E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
    3049 research outputs found

    RESPON BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PANGAN TERHADAP SALINITAS

    Full text link
    Salinitas adalah satu dari berbagai masalah pertanian yang cukup serius. Salinitas bisa mengakibatkan berkurangnya hasil dan produktivitas pertanian. Perlakuan cekaman garam pada tanaman A. mangium Willd. memberikan respon anatomis diantaranya adalah penurunan nilai indeks stomata, panjang dan lebar stomata, kadar klorofil serta kenaikan jumlah trakea. Respon anatomis mengindikasikan adanya adaptasi terhadap cekaman garam. Dari permasalahan salinitas, maka perlu jelih dalam memilih tanaman pangan. Banyak juga tanaman pertanian yang mampu toleran pada lahan yang berada padacekaman garam cukup tinggi sehingga produktivitas lahan tetap dapat ditingkatkan. Pada makalah ini menunjukkan genotip kedelai yang tergolong toleran terhadap konsentrasi garam NaCl menurut nilai indeks sensitivitas berdasarkan panjang akar adalah genotip Argomulyo. Diperoleh 8 varietas padi yang tahan terhadap cekaman salinitas mulai dari moderat toleran sampai sangat toleran yang dapat dipindahkan untuk ditanam di lapangan yaitu varietas Ciherang, IR 64, Lambur, Batanghari, Banyuasin, IR 42, Inpari 10 dan Margasari

    RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PUPUK SEPRINT DAN PEMANGKASAN

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Durian Lk 1 Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 12 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember 2012 sampai bulan Februari 2013. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor untuk faktor pertama dengan 4 level perlakuan, untuk faktor kedua 3 level perlakuan. Faktorpertama adalah perlakuan pemangkasan 4 taraf yaitu : P0 = tanpa perlakuan (kontrol), P1 = pemangkasan pada ruas ke 6 dan seterusnya dipelihara 1 daun dan P2 = pemangkasan pada ruas ke 6 dan seterusnya dipelihara 2 daun, dan P3 = pemangkasan pada ruas ke 6 dan seterusnya dipelihara 3 daun. Faktor kedua adalah pemberian pupuk Seprint dengan 3 taraf yaitu S1 = dosis 3 ml/l air, S2 = dosis 6 ml/l air dan S3 = dosis 9 ml/l air. Hasil penelitian bahwa Perlakuan pemangkasan menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap diameter batang umur 2 dan 4 minggu setelah tanam tetapi sangat berpengaruh nyata pada umur 6 minggu setelah tanam, berpengaruh sangat nyata terhadap produksi per tanaman sampel dan produksi per plot mentimun. Perlakuan Pemberian pupuk Seprint menunjukkan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap diameter batang umur 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam, sertasangat berbeda nyata terhadap produksi per tanaman sampel dan produksi per plot tanaman mentimun

    RESPON DAN KERAGAMAN GENETIK GALUR PUTATIF MUTAN M6 GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DUA AGROEKOSISTEM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe gandum yang mampu beradaptasi dengan baik pada elevasi menengah dan mendapatkan informasi nilai keragaman genetik dari populasi mutan M6 di dua ekosistem yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga April 2013 di dua lokasi dengan elvasi yang berbeda yaitu kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias, Cipanas dan Cisarua. Materi genetik yang digunakan pada penelitian ini adalah benih-benih generasi M6 yang terdiri dari 30genotipe (5 genotipe M5-Dewata,3 genotipe M5-Selayar, 11 genotipe M5-Oasis, 4 genotipe M5-Rabe, 5 genotipeM5-Kasifbey, 2 genotipe M5-Basribey) dan enam varietas pembanding yaitu Dewata, Selayar, Oasis, Rabe, Kasifbey, dan Basribey. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perbedaan agroekosistem berpengaruh untuk budidaya gandum berpengaruh pada beberapa karakter yang diuji. Genotipe yang menunjukkan toleransi suhu tinggi yaitu M6- Dewata-1 dan M6-Oasis-11; genotipe yang medium toleran yaitu M6-Basribey-4, M6-Basribey-5, M6-Dewata-7, M6-Dewata-15, M6-Kasifbey-11, M6-Kasifbey-12, M6-Kasifbey-15, M6-Oasis-9, M6-Oasis-10, M6-Oasis-14, M6-Oasis-16, M6-Oasis-24 dan M6-Rabe-4; genotipe peka suhu tingggi yaitu M6-Dewata-12, M6-Dewata-16, M6-Kasifbey-6, M6- Kasifbey-14, M6-Oasis-4, M6-Oasis-5, M6-Oasis-6, M6-Oasis-8, M6-Oasis-22, M6-Rabe-3, M6-Rabe-16, M6-Rabe-20, M6-Selayar-1, M6-Selayar-2 dan M6-Selayar-3

    CONCEPTUAL MODEL OF INTERCEPTION TO ANTICIPATE RUNOFF

    Full text link
    Research relating to interception still less, causing need to be done research of interception at some crop types, so that in the end will be gotten interception value magnitude which more specific. Crop applied in this research that is crop Kopi and Pinus. Interception analysis happened at crop will be modeled at equipment of test rainfall simulator. This research is expansion of conceptual model from method SCS ( The Soil Conservation Service) applied for calculation interception based on at various form of crop canopies. The purpose of thisobservation is : 1) Develops interception model as characteristic function of rain and farm closing characteristic, 2) Makes interception program to utilize Visual Basic 60, 3) co-signature big interception for crop Kopi and Pinus. Result of research it is known that interception at crop Kopi bigger than interception of crop Pinus with maximum storage potency value ( Sv) for crop Kopi 2,66 cm and Pinus 1,24 cm, and value Canopy Coefficient ( CC) for crop Kopi is 7,89 andPinus 8,89. Result of verification of modelling as according to example of calculation using method SCS ( The Soil Conservation Service) and Microsoft Excel. Keywords: Rainfall Simulator, Interception, metode SCS and canopy coefficien

    ANALISIS KOMPARASI USAHATANI UDANG WINDU ORGANIK DAN NONORGANIK (STUDI KASUS: BATANG KILAT KOTA MEDAN PROPINSI SUMATERA UTARA)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usahatani udang windu organik dan nonorganik yang ditinjau dari nilai R/C ratio di Batang Kilat Propinsi Sumatera Utara. Menganalisis perbedaan R/C rasio usahatani udang windu organik dan nonorganik di Batang Kilat Propinsi Sumatera Utara. Penelitian ini akan dilakukan di pertambakan udang windu masyarakat di Batang Kilat Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan Propinsi Sumatera Utara. Lokasi budidaya udang windu organik seluas lebih kurang 350 ha tersebut dipilih karena merupakan lokasi usahatani yang sudah dikelola masyarakat secara turun temurun dan salah satu lokasi penghasil udang windu di Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan serta menjadi binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera Utara. Menurut R/C rasio yang diperoleh pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa usahatani udang windu sudah layak dilakukan (menguntungkan). Akan tetapi, penerimaan dari setiap satu rupiah yang dikeluarkan lebih besar diperoleh pada usahatani udang windu organik. Selanjutnya, terdapat perbedaan yang signifikan dari R/C rasiodisebabkan oleh sistem usahatani yang berbeda yaitu organik dan nonorganik

    HUBUNGAN KOMPONEN HASIL DAN HASIL TERHADAP LIMA VARIETAS UNGGUL BARU (VUB) KEDELAI (Glycine Max (L) Merril) PADA LAHAN KERING DI PROVINSI PAPUA BARAT

    Full text link
    This study aimed to geting information about the relationship among the characters and identifying characters agronomic direct and indirect influence on grain yield. Many as four varieties of soybean (Glycine max) included the local varieties as comparison was evaluated on dry land land in Manokwari, Sobey District, Village Sobey at MT I month from January to December, 2013. The experiment was conducted by using a randomized block design (RAK) non factorial, with three blocks as replication. The variable agronomic characters were observed terms of height, the number of productive branches, number ofpods per plant, number of empty pods per plant, total number of pods, and the results. Data were analyzed with simple correlation and continued with path coefficient analyses. The results based on both method of analysis, soybean varieties of high yielding varieties which had total number of pods and a high number of pods. Therefore, the total number of pods and number of pods were recommended to be used as selection criteria in order to obtain soybean varieties for high yield in dry land

    RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus gangeticus) TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DAN PUPUK UREA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman bayam merah terhadap pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit dan pupuk urea. Penelitian dilaksanakan di Desa Sei Alim Hassak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatera Utara, jarak dari Universitas Asahan ± 10 km dengan topografi datar berada pada ketinggian sekitar 25 m dpl pada areal pertanian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yang diteliti yaitu 1) Faktor pemberian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) sebanyak 8,4 l/plot terdiri atas 3 macam perlakuan yaitu : L1 = LCPKS diberikan dipermukaan tanah, L2 = LCPKS diberikan dengan cara mencampurkan dengan tanah, L3= LCPKS diberikan disekitar rizosfer. 2)Faktor pemberian konsentrasi pupuk Urea (U) terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu: U1 = 25 g/l larutan, U2 = 50 g/l larutan, U3 = 75 g/l larutan, U4 = 100 g/l larutan. Dari kedua faktor diatas diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 3 x 4 = 12 perlakuan. Variabe pengamatan Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Berat per tanaman sampel (g), Produksi bayam merah per plot (kg). Pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit memberikan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman bayam merah umur 2 MST, jumlah daun tanaman bayam merah umur 2 MST dan berat per tanaman sampel. Tinggi tanaman bayam merah yang tertinggi umur 2 MST yaitu 13,40 cm yang terdapat pada perlakuan L1, jumlah daun tanaman bayam merah yang terbanyak umur 2 MST yaitu 2,88 helai yang terdapat pada perlakuan L1, dan berat pertanaman sampel yang tinggi pada tanaman bayam merah terdapat pada perlakuan L1 yaitu 18,48 g. Pemberian pupuk urea pada tanaman bayam merah tidak memberikan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman, jumlah daun, berat per tanaman sampel, dan produksi bayam merah per plot. Interaksi antara pemberianlimbah cair pabrik kelapa sawit dan pemberian pupuk urea terhadap tanaman bayam merah tidak menunjukkan respon terhadap peubah amatan tinggi tanaman, jumlah daun, berat per tanaman sampel, dan produksi bayam merah per plot

    KLASIFIKASI TANAH DESA SIHIONG, SINAR SABUNGAN, DAN LUMBAN LOBU KECAMATAN BONATUA LUNASI KABUPATEN TOBA SAMOSIR BERDASARKAN TAKSONOMI TANAH 2010

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tanah mulai dari tingkat ordo sampai sub group. Penelitian ini dilakukan di Desa Sihiong, Sinar Sabungan, dan Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba Samosir. Analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Kimia-Kesuburan Tanah, Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Dilakukan pengamatan profil di lapangan pada tiga lokasi. Profil I di Desa Sihiong berada pada kemiringan lereng 21% (bergelombang) dengan ketinggian tempat 1024 m dpl. Profil II di Desa Sinar Sabungan berada pada kemiringan lereng 15% (bergelombang) dengan ketinggian tempat 991 m dpl. Profil III di Desa Lumban Lobu berada pada kemiringan lereng 15% (bergelombang) dengan kemiringan tempat 1071 m dpl. Pada masing-masing profil diamati sifat-sifat fisik tanah,seperti warna, struktur, tekstur, konsistensi, perakaran serta kedalaman efektif, dan diambil sampel masing-masing profil dari setiap horizon untuk dianalisis di laboratorium. Analisis di laboratorium meliputi tekstur tanah, bulk density, C-organik, basa-basa dapat tukar (Ca2+, Mg2+, K+, dan Na+), pH H2O, pH KCl serta kapasitas tukar kation (KTK). Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa klasifikasi tanah berdasarkan Taksonomi Tanah 2010 di Desa Sihiong adalah : Ordo Inceptisol, Sub Ordo Udept, Great Group Humudept, dan Sub Group Fluventic Humudept. Desa Sinar Sabungan adalah Ordo Inceptisol, Sub OrdoUdept, Great Group Humudept, dan Sub Group Pachic Humudept. Desa Lumban Lobu adalah Ordo Entisol, Sub Ordo Orthent, Great Group Udorthent, dan Sub Group Typic Udorthent

    GROWTH RESPONSE AND YIELD OF LONG BEANS (Vigna sinensis L.) AGAINST INTAN SUPER COMPOUND FERTILIZER AND SP-36 FERTILIZER APPLICATION

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di jalan Durian, lingkungan 1 Kelurahan Kisaran Naga, KecamatanKisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian pada bulanFebruari – April 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK)Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk MajemukIntan Super dengan 4 taraf yaitu : I0 = 0 kg/plot, I1 = 0,6 kg/plot, I2 = 1,2 kg/plot dan I3 = 1,8 kg/plot. Faktor kedua dengan pemberian pupuk SP36 dengan 3 taraf yaitu S0 = 0 g/plot, S1 = 9 g/plot, dan S2 = 18 g/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Majemuk Intan Super terbaik terdapat pada perlakuan 1,8 kg/plot (I3) yang menghasilkan tinggi tanaman 108,86 cm, jumlah polong per tanaman 38,89 polong, produksi polong per tanaman 0,68 kg dan produksi polong per plot 5,05 kg. Pemberian pupuk SP36 terbaik terdapat pada perlakuan 18 g/plot (S2) yang menghasilkan tinggi tanaman 108,59 cm, jumlah cabang produktif 3,88 cabang, jumlah polong per tanaman 39,40 polong, produksi polong per tanaman 0,71 kg dan produksi polong per plot 5,22 kg. Interaksi pemberian pupuk Majemuk Intan Super dan pupuk SP 36 menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter amatan

    1,750

    full texts

    3,049

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Asahan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇