E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
    3049 research outputs found

    ANALISIS MISKONSEPSI FUNGSI INVE ANALISIS MISKONSEPSI FUNGSI INVERS PADA BUKU MATEMATIKA SMA KELAS X KURIKULUM 2013

    No full text
    Misconceptions in mathematics often occur when students try to apply rules they understand from a two-dimensional environment to a three-dimensional context without proper adjustments. Based on the analysis of the two definitions of the inverse function, it shows an inconsistency in the formulation of mathematical concepts. Definition 3.4 on page 103 and summary number 8 on page 116 provide conflicting definitions regarding the domain and codomain of the inverse function which proves the existence of misconceptions. The study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection is also carried out by utilizing two types of data sources, primary data and secondary data. Primary data comes directly from the contents of the book being analyzed. Secondary data is obtained from the General Mathematics Learning Module for Grade X High School as a comparison material. The contribution resulting from this study is practical, namely as input for teachers in providing additional clarification when using open books and as a consideration for authors or compilers of books to be more careful in formulating definitions and example questions

    Retorika Retorika dalam Debat Calon Presiden Indonesia 2024: Debat

    No full text
    Rhetoric plays a strategic role in political discourse, particularly in presidential debates that serve as a public arena for shaping candidate image and influencing voter perception. This study aims to analyze rhetorical devices employed by the three Indonesian presidential candidates during the 2024 election debates. Utilizing a descriptive qualitative approach, the data were sourced from official debate transcripts retrieved from the YouTube channel of the Indonesian General Elections Commission (KPU RI). Data collection was conducted through observation and documentation, followed by content analysis to interpret the rhetorical patterns used by each candidate. The findings reveal that all three candidates employed a variety of rhetorical devices, including alliteration, anaphora, hyperbole, metaphor, parallelism, and personification. Anies Baswedan frequently used metonymy and rhetorical questions; Ganjar Pranowo prominently employed metaphors and personification; while Prabowo Subianto heavily relied on parallelism and metaphors. These findings suggest that rhetorical devices were strategically utilized to reinforce arguments, enhance credibility, and shape public perception throughout the political campaign.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan perangkat retoris dalam debat calon presiden Indonesia tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa transkrip debat ketiga calon presiden dari kanal YouTube resmi KPU RI. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis dilakukan dengan content analysis untuk mengungkap jenis dan makna perangkat retoris yang digunakan oleh masing-masing kandidat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kandidat menggunakan beragam perangkat retoris seperti aliterasi, anafora, hiperbola, metafora, , paralelisme, personifikasi. Perangkat retoris paling dominan digunakan oleh Anies Baswedan adalah metonimi dan pertanyaan retoris, sementara Ganjar Pranowo banyak menggunakan metafora dan personifikasi, dan Prabowo Subianto menonjol dalam penggunaan paralelisme dan metafora. Temuan ini menunjukkan bahwa retorika berperan penting dalam membentuk citra, memperkuat argumen, serta mempengaruhi persepsi publik terhadap para kandidat dalam kontestasi politik

    An Analisis Semiotika Peirce pada Logo Gerakan Salam Empat Jari

    No full text
    This study aims to examine the meaning contained in the “Four Fingers” logo using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. It employs a qualitative descriptive method, with Peirce’s semiotic theory serving as the analytical framework. Data collection was conducted using a note-taking technique. This research was carried out due to the absence of prior studies addressing this phenomenon from a semiotic perspective. The findings indicate that the message conveyed through the design of the “Four Fingers” logo and its visual campaign is communicatively received by the public. Based on Peirce’s elements of representamen, object, and interpretant, the logo is interpreted as a symbolic call for the public to collectively monitor and prevent potential electoral fraud in the 2024 election, which is perceived as a threat to the principles of democracy in Indonesia. Overall, the results of this study contribute to the richness of semiotic discourse and may serve as a reference for future research.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam logo “Salam Empat Jari” dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan teori semiotika Peirce sebagai landasan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan yang ingin disampaikan melalui desain logo dan kampanye visual “Salam Empat Jari” dapat diterima secara komunikatif oleh masyarakat. Berdasarkan elemen representamen, object, dan interpretant dalam teori Peirce, logo tersebut dimaknai sebagai simbol ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan mencegah potensi kecurangan dalam pemilu 2024 yang dinilai dapat mengancam prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia

    Edukasi Politik melalui Media Sosial: Kajian Tindak Tutur Representatif Ferry Irwandi di Instagram

    No full text
    This study aims to examine how social media functions as a political education platform through the use of representative speech acts. This study employed a descriptive qualitative approach with representative speech act theory. Data were obtained from Ferry Irwandi\u27s Instagram account (@irwandiferry) from January to August 2025. There were 35 posts focused on political and state issues in Indonesia. Data analysis revealed 145 representative speech acts. These representative speech acts comprised six forms: explaining, stating, showing, reminding, mentioning, and speculating. The results showed that explaining was the dominant representative speech act. These findings demonstrate that Ferry Irwandi strives to provide political insight, build understanding, foster public awareness, and encourage the public to be critical of government policies, rather than passively accepting them. The implications of this study confirm that social media, particularly Instagram, can be an effective platform for political literacy when used with argumentative, clear, and educative language strategies.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial berperan sebagai ruang edukasi politik melalui penggunaan tindak tutur representatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori tindak tutur representatif. Data penelitian diperoleh dari akun instagram Ferry Irwandi (@irwandiferry) pada periode Januari–Agustus 2025. Terdapat 35 postingan yang berfokus membahas isu politik dan isu kenegaraan di Indonesia. Hasil analisis data, ditemukan sejumlah 145 tindak tutur representatif. Tindak tutur representatif tersebut ditemukan 6 bentuk tindak tutur representatif yang terdiri dari: menjelaskan, menyatakan, menunjukkan, mengingatkan, menyebutkan, dan berspekulasi. Hasil penelitian menunjukkan tindak tutur representatif yang mendominasi adalah tindak tutur menjelaskan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa Ferry Irwandi berupaya memberikan wawasan politik, membangun pemahaman, mendorong kepedulian publik, serta mengajak masyarakat untuk  bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, alih-alih menerimanya secara pasif.  Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya instagram dapat menjadi ruang literasi politik yang efektif ketika digunakan dengan strategi bahasa yang argumentatif, jelas dan edukatif

    Pemberantasan Pencucian Uang: Tinjauan Peran PPATK dalam Kasus Robot Trading Indra Kesuma

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan studi kasus robot trading oleh Indra Kesuma. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menjawab dua pertanyaan: pertama, bagaimana pelaksanaan kewenangan PPATK dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dan kedua, bagaimana proses hukum yang dijalankan oleh PPATK dalam menyelidiki tindak pidana pencucian uang terkait kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menggabungkan studi hukum normatif dengan data empiris dari kasus robot trading. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa PPATK memiliki peran strategis dalam mendeteksi dan menganalisis transaksi keuangan yang mencurigakan, termasuk dalam kasus Indra Kesuma, di mana PPATK bekerja sama dengan instansi penegak hukum untuk membekukan aset yang terkait dengan tindak pidana pencucian uang. Namun, dalam pelaksanaannya, PPATK masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan koordinasi antar-lembaga serta hambatan dalam mengakses informasi lintas batas negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kewenangan PPATK dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang telah berjalan efektif dalam beberapa aspek, meskipun masih memerlukan peningkatan pada koordinasi dan kerangka hukum untuk penanganan kasus yang lebih komprehensif. Kasus Indra Kesuma juga menunjukkan pentingnya penguatan PPATK dalam investigasi lintas yurisdiksi guna mencegah kejahatan keuangan yang lebih luas

    Kajian Hukum Terhadap Tindak Pidana Pencabulan Yang Dilakukan Oleh Anak: Studi Kasus Putusan No. 25/Pid-Sus-Anak/2022/Pn-Kisaran

    Full text link
    Tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh anak menjadi fenomena yang mengundang kekhawatiran di masyarakat karena dampak serius yang ditimbulkannya terhadap korban dan pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bentuk pertanggungjawaban pidana bagi anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dan memahami pertimbangan hakim dalam memutus perkara. Penelitian ini bersifat normatif dengan mengkaji Putusan Mahkamah Agung No. 25/Pid.Sus-Anak/2022/PN-Kisaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku tindak pidana pencabulan oleh anak dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Undang-undang ini mengatur bahwa anak yang terlibat dalam tindak pidana harus diproses melalui sistem peradilan yang mempertimbangkan prinsip keadilan restoratif dan perlindungan anak. Hal ini mencakup proses diversi, pidana yang bersifat edukatif, dan rehabilitasi. Seperti pada Putusan Mahkamah Agung Nomor. 25/Pid.Sus-Anak/2022/PN-Kisaran, hakim memutuskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membebaskan anak pelaku dari pertanggungjawaban pidana. Pertimbangan ini didasarkan pada fakta dan bukti yang terungkap selama persidangan, serta dampak dari perbuatan anak tersebut. Pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam menangani kasus-kasus tindak pidana pencabulan oleh anak, yang tidak hanya fokus pada penjatuhan hukuman tetapi juga pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial anak pelaku

    Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Dalam Praktik Bisnis Berkelanjutan Di Indonesia

    Full text link
    Bisnis berkelanjutan menuntut perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk tanggung jawab hukum perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia serta menelaah regulasi yang melandasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksinkronan antara Undang-Undang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Penanaman Modal, dan peraturan pelaksana lainnya dalam pengaturan CSR. Selain itu, belum terdapat standar pengukuran yang jelas terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan harmonisasi hukum dan penguatan regulasi untuk mewujudkan sistem bisnis yang adil, transparan, dan berkelanjutan

    PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN PERLINDUNGAN HIV/AIDS DI KOTA TANJUNG BALAI

    Full text link
    Masalah HIV/AIDS menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Tanjung Balai. Pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam upaya penanggulangan dan perlindungan terhadap penderita HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk intervensi atau masukan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menangani masalah ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah mengimplementasikan berbagai program seperti sosialisasi, layanan konseling dan tes HIV secara sukarela (VCT), serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan anggaran, stigma sosial, dan kurangnya partisipasi masyarakat. Diperlukan strategi yang lebih terintegrasi dan partisipatif agar upaya perlindungan dan penanggulangan HIV/AIDS dapat berjalan lebih efektif.   Kata Kunci : Pemerintah Daerah, HIV/AIDS, Perlindungan, Penanggulangan, Tanjung Balai.

    THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING BY ASSISTED QUICK RESPONSE CODE ON STUDENTS’ ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXT

    Full text link
    This research aimed to find out whether Problem Based Learning by Assisted Quick Response Code can effectively affect the students’ ability in writing narrative text. The population of this research was the grade X students of SMA Swasta Daerah Sei Bejangkar 2024/2025 Academic Year. Quantitative research was used in this research. The technique of collecting data was by Essay Test. The result showed that the mean of the pre-test was 58,57 for experiment group and 47,10 for control group. The increase in the score is a 27.62%. This implementation of Problem Based Learning by Assisted Quick Response Code is effective to improve students’ writing. The data was analysed by using t-test formula. The result of the analysis showed that t-score is higher that t-table (6,82) at the level of significance with degree of freedom 38, it means that the Ha is accepted and Ho is rejected

    KONSERVASI SASTRA SINANDUNG SEBAGAI WARISAN BUDAYA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN HEGEMONI BUDAYA GLOBAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak hegemoni budaya global terhadap pelestarian sastra lisan Sinandung di Kota Tanjung Balai, serta mengidentifikasi upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologis, yang melibatkan wawancara mendalam dan observasi pastisipatif terhadap seniman dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sinandung sebagai warisan budaya yang kaya mengalami tantangan signifikan akibat dominasi budaya asing yang menarik perhatian generasi muda. Meskipun terdapat minat yang menurun terhadap tradisi lokal, beberapa inisiatif pelestarian telah dilakukan, seperti penyelenggaraan acara budaya dan festival yang melibatkan seniman Sinandung. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan teknologi dalam upaya konservasi sastra Sinandung agar tetap relevan dan dihargai di tengah arus globalisasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya, dan mendorong generasi muda untuk lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya mereka yang unik dan berharga. Kata Kunci: Hegemoni budaya, sastra Sinandung, budaya loka

    1,750

    full texts

    3,049

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Asahan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇