tasks for regional facilitators or extension workers being clear and continuously implemented. The bureaucratic structure is well-organized, with facilitators providing counseling in accordance with Standard Operating Procedures (SOPs) and maintaining effective communication with farmers. Supporting factors include the quality of human resources, the commitment and support of central and local governments, and the enthusiasm and dedication of targeted farmer groups. On the other hand, challenges include the limited number of HR, the vast agricultural land area, the diverse ages of farmer group members, weak group organizational structures, budget constraints, insufficient facilities and infrastructure for facilitators, poor communication, and the mental attitudes of farmers. Overall, while the policy implementation is generally positive, it remains suboptimal and requires further improvement

    Pengaruh Pengawasan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lampung Tengah

    Full text link
    This study aims to determine the effect of Supervision and Work Discipline on Employee Performance at the Regional Revenue Agency of Central Lampung Regency. The population of this study were 76 employees. This study uses quantitative methods and uses data analysis in the form of validity tests, reliability tests, t tests (partial) and F tests (simultaneous) with the help of SPSS. The results of this study indicate that this study supports the hypothesis proposed that leadership supervision has a positive effect on employee performance and is significant to employee performance, work discipline has a positive and significant effect on employee performance at the Central Lampung Regency Regional Revenue Agency

    Pengaruh Farmasi Klinis dan Kualifikasi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Lampung

    Full text link
    Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh farmasi klinis dan kualifikasi sumber daya kefarmasian baik secara parsial maupun simultan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Lampung. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kausal dengan metode penelitian menggunakan penelitian survei dengan pendekatan statistik. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan Program SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa farmasi klinis berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Lampung, kemudian kualifikasi sumber daya manusia kefarmasian berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Lampung serta farmasi klinis dan kualifikasi sumber daya kefarmasian berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Lampung. Saran yang dapat dikemukakan perlu kiranya tenaga teknis kefarmasian menanyakan lebih mendalam mengenai mengenai riwayat penggunaan obat melalui wawancara atau data rekam medik sehingga dapat memperkecil resiko akibat reaksi obat yang tidak dikehendaki (efek samping obat), kemudian sebagai self awareness hendaknya apoteker dan tenaga teknis kefarmasian senantiasa menunjukkan empati dengan menunjukkan perhatian dan sopan santun dalam melayani kepada pasien/keluarga/ konsumen yang membutuhkan pelayanan dari apoteker dan teknis kefarmasian

    RANCANG BANGUN UNTUK PAKAN TERNAK MESIN EXTRUDER

    No full text
     Pakan pelet merupakan salah satu bentuk pakan ternak yang memiliki banyak keuntungan, seperti kualitas pakan, daya simpan yang lebih lama, dan kemudahan dalam proses pemberian pakan. Perancangan ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi mesin extruder sebagai pencetak pakan pelet untuk pakan ternak dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang mudah didapatkan. Sehingga seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini untuk mempercepat dan mempermudah segala hal yang dikerjakan manusia dalam sektor produksi pakan ternak serta penggunaan mesin-mesin hasil ciptaan manusia yang telah banyak dipergunakan agar proses produksi menjadi lebih efisien. Perancangan ini dimulai dengan pembuatan mesin extruder yang sesuai dengan spesifikasi dan karakteristik bahan baku pakan ternak serta menggunakan dinamo listrik 1 HP, dan kecepatan putaran 1400 Rpm sebagai penggerak utama. Mesin Extruder untuk Pakan Ternak dapat menghasilkan kapasitas produksi 140 kg/jam dengan rincian 7 kg dalam setiap 3 menit proses pencetakan. Pada proses perancangan mesin ini dilakukan untuk menentukan besarnya daya motor penggerak yang dibutuhkan serta mengevaluasi performa mesin extruder, termasuk kapasitas produksi, merencanakan perhitungan sistem tranmisi. Selain itu, kualitas pakan pelet yang dihasilkan juga dilakukan untuk memastikan kandungan nutrisi yang memadai bagi kebutuhan pakan ternak

    Pemanfaatan Media Presentasi untuk Mengasah Public Speaking Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di IAIN Kudus

    Full text link
    Public speaking merupakan suatu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa untuk meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, dan penyampaian ide secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media presentasi dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kudus. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif diterapkan dengan fokus pada mahasiswa KPI angkatan 2023 semester 3 yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media presentasi seperti powerpoint membantu mahasiswa dalam menyusun materi secara sistematis, menarik perhatian, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Namun, terdapat tantangan seperti masalah teknis dan kurangnya pengetahuan dalam memanfaatkan fitur-fitur media. Penelitian ini menyajikan kontribusi berupa model “Pengembangan Public Speaking Berbasis Media Presentasi” yang menekankan penggabungan  teknologi dengan keterampilan komunikasi. Kontribusi dari penelitian ini tidak hanya memperkaya teori komunikasi visual, tetapi juga menawarkan solusi praktis untuk pengembangan keterampilan berbicara mahasiswa dalam berbagai situasi

    Metaverse dan NFT sebagai Budaya Digital: Persepsi, Interaksi, dan Adopsi Metaverse dan NFT di antara Generasi Milenial

    Full text link
    NFT dan Metaverse muncul sebagai fenomena yang menarik. Sebagai praktiknya, banyak orang yang mulai memainkan NFT. Sebagai perbincangan, wacana tentang keberlanjutan "mainan" digital ini juga dibahas. Apakah ini hanya fenomena sementara atau jangka panjang? Artikel ini mencoba memotret bagaimana persepsi generasi milenial terhadap produk digital seperti Metaverse dan NFT. Persepsi yang muncul merupakan hasil dari interaksi mereka dengan produk digital tersebut. Topik ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara kepada informan yang telah berinteraksi pada tahap awal dan tahap lanjut. Hasilnya adalah informan dengan interaksi tingkat awal memiliki persepsi bahwa produk digital seperti Metaverse tidak mendesak untuk saat ini. Informan dengan interaksi tingkat lanjut merasa bahwa ada gambaran besar sebagai peluang yang dijanjikan dari kemunculan teknologi seperti Metaverse dan NFT. Topik seputar desentralisasi, kreativitas, dan faktor keuangan mendorong mereka untuk berinteraksi dengan barang-barang digital ini

    INTERAKSI KOMUNIKASI PADA PENYANDANG DISABILITAS DOWN SYNDROME DI LINGKUNGAN KERJA (STUDI KASUS PADA CAFE ENERGI POSITIF)

    Full text link
    Down syndrome dalah suatu kondisi pada seseorang yang memiliki keterbelakangan dalam perkembangan fisik dan mental sejak lahir karena adanya kelainan pada kromosom. Hal ini menyebabkan penyandang down syndrome cendenrung tidak dapat mengendalikan motorik kasar dan motorik halusnya dengan baik dan mengalami gangguan intelektual yang membuat mereka cenderung memiliki kemampuan mental di bawah rata-rata orang pada umumnya. Isu keterbatasan pada penyandang down syndrome mengakibatkan timbulnya stigma negatif bahkan dapat mendiskriminasi mereka pada dunia bisnis. stigma negatif ini dapat berakibat pada pembatasan akses untuk mendapatkan pekerjaan yang layak serta menghambat peluang pengembangan karir mereka.  Penelitian ini berfokus pada interaksi komunikasi internal di Cafe Energi Positif, terutama dalam konteks komunikasi pada karyawan penyandang down syndrome di lingkungan kerja. Karyawan penyandang down syndrome seringkali menghadapi berbagai hambatan dalam berinteraksi sosial, termasuk dalam berkomunikasi di lingkungan kerja. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana komunikasi interaksi karyawan penyandang down syndrome di lingkungan kerja internal pada Cafe Energi Positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dimana terdapat sebelas orang informan yang diwawancarai dalam pengambilan data primer. Selain itu peneliti juga melakukan pengamatan dan studi pustaka untuk melengkapi hasil data di lapangan.  Penelitian ini menunujukan bahwa para pegawai penyandang down syndrome memiliki keterbatasan dalam penggunaan komunikasi verbal. Namun hal ini tidak menghalangi mereka untuk dapat berkomunikasi karena mereka dapat memaksimalkan interaksi mereka menggunakan tanda-tanda komunikasi non verbalnya. Tak dapat dipungkiri dukungan dari lingkungan kerja juga dapat membantu meningkatkan ketrampilan mereka dalam berkomunikasi. Selain sebelumnya para karyawan penyandang down syndrome telah mendapatkan pelatihan kerja, para pegawai lainnya di Café Energi Positif juga memiliki komitmen untuk membantu melatih kemampuan berkomunikasi verbal mereka. Keterbatasan yang dialami oleh para pegawai penyandang down syndrome di Café Energi Positif bukanlah menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak bahkan di café ini kehadiran mereka semakin mempererat hubungan dalam komunikasi internal Perusahaan

    1,689

    full texts

    2,216

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal - Universitas Bandar Lampung (UBL)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇